![ZodMent [Academy Of Zodiac-Element]](https://asset.asean.biz.id/zodment--academy-of-zodiac-element-.webp)
Yg miring ada '*' nya adalah Sia.. yang mungkin kalo turut dibaca suasana cerita nya langsung buyar :v
~|~
°A°C°A°D°E°M°Y•No•S°I°A
~|~
"Ketenangan batin... Hufftt... Ketenangan... Ugh! Argh! Ketenangan apanya?! Sampai kapan kita harus duduk dan tidak melakukan apapun seperti ini?! AAAAAA!!" Pria bejaket putih penuh bercak merah itu bangkit dari duduknya dan terus menggerutu.
"Ssstt... Aku berkata, tenangkan dirimu... Ketenangan batin adalah kunci utama untuk bisa berkonsentrasi, Zack. Dan kumohon jangan berisik, suaramu membuat gendang telingku sakit!" Ucap pria berhoodie hitam sedikit berbisik.
"Suaraku gak besar-besar amat kok! gendang telingamu gak akan pecah-" Zack menggerutu dengan nada tinggi yang kemudian merendah setelah melihat tatapan setajam elang milik Noel. "Iya, iya. Maafkan aku..." Yang di jawab dengan deheman kecil oleh Noel.
Seketika itu pula Zack menghela napas panjang. Sedari tadi ia dan sahabatnya, Noel, telah duduk berjam-jam tanpa melakukan apapun yang membuatnya jenuh dan ingin terus-menerus menggerutu-seperti cewek yang lagi PMS. Meski demikian, Noel terus berkata padanya bahwa ia harus tetap tenang dan jangan berisik. Bukan tanpa alasan, sebenarnya esok hari mereka akan melaksanakan ujian simulasi arena. Ya, seperti yang kalian ketahui kita harus berkonsentrasi saat melaksanakan ujian yang tentunya dimulai dari ketenangan batin.
Zack kembali duduk lesehan yang posisinya dekat dengan jendela, ia menyandarkan tubuhnya yang terasa lelah itu pada dinding kayu. Ya, dinding kayu dari sebuah pondok tua di tengah hutan. Pondok kayu itu adalah pondok yang mereka temukan saat sedang mencari kayu bakar 2 tahun yang lalu kini sudah resmi menjadi markas the spot Rin's - nama kelompok mereka yang terdiri dari 9 orang.
Noel Melirik Zack yang terus menghela napas. Noel suka melihat orang susah, tapi tidak jika itu keluarga yang disayang serta sahabatnya apalagi Zack, sungguh, menyaksikannya yang terus-menerus menghela napas seolah baru merasakan kejamnya dunia itu membuatnya jengah hmm mungkin lebih ke prihatin?? *Noel gak pintar menerjemahkan bahasa yg dramatisme
Saat itu pula Noel merasa harus menyumbat mulut Zack agar tidak terus-menerus menghela napas, kebetulan saat ini perutnya sudah berteriak minta nutrisi hingga mendorong kakinya untuk melangkah menuju meja disudut ruangan, Mengambil dua botol air mineral, sebungkus roti cokelat dan biskuit, kemudian memberikan nya pada Zack. Zack mengucapkan terimakasih kemudian langsung meneguk setengahnya dan mengunyah rotinya dalam diam. Sementara Noel sudah berlalu dan duduk lesehan disisi lain ruangan bersama biskuit gandum dan sebotol mineral yang baru ia minum seperempatnya.
Noel kembali melirik Zack yang sudah ada di tepi jendela, duduk seperti karakter di film-film yang pernah bahkan sering Noel tonton. "Pantesan agak gelap, cahaya hidupku ketutupan, toh" batin Noel yang masih mengunyah biskuit gandumnya.
Zack masih diam tak bergeming. Noel sangat mengerti apa yang dirasakan oleh sahabatnya karena mereka akan melaksanakan ujian esok hari. Terlebih lagi Zack nyaris tidak lulus ujian strategi simulasi arena tahun lalu karena kesalahan kecil-nyaris meledakkan akademi-yang membuatnya hampir di keluarkan dari akademi. Ketahuilah pihak akademi hanya mencari yang terbaik dari semua siswanya. Sehingga sedikit kesalahan saja bisa membuat siswa seperti mereka dikeluarkan. "Oke, sepertinya bukan meledakkan akademi juga..." Noel berusaha mengingat apa yang dilakukan Zack hingga nyaris dikeluarkan waktu itu. "Baiklah tidak perlu terlalu dipikirkan" monolog Noel sembari mengangguk-anggukkan kepalanya.
__ADS_1
*Alangkah baiknya jangan mengingat-ingat kesalahan orang, takutnya keingat masalah hidup:v.. abaikan.
Zack telah berhenti menghela napas sejak beberapa saat yang lalu. Kini ia sedang memandang keluar jendela yang menampilkan pepohonan yang menjulang tinggi, seperti Pinus dan ek. Melodi indah dari burung Parus major newtoni (sejenis Geletik Batu) menggema diluar sana. Sinar matahari memberi kehangatan di siang hari yang sejuk. Zack menarik napas panjang lalu menghembuskannya perlahan, Ketenangan mulai menyelimuti Zack saat ini.
Jika bagi Noel diam dan rileks dapat membangkitkan konsentrasinya, bagi Zack mengamati dan menyatukan diri dengan lingkungan dapat membuatnya berkonsentrasi dan memahami kondisi lingkungan yang ia tempati saat ini.
Noel menyandarkan tubuhnya didinding dan kemudian memejamkan matanya. Sejujurnya ia tau bahwa Zack memiliki cara yang berbeda untuk menemukan ketenangannya dan berkonsentrasi, namun ia tetap mengajak Zack untuk menggunakan caranya. Sebenarnya ia sedang menguji Zack tentang seberapa dekat Zack dengan dirinya sendiri? Namun Zack bahkan baru sadar bahwa cara untuk tenang cukup... Eee.. tenang? Mungkin Noel yang paling butuh konsentrasi saat ini karena ia sendiri bingung harus menyebutnya seperti apa.
"Oh ya.. ada yang aneh dengan Indra penciuman ku.. apa baru banjir selai strawberry atau apa... Karena aku mencium bau amis disini." Noel membatin sembari mengamati sekitar dan berhenti pada Zack yang masih mengamati pemandangan alam yaang asri itu dalam ketenangan.
"Oh, yang benar saja..." Noel melangkah cepat ke arah Zack dan langsung menjitak kepalanya, "A-Aduhh! Kok malah dijitak si? Sakit tau!!" Zack meringis sembari memegangi kepalanya yang seketika berdenyut. Sementara Noel menghembus-hembus tangan kanannya yang ia gunakan untuk menjitak kepala Zack.
Noel menghirup napas panjang. Sepersekian detik kemudian-
"LO YANG BENER AJA SI ZACK, MASA LU KAGAK GANTI BAJU DARI KEMARIN! ARTINYA LU BELUM MANDI JUGA DONG? LO BILANG KEBERSIHAN ADALAH SEBAGIAN DARI IMAN. TERUS TU BAJU PENUH BERCAK KAYAK GITU KAN SAMA DENGAN GAK BERSIH!! DASAR MANUSYA BANYAK OMONG KURANG AKSI!!" Noel memegangi pundak Zack, mengguncang tubuhnya dan terus mengoceh-menasihatinya. Zack sendiri tak habis pikir ternyata sahabatnya bisa berspek emak-emak juga ya? Ia mengambaikan kata-kata Noel-selain yang barusan-karena iya sudah terlanjur menerawang jauh kesana ketika kerinduan yang membuncah terbesit dihatinya.
~|~
Disebuah ruangan bewarna putih yang terasa hampa itu Zack berdiri dengan kerinduan yang membuncah. Zack menatap nanar kesegala arah. Didengarnya suara yang terasa familiar di telinganya. Suara yang tidak akan pernah dilupakannya. Terdengar jelas suara itu datang dari sisi kanannya, "M-mama...?"
"Jaki... Semangat ya sayang kamu pasti bisa menjadi anggota keamanan negara seperti mimpi kamu..." Ujar wanita yang tak lain adalah ibunda Zack dengan senyum semringah.
Air mata menetes seketika. Zack menangis tersedu melihat sang ibu yang tersenyum semringah dengan baju rumah sakit yang melekat ditubuhnya. "M-mama..?" Seketika Zack langsung berlari ke arah ibunda dan memeluknya erat. "Mama, maafin Jaki... Seharusnya waktu itu Jaki gak pergi ke tempat pelatihan dan jagain mama aja di Rumah sakit. Kalau aja waktu itu... Hiks... Mama pasti gak akan ikut di le.. hiks... mama.. mama tenang aja.. Jaki janji bakalan jadi anggota keamanan negara... Meski lewat jalur yang berbeda..."
Seketika Zack telah kembali kepada kesadarannya. Saat ini ia berbaring menghadap ke kanan. Ia membuka matanya perlahan dan tentu saja ia belum sepenuhnya sadar. Tapi yang pasti ia sadar bahwa matanya pasti sembab karena menangis sejak pertemuan dirinya dan ibunda dialam bawah sadar itu.
__ADS_1
"..Hiks.. ini aku beneran nangis kah? Cengeng banget..." ujarnya kemudian memeluk sembarang hal yang ada di depannya dan menjadikannya sapu tangan sementara yang tak lain..
"WEYY!! GAUSAH MELUK-MELUK JUGA HAY MANUSYA HOMO, TAK SADAR DIRI BIN TAK TAU DIRI MENJADIKAN BAJUKU BUAT NGELAP INGUS HAAA?!!" Noel kaget bukan main ketika Zack memeluk dirinya yang saat itu sedang bermain game horor, apalagi Zack menjadikan bajunya lap ingus? Yang benar saja!! Noel terus berusaha menjauhkan Zack yang hendak memeluknya.
"Jijiq cokk!!" Noel mendesis pelan. Sebenarnya bisa saja ia langsung melakukan KDR- eh maksudnya Menendang Zack ke bulan tapi ia urungkan karena Zack baru bangun dari kematian. Eh.
Zack menggercap saat matanya terasa perih oleh sesuatu yang beraroma... minyak kayu putih? Ia kemudian terduduk dan sepenuhnya sadar sekarang, "AAAAA ADUH! ADUH! MATAKU.. BARU AJA SAD MOMENT INI UDAH BAD MOMENT AJA!!" Gerutu Zack ketika matanya terasa semakin perih.
Noel turut terduduk dikala sadar bahwa tadi ia menggunakan minyak kayu putih agar tubuhnya tak digigit nyamuk. "Maaf bro, gak sengaja..." Noel terkekeh pelan kemudian mengacungkan jempol pada Zack dan turun perlahan dari kasur lipatnya. "Kabur dulu, izinnya nanti!"
"ELL LU YANG BENER AJA, MATA KU PERIH NIII!!" Teriak Zack seperti bocah yang kecolongan es krim. Meski ia tak dapat melihat dengan baik saat ini tapi ia tahu bahwa Noel baru saja mengungsi dari amukan sepupu pak kades.
~|~
Maaf ceritanya nyasar :v
Yang asli ada badakhnya, Epic, nyahahahaha...
Maaf ya... Buat yang baca.. aku keluar dari alur utama karena kebawa cerita ke bar-bar an Noel.. mohon maaf yang sebesar-besarnya.. cerita yang serius bukan di prat ini tapi di prat 6 keatas karena untuk 1-5 kemungkinan akan membahas soal karakter dan hal-hal yang wajib kalian ketahui khususnya tentang akademi seperti apa tempat duo bar-bar ini menimba ilmu.
"Jangan lupa petik yang baik buang yang busuk. Eh. Yang paham-paham aja deh."
Enjoy breder^^
Btw setiap part akan kutandai Menurut warnanya apakah itu wajib di baca atau boleh di skip, maupun tentang keberadaan kekerasan dan yang lebih brutal bakal di tandai demi kenyamanan berjamaah
__ADS_1
From Sia, Dear All