7 Kutukan

7 Kutukan
Alisa


__ADS_3

... Naga terus menggendong Alisa di depan dadanya menuju rumah sakit tempat Nara di rawat agar bisa tiba dengan sangat cepat. Kondisi Nara sudah semakin memburuk hampir seluruh tubuhnya sudah membusuk menyisakan wajah bagian kanannya saja. Nana yang melihat tubuh kakaknya membusuk setiap detiknya hingga merasakan penderitaan luar biasa akibat kutukan tersebut tidak kuasa menahan tangis dan berharap agar Naga bisa segera kembali....


“Kak Naga!” panggil Nana dalam tangisnya yang melihat Naga masuk ke ruang rawat Nara sambil menurunkan Alisa dan mengatur napasnya sendiri sementara Nara hanya bisa melirik Naga dengan mata kanannya yang tersisa.


“Alisa boleh panggilkan Lalisa?” pinta Naga lemah lembut yang membuat Ringgo terkejut tidak percaya.


“Iya” jawab Alisa sambil mengangguk tersenyum yang kemudian tertunduk lalu kembali menatap Naga dengan mata hitam legam.


“Naga!” kata Lalisa dengan suara parau.


“Lalisa bolehkah aku meminta kamu untuk menyembuhkan Nara?” tanya Naga lemah lembut sambil tersenyum menatap Lalisa.


“Kay! Tangan ... tangan ... tangan!” jawab Lalisa yang langsung melihat ke arah Nara dan Naga arahkan untuk bisa menyentuh tangan Nara.


... Ketika tangan Lalisa menyentuh tangan Nara seketika tubuh Nara langsung bersinar terang yang menyilaukan pandangan. Orang - orang yang menguasai teknik kutukan juga terkejut tidak percaya merasakan luapan energi kutukan yang amat besar dari Lalisa. Nana yang memiliki roh ayahnya sebagai roh penjaga juga merasakan hal yang sama hingga tubuhnya dibuat merinding akibat luapan energi kutukan Lalisa....


“Kak Nara!” teriak Nana yang langsung memeluk Nara dengan penuh kasih sayang sambil menangis haru.


“Nana!” jawab Nara yang membalas pelukan Nana dan membelai lembut rambut adiknya sambil menatap Naga dengan penuh senyuman.


“Terima kasih Lalisa, bisakah panggilkan Alisa kembali?” pinta Naga lemah lembut sambil tersenyum.


“Kay!” jawab Lalisa sambil tersenyum dan tiba - tiba tertunduk lalu Alisa kembali.


“Kak Naga!” panggil Alisa sambil tersenyum bahagia.


“Alisa selamat datang kembali!” balas Naga lemah lembut sambil tersenyum membelai kepala Alisa.


“Alisa!” panggil Nara lemah lembut yang membuat Nana langsung melepaskan pelukannya dan Alisa langsung melihat ke arah Nara.


“Terima kasih banyak ya!” lanjut Nara sambil tersenyum manis menatap Alisa.

__ADS_1


“Sama - sama kak.” jawab Alisa sambil tersenyum ramah.


“Apakah kakak pacarnya kak Naga?” tanya Alisa yang berdiri tepat di samping kasur Nara sambil menatap Nara dengan polosnya dan membuat semua orang terkejut.


“Alisa kenapa kamu tiba - tiba bertanya seperti itu?” tanya Naga canggung yang membuat Alisa langsung menatap Naga.


“Kata Lalisa, Lalisa merasakan ikatan dua arah antara kak Naga dengan kak Nara.” jawab Alisa polos sambil menatap Naga.


“Apakah boleh kakak menjadi pacar kak Naga?” tanya Nara sambil tersenyum manis menatap Alisa.


“Tentu!” jawab Alisa sambil mengangguk dengan senyuman menggemaskan yang membuat Naga salah tingkah.


“Alisa kakak berjanji untuk mengjakmu berjalan - jalan dan bermain kita berangkat sekarang?” tanya Naga berusaha mengalihkan pembicaraan.


“Ayo kak!” jawab Alisa dengan senyuman penuh semangat yang langsung berjalan keluar bersama Naga.


“Hati - hati Alisa!” kata Nara sambil tersenyum melambaikan tangan.


“Iya kak, kakak juga cepat sembuh ya agar kita bisa bermain bersama!” jawab Alisa yang tersenyum menatap Nara lalu kembali berjalan keluar.


“Aku lebih senang jika kamu tetap hidup!” jawab Naga tanpa membalikan badan dan langsung kembali berjalan mengikuti Alisa.


“Sepertinya kamu memang wanita yang berharga bagi Naga sampai - sampai dia lupa dengan efek samping dari kekuatan Lalisa.” kata Ringgo sambil tersenyum lega melihat Nara yang sudah pulih.


“Apa maksudnya pak Ringgo?” tanya Nana penasaran.


“Sosok Lalisa akan muncul ketika seseorang memenuhi tiga permintaan Alisa dan Lalisa akan mewujudkan apapun permintaan dari orang tersebut. Jika seseorang menolak memenuhi permintaan Alisa maka orang tersebut akan mati bersama orang - orang yang dicintainya. Secara tidak langsung Lalisa dapat melihat ikatan saling mencintai antara manusia karena kemampuannya tersebut.” jelas Ringgo sambil melihat ke arah Nana.


“Hoo begitu artinya ketika kak Naga meminta Lalisa menyembuhkan kak Nara, Lalisa, melihat ikatan antara kak Naga dengan kak Nara. Kak Naga yang terburu ingin menyembuhkan kak Nara sampai lupa akan hal tersebut?” tanya Nana memastikan.


“Iya seperti itu Nana.” jawab Ringgo ramah.

__ADS_1


“Masalah utamanya adalah apakah Naga memenuhi tiga permintaan Alisa ketika dalam perjalanan kesini atau Naga bisa memanggil Lalisa tanpa harus memenuhi tiga permintaan Alisa?” bisik Ringgo dalam hatinya sambil memikirkan hal tersebut.


... Setelah Nara pulih, dia langsung pulang ke rumahnya bersama dengan Nana. Sementara Ringgo dan unit penangan kriminal mistis langsung memburu pelaku pembunuhan di tempat kerja Nana berdasarkan rekaman CCTV di kantor tersebut. Tidak butuh waktu lama untuk Ringgo dan timnya meringkus pelaku dan mengamankan barang bukti sarung tangan yang sudah diberi kutukan pembusuk. Namun lagi - lagi kesaksian pelaku membuat Ringgo dan timnya semakin penasaran dengan seseorang bernama Lucifer....


“Apakah ketika anak petinggi POLRI menabrak seseorang boleh lari begitu saja tanpa bertanggung jawab? Bukti yang saya serahkan dihilangkan dengan alasan saya meletakannya sembarangan hingga bukti tersebut hilang dan tertukar. Dia yang tahu fakta tersebut membantu saya dengan memberikan balasan yang setimpal atas apa yang dia perbuat!” bentak seorang pria sambil menangis.


“Pak Ringgo pihak - pihak terkait yang menutupi kasus tabrak lari yang berhubungan dengan kasus ini sudah di amankan.” kata Tora yang tiba - tiba masuk ke ruang interogasi Ringgo dengan pelaku kutukan pembusukan.


“Terima kasih Tora!” jawab Ringgo penuh hormat.


“Aku melakukan semua ini bukan untukmu, tapi karena kutukan yang kamu berikan mengenai orang yang tidak bersalah dan itu yang membuatku jengkel.” lanjut Ringgo sambil menatap pelaku kutukan pembusukan lalu pergi dari ruangan tersebut.


... Lagi - lagi Ringgo dan unit penanganan kriminal mistis gagal menemukan informasi terkait orang bernama Lucifer yang menjadi dalam kasus ini. Beberapa hari kemudian terjadi kasus serupa di daerha Bandung, Jawa Barat dimana pelaku menggunakan kutukan perubahan gorila untuk membunuh rekan - rekan kerjanya termasuk atasannya. Pelaku kesal dan membenci para kolega serta atasannya karena mereka selalu memperlakukan pelaku dengan sangat buruk....


... Pelaku kasus kali ini juga dibantu oleh seseorang bernama Lucifer yang kembali gagal Ringgo dan unit penanganan kriminal mistis identifikasi. Namun kejadian di Bandung membuat Ringgo berpikir apa sebenarnya tujuan dari orang bernama Lucifer. Apakah dia hanya membantu orang random tanpa pola atau dia memiliki tujuan tersendiri dengan memanfaatkan orang yang tersakiti untuk membalaskan dendam mereka?...


... Meskipun Naga tahu bahwa Lucifer ini adalah dalang dibalik kondisi Nara yang hampir mati, tapi Naga tidak mempedulikannya karena pelaku yang secara langsung membuat Nara hampir mati sudah ditangkap oleh Ringgo. Hal ini membuat Naga juga tidak peduli dengan kejadian yang terjadi di Bandung dan melibatkan seseorang bernama Lucifer juga. Naga lebih fokus untuk membawa Alisa jalan - jalan dan menikmati keindahan alam yang selama ini belum pernah dia rasakan....


“Wah aku sangat suka sekali dengan pemandangan dari atas gunung.” kata Alisa sambil tersenyum kagum ketika Naga membawa dirinya ke gunung yang dekat dengan desa Sukamanah.


“Itu Ile Kururu kan kak?” tanya Alisa sambil menunjuk sebuah gunung.


“Iya, itu Ile Kururu.” jawab Naga sambil tersenyum menatap Alisa.


“Apa kamu suka lautan dan pantai?” tanya Naga lemah lembut.


“Iya aku ingin melihatnya secara langsung kak!” jawab Alisa sambil tersenyum penuh semangat.


“Bagaimana kalau besok kita ke pantai atau ke wahana bermain di dekat pantai?” tanya Naga sambil tersenyum ramah.


“Ayo kak!” jawab Alisa antusias.

__ADS_1


“Bagaimana kalau ajak kak Nara juga? Sama kakak adiknya kak Nara!” pinta Alisa sambil tersenyum penuh semangat.


“Biar kakak tanyakan dulu ya!” jawab Naga sambil tersenyum.


__ADS_2