7 Kutukan

7 Kutukan
Manusia vs Makhluk Terkutuk


__ADS_3

... Meskipun Hilda pernah melihat Naga menggunakan kemampuan kutukan miliknya, tapi Hilda sangat terkejut mengetahui ada sosok mengerikan yang selalu menemani Naga selama ini. Untuk teman - teman Naga lainnya ini pertama kalinya mereka melihat Naga mengeluarkan kekuatan kutukan yang dimiliki oleh Naga dan membuat perasaan mereka campur aduk tidak karuan. Daniel yang bersembunyi ketika Yuri mengantarkan Nara dan Alisa akhirnya keluar menghampiri mereka, tapi tidak bisa berkata - kata melihat apa yang baru saja terjadi di depan matanya....


“Kak Naga aku juga mau membantu kakak melawan para monster terkutuk!” pinta Alisa sambil menatap Naga penuh keyakinan.


“Tentu boleh Alisa!” jawab Naga sambil tersenyum ramah menatap Alisa yang membuat semua orang disekitarnya terkejut.


“Kak Naga tolong gendong aku agar aku bisa melihat monster terkutuk lebih banyak lagi!” pinta Alisa penuh harap sambil menatap Naga.


“Baiklah!” jawab Naga ramah yang langsung mengangkat Alisa dan meletakannya di pundak sebelah kiri Naga.


“Lalisa tolong bunuh semua monster terkutuk dari neraka yang ada disini!” pinta Naga fokus yang membuat Alisa tadinya tertunduk tiba - tiba langsung menatap lurus ke depan dengan mata hitam legamnya.


“Kay!” jawab Lalisa yang langsung mengangkat tangan kirinya ke udara.


... Tidak lama setelah Lalisa mengangkat tangannya tiba - tiba muncul garis hitam dari masing - masing ujung jarinya yang bergerak membentuk selayaknya jaringan syaraf dan mengenai seluruh monster terkutuk dari neraka dalam radius 5 kilometer. Tanpa basa basi semua monster terkutuk dari neraka yang terhubung dengan garis hitam yang dibuat Lalisa langsung hancur tidak bersisa. Kekuatan Lalisa yang begitu hebat membuat para anggota unit penanganan kriminal mistis yang sedang bertugas membantu orang - orang dalam radius 10 kilometer dari Lalisa terkejut dan bergegas memeriksa ke arah sumber kekuatan tersebut, termasuk Maya....


... Ringgo yang berada jauh dari Lalisa juga merasakannya dan langsung bergegas pergi ke arah Lalisa untuk memastikannya sekaligus berjaga - jaga khawatir kekuatan tersebut berasal dari iblis dengan kutukan tingkat tinggi. Para iblis dengan kekuatan kutukan tingkat tinggi juga merasakannya sekalipun mereka berada di gerbang neraka kota Malang. Namun mereka tidak pergi ke arah Lalisa melainkan menyamar diantara manusia untuk membunuh para manusia yang ada dengan keji....


“Apa Alisa baik - baik saja Naga?” tanya Nara cemas ketika melihat Alisa yang langsung tertidur dalam pelukan Naga.


“Iya dia baik - baik saja, Alisa hanya tertidur karena telah menggunakan kekuatannya dalam jumlah besar.” jawab Naga santai sambil menatap Nara.


“Syukurlah, ternyata kekuatan tersebut berasal dari anda tuan Naga!” kata Maya lega yang baru tiba sambil melihat ke arah Naga dan Nara.


“Maya!” sapa Nara ramah.


“Mba Nara!” balas Maya sambil sedikit menunduk penuh hormat.

__ADS_1


“Apa kamu memanggil Lalisa untuk membunuh para monster disini Naga?” tanya Ringgo memastikan yang baru saja tiba.


“Tidak, itu permintaan Alisa jadi aku hanya mengabulkannya.” jawab Naga santai sambil menatap Ringgo serius.


“Aku ceroboh tidak memintamu untuk memeriksa kamera CCTV ketika Nara yang sekarat dirawat di rumah sakit.” lanjut Naga sambil melihat ke arah Nara.


“Apa maksudmu?” tanya Ringgo kebingungan.


“Jika aku tahu bahwa Jason menunggu kematian Nara di rumah sakit tersebut, itu akan menjadi bukti bahwa dia akan membuat ritual yang lebih mengerikan daripada sekedar pemanggilan Lucifer.” jawab Naga fokus.


“Kita tidak bisa membalikan waktu Naga, saat itu aku juga terlalu fokus dalam menangkap Jason tidak terpikirkan hal ini.” kata Ringgo tegas.


“Apa kamu sudah menemukan lokasi 7 gerbang neraka?” tanya Naga memastikan.


“Dengan terbukanya 7 gerbang neraka secara bersamaan unit penanganan mistis tidak memiliki anggota yang cukup, sehingga tim pelacak juga ikut turun melawan dan membantu masyarakat. Namun berdasarkan kasus ini aku cukup yakin ketujuh gerbang tersebut berada di Rangkasbitung, Bogor, Bandung, Purwokerto, Magelang, Madiun, dan Malang.” jawab Ringgo penuh percaya diri.


“Bisakah kamu melindungi Alisa?” tanya Naga penuh hormat sambil menatap Ringgo.


“Tentu, aku akan meminta pelayan keluarga Zuru menjemput Alisa dan melindunginya di kediaman keluarga Zuru kembali.” jawab Ringgo yang langsung menggendong Alisa menggantikan Naga.


“Apa yang kamu rencanakan?” tanya Ringgo memastikan.


“Aku akan melindungi Nara!” jawab Naga mantap sambil menatap Nara.


“Naga kamu gak boleh fokus hanya melindungi aku, kamu juga harus melindungi yang lainnya seperti teman - teman kamu dan masyarakat lainnya!” pinta Nara sambil melihat orang - orang yang berada di sekitarnya.


“Saat ini kamu adalah satu - satunya manusia yang selamat dari kutukan pembusukan karena kekuatan Lalisa. Namun karena kekuatan itu pula tubuh kamu memiliki jejak kekuatan Lalisa sehingga akan banyak monster terkutuk yang memburu kamu, bahkan iblis dengan kutukan tingkat tinggi juga akan memburu kamu karena mereka mengira bahwa kamu adalah salah satu ancaman terbesar keberadaan mereka di dunia. Dengan membawamu jauh dari masyarakat secara tidak langsung akan melindungi masyarakat yang lain dan aku akan selalu bersamamu untuk melindungimu.” jelas Naga ramah sambil menatap Nara penuh tekad.

__ADS_1


“Aku mengerti Naga, tapi bagaimana dengan Nana?” tanya Nara cemas.


“Ijinkan aku yang menjemput dan melindungi Nana, Nara!” pinta Maya penuh tekad sambil menatap Nara.


“Aku percayakan Nana kepadamu Maya, roh penjaga Nana juga akan membantumu melindungi Nana!” pinta Naga sambil menatap Maya dan langsung berjalan menghampiri Nara lalu menggendong Nara dengan kedua tangannya hingga Nara berbaring di atas pelukan Naga.


“Apa yang kamu lakukan Naga?” tanya Nara dengan wajah memerah tersipu malu.


“Dengan pakaianmu saat ini akan sulit untuk kita berlari dan kita juga tidak bisa menggunakan alat transportasi dalam situasi seperti ini. Satu - satunya cara agar kita bisa bergerak dengan cepat adalah dengan kemampuanku, jadi tolong pegangan yang erat Nara!” pinta Naga lemah lembut yang membuat Nara langsung mengalungkan tangannya ke leher Naga dan mendekatkan kepalanya ke kepala Naga dengan wajah memerah tersipu malu yang membuat Naga terpesona menatap Nara.


“Aku hanya mencoba berpegangan dengan erat.” kata Nara manja dengan wajah memerah tersipu malu sambil menatap Naga penuh cinta.


“Eh, iya betul.” jawab Naga salah tingkah.


“Jiwa iblis - kutukan wabah langkah kilatan petir kematian.” kata Naga yang berusaha kembali fokus dan langsung membuat kedua kakinya diselubungi energi kutukan hitam pekat dengan aliran petir disekitarnya.


“Naga apa kamu yakin menggunakan kutukan wabah saat menggendong Nara?” tanya Ringgo sambil melihat ke arah Naga yang sedang salah tingkah.


“Kamu pikir aku bodoh sampai aku melapisi tanganku dengan pelindung kutukan wabah ketika sedang menggendong Nara!” bentak Naga sambil menatap Ringgo kesal.


“Hahahaha!” suara tawa Ringgo yang terbahak - bahak.


“Akhirnya kamu bisa diajak bercanda juga.” kata Ringgo yang masih tertawa.


“Cih dasar perusak suasana.” gerutu Naga sambil menatap fokus ke depan.


“Eh?” kata Nara sambil menatap Naga lalu tersenyum.

__ADS_1


“Kita berangkat Nara!” kata Naga yang tiba - tiba langsung berlari dengan kekuatan langkah iblis sehingga kecepatannya seperti petir yang sedang menyambar.


__ADS_2