
... Setelah Naga dan Alisa kembali pulang ke rumah, Naga langsung menghubungi Nara untuk mengajaknya liburan ke dunia fantasi besok. Kebetulan Nara sedang tidak ada jadwal konseling sehingga Nara bisa ikut, tapi Nana tidak bisa ikut karena kesibukannya dalam menyelesaikan skripsi. Keesokan paginya Naga, Alisa, dan Nara bertemu di depan pintu masuk dunia fantasi....
“Kak Nara!” panggil Alisa yang langsung berlari memeluk Nara dengan penuh kehangatan sambil tersenyum bahagia dan membuat Naga sedikit terkejut.
“Alisa!” kata Nara yang langsung membalas pelukan Alisa dengan penuh senyuman.
“Ada apa Naga?” tanya Nara ramah yang melihat Naga terkejut.
“Tidak, aku hanya terkejut melihat Alisa yang langsung berlari memeluk kamu.” jawab Naga ramah sambil menatap Alisa.
“Sekarang aku punya dua orang yang menyukai Alisa!” kata Alisa sambil tersenyum penuh percaya diri.
“Benarkah?” tanya Naga sambil tersenyum jahil.
“Iya, kak Nara menyukai Alisa kan?” tanya Alisa sambil menatap Nara penuh harap.
“Iya kakak menyukai Alisa, adikku Nana juga menyukai Alisa.” jawab Nara sambil tersenyum ramah menatap Alisa.
“Wah berarti sekarang aku punya tiga orang yang menyukai Alisa!” kata Alisa sambil tersenyum penuh semangat.
“Senangnya, aku sampai tidak bisa berhenti tersenyum.” lanjut Alisa sambil tersenyum lebar yang membuat Naga dan Nara tertawa melihatnya.
... Naga, Nara, serta Alisa langsung membeli tiket masuk dunia fantasi dan langsung mencoba wahan permainan yang ada satu demi satu. Naga bersama Nara hanya naik wahana permainan yang bisa Alisa naiki dan dia inginkan. Alisa tampak sangat bahagia ketika dia bisa naik wahana komedi putar, istana boneka, gajah beledug hingga bianglala. Kebetulan hari itu ada festival fantasy dimana banyak orang yang menggunakan pakaian dari berbagai macam kartun berkeliling di dunia fantasi pada jam empat sore....
__ADS_1
“Wah ada wanita yang berpakaian seperti putri salju di buku putri salju kak, disana ada orang yang tinggi sekali juga kak, ada yang menggunakan kosum mickey mouse juga seperti boneka yang pernah kakak berikan!” kata Alisa sambil tersenyum bahagia melihat festival fantasy yang sedang berlangsung.
“Sudah selesai Alisa, kita makan malam dulu yuk!” ajak Naga setelah festival fantasy berakhir melewati mereka.
“Bagaimana kalau kita makan malam di tepi pantai?” usul Nara sambil tersenyum menatap Naga.
“Aku mau makan di tepi pantai!” jawab Alisa sambil tersenyum penuh semangat.
... Naga, Nara, dan Alisa makan malam bersama di tepi pantai di bawah indahnya terang bulan. Alisa makan dengan lahap yang membuat Nara dan Naga senang melihatnya sambil mengobrol santai. Meskipun liburan kali ini lebih untuk Alisa tapi Nara tetap bahagia karena bisa melihat sosok Naga yang sebenarnya lemah lembut dan penuh perhatian bahkan Naga juga memperlakukan Nara dengan sangat lembut....
“Terima kasih ya Naga, Alisa sudah mengantarkan aku pulang sampai rumah.” kata Nara yang turun dari mobil.
“Terima kasih juga sudah mau menemaniku berlibur bersama kak Naga, kak Nara!” jawab Alisa sambil tersenyum ramah.
“Iya, hati - hati di jalan Naga!” jawab Nara yang membuat Naga langsung tancap gas pergi pulang ke rumahnya.
...
... Beberapa hari berlalu unit penanganan kriminal mistis kembali meringkus pelaku pembunuhan yang merupakan korban bullying di daerah Purwokerto, Jawa Tengah. Muak ditindas korban mendapatkan sebuah pensil yang memiliki kutukan pembusukan dari seseorang bernama Lucifer dan langsung membunuh para pelaku bullying. Beruntung kali ini unit penanganan kriminal mistis mendapatkan sebuah rekaman yang menunjukan sosok pria bernama Lucifer....
“Pak Ringgo orang yang bernama Lucifer memiliki nama asli Jason Myers. Dia seorang pria keturuna Amerika Indonesia dan telah bercerai dengan istrinya bernama Jane Dyers. Mereka tidak dikarunia anak dan salah satu penyebab perceraiannya karena Jason Myers dipecat yang membuat dirinya menganggur lebih dari tiga bulan. Kedua pasangan ini tidak memiliki kerabat dan anehnya setelah perceraian mereka, keduanya dikabarkan menghilang sampai saat ini. Tidak ada informasi apapun terkait keduanya baik dari bidang ketenaga kerjaan, medis, hingga kematiannya.” kata Maya melaporkan temuannya tentang Lucifer.
“Sepertinya ini bukan kasus biasa, informasi tentang Lucifer jangan dulu disebarkan keluar. Lakukan penyelidikan internal terkait Jason Myers dan Jane Dyers temukan semua hal yang berhubungan dengan mereka termasuk rekaman CCTV kapanpun dan dimanapun mereka tertangkap!” pinta Ringgo yang mulai merasa ada yang janggal.
__ADS_1
“Baik pak Ringgo!” jawab Maya penuh hormat.
... Lucifer yang merasa pergerakan unit penanganan kriminal mistis semakin intens dan semakin dekat dengan dirinya membuat dia sadar bahwa sosok dirinya sudah diketahui oleh pihak tersebut. Lucifer langsung pergi meninggalkan Purwokerto menuju Magelang, Jawa Tengah dan hidup sebagai masyarakat normal pada umumnya. Di Magelang Lucifer bekerja sebagai salah satu driver ojek online untuk bisa berbaur dengan masyarakat dan agar tampak menjalani kehidupan normal....
... Unit penanganan kriminal mistis yang sudah mengetahui wajah Lucifer mendapatkan beberapa rekaman Lucifer ketika berada di Rangkasbitung, Bogor, Bandung dan Purwokerta. Namun ketika mereka mendatangi lokasi terkait orang - orang yang sempat mengenal dan berinteraksi dengan Lucifer berkata bahwa Jason bukan seorang pria yang mencurigakan. Dia memang tidak banyak berbicara, tapi tetap ramah ketika sedang mengobrol dan selama mereka bertemu dengan Jason mereka tidak pernah melihat aktivitas mencurigakan dari Jason....
... Informasi yang di dapat dari orang - orang yang pernah berinteraksi dengan Lcuifer tidak membuahkan hasil apapun bagi unit penanganan kriminal mistis. Namun hal yang paling mengganjal bagi Ringgo adalah keberadaan istri dari Jason Myers yang sampai saat ini tidak diketahui dan tidak bisa dilacak. Bahkan mereka juga tidak menemukan sebuah rekaman kamera CCTV yang menangkap gambar istri Jason Myers dimanapun....
“Siapa kamu sebenarnya dan apa tujuanmu hingga kamu memakai nama Lucifer sang malaikat terbuang?” tanya Ringgo penuh rasa penasaran kala memikirkan kasus ini sendirian di dalam ruangannya.
... Sudah lebih dari satu bulan tidak ada kasus serupa yang berhubungan dengan Lucifer hingga tiba - tiba terjadi pembantaian di kantor POLRES Magelang, Jawa Tengah oleh seorang pria dengan kutukan perubahan beruang. Para polisi yang bertugas berhasil menyerang dan membunuh pria kutukan perubahan beruang dengan senjata api. Namun lebih dari sembilan puluh persen petugas POLRES aktif Magelang, Jawa Tengah dikabarkan meninggal akibat insiden tersebut....
... Melihat pelaku penyerangan menggunakan kutukan perubahan menjadi manusia setengah beruang unit penangan kriminal mistis percaya bahwa ini ada hubungannya dengan pria bernama Lucifer. Namun karena pelaku sudah tewas tidak banyak informasi yang bisa digali dan tiba - tiba sisa polisi aktif yang berhasil selamat langsung menemui perwakilan unit kriminal mistis. Para polisi yang datang membawa beberapa berkas yang mereka duga menjadi awal dari insiden berdarah tersebut....
“Sekitar tiga bulan lalu pelaku penyerangan menjadi korban salah tangkap oleh beberapa rekan kami. Mereka menyiksa pelaku agar mengaku hingga akhirnya pelaku terpaksa mengaku dan masuk ke dalam sel tahanan. Dua minggu kemudian pelaku sebenarnya berhasil ditangkap dan korban salah tangkap akhirnya dibebaskan.” kata seorang polisi sambil memberikan beberapa berkas terkait pelaku penyerangan.
“Maaf saya potong, bagaimana anda yakin pelaku penyerangan adalah korban salah tangkap?” tanya Tora memastikan.
“Meskipun pelaku penyerangan dalam wujud beruang tapi pelaku memiliki kaki yang panjang sebelah dan itu sama percis dengan korban salah tangkap tiga bulan lalu.” jawab rekan polisi penuh percaya diri.
“Betul karena alasan tersebut kami cukup yakin bahwa pelaku penyerangan adalah korban salah tangkap. Terlebih ketika dia dibebaskan dan menuntut keadilan, pihak POLRES berusaha memediasi dengan kompensasi agar tidak menarik perhatian publik. Korban tetap bersikeras menuntut keadilan melalui jalur hukum, tapi pada akhirnya korban tidak mendapatkan hal tersebut hanya kompensasi dari POLRES Magelang atas yang menimpanya.” lanjut sang polisi menceritakan permasalah yang dialami pelaku penyerangan ketika masih berstatus korban salah tangkap.
“Baik saya mengerti, saya rasa informasi ini akan cukup membantu kami dalam menyelesaikan kasus ini.” jawab Tora penuh percaya diri.
__ADS_1
“Kehadiran kami disini bukan berarti kami membela teman - teman kami yang bersalah, tapi pelaku penyerangan juga membunuh teman - teman kami yang tidak bersalah. Bahkan tidak sedikit dari mereka yang mengetahui tentang hal ini tapi tetap menjadi korban dari insiden ini.” kata polisi tersebut penuh harap.