
... Ketika Lucifer mulai mengancam Nara dan Nana orang - orang disekitar mulai menjauhi mereka dan ada beberapa orang yang melaporkan kejadian tersebut ke petugas keamanan. Namun belum sempat petugas keamanan datang, tiba - tiba muncul sebuah lingkaran portal di samping kiri Lucifer yang membuat semua orang terkejut. Dengan cepat Naga menghajar Lucifer dengan kutukan wabah di kedua tangan dan kakinya hingga membuat Lucifer terpental lebih dari 100 meter dan menghancurkan semua benda yang dilaluinya....
“Naga!” sapa Nara yang terkejut melihat Naga tiba - tiba muncul dihadapannya.
“Sepertinya kesombongan kalian akan menghancurkan kalian sendiri!” kata Naga sambil menatap keenam iblis yang berada di hadapannya dengan tatapan tajam.
“Ketika aku menghancurkan gerbang neraka di Bogor aku tidak merasakan kehadiran kalian dan aku berpikir mungkin kalian tidak muncul melalui gerbang neraka ini. Namun ketika aku menghancurkan gerbang neraka di Malang aku sadar bahwa kalian sudah keluar dari gerbang neraka dan menyembunyikan aura kaliand dengan menyamar serta berbaur di tengah manusia. Jadi aku meminjam kemampuan teleportasi roh penjaga gunung Bromo dan Gede Pangrango agar aku bisa tiba dimanapun dan kapanpun gadisku berada!” jelas Naga sambil menatap para iblis dengan tatapan dingin yang membuat Nara tersipu malu.
“Kesombonganmulah yang akan membuatmu mati terlebih dahulu dengan datang kesini sendirian!” kata Tibbir sambil tersenyum meremehkan Naga.
“Biarkan aku sendiri yang memberi pelajaran kepada manusia satu ini!” lanjut Tibbir penuh percaya diri yang langsung berubah ke wujud aslinya.
“Nara pergilah dari sini dan minta semua orang untuk pergi sejauh mungkin!” pinta Naga ramah tanpa melihat ke arah Nara.
“Hati - hati Naga.” kata Nara yang langsung pergi bersama Nana.
“Apa kamu sanggup menahan pukulan ini!” kata Tibbir sambil melayangkan tinju panas neraka tangan kanannya ke arah Naga yang dengan cepat bisa Naga hindari.
“Jiwa iblis - kutukan voodoo!” bisik Naga yang langsung menyerang balik dengan palu yang dia pegang namun berhasil di tahan oleh tangan kiri Tibbir hingga membuatnya mundur beberapa meter.
“Kilatan neraka!” lanjut Tibbir yang mengeluarkan sebuah laser merah nan panas dari telunjuk kananya ke arah Naga.
... Bukannya menghindar Naga malah berpura - pura terkena serangan Tibbir tersebut hingga tangan kirinya hilang. Melihat sebuah kilatan merah melewati dirinya Nara langsung berhenti dan menengok ke arah Naga. Nara langsung menutup mulutnya sendiri dengan mata berkaca - kaca ketika melihat Naga kehilangan tangan kirinya....
__ADS_1
“Naga!” teriak Nara khawatir namun dengan cepat tangan kiri Naga kembali yang membuat keenam iblis dihadapannya terkejut.
“Terima kasih sudah mau menerima kutukanku.” kata Naga sambil tersenyum penuh kemenangan yang tiba - tiba tangan kiri Tibbir langsung hancur.
“Sekarang matilah!” teriak Naga penuh percaya diri.
...Naga langsung menancapkan pasak ke kepalanya dan memukul pasak tersebut dengan sekuat tenaga menggunakan palu kecil di tangan kanannya. Seketika Naga tampak tewas bunuh diri yang membuat Nara hendak kembali menyusul Naga, tapi dengan cepat Naga kembali sambil tersenyum penuh kemenangan. Tidak lama kemudian kepala Tibbir langsung hancur dan membuatnya dirinya musnah selayaknya debu yang berterbangan....
...Kelima iblis yang ada tidak percaya melihat apa yang baru saja terjadi dimana Naga bisa dengan mudah memusnahkan Tibbir. Lucifer yang sudah bangkit dari serangan Naga langsung melesat berusaha menerjang Naga tapi ketika hendak menyerang Naga, Lucifer sadar ada seseorang yang datang untuk menyerangnya dari langit. Dengan cepat Lucifer menghindari serangan tersebut dan berdiri kembali di dekat para iblis yang tersisa....
“Hukuman langit - hujan panah sang raja!” kata Givi yang membuat hujan panah dengan energi kutukan yang mengarah ke lokasi para iblis berdiri.
“Nara, Nana!” sapa Maya ketika hendak pergi ke arah Naga karena kebetulan dia sedang berada di Bandung.
“Sepertinya kalian memang tidak bisa dibunuh dengan mudah ya!” kata Givi yang berjalan santai menghampiri Naga ketika tahu bahwa serangannya barusan tidak ada yang berhasil mengenai para iblis.
“Seharusnya kalian malu mencoba mengeroyok anak muda seorang diri!” tambah Stalin yang berjalan santi menghampiri Naga setelah serangannya berhasil dihindari oleh Lucifer.
“Kalian hanya sekelompok manusia sombong tidak berguna!” teriak Khanzab yang sudah kembali ke wujud aslinya dan hendak menyerang Naga, Givi, dan Stalin.
“Brak!” suara serangan telapak budha dengan gelombang kejut yang membuat Khanzab terjatuh ke tanah dengan sangat keras hingga merusak tanah sekitarnya.
“Kalian benar - benar tidak sabaran ya!” kata Ringgo yang sudah berdiri di dekat Naga setelah berhasil melancarkan serangannya kepada Khanzab.
__ADS_1
“Kita harus segera pergi sejauh mungkin dari area ini, pertarungan kali ini bukan pertarungan yang bisa kita lihat dari jarak dekat.” jelas Maya yang terus membantu Nara dan Nana pergi menjauh dengan kekuatannya.
“Ternyata orang - orang yang merepotkan datang secara sendirinya menghadap kita, apakah kita harus berterima kasih kepada mereka Lucifer?” tanya Abyad sambil tersenyum sinis menatap Naga, Givi, Stalin, dan Ringgo.
“Kita akan memulai rencananya dari sekarang! Jangan pedulikan omong kosong seperti kejantanan, kehormatan, ataupun kebanggaan. Semakin cepat kita menghabisi mereka maka semakin cepat pula kita bisa bersenang - senang di dunia ini!” jawab Lucifer sambil menatap Naga, Givi, Stalin, dan Ringgo penuh kedengkian.
“Aku akan membunuh orang yang telah menghajarku!” teriak Khanzab yang langsung melesat menyerang Ringgo.
... Dengan mudah Ringgo menghindari serangan dari Khanzab dan langsung membalas serangan Khanzab yang juga berhasil Khanzab hindari. Sekarang giliran Ringgo yang menerjang dan menyerang Khanzab hingga membuat mereka saling menyerang dan saling bertahan satu sama lain. Pertarungan mereka membuat mereka terus bergerak menjauhi Naga, Lucifer dan yang lainnya secara sengaja....
“Sepertinya akan menyenangkan jika memang bisa satu lawan satu bukan?” tanya Givi sambil tersenyum sinis menatap para iblis.
“Noona Yuri!” panggil Naga yang membuat sosok Yuri keluar sambil memberikan sebuah katana kepada Naga.
“Itu masih belum cukup untuk membuat kita bisa satu lawan satu.” cibir Mathun sambil melihat ke arah Naga dan Yuri.
“Biar kami yang mengurus dua orang dewasa itu Lucifer!” pinta Masuth penuh percaya diri.
“Baiklah ayo kita pergi dari sini!” ajak Givi yang langsung berjalan pergi meninggalkan Naga sendirian diikuti oleh Stalin, Masuth, dan Mathun.
... Setelah Naga berhasil membunuh Tibbir dengan mudah semua iblis yang tersisa tahu dan bisa merasakan dengan jelas bahwa Naga adalah yang paling kuat diantara manusia yang datang menghadang mereka. Masuth dan Mathun berpikir untuk menyerahkan Naga kepada Lucifer, Abyad, dan Awar agar bisa dilenyakan segera mungkin. Givi sudah menduga hal itu dan percaya kepada Naga serta Yuri bahwa mereka akan bisa menghabisi iblis yang tersisa tanpa terkecuali....
“Dugaan kalian tidak salah, jika bertarung satu lawan satu dengan kami anak itu memang yang paling kuat diantara kami berempat. Namun jika kalian berpikir bahwa tiga teman kalian bisa mengalahkannya itu dugaan yang salah. Satu - satunya kesempatan menang kalian hanya ketika kalian berenam melawan dirinya sendiri, selebih itu tidak ada kesempatan menang untuk kalian!” kata Givi sambil tersenyum penuh percaya diri menatap Masuth dan Mathun.
__ADS_1
“Rupanya kalian hanya sekelompok manusia yang sombong ya!” jawab Masuth yang langsung menerjang Givi dan Stalin diikuti oleh Mathun.