A LEADER : Seorang Pemimpin

A LEADER : Seorang Pemimpin
Sebelum Terjadi


__ADS_3

Awan gelap yang melintas di padang yang kering, yang penuh dengan para prajurit yang terluka dan tidak bernyawa membuat hati ini sedih dan hancur.


"Seharusnya aku lebih berhati hati dan tidak gegabah, mengingat bukan aku saja yang bertarung di sini".


Tanganku masih kuat memegang pedang yang sudah berlumuran darah, mata ku sudah buram karena lelah, tapi hati dan jiwa ini masih kuat untuk bertarung.


Dalam hati "Aku adalah seorang putri aku tidak boleh menyerah pada keadaan ku sekarang, aku harus kuat". Badanku ternyata sudah tidak kuat lagi dan akupun terjatuh ketanah. Lalu aku mendengar suara yang memanggilku


"Harlin! Harlin! ".


 


Saat aku membuka mataku ternyata dia. Aku legah, karena bantuan sudah datang, aku mendongkakkan kepalaku dan tersenyum kepadanya. "Terima Kasih, sudah datang membantuku".


Mataku mulai buram dan perlahan lahan itu berubah jadi gelap. mungkin ini adalah akhir dari hidupku.


 


5 Bulan Yang lalu

__ADS_1


Seorang perempuan yang cantik dan memilki mata biru yang indah serta berasal dari keluarga yang sangat dihormati di desanya, perempuan itu bernama Harlin Rose. Harlin berumur 18 tahun dan bersekolah di SMA 1 Kesatuan.


Ayahnya yang bernama Devid adalah seorang Arsitektur dan juga memiliki sebuah kebun bunga mawar yang indah. Dan Ibunya bernama Sarah adalah seorang Penjahit yang sangat handal dan dikenal banyak orang.


Sedangkan kakeknya yang bernama Dilon adalah seorang pengrajin batu permata yang di mana hasil dari kerajinannya akan dijual ke pasaran atau hanya untuk hiasan di rumah.


 


Saat pagi hari Ibu Harlin berteriak.


"Harlin! Harlin! bangun sayang kamu akan terlambat pergi sekolah".


Ibunya Harlin langsung pergi dan menyiapkan bekal untuk Harlin. Tidak lamah kemudian Harlin dan Ayahnya turun untuk makan begitu juga kakenya.


"Harlin hari ini kamu belajar dengan baik ya, jangan lupa Ibu sudah buatkan bekal untuk mu, kamu harus makan okay". menunjukkan jari okay.


"Ok bu, aku tidak akan lupa". sambil mengedipkan mata kirinya.


Harlin pergi kesekolah dengan diantara Ayahnya. Ayahnya berpesan bahwa Harlin tidak boleh makan sembarangan dan selalu jaga jarak dengan orang yang baru dia temui. Ayahnya pergi setelah memeluk dan mencium Harlin.

__ADS_1


Pada pagi itu menunjukkan pukul 07. 00, temanya Harlin yang bernama Fina menghampiri Harlin dan menggandengnya ke kelas.


"Cepat, kita mau terlambat kamu mau di hukum sama pak Arya?" kata Fina.


"Ok, ayo kita ke kelas" jawab Harlin.


 


Di kelas, semuanya sangat sibuk dengan aktivitas mereka masing masing hanya sebagian orang yang membuka buku dan membaca sedangkan yang lain ada yang bermain HP, tidur, dan bercerita. Saat Pak Arya masuk semuanya langsung diam dan cepat cepat duduk rapi seakan akan tidak terjadi apa apa.


Di dalam hati Harlin "Selalu seperti ini. Apa Pak Arya sebegitu menakutkan?".


"Harlin, hari ini aku akan menunjukkan kamu sebuah tempat yang sangat bagus, kamu pasti akan sangat menyukainya" kata Fina.


"Ok kita akan bahas itu nanti, sekarang fokus belajar dulu, nanti pak Arya marah" balas Harlin.


"Ok"


setelah pelejaran selesai, Pak Arya langsung mengatakan kalau kantin sudah di buka kembali jadi semua para murid sudah bisa makan di kantin. setelah mengatakannya Pak Arya langsung meninggalkan kelas 12 Mipa 2. Kelas di mana Harlin dan Fina tempati.

__ADS_1


 


__ADS_2