
... Kali ini Lucifer lebih hati - hati dalam menjalankan aksinya hingga tidak ada satupun rekaman CCTV yang berhasil menangkap aktivitas yang dia lakukan selama di Magelang. Unit penanganan kriminal mistis harus mengerahkan tim pelacak kutukan untuk memastikan kebenaran dugaan mereka tentang keterlibatan Lucifer. Tim pelacak kutukan berhasil menemukan tempat dimana pelaku penyerangan POLRES Magelang mendapatkan kutukan dan menggunakannya, tapi energi kutukan dari seseorang bernama Lucifer terasa sangat lemah....
... Hasil tim pelacak membuat banyak anggota unit penanganan kriminal mistis ragu akan keterlibatan Lucifer dalam kasus kali ini. Sementara Ringgo sedang merenung atas semua kasus ini dimana semua kasus ini berawal akibat penguasa ataupun orang kaya yang mempermainkan hukum seenaknya. Hingga akhirnya mereka mendapatkan balasannya, tapi dengan cepat Ringgo sadar bahwa pelaku yang berhubungan dengan Lucifer juga membuat orang tidak bersalah menjadi korban....
“Lucifer terlibat dalam kasus kali ini dan energi kutukan yang sangat lemah adalah buktinya.” kata Ringgo sambil melihat seluruh anggota timnya yang sedang berada di ruang meeting bersama dirinya.
“Aku akan bertemu dengan Naga untuk membahas hal ini dan jika dugaanku benar maka kita harus segera menangkap orang ini sebelum dia mengakibatkan bencana yang besar!” pinta Ringgo tegas penuh tekad.
“Baik pak!” jawab seluruh anggota unit kriminal penanganan mistis yang ada kompak.
... Ringgo langsung berangkat menuju desa Sukamanah untuk bertemu dengan Naga sambil membawa beberapa bingkisan. Sejak Naga menolong masyarakat desa Sukamanah dari hukuman roh penjaga gunung mereka sudah mulai menaruh hormat dan mengakui keberadaan Naga. Kehadiran sosok Alisa juga membuat Naga menjadi pribadi yang lebih ramah dan juga hangat, hal tersebut juga membuat Ringgo senang....
“Kakek!” sapa Alisa polos.
“Halo Alisa kakek Ringgo membawakanmu beberapa makanan, semoga kamu suka ya!” balas Ringgo sambil tersenyum ramah menatap Alisa.
“Wah terima kasih kakek!” jawab Alisa sambil menerima bingkisan pemberian Ringgo dengan penuh senyuman.
“Kakek pasti mencari kak Naga, biarkan aku panggilkan dulu kak Naganya.” lanjut Alisa yang berbalik badan hendak memanggil Naga.
“Kemana Givi dan Stalin?” tanya Naga santai memastikan yang sudah berdiri di hadapan Ringgo dan Alisa.
“Kak Naga, kakek Ringgo membawakan beberapa makanan untuk kita!” kata Alisa yang langsung menghampiri Naga sambil memperlihatkan bingkisan dari Ringgo.
“Apa kamu bisa membukanya sendiri?” tanya Naga memastikan dengan lemah lembut sambil menatap Alisa.
__ADS_1
“Bisa kak!” jawab Alisa penuh percaya diri.
“Kalau begitu silahkan nikmati ya!” kata Naga sambil tersenyum ramah.
“Iya kak, tapi aku mau bawakan camilan dan minuman dulu buat kak Naga dan kakek Ringgo!” jawab Alisa sambil tersenyum penuh semangat.
“Terima kasih Alisa.” jawab Naga sambil tersenyum ramah yang membuat Alisa langsung pergi ke dapur.
“Silahkan duduk!” kata Naga ramah yang langsung duduk di hadapan Ringgo.
“Gavi serta Stalin sedang sibuk menyelesaikan misi di luar negeri dan aku juga sudah lama tidak bertemu denganmu setelah Alisa mulai tinggal bersamamu.” kata Ringgo sambil tersenyum hangat menatap Naga.
“Alisa baik - baik saja.” jawab Naga santai sambil menatap Ringgo.
“Lalu apa yang ingin kamu bicarakan?” tanya Naga yang tahu bahwa ada hal penting yang ingin dibicarakan oleh Ringgo.
“Orang yang bernama Lucifer dalang dari pelaku penyerangan yang membuat Nara hampir mati memiki jejak energi kutukan yang sangat lemah. Jika aku benar dia menggunakan ritual kutukan panggilan Lucifer kepada dirinya sendiri dan itu akan menjadi bencana yang sangat berbahaya.” jawab Ringgo penuh percaya diri.
“Tidak, iblis dengan energi kutukan sebesar Lucifer tidak akan mau muncul ke dunia dengan tubuh lemah seperti dalang dari pelaku yang hampir membunuh Nara. Sekalipun aku tidak peduli tentang dia dan apa yang dilakukannya, tapi jika memang benar Lucifer muncul ke dunia aku tidak akan tinggal diam.” kata Naga sambil menatap mata Ringgo dengan tajam.
“Apakah ada kutukan lain yang bisa membuat seseorang membagikan kutukan kepada orang lain untuk melakukan sesuatu? Bukankah hal itu hanya dimiliki oleh iblis dengan energi kutukan tinggi saja?” tanya Ringgo penasaran.
“Dia memang membuat ritual pemanggilan Lucifer ke dalam tubuhnya, tapi dia tidak tahu bahwa ritual yang dia lakukan tidak cukup untuk membuat Lucifer datang ke dunia ini apalagi bersatu dengan tubuhnya. Kamu pasti sudah tahu wajah dari orang ini bukan? Kamu bisa memeriksa rekaman CCTV yang menangkap orang ini hendak pergi ke pelabuhan.” jawab Naga penuh percaya diri.
“Pelabuhan?” tanya Ringgo kebingungan.
__ADS_1
“Satu - satunya tempat di sekitar Jakarta yang bisa digunakan untuk membuat ritual pemanggilan Lucifer ada di kepulauan seribu, pulau Cipir.” jawab Naga yang langsung membuat Ringgo terkejut.
“Jangan - jangan jasad istri pelaku ada disana!” tebak Ringgo yang mengetahui bahwa ritual pemanggilan Lucifer memerlukan tumbal.
“Mungkin jika kamu belum menemukan apapun tentang istri pelaku.” jawab Naga santai sambil melihat ke arah luar rumah.
“Ini kakek minuman dan camilannya!” kata Alisa sambil menyajikan minuman dan camilan yang dia bawa.
“Terima kasih Alisa.” jawab Naga sambil tersenyum ramah menatal Alisa.
“Terima kasih Alisa, kakek minum ya!” tambah Ringgo yang langsung meminum minuman yang dibawakan Alisa.
“Aku akan segera pergi ke pulau Cipir, terima kasih Naga dan sampai ketemu lagi Alisa.” lanjut Ringgo terburu - buru penuh semangat.
“Eh? Hati - hati kakek!” jawab Alisa keheranan.
... Setelah mendapat informasi tambahan dari Naga terkait ritual pemanggilan Lucifer, Ringgo bergegas menuju pelabuhan sambil menghubungi Maya meminta dirinya bersama dua orang dari unit penanganan kriminal mistis ikut bersamanya ke pulau Cipir. Mereka semua bertemu di pelabuhan dan langsung menyewa kapal untuk pergi menuju pulau Cipir pada saat itu juga. Setibanya di pulau Cipir mereka masuk dan menelusuri rumah sakit terbengkalai di pulau tersebut mencari tanda - tanda bekas dilaksanakannya ritual pemanggilan Lucifer....
“Pak Ringgo, aku menemukannya!” teriak Maya terkejut ketika melihat sosok Jane Dyers tewas secara mengenaskan sebagai tumbal ritual pemanggilan Lucifer.
“Kita harus segera menangkap Jason Myers! Maya hubungi rumah sakit terdekat untuk mengevakuasi jasad Jane Dyers dan minta beberapa bantuan tim unit penanganan kriminal mistis kesini untuk memeriksa semua jejak yang ada. Aku akan menghubungi POLRI untuk segera mengeluarkan daftar pencarian orang (DPO) untuk Jason Myers sebelum terlambat.” perintah Ringgo tegas sambil melihat kepada seluruh anggotanya satu persatu.
“Baik pak!” jawab semua anggota unit penanganan kriminal mistis yang bersama Ringgo kompak.
... Setelah selesai menghubungi pihak rumah sakit terdekat dan bantuan unit penanganan kriminal mistis, Maya langsung membantu unit penanganan kriminal mistis yang sedang menyelidiki serta mengumpulkan bukti ritual pemanggilan Lucifer. Dua jam kemudian mereka semua sudah kembali dengan berbagai macam bukti yang mereka dapatkan dan DPO Jason Myers sudah dikeluarkan oleh POLRI. Berita tersebut juga langsung viral di berbagai media dan membuat Jason Myers merasa terpojok sehingga dia langsung pergi ke Madiun, Jawa Timur....
__ADS_1