
... Setibanya Naga dan Nara di gerbang neraka kota Malang, Jawa Timur terlihat banyaknya makhluk terkutuk yang sedang bertarung melawan unit penanganan kriminal mistis. Banyaknya makhluk terkutuk yang muncul membuat para unit penanganan kriminal mistis sulit untuk mendekati gerbang neraka apalagi menutup serta menghancurkannya. Setelah menurunkan Nara dengan santainya Naga maju beberapa langkah ke depan sambil menampakan sosok jiwa iblis di sebelah kiri kepalanya dengan tatapan tajam....
“Jiwa iblis - kutukan perkataan!” kata Naga sambil mengambil sebuah megaphone dari jiwa iblis yang berada di sebelah kiri kepalanya.
“Wahai para monster terkutuk matilah!” teriak Naga yang seketika membuat para monster terkutuk yang mendengar suara Naga langsung musnah bagaikan debu yang berterbangan.
“Biar kami yang membereskan sisanya tuan Naga!” kata kepala unit penangan kriminal mistis cabang Malang dengan penuh semangat.
“Baiklah, aku percayakan kepada kalian!” jawab Naga yang langsung kembali menghampiri Nara dan menggendongnya untuk pergi ke Madiun.
... Para unit penanganan kriminal mistis yang berad di sekitar lokasi gerbang neraka terkejut dan sempat gemetar ketakutan melihat kekuatan Naga yang dengan mudahnya membunuh para makhluk terkutuk dalam jumlah banyak. Namun tidak lama kemudian mereka langsung menghancurkan gerbang neraka yang berada di kota Malang dan membunuh para makhluk terkutuk yang tersisa. Naga yang menggendong Nara memang tampak baik - baik saja, tapi sebenarnya Naga sudah kehilangan lebih dari sepertiga energinya setelah pertarungan di Bogor dan penggunaan kutukan perkataan di Malang....
... Meskipun Nara tidak paham tentang semua hal yang berhubungan dengan kutukan, tapi Nara paham bahwa Naga tetap seorang manusia yang memiliki batasan termasuk dalam penggunaan kekuatannya. Nara cemas dengan keadaan Naga terlebih setelah menggunakan kutukan perkataan yang memusnahkan banyak monster terkutuk saat di Malang. Namun Nara ingat Ringgo pernah berkata bahwa Naga jauh lebih kuat daripada dirinya sehingga Nara percaya Naga akan baik - baik saja....
“Kamu baik - baik saja Nara?” tanya Naga lemah lembut sambil menatap Nara setelah menurunkan Nara setibanya mereka di dekat gerbang neraka kota Madiun.
“Aku baik - baik saja, bagaimana dengan kamu?” tanya Nara cemas sambil menatap Naga.
“Tidak perlu khawatir aku baik - baik saja.” jawab Naga sambil tersenyum ramah.
“Jiwa iblis - kutukan pengikut!” kata Naga yang langsung mengambil sebuah tongkat yang ujungnya terdapat sebuah ukiran berbentuk tengkorak dari sosok jiwa iblis di sebelah kiri kepalanya sambil berjalan santai dengan tatapan tajam.
__ADS_1
“Unit penanganan kriminal mistis menyingkirlah!” pinta Naga sambil menatap para monster terkutuk dengan tatapan dingin.
... Mendengar hal itu semua unit penanganan kriminal mistis yang ada di sekitar gerbang neraka kota Madiun langsung mundur. Tanpa banyak bicara lagi Naga langsung mengayunkan tongkat yang dia pegang ke kanan, ke kiri, ke atas, dan ke bawah berkali - kali. Hal itu membuat para monster terkutuk terbelah dan musnah dengan cepat yang membuat unit penanganan kriminal mistis terkejut melihatnya....
“Pandangan kutukan!” kata kepala unit penanganan kriminal mistis cabang Madiun yang penasaran apa yang sebenarnya terjadi dan malah membuat dia terkejut ketika melihat dua sosok monster yang mengikuti gerakan Naga dari belakang Naga.
... Serangan Naga dengan cepat menghabisi semua monster terkutuk yang ada di sekitar gerbang neraka kota Madiun. Tidak lama setelah itu unit penanganan kriminal mistis yang ada di area tersebut langsung menghancurkan gerbang neraka dan memastikan serta menghabisi semua monster terkutuk yang tersisa. Setelah tidak ada lagi monster terkutuk disekitar gerbang neraka kota Madiun, Nara langsung berjalan menghampiri Naga....
“Apa kamu baik - baik saja Naga?” tanya Nara cemas.
“Iya aku baik - baik saja Nara.” jawab Naga sambil tersenyum ramah.
“Magelang sudah selesai!” kata Givi melaporkan.
“Madiun dan Malang aman!” tambah Naga yang membuat semua orang tersenyum lega sambil beristirahat kelelahan.
... Akibat kejadian ini pulau Jawa mengalami kerusakan besar - besaran di berbagai kota yang membuat semua lapisan masyarakat saling bahu membahu menata lilngkungan mereka masing - masing. Korban yang berguguran juga banyak di berbagai kota hingga pulau Jawa di rundung duka selama beberapa hari ke depan. Kejadian ini juga meningkatkan rasa kepedulian seluruh masyarakat Indonesia untuk segera bangkit dan kembali menatap masa depan....
... Setelah selesai mengantarkan Nara pulang dan bertemu dengan Nana, Naga langsung pergi untuk beristirahat dan memulihkan dirinya sendiri. Alisa kembali beristirahat di kediaman keluarga Zuru dengan tenang sementara Naga sedang memulihkan dirinya sendiri. Sementara itu iblis dengan kutukan tingkat tinggi yang terdiri dari Lucifer, Abyad, Awar, Masuth, Mathun, Khanzab, dan Tibbir menyamar menjadi manusia serta berbaur membantu para manusia....
“Sampai kapan kita akan terus menyamar dan membantu para manusia Lucifer?” tanya Tibbir penasaran yang sudah tidak sabar kembali menyerang para manusia.
__ADS_1
“Harapan adalah salah satu senjata mematikan untuk menghancurkan manusia, ketika mereka berpikir bahwa hancurnya ketujuh gerbang neraka adalah akhir. Pada saat itulah kita akan kembali menyerang manusia tanpa belas kasihan.” jawab Lucifer dengan tatapan penuh kedengkian.
“Bukankah ini sudah cukup, sudah tiga hari berlalu sejak ketujuh gerbang neraka dihancurkan!” kata Khanzab memastikan.
“Belum, ini belum cukup biarkan mereka berpikir bahwa kejadian ini membuat mereka saling peduli, saling mengasihi, saling menyayangi hingga akhirnya mereka sadar bahwa itu semua hanyalah kemunafikan karena pada akhirnya mereka hanya peduli pada diri mereka sendiri. Lagipula kita harus membunuh para manusia yang berpotensi mengganggu rencana kita dan saat itulah kita akan memulai serangan balik yang akan membinasakan manusia.” jawab Lucifer sambil tersenyum penuh dengki.
... Akhir pekan ini Nara berencana berwisata ke alam di daerah Bandung bersama dengan Nana. Nara tidak menghubungi Naga terlebih dahulu karena Nara tidak ingin mengganggun waktu istirahat dan pemulihan Naga setelah bertarung serta menggunakan kekuatannya begitu banyak ketika tujuh gerbang neraka terbuka. Nara juga tidak berusaha mengajak Alisa karena khawatir terjadi sesuatu yang tidak diinginkan jika membawa Alisa tanpa kehadiran Naga....
“Rasanya melegakan ya kak setelah semua kejadian mengerikan kemarin kita bisa menikmati akhir pekan bersama - sama lagi. Pemandangan yang ada juga terlihat menyejukan dan menyegarkan, sayang ya kak gak ada kak Naga.” kata Nana sambil menikmati pemandangan kawah putih, Bandung sambil tersenyum jahil menatap Nara.
“Naga harus beristirahat dan memulihkan dirinya terlebih dahulu Na, bagaimanapun Naga juga seorang manusia yang memiliki batasan.” jawab Nara sambil tersenyum ramah menatap adiknya.
“Wah akhirnya ketemu!” kata Lucifer yang berdiri tidak jauh dari Nara dan Nana sambil melihat ke arah mereka berdua dalam wujud manusianya.
“Siapa kak?” bisik Nana sambil melihat ke arah Lucifer.
“Kakak juga tidak tahu.” bisik Nara sambil melihat ke arah Lucifer.
“Memang ada energi kutukan yang besar, tapi sepertinya itu hanya sebuah jejak.” kata Abyad sambil menatap Nara fokus yang membuat Nara terkejut.
“Apa kamu pikir bisa lari dari kami? Haruskah kami membunuh semua manusia yang ada disini agar kamu tidak lari?” tanya Lucifer yang melihat Nara menggenggam tangan Nana sambil mengajaknya berjalan mundur perlahan namun langsung terhenti.
__ADS_1
“Atau haruskah kami menyiksa adikmu di depan matamu hingga tewas agar kamu tidak berpikir macam - macam?” tanya Lucifer sambil berjalan perlahan menghampiri Nara dan Nana yang membuat mereka bergetar ketakutan sambil meneteskan air mata.