(Sedang Revisi)Rosalinda

(Sedang Revisi)Rosalinda
Salah sambung!


__ADS_3

‘Ibu ... aku pasti akan menjaga hadiah pemberian Ibu kali ini. Lil O ... aku berjanji, kau adalah sahabat sejatiku, sedih, senang, aku akan selalu bersamamu!’ Mengingat ini, Qiram sangat sedih.


Hadiah Ibunya terpaksa ia jual demi wanita dihadapannya ini, Gucci emas yang harganya cukup mahal. Uang dari penjualan Gucci itu semuanya untuk wanita itu berbelanja sepuasnya.


“Qiram, kenapa kamu melamun? Apa kamu mau makan? Aku suapi, ya?”


“Tidak! Lil O minta tolong ya, ambilkan aku air hangat.” pinta Qiram.


“Ah, biar aku saja.” Tangan wanita itu mengelus bahu Qiram lembut.


Expresi Qiram langsung berubah saat wanita itu beranjak pergi, semua adegan sama persis. Ia bukanlah bermimpi, tetapi hidup kembali, ia diberi kesempatan untuk memperbaiki kehidupan kelaminnya sebelumnya.


Wanita ini dipanggil dengan Lenggo, pinggulnya yang penuh berisi seperti gitar Spanyol, berjalan ke kiri dan kanan berlenggak-lenggok. Nama asli wanita ini sebenarnya Jingga Mutiara.


“Lenggo, percayalah, aku akan membuat perhitungan denganmu! Aku akan mencari bukti hubungan kalian secepatnya!” Pada saat ini, Qiram menoleh ke arah pintu penuh dendam, dimana punggung Lenggo tadi bejalan melenggak-lenggok ke dapur untuk mengambilkan ia air hangat.


Tak lama, Lenggo masuk dengan membawa segelas air putih hangat. Sikapnya yang ramah dan lembut, benar-benar akan membuat pria manapun tertipu, apalagi Qiram, pria berbadan bongsor yang tak laku itu. Pria yang tak pernah berkencan dan merasakan ciuman pertama, tetapi melihat wanita yang sangat ia cintai bercinta didepan matanya!

__ADS_1


“Ini air hangatnya Qiram, minumlah dulu.” Ia menyodorkan minuman itu dan hendak membantu Qiram.


“Aku bisa sendiri.” Qiram bersusah payah bersandar dan minum.


“Qiram, kenapa kamu bisa terjatuh? Keningmu masih terlihat memar.”


“Tidak kenapa-kenapa, badanku besar sehingga tak bisa menopang saat tegelincir.” sahut Qiram.


“Oh. Kalau begitu, saat kamu kemana-mana hubungi aku saja ya, biar aku temani kamu.” Lenggo langsung meraih buku kecil di dalam tasnya, membuat nomor hpnya, lalu menyodorkan kertas itu pada Qiram.


“Ini nomor hpku, hubungi aku ya! Aku menunggunya.”


Ya, semua itu terjadi! Namun kali ini, Qiram tak lagi terpesona, ia malah jijik. Sebegitunya wanita itu ingin menjebaknya!


Wanita itu bersikap malu-malu, “Maaf, maaf, ya, Qiram, kakiku terpeleset.” ucapnya berdiri.


Di kehidupannya yang lalu, Qiram dengan gugup akan mengatakan maaf juga, lalu berteriak histeris setelah kepergiannya.

__ADS_1


“Kalau begitu, aku pulang dulu, ya. Permisi!”


Di kehidupan kali ini, Qiram tak melihat sedikit pun, mengabaikan kepergian Lenggo.


“Iya, makasih Lenggo sudah menjenguk Qiram, sepertinya kepalanya masih sakit.”


“Iya, kapan-kapan aku datang lagi.” ucapnya tersenyum ramah, kemudian berlalu pergi.


“Heh! Kau kenapa Qiram? Kenapa kau mengabaikan gadis pujaanmu itu? Bukankah kau sangat menyukainya?” tanya Lil O menatap Qiram.


“Keberuntungan sepertinya berpihak padamu hari ini, gadis pujaanmu datang menjengukku, mengambilkan air minum untukmu dan memberikan nomor hpnya.” lanjut Lil O lagi.


“Aku tidak peduli dengannya, aku hanya peduli denganmu dan perubahan hidup kita.” jawab Qiram.


“Kau kenapa? Tidak bertambah parah 'kan?” Lil O merasai kening Qiram. “Keningmu tak panas, hanya sedikit memar, apa saraf otakmu rusak?”


“Aku tidak tertarik dengan pria, aku masih normal!” lanjut Lil O lagi.

__ADS_1


Qiram tergelak.


__ADS_2