7 Kutukan

7 Kutukan
Teater Bunuh Diri


__ADS_3

... Nara, Nana, dan yang lainnya hanya mampu berdiam diri menunggu hasil pertarungan Naga tanpa tahu apapun yang terjadi. Naga, Lucifer, dan Abyad yang sudah berada di dalam dunia teater kematian langsung dihujani peluru kutukan secara membabi buta. Mereka semua terus menghindar serta menangkis peluru kutukan tersebut, tapi beberapa peluru kutukan berhasil mengenai mereka dan melukai mereka karena jumlahnya yang terlalu banyak....


“Serangan macam apa ini? Naga juga ikut diserang apakah ini tekniknya atau sesuatu yang lain sedang terjadi?” tanya Abyad penasaran sambil terus berusaha menghindar dan menangkis peluru kutukan yang datang.


“Ini adalah bagian pertama dari teater bunuh diri yang menceritakan seorang manusia mendapatkan serangan bertubi - tubi berupa penderitaan, rasa sakit, rasa kehilangan, dan rasa penyesalan akibat kepergian orang - orang yang dicintainya. Semua makhluk hidup yang berada di dalam dunia teater bunuh diri akan menerima serangan tersebut dan harus bertahan hidup hingga babak pertama ini selesai. Meskipun kalian iblis kalian tidak bisa menghindari kematian maka dari itu peluru kutukan kematian juga bisa memusnahkan kalian pada bagian pertama ini.” jelas Naga sambil terus menghindari dan menangkis peluru kutukan yang mengarah kepadanya.


“Huuuaaakkk! Apa ini kenapa kita berada di dalam air?” tanya Lucifer terkejut ketika tiba - tiba serangan bertubi - tubi berhenti dan membuat mereka tenggelam di lautan kutuka luas yang terus menghisap energi kutukan yang dia miliki hingga membuat dirinya mencoba berenang menuju permukaan.


“Tidak ada gunanya kalian berusaha berenang menuju permukaan karena kita sedang berada di dalam lautan tak berujung.” kata Naga sambil menatap dingin Lucifer dan Abyad sambil menahan napas dengan kekuatannya.


“Bagian kedua dari teater bunuh diri menceritakan seseorang yang tenggelam dalam penderitaannya membuat dirinya berada dalam kehampaan abadi. Dia terlalu sibuk meratapi penderitaannya hingga lupa bahwa dunia terus berputar dan dunia tidak peduli atas penderitaan dirinya. Seseorang yang terjebal dalam kehampaan abadi perlahan tapi pasti akan musnah secara sendirinya.” lanjut Naga dingin.


“Kalian para iblis tidak pernah tahu apa itu penderitaan, rasa sakit, rasa kehilangan dan penyesalan ketika orang - orang yang dicintai pergi untuk selama - lamanya. Manusia memang makhluk yang lemah dan juga rapuh, tapi dengan hadirnya cinta dan kasih sayang mampu membuat seorang manusia bangkit dan melampaui batas dirinya sendiri.” tambah Naga sambil menatap Lucifer dan Abyad dingin.


“Sikap berlapang dada menerima semua hal yang terjadi membuat manusia bisa tersenyum melihat kematian. Bukan karena senang akan hadirnya kematian, tapi manusia mengerti bahwa orang - orang yang dicintainya akan terus hidup dalam kenangannya selama dia masih menjalani kehidupan. Hal itulah yang membuat manusia mampu menjadi lebih kuat daripada iblis!” kata Naga yang tiba - tiba sudah bisa bernapas dengan normal.


“Bagian ketiga dari teater bunuh diri kemusnahan mutlak!” lanjut Naga sambil mengayunkan jari telunjuk dan jari tengahnya dari arah kiri ke kanan selayaknya tebasan sebuah pedang.


... Seketika leher Lucifer serta Abyad terpisah dari tubuhnya dan tiba - tiba terjadi ledakan energi kutukan yang membuat mereka musnah tak bersisa. Setelah teater bunuh diri berhasil membuat kedua iblis musnah aura kutukan pekat mulai hilang. Ringgo, Givi, Stalin, Maya, dan Zuma langsung merasakan bahwa semua iblis telah Naga musnahkan. Akan tetapi mereka juga merasakan bahwa energi keberadaan Naga mulai melemah seperti dia sedang dalam keadaan sekarat....

__ADS_1


“Givi, Stalin tolong panggilkan bantuan medis!” pinta Ringgo tegas.


“Maya, Zuma ayo kita segera periksa keadaan Naga!” perinta Ringgo dengan wajah penuh kekhawatiran yang membuat Nara menatap Ringgo dengan mata berkaca - kaca.


“Aku ikut!” pinta Nara sambil menahan tangis yang dijawab anggukan oleh Zuma.


... Givi dan Stalin meminta bantuan medis kepada unit penanganan kriminal mistis lalu menyusul Ringgo dan yang lainnya bersama tim medis. Ketika Ringgo, Nara, dan yang lainnya tiba di lokasi Naga, mereka melihat sesosok wanita sedang duduk menyediakan paha kirinya sebagai bantalan untuk Naga yang tidak sadarkan diri. Tanpa ragu Ringgo langsung berjalan menghampirinya dan membuat wanita tersebut melihat ke arah Ringgo beserata yang lainnya....


“Lama tidak bertemu kakek Ringgo!” sapa Yuri sambil tersenyum manis menatap Ringgo yang berdiri di hadapannya.


“Senang bisa bertemu kembali denganmu Yuri!” balas Ringgo sambil tersenyum bangga.


“Kamu pasti Nara?” tanya Yuri memastikan sambil tersenyum ramah menatap Nara yang berdiri di samping Ringgo.


“Kemarilah!” pinta Yuri yang membuat Nara berjalan menghampiri Yuri dan Naga.


“Aku percayakan adikku kepadamu ya Nara!” pinta Yuri yang tersenyum manis sambil mengarahkan Nara untuk menggantikan dirinya lalu perlahan sosok Yuri lenyap bagaikan cahaya yang meredup.


... Setelah Yuri menghilang tim medis langsung memberikan pertolongan pertama kepada Naga dan segera membawanya ke rumah sakit untuk mendapatkan pertolongan lanjutan. Meskipun kerusakan saran prasarana cukup besar di beberapa lokasi, tapi tidak ada satupun korban jiwa dari umat manusia. Setelah melalui beberapa rangkain pemeriksaan Naga dinyatakan mengalami koma dan akan dirawat intensif di rumah sakit hingga waktu yang belum ditentukan....

__ADS_1


... Unit penanganan kriminal mistis berkoordinasi dengan lembaga - lembaga terkait untuk menyelesaikan permasalah serangan dari 7 iblis. Mereka menghimbau agar masyarakat tidak perlu khawatir lagi karena semua gerbang neraka yang sempat viral sudah dihancurkan semuanya. Meskipun demikian banyak masyarakat yang tidak percaya dampak dari pertarungan melawan 7 iblis yang bisa menghancurkan sebuah kota bahkan membelah awam di langit....


... Nara dan Nana kembali menjalani kehidupannya secara normal, perbedaannya kali ini setiap kali Nara selesai bekerja dia selalu menyempatkan waktu untuk menjenguk Naga. Tidak jarang di akhir pekan Nara merawat dan menemani Naga di rumah sakit meskipun Naga tidak bisa merespon apa yang Nara lakukan ataupun katakan kepada Naga. Sabtu malam di pekan keempat sejak Naga koma, Nara ingin menginap melewati malam bersama Naga di ruang rawat inap....


“Malam ini aku akan tidur di ruangan ini bersama kamu, melewati malam bersama kamu. Aku berharap ketika bangun nanti kamu juga bisa ikut terbangun dan mulai menjalani hari bersama kembali.” kata Nara sambil tersenyum penuh harap lalu tidur di sofa yang ada diruangan tersebut.


... Nara tidur dengan pulas di ruang rawat inap bersama Naga pada malam itu. Hingga pada jam empat dini hari Naga mulai terbangun dari komanya dan langsung terduduk menatap Nara yang sedang tertidur. Sudah hampir satu bulan tubuh Naga tidak bergerak sehingga membuat tubuhnya menjadi kaku, tapi dengan kekuatannya Naga hanya butuh beberapa menit untuk mengembalikan keadaan tubuhnya....


... Setelah berhasil mengembalikan keadaan tubuhnya Naga langsung menatap keluar dari balik jendela memastikan tidak ada lagi iblis, makhluk terkutuk, ataupun gerbang neraka yang hadir di dunia. Naga bernapas lega karena dia berhasil menyingkirkan mereka semua lalu berjalan menghampiri Nara. Naga membenarkan selimut Nara agar Nara tidak kedinginan lalu Naga mulai melakukan olahraga pagi tepat disamping kasurnya....


“Apa kamu sudah merasa lebih baik Naga?” tanya Nara sambil tersenyum yang masih belum sadar dan mengira itu hanyalah mimpi.


“Apa aku membangunkanmu Nara?” tanya Naga yang langsung menghentikan aktivitasnya dan menatap Nara.


“Tidak Naga.” jawab Nara sambil tersenyum bahagia.


“Kalau begitu tidurlah kembali matahari belum terbit!” pinta Naga lemah lembut yang dijawab anggukan oleh Nara dan langsung kembali rebahan.


“Naga!” kata Nara terkejut tidak lama setelah rebahan yang sadar bahwa Naga dihadapannya adalah nyata bukan dunia mimpi.

__ADS_1


“Bagaimana keadaanmu? Apa kamu perlu sesuatu? Haruskah aku memanggil perawat dan dokter?” tanya Nara yang langsung menghampiri Naga cemas.


“Melihatmu saja sudah lebih dari cukup Nara.” jawab Naga yang langsung memeluk Nara dengan penuh kasih sayang.


__ADS_2