7 Kutukan

7 Kutukan
Naga & Yuri


__ADS_3

... Teriakan Jessi membuat semua orang langsung memperhatikannya dan ketika Jessi mulai berjalan ke depan Jessi langsung berubah menjadi sosok kutukan mayat hidup seperti yang membunuh direktur Rio. Seketika orang - orang mulai panik dan berlarian meninggalkan area sekitar gedung Ocean Pharmatical. Tim keamanan dari Ocean Pharmatical langsung maju satu persatu untuk menyerang Jessi. Namun dengan kekuatan kutukan mayat hidup membuat Jessi jauh lebih kuat dan berhasil menghajar tim keamanan Ocean Pharmatical satu persatu....


... Berita penyerangan Jessi langsung terdengar oleh Ringgo dan Ringgo yang mengerti situasinya langsung pergi ke gedung terbengkalai yang di duga menjadi tempat persembunyian si pelaku. Saat diperjalan Ringgo menghubungi Givi dan Stalin dari keluarga Zuru untuk meminta bantuan mereka berjaga - jaga sambil mengirimkan alamat gedung bekas Ocean Pharmatical yang hendak dia datangi....


...Adler dan direktur Adnan memanfaatkan kesempatan saat tim keamanan menyerang Jessi untuk kabur masuk ke dalam gedung Ocean Pharmatical. Melihat hal itu Jessi langsung berlari mengejar direktur Adnan sambil menghajar satu persatu tim keamanan Ocea Pharmatical yang berusaha menghentikannya. Nara yang melihat aksi Jessi terkejut tidak percaya akan yang dia lihat dihadapannya hingga mengabaikan Nana selama beberapa saat....


“Kak Nara? Kak Nara baik - baik aja? Kak Nara?” tanya Nana cemas yang mendengar suara keributan di sekitar Nara, tapi tidak mendengar suara Nara sama sekali.


“Iya Na kakak gak apa - apa, sekarang kamu lagi dimana Na?” tanya balik Nara lemah lembut.


“Aku lagi ngikutin mas Naga ke gedung tempat si pelaku bersembunyi kak.” jawab Nana yang sudah berada di dalam taksi.


“Kenapa kamu ngikutin Naga itu berbahaya Nana, kembali Na cepet kakak gak apa - apa.” kata Nara cemas yang langsung pergi mencari taksi ditemani Tora yang sejak tadi sudah siap siaga untuk bertindak.


“Mana mungkin aku diam aja kalau kakak dalam bahaya, kita gak tau rencana si pelaku dan cara tercepat untuk membuat kakak aman dengan menghentikan si pelaku kak.” jawab Nana mantap.


“Udah dulu kak, aku harus segera turun, aku gak bisa turun tepat di belakang kak Naga percis.” tambah Nana yang langsung mengakhiri panggilan dengan Nara.


... Jessi terus berlari mengejar direktur Adnan sambil menghajar satu persatu tim keamanan Ocean Pharmatical. Ketika dia dihadang lebih dari 10 orang tim keamanan bersenjatakan tongkat baton, Jessi memilih memecahkan jendela dan memutarinya hingga berhasil menyusul direktur Sudirman....


“Ayah cepat masuk ke ruangan itu!” pinta Adler cemas.


“ke ruangan ini?” tanya Adnan ketakutan.

__ADS_1


“Iya ayah, cepat!” pinta Adler panik.


“Apa yang kalian lakukan? Cepat hentikan dia!” teriak Adler panik.


“Baik!” jawab tim keamanan kompak yang bersama Adler dan dierktur Adnan sejak dari halaman gedung Ocean Pharmatical.


... Ketika tim keamanan mulai menyerang Jessi, Adler langsung bersembunyi di ruang lain yang tidak jauh dari ruangan persembunyian direktur Adnan. Jessi berhasil mengalahkan sisa tim keamanan yang ada dengan sangat mudah dan cepat. Kemudian Jessi berjalan perlahan menghampiri direktur Adnan....


“Aku minta maaf, jangan bunuh aku.” kata Adnan ketakutan sambil duduk memohon.


“Kumohon maafkan aku, tolong jangan bunuh aku.” lanjut Adnan ketakutan sambil bersujud memohon ampunan.


... Tanpa basa basi Jessi langsung mencekik Adnan dan mengangkatnya ke udara, lalu melemparkan Adnan keluar dari gedung hingga membuat Adnan tewas terjatuh. Setelah berhasil membunuh Adnan, Jessi langsung terduduk dan lapuk selayaknya tanah yang mengalami erosi....


...


“Nuna Yuri - kematian sejati!” bisik Naga dan tiba - tiba muncul energi kutukan yang sangat besar dari Naga.


“Naga!” teriak Yuri dengan suara mencekam yang berhasil membunuh para mayat hidup yang menindih Naga sambil melemparkan sebuah pedang yang telah hangus.


... Melihat pedang hangus yang terlempat lebih dekat ke arahnya, Nana merasa ini adalah momen untuk dia bisa membantu Naga. Nana langsung berlari ke arah pedang tersebut tanpa menyadari Yuri juga sedang bergerak ke arah tersebut dengan sangat cepat....


“Jangan Nana!” teriak Ringgi yang datang tepat waktu dan langsung menarik Nana menjauh dari jangkauan Yuri yang mengambil pedang hangus tersebut dan memberikannya kepada Naga.

__ADS_1


“Jika kamu ingin mati, aku bisa memberikannya setelah ini.” kata Naga dingin sambil menatap Nana dengan tajam ketika dia sudah memegang pedang hangusnya.


“Apa kamu butuh bantuan anak muda?” tanya Stalin yang baru saja tiba bersama Gavi sambil tersenyum melihat ke arah Naga.


“Tentu saja tidak, bapak tua.” jawab Naga dingin sambil kembali fokus menatap gedung tempat persembunyian si pelaku.


“Dia telah berhasil membunuh direktur Adnan lalu kenapa dia masih berusaha melawan dan menyiapkan mayat hidup dalam jumlah banyak?” tanya Ringgo yang keheranan melihat situasi kondisi saat ini.


“Tentu saja karena dia sudah tahu bahwa direktur Adnan hanyalah direktur boneka yang terpaksa menyetujui proyek Ocean Blue yang diminta istrinya. Wanita yang mengerang direktur Adnan hari ini magang di tempat Nara bekerja, sepertinya untuk mengawasi direktur Sudirman. Namun dia menemukan fakta yang lebih pahit dari yang dia kira sehingga rencanapun berubah. Tidak akan ada lagi ancaman, yang ada hanya pembantaian.” jawab Naga dingin sambil fokus menatap gedung tempat si pelaku bersembunyi.


“Stalin, Givi tolong bantu aku menutupi area ini dengan tirai surga.” pinta Ringgo yang sudah paham akan situasinya.


“Tentu, kami datang memang untuk itu.” jawab Givi yang langsung berpencar membentuk area segitiga bersama dengan Stalin dan Ringgo.


“Tirai surga!” teriak Givi, Stalin, dan Ringgo kompak yang langsung membuat semacam dinding energi yang memisahkan gedung tempat persembunyian si pelaku dengan dunia luar sehingga masyarakat umum tidak bisa melihat apa yang sedang terjadi di sekitar gedung tersebut.


“Aku berikan kamu 1 menit untuk menyelesaikan semua ini, jika tidak aku dan Givi yang akan menyelesaikannya.” kata Stalin sambil tersenyum bercanda.


“Cerewet!” jawab Naga sambil dalam posisi kuda - kuda untuk mengayunkan pedangnya hangusnya.


... Ketika Naga dan Yuri mulai bergerak untuk menangkap si pelaku banyak mayat hidup yang keluar untuk menghadang mereka. Dengan kecepatan dan kekuatannya mereka bisa dengan mudah mengalahkan para mayat hidup yang datang sambil melindungi satu sama lain. Si pelaku yang mengetahui sedikit informasi tentang Naga saat dia menyerang gedung yang lain menyiapkan banyak perangkap baik di dalam ataupun di luar gedung. Yuri yang hendak masuk ke dalam gedung dengan menghancurkan bagian luar gedung tanpa disadari tangan kanannya terkena perangkap kutukan pengikat. Saat tangan kirinya hendak menghancurkan kutukan tersebut datang sesosok mayat hidup yang melompat dari atas untuk memberikan kutukan pengikat bersamaan dengan tubuhnya....


“Naga!” teriak Yuri sambil menatap sosok mayat hidup yang berdatangan dengan cara melompat keluar gedung untuk menghabisi sosok Yuri.

__ADS_1


... Dengan cekatan Naga menghancurkan segel kutukan pengikat dengan tebasan pedang hangusnya dan langsung menebas para mayat hidup yang datang. Ketika Naga berhasil menghancurkan kutukan pengikat yang mengikat Yuri tiba - tiba ada sesosok mayat hidup yang menarik Naga masuk ke dalam gedung dan melemparkan Naga membuat dirinya melepaskan pedang hangusnya saat menghantam dinding. Yuri yang melihat hal tersebut langsung masuk dan membunuh sosok mayat hidup tersebut dan langsung bersiaga bersama Naga sambil memberikan pedang hangusnya. Si pelaku yang melihat hal tersebut terkejut karena meskipun Naga memiliki energi kutukan yang besar berasal dari energi negatif seperti amarah dan kebencian tapi yang di perlihatkan oleh Duet Naga Yuri ialah cinta dan kasih sayang seorang kakak dan adik untuk saling melindungi....


__ADS_2