
... Seketika tanah seluas seratus meter persegi di belakang Givi beserta apapun yang ada di atasnya lenyap bagaikan debu setelah Givi menerima serangan kuat dari Stalin. Tubuh Givi juga perlahan berubah menjadi sosok Mathun yang menirukan Givi lalu musnah selayaknya abu pembakaran yang terbang sedikit demi sedikit. Masuth masih terkejut tidak percaya bagaimana Stalin tahu bahwa Givi yang sedang bersamanya adalah Mathun yang sedang menirukan Givi dan menyerangnya dengan kekuatan penuh....
“Ketika kalian melihat teknik cakar rajawaliku untuk pertama kali selama pertarungan ini kalian berpikir bahwa itu salah satu teknik kuat yang kumiliki, tapi faktanya itu hanyalah teknik penangkapan dan penyegelan yang kumiliki. Teknik itu berfungsi untuk menangkap dan mencegah seseorang untuk menggunakan kutukan dan aku tidak bisa memberikan dampak serangan yang besar dengan teknik itu. Tentu hal itu tidak akan berpengaruh kepada kalian karena kekuatan kalian berada di level yang berbeda dengan manusia yang memanfaatkan kutukan.” jelas Givi sambil berjalan perlahan keluar dari area kabut tebal yang membuat Masuth tercengang.
“Ketika kakek tiba - tiba mengatakan bahwa serangannya gagal karena kabut tebal jelas bahwa itu temanmu bukan ayahku. Tidak ada alasan untuk ragu menyerang temanmu dengan kekuatan penuh milikku.” lanjut Stalin yang berjalan mendekati Givi sambil menatap Masuth dengan tatapan tajam.
“Tipu daya adalah kemampuan dasar kami bagaimana mungkin manusia membuat tipu daya untuk menipu kami!” teriak Masuth kesal penuh amarah sambil menatap Givi dan Stalin yang berdiri di depannya dengan tatapan penuh kedengkian.
“Akan aku lenyapkan kalian!” lanjut Masuth teriak penuh amarah.
... Seketika tubuh Masuth berubah bentuk, tapi tiba - tiba kaki kiri bagian bawah Masuth langsung hancur dan lenyap begitupula dengan tubuhnya yang tiba - tiba terkikis selayaknya abu pembakaran yang beterbangan. Givi dan Stalin tidak terkejut melihat peristiwa itu karena mereka berdua sudah memperkirakan hal tersebut akan terjadi. Mereka tahu bahwa Masuth bisa merubah bentuk tubuhnya sesuai dengan imajinasinya dan yang paling mudah juga cepat adalah merubah bentuk tubuhnya menjadi seseorang yang memiliki kekuatan besar....
... Namun selama pertarungan mereka Masuth tidak pernah sekalipun merubah bentuk tubuhnya menjadi salah satu iblis lainnya. Hal itu merupakan batasan dari kutukan imajinasi Masuth karena mereka sesama iblis dan dia tidak bisa berubah menjadi iblis yang lain. Masuth tidak menduga bahwa Naga jauh lebih kuat daripada dirinya bahkan tubuhnya tidak sanggup menahan kekuatan Naga yang begitu besar....
“Bagaimana mungkin ada manusia yang jauh lebih kuat daripada iblis?” tanya Masuth sambil tercengang tidak percaya ketika tubuhnya semakin lama semakin terkikis.
“Jika tipu daya adalah kemampuan dasar para iblis maka bertahan hidup dari penderitaan, rasa sakit, dan rasa kehilangan adalah salah satu kemampuan dasar manusia. Kalian yang tidak bisa merasakan hal itu tidak akan tahu seberapa besar penderitaan yang dialami oleh Naga dan seberapa besar perjuangan Naga untuk bertahan hidup melalui itu semua.” jawab Givi sambil menatap Masuth tajam.
“Dia mengorbankan dirinya, berjalan dan berada di neraka hanya untuk bisa bertahan hidup melalui semua hal yang menimpa dirinya. Di dunia manusia ada sebuah pepatah mengatakan ‘jika kamu telah melalui jalan paling sulit maka kamu tidak akan pernah lagi merasakan kesulitan’. Penderitaan terbesar yang bisa dirasakan manusia adalah berada di neraka dan anak itu berhasil melaluinya.” lanjut Givi bijak.
__ADS_1
“Tidak mungin, itu tidak mungkin ...” kata Masuth yang seluruh tubuhnya langsung lenyap bagaikan abu beterbangan.
... Naga yang berhasil membunuh Awar lalu lanjut bertarung melawan Lucifer serta Abyad dengan menggunakan kutukan neraka jahanam disaksikan oleh Nara, Nana, Maya, dan Zuma. Setelah lebih dari lima menit Naga menghilangkan kutukan neraka jahanam pada katananya sambil mengatur napasnya sendiri karena kelelaha. Begitupula dengan Lucifer dan Abyad yang juga kelelahan, mereka juga terkejut karena sulit untuk membunuh Naga yang seorang manusia....
“Bagaimana keadaan Naga?” tanya Ringgo yang baru tiba menghampiri Nara dan yang lainnya dengan kondisi buruk.
“Tampaknya Naga menghilangkan kutukan neraka jahanam pada katananya pak Ringgo.” jawab Zuma yang masih terpana menyaksikan pertarungan antara Naga dengan para iblis kutukan tingkat atas.
“Dia terpaksa menghilangkannya sebelum kutukan itu membakar habis dirinya.” kata Ringgo yang masih sulit untuk fokus.
“Apa pak Ringgo bisa membantu Naga?” tanya Nara panik penuh harap.
“Dengan kondisiku saat ini aku hanya akan jadi beban untuk Naga. Aku terlalu ceroboh hingga terkena kutukan fokus milik Khanzab yang ternyata dampaknya sefatal ini.” jawab Ringgo sambil terduduk lemas tidak bisa fokus.
“Jangan senang dulu dasar iblis keparat!” jawab Naga dengan penuh percaya diri.
“Kakek kamu mendengar ini bukan? Apakah kalian berhasil mengevakuasi semua manusia dalam radius 10 kilometer?” tanya Naga yang tahu bahwa ada yang menyaksikan pertarungan dirinya melawan para iblis.
“Disini Maya, Naga! Kami berhasil mengevakuasi semua manusia yang berada dalam radius lebih dari 10 kilometer.” jawab Maya mewakili Ringgo sigap.
__ADS_1
“Baguslah!” jawab Naga sambil tersenyum ramah.
“Noona terima kasih karena noona selalu berada disampingku dan menemaniku sampai saat ini. Bolehkah aku meminta bantuan dengan kekuatan penuh noona? Aku tidak ingin kehilangan seseorang yang berharga bagiku lagi.” kata Naga sambil menatap Yuri dengan penuh kehangatan sambil tersenyum ramah.
“Nagaaa!” teriak Yuri yang menghasilkan gelombang kutukan hingga Ringgo dan yang lainnya dapat merasakan betapa kuatnya kutukan Yuri.
“Pak Ringgo apakah itu jurus yang sama saat kak Naga menghancurkan pelaku kutukan mayat hidup?” tanya Nana memastikan sambil menatap Ringgo penasaran.
“Bukan ini sesuatu yang berbeda!” jawab Ringgo tercengang melihat Naga dan Yuri dari layar kutukan visual yang dibuat Maya.
“Aura pekat apa ini?” bisik Lucifer dan Abyad kompak dalam hatinya.
“Kutukan kematian - teater bunuh diri!” kata Naga yang langsung menancapkan katananya ke tanah setelah Yuri terbang melayang merasuki katananya dengan tatapan tajam nan dingin.
... Seketika Naga membawa semua makhluk hidup dalam radius 10 kilometer ke dalam dunia teater bunuh diri dan membuat kutukan visual Maya yang menyaksikan pertarungan dirinya berhenti melakukan siaran. Ringgo, Maya, dan Zuma merasakan aura kutukan sangat pekat yang belum pernah mereka rasakan sebelumnya, bahkan Nana yang memiliki roh penjaga dalam dirinya dibuat gemetar ketakutan merasakan hawa kutukan teater bunuh diri. Diwaktu yang bersamaan Givi dan Stalin tiba menghampiri mereka semua dan merasakan juga aura kutukan dari kemampuan Naga....
“Apakah siaranya terhenti?” tanya Givi memastikan.
“Iya sepertinya kekuatan Naga membuat kutukan visual yang menyiarkan pertarungan mereka langsung tidak berfungsi.” jawab Maya sambil menatap Givi dengan penuh hormat.
__ADS_1
“Apakah itu artinya Naga membutuhkan bantuan? Bukankah seharusnya kita pergi membantu Naga?” tanya Nara panik yang mengkhawatirkan keadaan Naga.
“Tidak kak Nara, kita tidak boleh pergi ke arah kak Naga karena kekuatan kak Naga menciptakan sebuah dunia yang tidak boleh kita masuki!” pinta Nana sambil gemetar ketakutan menatap Nara.