
... Setelah makan malam bersama Nara dan Nana keesokan paginya Naga mendapatkan pesan undangan dari salah satu teman kuliahnya dulu. Dia adalah salah satu teman kuliah yang cukup dekat dengan Naga dan sering membantu Naga dalam menyelesaikan permasalahan selama kuliah. Akhirnya Naga memutuskan untuk memenuhi undangan dari temannya tersebut dan datang bersama Alisa pada hari acara resepsi pernikahannya berlangsung....
“Naga!” panggil Yona salah satu teman kuliah Naga yang juga teman kuliha Hilda.
“Lama gak ketemu, siapa ini?” tanya Yona sambil tersenyum ramah menatap Alisa.
“Yona ini Alisa adikku dan Alisa ini kak Yona teman kuliah kakak.” kata Naga memperkenalkan Alisa kepada Yona.
“Wih lama gak ketemu Naga!” sapa Vivi yang berjalan menghampiri Naga sambil menggandeng putra pertamanya ditemani oleh suaminya diikuti oleh Hilda beserta suaminya.
“Iya Vi.” jawab Naga ramah sambil melihat ke arah Vivi beserta keluarganya.
“Naga!” sapa Hilda ramah yang hanya dijawab anggukan oleh Naga.
“Baru datang Ga?” tanya Vivi ramah.
“Iya baru sampai.” jawab Naga ramah.
“Naga, mba Hilda!” sapa Nara terkejut bertemu Naga dan Hilda di acara pernikahan salah satu teman kuliahnya.
“Wah mba Nara cantik sekali!” puji Hilda sambil tersenyum ramah menatap Nara.
“Mba Hilda juga kok.” balas Nara sambil tersenyum manis.
“Iya kak Nara cantik sekali!” puji Alisa sambil tersenyum bahagia melihat Nara dan tiba - tiba senyum tersebut hilang ketika melihat sosok Daniel salah satu teman Nara yang juga datang bersama Nara.
“Ini Daniel teman kuliah kakak.” kata Nara memperkenalkan Daniel kepada Alisa yang sadar Alisa tampak kecewa melihat Nara bersama laki - laki lain.
“Halo siapa namanya?” sapa Daniel sambil tersenyum ramah yang membuat Alisa langsung berdiri di samping Naga malu.
“Maaf adikku sedikit pemalu kepada orang baru, namanya Alisa.” kata Naga yang memperkenalkan kepada Daniel.
“Hoo gak apa - apa.” jawab Daniel ramah.
“Naga kami duluan ketemu Raina ya!” pamit Vivi yang langsung berjalan diikuti keluarganya, Yona, Hilda dan suami Hilda.
“Pengantin wanitanya itu teman kuliah kamu Ga?” tanya Nara memastikan.
“Iya dia teman kuliah aku.” jawab Naga ramah.
“Wah kebetulan sekali ya, pengantin prianya teman kuliah aku dan Daniel.” kata Nara sambil tersenyum menatap Naga.
“Iya.” jawab Naga ramah.
__ADS_1
“Ayo kita ketemu sama pengantinnya!” ajak Daniel ramah yang langsung berjalan di samping Nara sedangkan Alisa menolak berjalan diantara Naga dan Nara yang memilih jalan disamping kiri Naga jauh dari jangkauan Nara.
... Alisa tahu bahwa Daniel menyukai Nara yang membuat dirinya mengira bahwa Nara juga menyukai Daniel. Hal itu membuatnya kecewa kepad Nara sehingga dia tidak mau lagi dekat dengan Nara, tapi terus memperhatikan gerak gerik Nara bersama Daniel. Nara juga menyadari hal tersebut sehingga dirinya berusaha menjelaskan kepada Alisa bahwa Daniel hanya temannya saja....
“Alisa kamu mau makan sesuatu? Bareng sama kakak yuk ambilnya!” ajak Nara sambil tersenyum ramah yang direspon Alisa dengan menjauh dan mengabaikan Nara.
“Alisa kenapa kamu marah sama kak Nara?” tanya Nara sedih sambil menghampiri dan menatap Alisa.
“Kak Nara lebih memilih laki - laki itu daripada kak Naga.” jawab Alisa cemberut sambil membuang mukanya yang membuat Naga terkejut.
“Alisa Daniel itu hanya temanku saja tidak lebih, kakak janji nanti kakak akan pulang sendirian gak sama Daniel.” kata Nara mencoba membujuk Alisa namun Alisa tetap mengabaikannya karena terlanjut kecewa.
“Naga, Daniel beneran hanya temanku saja enggak lebih. Aku akui aku salah sudah menerima ajakan Daniel berangkat ke acara ini berdua, tapi beneran kami hanya teman.” kata Nara sambil menatap Naga dengan mata berkaca - kaca.
“Hmm iya aku mengerti Nara.” jawab Naga canggung karena situasi antara Nara dan Alisa.
“Ga beneran aku gak ada hubungan apa - apa sama Daniel!” lanjut Nara lirih dengan mata berkaca - kaca menatap Naga.
... Naga mengerti bahwa Nara dan Daniel hanya teman saja, tapi Alisa tidak mengerti akan hal tersebut karena baginya ketika Daniel menyukai Nara maka Nara juga menyukai Daniel apalagi mereka datang berdua ke acara resepsi pernikahan ini. Naga langsung menggenggam tangan kanan Nara dengan penuh kelembutan yang membuat Alisa langsung menatap mereka berdua keheranan. Secara tidak sengaja Daniel melihat hal tersebut, tapi Daniel tidak menyerah untuk berusaha meluluhkan hati Nara dan langsung menghampiri mereka....
“Bagaimana kalau kita foto bersama dulu sebelum makan siang?” tanya Naga sambil melihat ke arah Nara dan Alisa secara bergantian.
“Kak Naga mau foto berdua sama kak Nara?” tanya Alisa dengan tatapan polosnya menatap Naga.
“Tentu!” jawab Alisa sambil tersenyum bahagia.
“Biarkan aku yang mengambil fotonya!” pinta Alisa kepada Naga.
“Pake handphone aku aja Ga!” jawab Nara sambil memberikan handphonenya.
... Mereka bertiga langsung pergi ke photobooth acara tersebut dan Naga serta Nara langsung berfoto berdua. Alisa sangat bahagia ketika mengambil beberapa foto dengan berbagai gaya Naga bersama Nara hingga senyumannya kembali terpancar di wajahnya ketika menatap Nara. Setelah selesai foto berdua, Nara meminta Alisa untuk ikut berfoto hingga akhirnya mereka berfoto bertiga....
“Nara ayo kita foto juga!” ajak Daniel sambil tersenyum ramah menatap Nara yang membuat Alisa langsung melihat ke arah Daniel sinis.
“Maaf Daniel aku gak bisa foto berdua bersama kamu.” jawab Nara penuh hormat.
“Loh kenapa?” tanya Daniel kecewa.
“Karena aku hanya ingin Naga satu - satunya laki - laki yang berfoto berdua bersamaku.” jawab Nara sambil tersenyum manis menatap Naga yang membuat Naga terkejut dan membuat Alisa tersenyum bahagia menatap Nara.
“Ayo kita ambil makanan Alisa!” ajak Nara sambil tersenyum ramah mengulurkan tangannya kepada Alisa.
“Ayo kak!” jawab Alisa sambil tersenyum penuh semangat yang tiba - tiba Alisa menengok ke arah kiri merasakan sesuatu terjadi begitupun dengan Naga.
__ADS_1
“Ada apa Ga?” tanya Nara kebingungan.
“Kita harus segera pergi dari sini Nara!” ajak Naga sambil menatap Nara dalam.
“Aaaaaaagggghhhhhh!” suara teriakan seorang pria yang dilemparkan oleh salah satu monster terkutuk dari neraka dan mengakibatkan kain tenda pesta pernikahan sobek.
“Aaaaa!” teriak seorang wanita histeris ketika pria yang dilemparkan tadi sudah tewas secara mengenaskan di depan matanya.
“Semuanya ayo pergi dari tempat ini!” ajak Naga yang membuat semua orang pergi dari acara resepsi pernikahan tersebut panik.
... Ketika keluar dari tenda resepsi pernikahan sudah terlihat banyak monster terkutuk dari neraka yang menyerang, membunuh, dan memakan manusia yang ada. Banyak manusia yang berlarian panik hingga membuat mereka terjatuh bahkan hingga mengakibatkan kecelakaan. Melihat hal tersebut membuat Naga, Nara, dan beberapa orang bergerak untuk menyelamatkan orang lain....
“Nara ini bukan waktunya menyelamatkan orang lain terlebih dahulu! Kita harus menyelamatkan diri sendiri dahulu!” teriak Daniel yang tidak dipedulikan oleh Nara.
“Ayo Bu, cepat berlari Bu!” pinta Nara sambil membantu seorang ibu berdiri untuk melanjutkan berlari menyelamatkan dirinya bersama anaknya.
“Cih menyelamatkan diri sendiri dulu itu bukan sebuah kesalahan!” gerutu Daniel yang langsung berlari melewati Alisa mengikuti orang - orang lainnya.
“Kak Naga!” teriak Alisa sambil menunjuk sesosok monster yang hendak menyerang Nara ketika Nara sedang membantu orang lain.
“Noona Yuri!” panggil Naga yang membuat sosok Yuri langsung keluar untuk melindungi Nara dan membunuh para monster terkutuk.
“Naga!” teriak Yuri dengan suara mencekam yang membuat orang - orang disekitarnya semakin ketakutan.
“Noona Yuri tolong bawa Nara dan Alisa ke tempat aman!” pinta Naga sambil tersenyum ramah menatap Yuri.
“Baiklah!” jawab Yuri dengan suara mencekam yang langsung membawa Nara dan Alisa dengan cepat ke tempat aman.
“Aaaagggghhhhh!” teriak Hilda, Vivi, Yona, dan Raina histeris ketakutan kompak yang membuat suami mereka berdiri di depannya sedangkan Daniel berusaha bersembunyi tidak mempedulikan Nara yang ada di genggaman Yuri.
“Tidak perlu khawatir!” pinta Nara sambil tersenyum ramah ketika dirinya dilepaskan oleh Yuri bersama dengan Alisa.
“Terima kasih Yuri!” kata Nara sambil tersenyum ramah menatap Yuri.
“Lama tidak bertemu kak Yuri!” tambah Alisa sambil memeluk tubuh bagian bawah Yuri yang berbentuk seperti bagian bawah tubuh jin yang terhubung dengan lampu jin.
“Terima kasih noona, sebaiknya sekarang noona beristirahat dulu.” kata Naga yang dengan cepat tiba diantara mereka semua dan membuat semunya terkejut.
“Bukankah kamu memanggil noona karena membutuhkan bantuan noona Naga?” tanya Yuri ramah dengan suara mencekam.
“Betul, tapi monster - monster terkutuk yang ada disini hanyalah serangga yang bisa aku atasi sendirian dan aku membutuhkan bantuan noona ketika ada iblis kutukan tingkat tinggi datang. Jadi sebelum mereka datang sebaiknya noona beristirahata dulu karena aku membutuhkan kekuatan noona yang maksimal.” jawab Naga lemah lembut sambil menatap Yuri.
“Naga!” jawab Yuri yang mengerti dan langsung menghilang beserta katana yang Naga pegang sebelumnya.
__ADS_1