ZodMent [Academy Of Zodiac-Element]

ZodMent [Academy Of Zodiac-Element]
20


__ADS_3

Begitu panjang pembicaraan hangat yang terjadi dalam Grup Anak Kesasar. Sudah banyak pula waktu berlalu untuk sekedar mengobrol dan bercanda meski tanpa melakukan tatap muka. Senyuman masih saja terukir indah di wajah Gio.


Kelakuan teman-temannya memang ada-ada saja. Jika bukan tindakan, maka kata-kata saja sudah cukup. Lihat saja emoji tertawa yang di spam habis oleh teman-temannya, ada pula beberapa sticker Anime yang di spam oleh Galih. Sticker yang ikonik dengan gambar seorang gadis dengan mata menyala dan membawa sebuah teflon itu mengisi layar ponselnya.


Tawa bergemuruh tak henti-hentinya mengudara dikamar seluruh penghuni grup tak terkecuali Gio. Meski sebenarnya bukan sticker maupun emoji yang yang menjadi alasannya. Namun nasib sang sahabat, Galih, yang menjadi alasan utamanya.


Entah kata-kata toxic apa yang sudah terlontar dari mulutnya sedari tadi, yang pasti seluruh penghuni grup tahu betul bagaimana penampakan Galih saat ini. Efek freeze yang sering terjadi pada ponsel Galih memang bukan rahasia lagi. Para sahabat bahkan sudah paham betul dengan sebab-akibat dari efek itu.


Setidaknya ia tidak memaksa bermain game di hp kentangnya, eh


Usai sudah sesi bercanda-ria mereka. Kini grup tersebut sudah beralih membahas tentang audio yang dikirimkan oleh Fariz beberapa saat yang lalu. Sebuah audio berdurasi satu menitan itu berhasil membuat grup tersebut kembali ramai. Gio sendiri sudah memutar audio tersebut dan mendengarkannya dengan seksama.


'Kamu harus membantuku, aku m*ti di ged.. Sebuah gudang yang...'


Bahkan belum selesai mendengarkannya, beberapa penghuni grup sudah mulai mengomentari audio tersebut.


Wicaksana


Wih, hari gini masih aja ada yang begituan yak🗿


Davin balas Wicaksana


Dari awal aja udah keliatan kalau mau ngerjain orang si, ngomong kok amburadul... Minimal kalau mau ngancam jangan typo🗿


Ravin balas Davin


Emang anak satu ini, di chat gak dibalas... Eh nimbrung di sini💀


Noel


ish ish tak patut, tak patut


Davin balas Noel


Ente gak di ajak, hush-hush


'Jika saat kamu menerima pesan ini dan


justru menghapusnya...


Aku akan menerormu dengan pesan-pesan aneh...'


Noel freak


*Pesan kosong*


Alfarez sasimo balas Noel


Nge cheat weh, kok bisa kosong


Alfarez sasimo balas Fariz kere


Suara loli, njir


Fariz balas Alfarez sasimo

__ADS_1


Bukan itu poin pentingnya🗿


Balas Alfarez sasimo


Sungguh terlalu ente... Tapi dari suara sih anak SMP an, 12 tahunan.


Wicaksana balas Fariz


Tapi aku mo nanya nih Riz... Ente dapat aydiony dari mana?


↳*Audio


Davin


Nah iya


Alfarez sasimo


Iya juga yak, baru ngeh


Noel


*Sticker mikir*


'Jika di hari ketiga kamu masih belum


menyebarkan pesan ini ke seluruh


kontak kamu... Kamu akan bernasib sial...'


Balas Wicaksana


Fariz membalas anda


Sorry sorry, habis ngobrol ma senior.


↳Oh, itu gue dapat dari anak-anak angkatan 1.. pada panik bet nampak nya


Wicaksana balas Fariz


Lah terus Napa kirim ke sini?


↳*Sticker ice bear*


Fariz


Gabut aku, wkwkwk


*Sticker Sasuke heng*


'Omong-omong namaku Vira, aku tewas


di sebuah gudang karena kalian... yang


tidak peduli dan membiarkanku...'

__ADS_1


Alfarez sasimo


Ngeri-ngeri


'Dan kalian akan jadi yang selanjutnya...!'


Wkwkwk seharusnya sih pada gak percaya yak... Soalnya yang begini tuh emang sering lewat pas tahun 2018 an, tapi terbukti aman tuh


orang-orang


Ravin


Nah, setuju sih sama si Gio... Tapi kok pada percaya yak


↳*Sticker beruang loncat tali*


↳Davin di suruh beli sate gak balik


balik woeee


Davin balas Ravin


Tenang-tenang


Noel balas Davin


Kasian di jadiin babu


↳*Sticker ngbrut*


Davin balas Noel


AN- ANAK ORANG


Noel


Kabur🗿🏃🏼‍♀️


*Sticker full emot batu*


Gio hanya bisa menggelengkan kepalanya melihat tingkah konyol para sahabat di ponselnya. Ia juga sudah menutup aplikasi tersebut kemudian beralih untuk mencharge ponselnya. Ponsel bewarna biru dengan silikon tengkorak itu sudah mengeluarkan suhu yang cukup panas sejak tadi.


mengisi daya cepat 9%


"Gara-gara Cosmo jadi lupa ngecas hape tadi sore..." Bisiknya pelan sembari meletakkan ponselnya ke atas meja.


'Salahku apa heii!?'


Gio bangkit dari duduknya dan berjalan pelan menuju dapur. Padahal ia sudah makan mie cup dan soto Lamongan, namun entah mengapa suara perutnya masih saja bergemuruh.


"Efek gak baca doa sebelum napas, eh, makan..." Gio menepuk-nepuk pelan perutnya sembari mencari makanan yang bisa mengisi perutnya malam ini.


Gio terus-menerus mengabsen nama makanan di lemari es dengan sedikit bergumam.


"Oh..." Gio memandang jauh ke arah jendela. Ia seperti pernah mendengar nada dering itu. Benar-benar terdengar familiar. Dilangkahkan kakinya menuju jendela yang masih sedikit terbuka, kemudian didorongnya bingkai jendela itu pelan. Diperhatikan halaman kos-kosannya yang sepi bak halaman tanpa kehidupan itu dengan seksama.

__ADS_1


Tak ditemukannya tanda-tanda keberadaan seseorang yang memilki nada dering ponsel dengan lagu The heroes itu. Sadar apa yang ia cari tidak berhasil ia temukan, pada akhirnya Gio pun langsung menutup rapat jendelanya dan menyingkap gorden berwarna abu-abu itu.


Setelah itu, ia pun kembali menyibukkan dirinya dengan ikan ****** yang nyaris meregang nyawa itu.


__ADS_2