
... Ketika Naga datang melindungi dan menyelamatkan Nara beserta Nana ada beberapa orang yang melihat kejadian tersebut. Namun mereka tidak bisa melihat dengan jelas sosok Naga karena terhalang oleh aliran air yang terbagi dua, tidak bisa melihat sosok Yuri dan hanya melihat bayangan yang tampak seperti kepala manusia pada pusaran air yang ada di hadapan mereka. Saat mereka mencoba merekam kejadian tersebut tidak ada satupun rekaman yang dapat dengan jelas menceritakan apa yang sebenarnya terjadi di bawah sana....
... Meskipun demikian video tersebut tetap viral setelah listrik dan jaringan komunikasi kembali pulih. Tanggapan netizen bervariatif tentang video tersebut dari mulai pendapat bahwa video tersebut hanya sebuah editan untuk mencari sensasi hingga ada yang berteori mungkin penguasa laut sedang muncul di daratan. Video tersebut cukup lama jadi perbincangan hangat masyarakat dan ketika keadaan mulai kondusif meskipun kondisi Jakarta belum pulih seutuhnya banyak awak media yang datang menemui Ringgo bertanya terkait tanggapannya tentang video tersebut....
“Pak Ringgo setelah kasus Ocean Pharmatical bapak diminta sebagai jaksa penanggung jawab khusus kasus kriminal dengan mistis. Apakah bencana tsunami yang baru saja terjadi merupakan kasus kriminal yang berhubungan dengan mistis mengingat video viral yang beredar memunculkan pusaran air di tengah kota ketika air laut masuk ke Jakarta?” tanya salah satu wartawan penuh semangat.
“Izinkan saya bertanya terlebih dahulu, apakah teman - teman media percaya akan hal - hal mistis seperti kutukan ataupun roh penjaga?” tanya Ringgo ramah yang membuat semua awak media yang ada saling bertukar pandangan kebingungan.
“Jika teman - teman awak media tidak mempercayai hal mistis maka jawaban saya terkait hal tersebut tidak akan ada artinya. Jadi lebih baik kita anggap fenomena viral yang sempat terekam dan tersebar adalah fenomena dimana alam berusaham mengembalikan keseimbangannya kembali. Artinya kita sebagai manusia sudah sangat merusak keseimbangan alam dan kita bisa jadikan fenomena ini sebagai pengingat agar kita tidak jadi manusia perusak alam kembali dimanapun kita berada.” lanjut Ringgo ramah.
“Pak Ringgo bagaimana dengan sosok yang memotong aliran air tsunami? Itu jelas bukan fenomena alam dan mungkinkah seorang manusia melakukan hal tersebut dengan menguasai ilmu dari yang berhubungan dengan mistis?” tanya wartawan lainnya penuh semangat.
“Sebelum kasus Ocean Pharmatical viral kita semua tidak percaya ada manusia yang bisa membangkitakan manusia mati lalu mengendalikannya untuk membunuh. Setelah viral kita semua jadi tahu ketika kita berhubungan dengan sesuatu yang tidak lazim maka kita juga bisa melakukan sesuatu yang tidak lazim. Jadi sepertinya saya tidak perlu menjawan pertanyaan tersebut karena teman - teman pasti tahu jawabannya bukan?” jawab Ringgo ramah.
“Permisi!” pamit Ringgo yang langsung lanjut berjalan masuk ke dalam mobil.
... Jawaban Ringgo saat diwawancara oleh sejumlah awak media membuat banyak orang mulai berspekulasi bahwa pusaran air yang berada di tengah aliran air tsunami yang terbelah bisa jadi merupakan roh penguasa laut yang murka akibat manusia yang merusak alam. Mereka juga percaya bahwa ada seorang manusia yang mampu membuat aliran air tsunami terpecah, tapi mereka masih penasaran siapa sosok orang tersebut. Sementara itu Nara yang sedang membersihkan rumahnya bersama Nana masih menunggu balasan dari Naga yang belum juga tiba....
“Apa Naga tidak membeli handphone lagi?” bisik Nara dalam hatinya sambil menatap handphonenya sendiri menunggu pesan dari Naga.
“Gggrrrr...” suara getaran handphone Nara di atas meja ketika pesan masuk.
... Nara yang fokus membersihkan rumahnya dan berpikir pesan tersebut bukan dari Naga mengabaikan handphonenya sendiri. Naga berkunjung ke tenda darurat, tapi Nara dan Nana sudah tidak berada disana. Sadar besar kemungkinan Nara dan Nana sudah pulang untuk membersihkan rumah mereka Naga langsung pergi menuju rumah Nara sambil mengirim pesan untuk bertanya mungkin ada hal yang perlu dibeli untuk membantu membersihkan rumah....
“Permisi!” sapa Naga di depan rumah Nara dan Nana.
__ADS_1
“Naga? Kok kamu datang gak kasih kabar terlebih dahulu!” jawab Nara yang bergegas ke depan rumah setelah mendengar suara orang sambil tersenyum ramah.
“Aku sudah mengirim pesan kepadamu, tapi tidak ada respon. Jadi aku pikir kamu sedang sibuk membersihkan rumah, makanya aku langsung datang kesini.” jawab Naga santai.
“Kak!” panggil Nana yang mencari Nara hingga ke depan rumah.
“Hoo ada kak Naga.” sapa Nana ketika melihat Naga sedang berdiri bersama Nara di depan rumah.
“Pagi Na, aku tidak tahu apa yang kalian suka dan kalian butuhkan jadi aku membeli makanan dan minuman yang berhasil aku temukan saat perjalanan ke sini.” jawab Naga sambil memberikan bingkisan kepada Nara.
“Wah ini sangat dibutuhkan sekali kak Naga.” jawab Nana yang langsung melihat isi bingkisan yang diberikan Naga dengan penuh semangat.
“Makasih ya Naga.” jawab Nara sambil tersenyum ramah.
“Tidak apa Na, aku datang kesini memang untuk membantu kalian membersihkan rumah.” jawab Naga mantap yang membuat Nara dan Nana terkejut.
“Barang - barang rusak ini mau dikumpulkan disebelah sana kan Nara?” lanjut Naga ketika melihat barang - barang dan sampah yang sedang Nara kumpulkan.
“Iya Ga, makasih ya.” jawab Nara sambil tersenyum manis.
... Naga membantu Nara dan Nana membersihkan rumahnya yang membuat pekerjaan mereka semakin ringan serta semakin cepat. Mereka selesai membersihkan rumah Nara dan Nana sekitar jam empat sore, meskipun bagian luar masih berantakan oleh tumpukan barang rusak dan sampah. Setelah selesai membersihkan rumah mereka, Nara dan Nana langsung bersiap untuk memasak makanan karena lapar akibat membersihkan rumah....
“Bagaimana dengan sampah dan barang - barang rusak di luar?” tanya Naga memastikan sambil menatap Nara dan Nana silih bergantian.
“Sepertinya mulai besok truk sampah akan kembali berputar, jadi tinggal tunggu mereka datang saja Naga.” jawab Nara ramah.
__ADS_1
“Hoo syukurlah, kalau begitu aku pulang dulu ya!” pamit Naga penuh hormat.
“Kak Naga gak mau makan bareng kami dulu?” tanya Nana memastikan.
“Aku membawa makanan dan minuman untuk kalian bukan untuk dimakan bersama.” jawab Naga santai.
“Naga makanlah bersama kami!” pinta Nara yang langsung memegang tangan kiri Naga dengan penuh kelembutan yang membuat Naga dan Nana melihat ke arah tangan Nara yang memegang tangan Naga.
“Iya kak, semakin banyak orang akan semakin seru. Setidaknya kehadiran kakak disini membuat suasananya lebih hidup bukan seolah - olah kami baru selesai membersihkan rumah akibat tsunami.” tambah Nana membujuk Naga.
“Baiklah.” jawab Naga santai yang langsung membantu Nara dan Nana mempersiapkan makan bersama.
... Naga membantu mengiris bahan - bahan masakan sementara Nara yang bertugas memasak. Nana bertugas menyiapkan nasi, minuman, dan beberapa camilan yang Naga bawa sebelumnya. Setelah selesai memasak mereka menyiapkan makanan yang sudah tersedia di meja rendah agar bisa dinikmati dengan duduk di lantai. Mereka menikmati makanan yang ada dengan lahap setelah lelah bekerja seharian sambil mengobrol santai....
“Naga ketika kamu menyelamatkan kami, kamu bilang sosok yang ada di hadapan kita saat itu roh penjaga laut yang berusaha mengembalikan keseimbangan alam. Apakah roh penjaga lain akan melakukan hal yang sama juga?” tanya Nara cemas.
“Iya, tapi tidak perlu khawatir aku sudah meminta para roh penjaga gunung untuk tidak mengembalikan keseimbangan alam dalam jangka waktu dekat setelah musibah tsunami ini. Walaupun mereka akan tetap melakukannya jika masih banyak manusia yang tidak peduli dengan alam bahkan merusak alam.” jawab Naga ramah sambil menatap Nara.
“Kenapa kak Naga meminta roh penjaga gunung tidak mengembalikan keseimbangan dalam jangka waktu dekat?” tanya Nana penasaran.
“Aku khawatir bencana yang lebih buruk akan terjadi, sebenarnya aku tidak peduli berapa banyak nyawa yang berjatuhan ketika bencara seperti ini terjadi walaupun sangat disesalkan terkadang manusia perusak alam tidak menjadi salah satu korbannya. Namun jika bencana seperti ini terjadi berkali - kali dalam waktu dekat dan mengakibatkan banyak nyawa hilang hal itu bisa memunculkan energi negatif yang sangat besar.” jawab Naga santai sambil menatap Nana.
“Kehilangan orang yang dicintai akan membuat manusia menghasilkan energi negatif dan jika dalam jumlah banyak tentu energi negatif tersebut bisa berakibat fatal, itu kan maksudnya Naga?” tanya Nara memastikan.
“Betul, karena itu yang terjadi di Jepang beberapa waktu lalu. Dimana fenomena kita melihat orang stress akibat pekerjaan menjadi hal yang wajar dan orang - orang disekitarnya tidak ada yang peduli hanya fokus kepada kehidupan mereka masing - masing. Terakumulasi dalam waktu lama dengan jumlah besar akhirnya dimanfaatkan oleh seseorang untuk membalaskan dendamnya dengan cara berusaha meledakan gunung Fujiyama agar bisa membunuh banyak orang.” jawab Naga lugas.
__ADS_1