
... Setelah kehancuran Ocean Pharmatical Nara masih terus saling berkomunikasi dengan Naga baik membicarakan hal - hal penting nan mendesak ataupun hanya bertukar cerita tentang kehidupan mereka masing - masing. Satu bulan kemudian Naga pergi ke Jepang karena ada urusan yang harus dia selesaikan dan sejak saat itu Nara kehilangan komunikasi dengan Naga. Sesekali Nara mencoba menelpon, mengirim pesan teks ataupun pesan suara, tapi tidak kunjung di respon oleh Naga....
... Satu bulan berlalu Nara tidak mengetahui tentang kabar Naga yang membuat dirinya merindu. Malam ini Tora ingin mentraktir Nara dan Nana sebagai ucapan terima kasih karena mereka berdua sudah membantunya menyelesaikan pekerjaan kali ini. Saat sedang menunggu pesanan mereka datang Nara melamun menatap keluar jendela sambil memikirkan bagaimana keadaan Naga saat ini....
“Na sepertinya ada yang sedang rindu!” kata Tora sedikit berbisik kepada Nana.
“Iya setelah kak Naga ke Jepang kak Naga belum bisa dihubungi sampai saat ini kak Tora.” jawab Nana sedikit berbisik sambil tersenyum jahil menatap kakaknya.
“Kak Tora, kak Naga itu telepon!” kata Nana yang langsung membuat Nara melihat ke arahnya terkejut.
“Naga telpon kamu Tora?” tanya Nara memastikan penuh semangat.
“Cie ... cie ada yang lagi kangen sama seseorang nih ye!” goda Nana sambil tersenyum jahil menatap Nara yang membuat Nara langsung tersenyum tersipu malu dan Tora tertawa tipis melihatnya.
... Setelah pesanan mereka tiba mereka mulai menyantapnya sambil mengobrol santai. Sesekali Nana menggoda Nara dengan membawa nama Naga yang membuat mereka tertawa melihat sikap Nara. Meskipun Nara tidak bisa menutupi rasa rindunya tapi Nara berhasil mengendalikan dirinya agar tidak salah tingkah lagi ketika Nana menggodanya dengan membawa nama Naga....
...
... Di waktu yang sama roh penjaga laut Jawa sedang bertemu dengan roh penjaga gunung Gede Pangrango. Pertemuan ini terjadi karena tingkah laku manusia yang semakin merusak keseimbangan alam dari mulai pembuangan sampah sembarangan, perusakan ekosistem hingga perbuatan tidak senonoh di alam bebas. Memang banyak manusia yang peduli kepada lingkungan, tapi banyak juga manusia yang egois dan tidak bisa diingatkan oleh manusia lainnya....
“Perbuatan manusia sudah keterlaluan, kita harus segera mengembalikan keseimbangan alam secepat mungkin sekaligus memberikan pelajar kepada para manusia.” kata roh penjaga gunung Gede Pangrango.
“Aku sepakat, tapi biarkan aku yang melakukannya. Mengingat Jakarta merupakan kota pusat negara ini ketika aku melumpuhkannya selama beberapa hari mungkin teman - teman roh pelindung yang berada di daratan bisa segera mengembalikan keseimbangan sekitar kalian.” jawab roh penjaga laut Jawa bijak.
__ADS_1
“Cih jika saja kita bisa memusnahkan manusia mungkin alam akan selalu dalam keadaan seimbang.” keluh roh penjaga gunung Gede Pangrango.
“Bersabarlah kita juga memerlukan manusia untuk membuat alam selalu seimbang. Terlebih akan selalu ada manusia yang peduli terhadap alam dan akan selalu ada manusia yang akan menjembatani dunia kita dengan dunia mereka.” jawab roh penjaga laut Jawa ramah.
... Keesokan paginya ketika semua orang sedang sibuk melakukan aktivitas rutinnya tiba - tiba terjadi gempa dangkal di laut Jawa 25 km dari Jakarta Utara dengan kedalaman 10 kilometer. Gempa tersebut terjadi tepat jam 9 pagi selama 10 menit dan memiliki kekuatan magnitudo sebesar 8,5. Akibat gempa tersebut orang - orang panik serta sibuk menyelamatkan diri dan disekitar area Jakarta Utara dibunyikan tanda bahaya tsunami....
... Beberapa menit kemudian terlihat gelombang tsunami dengan tinggi lebih dari 20 meter dari kepulauan seribu yang mulai mendekat ke arah Jakarta Utara. Nara yang hendak mengantarkan Nana ke stasiun Mangga Besar yang merupakan stasiun kereta terdekat dari kantornya dibuat terkejut akan gempa tersebut. Ketika ada alarm bahaya tsunami Nara dan Nana keluar dari mobil dan berlari bersama masyarakat lainnya untuk menyelamatkan diri karena tidak mungkin mengendarai mobil dalam keadaan seperti itu....
“Nana!” teriak Nara cemas ketika pegangan dirinya dengan Nana terlepas dan Nana tertabrak oleh orang - orang yang berlarian membuat dirinya terbentur dengan mobil disebelah kanannya.
“Kamu gak apa - apa dek?” tanya Nara cemas sambil menghampiri Nana.
“Gak apa - apa kak.” jawab Nana penuh percaya diri.
“Ayo dek, kakak bopong!” kata Nara yang langsung membantu Nana berjalan untuk menyelamatkan diri mereka.
“Kak kalau kakak membawa aku, kakak tidak akan selamat!” kata Nana sambil menahan sakit sambil terus berusaha berjalan.
“Apa yang kamu bicarakan? Kakak gak mungkim meninggalkan kamu!” jawab Nara dengan mata berkaca - kaca.
“Ayo kita pasti bisa!” lanjut Nara sambil terus membantu Nana berjalan.
“Lari kak!” teriak Nana sambil mendorong Nara ketika diriya sudah melihat air yang datang dibelakang mereka dari salah satu kaca spion mobil.
__ADS_1
“Tidak Na, kakak tidak akan meninggalkan kamu!” jawab Nara yang sudah melihat air yang datang di hadapannya sambil berusaha membantu Nana untuk berjalan lebih cepat sambil meneteskan air mata.
“Tidak kak, kakak harus selamat demi aku!” pinta Nana pasrah yang mulai meneteskan air mata.
“Kakak tidak akan meninggalkan kamu, kakak akan terus bersama kamu.” jawab Nara yang langsung memeluk Nana pasrah sambil menangis.
... Gelombang tsunami yang sejak tadi menyapu daratan sudah memakan banyak korban yang gagal menyelamatkan diri. Ketika air dari gelombang tsunami sudah berada di hadapan Nara dan Nana, Naga datang tepat waktu untuk melindungi Nana dan Nara yang berdiri di belakangnya dengan kekuatan miliknya. Nana dan Nara terkejut melihat Naga yang berdiri di depan mereka membuat alirannya terbagi dua melewati tubuh mereka....
“Nuna Yuri!” panggil Naga lemah lembut yang membuat wujud asli jiwa iblis keluar membantu Naga.
“Naga!” panggil Yuri dengan suara mencekam.
... Kekuatan Naga langsung dirasakan oleh sang roh penjaga laut Jawa yang membuat dirinya langsung menghampiri Naga. Dengan wujud monsternya roh penjaga laut Jawa datang ke hadapan Naga dengan diselimuti pusaran air yang menutupi seluruh tubuhnya. Beberapa orang yang berhasil menyelamatkan diri dengan berada di bangunan bertingkat merekam fenomena tersebut sambil terkejut tidak percaya apa yang mereka lihat....
“Kenapa kamu menghentikan gelombang tsunaminya? Bukankah kita sudah sepakat untuk tidak mengganggu urusan masing - masing?” tanya roh penjaga laut Jawa dalam wujud monsternya dengan suara mencekam.
“Aku tidak bermaksud mengganggu tugasmu, aku hanya datang untuk menyelamatkan dua wanita itu saja.” jawab Naga dengan tatapan dingin menatap sang roh penjaga laut Jawa.
“Kalau begitu bergegaslah!” pinta sang roh penjaga laut Jawa.
“Nuna tolong bawa Nara dan Nana ke tempat aman!” pinta Naga lemah lembut sambil menatap Yuri.
“Naga!” jawa Yuri dengan suara mencekam.
__ADS_1
... Dengan cepat Yuri membawa Nara dan Nana ke tempat aman diikuti oleh Naga dari belakang mereka. Setelah berada di tempat aman wujud monster nuna Yuri menghilang dan aliran gelombang tsunami berjalan normal kembali bersamaan dengan sang roh penjaga laut Jawa yang melanjutkan tugasnya. Naga, Nara, dan Nana menunggu di tempat tersebut hingga air dari gelombang tsunami surut tak bersisa....