
... Setibanya di Madiun, Jawa Timur Jason sudah tidak bisa muncul di hadapan publik sebagai dirinya sendiri sehingga dia selalu menyamar ketika sedang di area publik. Meskipun demikian Jason masih mencari orang - orang yang mengalami situasi tertentu untuk dimanfaatkan untuk memenuhi tujuan besarnya. Di waktu yang sama Ringgo meminta Maya untuk memeriksa adakah kebun binatang yang memiliki macan kumbang, gorila, dan beruang tapi tewas dalam beberapa minggu terakhir. Melihat pola pergerakan Jason, Ringgo juga meningkatkan aktivitas unit penganan kriminal mistis di daerah Jawa Timur....
“Pak Ringgo taman safari Bogor kehilangan macan kumbang, gorila, dan beruang karena mati. Mereka mengira kematian tiga hewan tersebut natural karena tidak ada gejala sakit ataupun bekas serangan tertentu.” kata Maya melaporkan temuannya.
“Selain ketiga binatang tersebut ada lagikah binatang yang tewas di waktu yang berdekatan dengan ketiga binatang tersebut?” tanya Ringgo memastikan.
“Iya satu lagi seekor ular king cobra.” jawab Maya sigap.
“Jika dugaanku benar maka akan ada serangan kutukan perubahan ular king cobra.” kata Ringgo penuh percaya diri.
... Ketika Jason sedang pergi untuk berbelanja keperluan pribadinya selama di Madiun, dia pergi menggunakan taksi online dengan penyamaran. Supir taksi online tersebut menceritakan bahwa dirinya memiliki seorang putra yang tewas di keroyok polisi ketika hendak mengambil motornya yang disita. Namun pihak polisi meminta kami menerima kompensasi dan tidak perlu membawa masalah ini ke pengadilan. Kami juga diminta menandatangai surat yang menyatakan anak kami mengalami gangguan jiwa padahal tidak sama sekali....
“Bolehkah saya membantu bapak?” tanya Jason ramah yang membuat sang supir taksi online terkejut sambil melihat ke arah spion tengah.
“Bagaimana caranya pak? Orang kecil seperti saya tidak akan bisa menang melawan hukum yang penuh dengan uang.” tanya balik sang supir pasrah.
“Bapak cukup menggunakan sarung tangan ini lalu menyentuh kulit para polisi yang mengeroyok anak bapak. Selanjutnya biarkan tuhan yang membalas, sentuhan bapak hanya untuk menandai para oknum polisi yang berbuat semena - mena.” jawab Jason sambil memberikan sebuah sarung tangan.
__ADS_1
“Apa benar pak?” tanya sang supir ragu tidak percaya.
“Bapak bisa mencobanya langsung kepada para oknum polisi dan kalau bapak tidak percaya juga tidak masalah.” jawab Jason yang kembali duduk sambil bersandar.
“Biarkan saya coba dulu pak!” pinta sang supir yang langsung membuat Jason memberikan sarung tangan kutukan pembusuk sambil tersenyum ramah.
... Setelah mengantarkan Jason sang supir langsung pergi ke kantor polisi tempat para pelaku penganiyaan anaknya bekerja. Ketika melihat para pelaku sang supir langsung menghampiri sambil mengajak mereka berjabat tangan dengan ekspresi kesal tapi pasrah akan keadaan. Setelah selesai bersalaman sang supir berpura - pura menyelesaikan keperluannya di dalam kantor polisi lalu beberapa menit kemudian dia langsung pergi....
... Keesokan harinya semua pelaku dan beberapa anggota keluarganya dilarikan ke rumah sakit karena kutukan pembusukan. Pada awalnya kejadian tersebut belum di laporkan kepada unit penangan kriminal mistis hingga beberapa jam kemudian orang - orang yang menyentuh semua pelaku dan beberapa anggota keluarganya yang terkena kutukan pembusukan mulai mengalami kutukan pembusukan juga. Banyaknya korban kutukan pembusukan membuat unit penanganan kriminal mistis membuat zona isolasi untuk para korban....
... Unit penangan kriminal mistis juga mengumumkan bahwa kutukan pembusukan disebarkan melalui sentuhan kulit secara langsung jadi semua orang tidak boleh ada yang menyentuh para korban. Tangis orang - orang terdekat para korban pecah ketika tahu bahwa kutukan pembusukan adalah salah satu kutukan terlarang dimana tidak ada penangkalnya yang membuat para korban pasti akan mati dengan sangat menderita. Sang supir taksi yang mendengar berita tersebut merasa bersalah dan langsung datang menemui unit penanganan kriminal mistis di rumah sakit tempat para korban diisolasi....
“Apa yang anda bicarakan?” tanya kapten tim unit penangan krimina mistis kasus kutukan pembusukan Madiun.
“Saya yang pertama kali menyentuh para polisi keparat itu dengan sarung tangan ini!” jawab sang supir sambil menunjukan sarung tangan kutukan pembusukan yang ditutupi dengan plastik khusus.
“Ini? Amankan pelaku!” perintah kapten tim ketika mengetahui sarung tangan kutukan pembusukan setelah menyentuhnya dengan pengaman.
__ADS_1
... Pelaku langsung diamankan di ruang lain untuk dimintai keterangan dan sarung tangan kutukan pembusukan menjadi bukti dari akan permasalahan ini. Ketika diinterogasi sang supir menceritakan semuanya berawal ketika anaknya dianiaya oleh beberapa oknum polisi hingga tewas. Namun keluarga korban diberikan kompensasi dan harus menanda tangani surat keterangan bahwa anaknya mengalami gangguan jiwa....
... Jason Myers yang saat itu mengaku bernama Narman memberikan sarung tangan kutukan pembusukan dengan dalih tuhan yang akan membalas para pelaku ketika hukum manusia tidak bisa memberikan keadilan. Jason Myers tidak menjelaskan secara rinci apa yang akan terjadi ketika sang supir menggunakan sarung tangan tersebut. Namun sang supir tidak tahu keberadaan Jason Myers karena dirinya mengantarkan Jason ke pasar bukan pulang ke rumahnya....
... Mendengar penjelasan sang supir unit penanganan kriminal mistis langsung mengerahkan tim pelacak untuk mencari keberadaan Jason Myers dan memeriksa para pendatang yang baru tinggal di Madiun dalam satu bulan terakhir. Tahu sang supir menyerahkan diri Jason langsung menyelesaikan persiapan ritualnya di kota Madiun dan langsung pergi ke kota Malang, Jawa Timur. Berita tentang kejadian di Madiun ini juga sempat viral di berbagai media apalagi kutukan pembusukan pernah terjadi juga di tempat lain, tapi mereka tidak mengetahui tentang Nara yang selamat dari kutukan tersebut....
“Ada apa Na? Kamu lagi nonton film horor?” tanya Nara lemah lembut ketika melihat Nana yang tiba - tiba mematikan tv ketakutan.
“Bukan kak, aku hanya tidak ingin mendengar berita tentang kutukan pembusukan yang terjadi di Madiun. Hal itu mengingatkan aku kepada kakak yang sekarat karena kutukan itu dan aku gak mau mengingat momen itu lagi.” jawab Nara dengan mata berkaca - kaca sambil menatap Nara.
“Gak apa - apa Nana, kakak mengerti kok!” kata Nara yang langsung memeluk Nana dengan penuh kelembutan.
“Hoo iya kak Sabtu depan kan aku wisuda, gimana kalau kita merayakannya dengan makan bersama malamnya disini undang kak Naga dan Alisa?” tanya Nana yang melepaskan pelukannya dari Nara sambil menatap Nara.
“Kenapa kamu pingin mengundang Naga dan Alisa di acara wisuda kamu?” tanya Nara penasaran sambil menatap Nana.
“Hmm karena itu salah satu cara agar aku bisa membuat kakak tersayangku bahagia!” jawab Nana sambil tersenyum jahil menatap Nara.
__ADS_1
“Ish kamu bisa aja!” kata Nara sambil tersenyum tersipu malu.
“Selain itu aku juga ingin berterima kasih kepada kak Naga dan Alisa yang telah menyelamatkan kakak.” lanjut Nana sambil tersenyum bahagia menatap Nara.