ZodMent [Academy Of Zodiac-Element]

ZodMent [Academy Of Zodiac-Element]
10


__ADS_3

Dipagi yang cerah..


Masih di pondok tua yang sudah di renovasi menjadi lebih modern ini, di pinggiran hutan yang tampak asri, angin sepoi-sepoi berhembus sepanjang waktu sedari subuh tadi.


Noel menghirup napas panjang lalu menghembuskannya perlahan, "hufftt... Udara di belahan benua biru ini memang segar ya... Gak sia-sia datang kemari untuk belajar di akademi milik anggota militer rahasia Inggris" Noel berujar dengan mata terpejam. Pagi ini terasa lebih sejuk dari biasanya meski saat ini sudah memasuki musim semi, tampak jelas dari kepulan asap putih yang terlihat setiap kata-kata yang dilontarkannya.


*Hmm tunggu dulu... Bukannya hari ini adalah hari ujian simulasi arena, ya? Tapi, dimana sahabat Noel yang sempat panik setengah mati kemarin?


"Hufftt.. sepertinya udaranya terlalu sejuk meski aku sudah lama di Hokkaido tapi aku tetap tidak terbiasa, padahal iklimnya 11-12, hufftt!" Noel menghembus-hembus napasnya kasar. Ia langsung berdiri dari duduknya dan melangkah masuk ke pondok untuk menggunakan pakaian yang lebih tebal.


"Eh, tunggu dulu--- dimana bocil pendek yang panik setengah mati kemarin ya?" Noel menatap bingung ke sekelilingnya. Kemudian tergelak di tempatnya seperti orang gila.


Geplakk!


"Aduh! Aduh! Noelll! Gak boleh gitu sama author! Nanti dipecat mau, ha?! Lagi naratorin cerita malah digeplak!" Author meringis di tempatnya. Memegangi kepala bagian kiri yang terasa berdenyut.


Noel tersenyum manis di tempatnya sembari membuka resleting jaketnya hingga ke perut. Kemudian mengeluarkan sesuatu dari balik jaketnya yang membuat author kesayangan kita kalang kabut.. you know lah dia ngambil apa..? Ituloh breder yang biasa dipakai polisi.


"Dengar ya Thor ya-" Ucapan Noel terpotong oleh teriakan Manusia gak jelas yang tak lain adalah Sia (sadar diri itu penting 🗿).. "Thor Saha oyy?! Namaku sia!" Potong author kita ini.


"Iya, dah iya, dengar ya Sia ya..? Kamu tau kan jabatan ku di akademi selaku apa..?" Tanya Noel penuh penekanan. Tangan kanannya yang memegang senjata api itu mengarah pada author kita ini.


"Hey! Hey! Itu fiksi lah! Kita ni-" seseorang membekap mulut author yang masih terbuka ini. Pelakunya tak lain adalah kakak sepupnya, "Vang Hoji, og, ghagi mo husuk holut hu!" (Bang Oji, oy, jarimu masuk mulut ku!)


"Oh iya, maaf-"

__ADS_1


Bekapan tangan itu pun terlepas, digantikan dengan menekan pipi author yang jelas-jelas tirus ini🙂 membuat mulut author ini seperti bocil yang minta kompeng. "Ngeseling vanget zi!" Ungkap Sia yang terus berusaha menjauhkan tangan kanan Oji yang menghimpit pipinya.


Sadar akan sesuatu, seketika Sia menggerutu dan langsung terbebas dari Oji. Dengan papan ujian yang selalu di bawa untuk alas tulisnya itu digunakan untuk KDR- eh maksudnya memukul Oji dengan kecepatan cahaya.


"WEYY GAK MUHRIM JANGAN PEGANG-PEGANG! DOSqqq!"


"ADUH! EH SIA TUNGGU SIA! BANG OJI KAN ABANG MU!!" Ucapan Oji itu seketika membuat Sia tertegun. "Eh-"


"Eh aduh maaf bang udah mukul Abang, anggap aja sebagai ajang balas dendam-" Sia dengan kecepatan cahaya itu langsung menyalami kakak laki-lakinya itu dan berlalu pergi. Yang tentunya diiringi oleh kata-kata mutiara dari hati terkecil Oji.


"Bang, kayaknya adekmu butuh diruqyah lagi bang" Noel memberikan saran dengan mulut yang terisi Bonbon kaki membuat kata-katanya terdengar samar namun masih tertangkap dengan baik oleh pendengaran Oji.


Oji diam ditempanya. Ini memang bukan pertama kalinya penyakit Sia-adiknya yang gaje-kumat. Ini mungkin sudah kali ke.. emm.. berapa angka setelah 3? "Empatt!!" Yang mungkin sempat terlintas dipikiran kalian. Tapi tidak! Jawabannya adalah dua! Mengapa? Karena kalau bagi raport pasti dari rank paling bawah (biar greget) :v


Oji menatap Noel yang masih mengemut Bonbon yang merupakan gaji mereka - karena uang untuk menggaji karyawan gak cukup. "Mau tambah lagi?" Oji menyodorkan stoples Bonbon kaki dan berbagai jenis manisan lainnya.


"Hufftt.. mungkin yang ngetik lagi kumat, lagian ini gak pake scrip jadi tergantung yang buat. Biarlah Sia cari inspirasi dan mencari ketenangan batin untuk konsentrasinya..." Oji pasrah dengan kelakuan sang adik kemudian berlalu ke pintu Doraemon. Eh.


"Waifuku sedang menunggu, kalian nunggu Sia aja ya? wakakaka" Oji melambaikan tangannya dan masuk kedalam pintu tersebut.


"Puff-" Pintu itu menghilang dalam satu kedipan mata.


Sementara Sia kini sedang berada di depan pintu kamar mandi pondok tua ini. Tentunya senyuman jahil sedang terukir diwajahnya itu. "Nyahahaha, tampaknya bocil unyu unyu sedang apa yah... Kita jahilin yuu-" Sia langsung berpura-pura mendobrak pintu dengan menggunakan bahunya. Namun miris. Pintunya... Tidak di kunci...


"Aaaaa kok gak di kunci?! Eh ini langsung ngehadap ke WC-nya loh!!" Sia berteriak kalang kabut. Tidak biasanya Zack lupa mengunci pintu seperti ini. Tapi ada yang lebih aneh lagi, kenapa Zack tidak menggerutu seperti cewek yang lagi PSM ya? Yang seketika membuat Sia menipiskan bibirnya.

__ADS_1


Dengan rasa penasaran yang sudah mencapai level max, Sia kembali membuka perlahan pintu kamar mandi yang sebenarnya kosong itu. "Bentar kok kosong? Bukanya sekarang sudah jam 6-jadwal 'pup' nya si Zack ya?" Sia menimang-nimang pertanyaannya itu.


Bulu kuduk Sia mendadak berdiri, ini reaksi tubuh ketika hal yang tidak disukai bahkan ditakuti sedang berada di sekitarnya. Sia menelan salivanya payah, "gleg! Bulu kuduk ku berdiri semua, pertanda tidak-tidak ini-" seketika itu pula Sia memutuskan untuk pergi menjauh dari kamar mandi itu.


Dan...


"WAAAAA PALANYA EREN AYANG MAYADKU!-" Sia langsung pingsan dengan separuh badan di luar kamar mandi sedangkan separuhnya lagi sudah di alam baka. Eh.


"Hey Zack! Apa yang kau lakukan? Sia pingsan ni!" Noel yang sudah sembuh berujar panik. Langsung mengangkat tubuh Sia ke mobil kargo yang mirip dengan kargo pengiriman barang itu. Pada awalnya Sia sempat mengejek Zack yang dimarahi oleh Noel dan membuatnya terus mengukir senyum di wajahnya, namun senyuman itu seketika berubah menjadi senyuman seorang sikopet saat tubuhnya dimasukkan kedalam tempat itu. Bau amis menyeruak. Eh. Bentar-bentar... "Noel tega banget ente!! masa badanku dimasukin ke fish cargo?!" Separuh Jiwa Sia terus menerus memukuli pundak Noel.


Noel mengabaikannya dan kembali ke tempat Zack berada saat ini. Ia metatap Zack malas kemudian berubah berbinar. "Yeah! Sia udah pergi jauh-jauh. Kita bisa makan Bonbon and cokelat kita tanpa takut diomeli" Mereka berdua melakukan tos di iringi semarak kegembiraan.


Sementara disebrang dimensi... Oji sedang makan di restoran khas Jepang dimana para pembeli dapat menyaksikan dan menyantap langsung hidangan yang dibuat sang koki. *ku tak tau cara mendeskripsikan yg satu ini.


Oji yang sedang nge harem serta sedang menyaksikan koki yang melakukan beragam atraksi yang luar biasa itupun seketika teralihkan oleh seorang gadis kecil nan pen- tidak terlalu tinggi di sisi lain tempat. Gadis itu sedang menulis sesuatu dengan papan ujian sebagai alasnya. Membuat Oji turut menerawang jauh ketempat sang adik saat ini.


"Firasat ku kok gak enak, ya?"


~|~


"Ya Allah apa salah hamba?" ('Banyak!') Sia celingak-celinguk bingung mencari tau lokasi pasti dirinya saat ini. Yang pasti saat ini ia sedang berada disebuah kapal angkut barang setelah keluar dari fish cargo. Seorang pria yang mengenakan baju yang tak cocok dengan tempat keberadaannya sekarang lah yang telah mengeluarkan dirinya dari sana.


"Hmm.. bisa-bisanya pake stelan jas warna hitam di kapal angkut kargo, mana rapi kek mau kekantor lagi..." Sia tanpa sadar sedang mencibir orang yang telah membantunya itu dengan suara kecil yang semakin samar karena angin laut. "Astaghfirullah haladzim Gaboleh gitu! Dia udah bantu kamu Siaa"


"Sebaiknya kamu ganti baju." Ucap pria itu dengan bahasa Inggris sembari menyodorkan sebuah tas ransel. Yang langsung di sambut oleh Sia sendiri. "T-thank you" Sia tidak terlalu fasih dan kurang terbiasa menggunakan bahasa Inggris. Namun, ia dapat memahami apa yang pria itu katakan. Pria itu pun mengangguk lalu memberitahukan dimana Sia dapat berganti pakaian.

__ADS_1


"Oh my little spy, I found you" bisik pria itu terdengar teramat samar. Dan sebilah pisau lipat tipe Spyderco Paramilitary 2 telah bertengger di tangan kirinya yang menggunakan black glove itu.


Eh kok agak gelap🗿


__ADS_2