A LEADER : Seorang Pemimpin

A LEADER : Seorang Pemimpin
Apa ini adalah akhir?


__ADS_3

"Putri, apa kita tidak salah jalan?." Tanya Roki.


"Tidak. Jalan yang kita lalui benar. Ayo jalan lagi." Jawab Harlin.


Di sisi lain.


"Valeri, apa yang kamu lihat? Apa kita masih jauh dari Harlin?." Tanya Shivinya.


Dengan mata Vampir "Aku tidak bisa melihat apa apa. Aku punya firasat buruk. Kita harus cepat..!" Jawab Valeri.


Lembah Keserakahan


"Putri aku sangat takut, disini sangat gelap." Kata Roki.


"Jangan khawatir, aku ada disini. Maklum gelap, karena hanya sedikit cahaya yang masuk" Jawab Harlin.


"Putri aku melihat cahaya pelangi." Kata Ilon.


"Ayo kita kesana dan lihat." Jawab Harlin.


"Wow... Putri ini Mawar Pelangi. Kita berhasil menemukannya. Yeah... " Kata Roki dengan semangat.


Semua orang senang karena sudah berhasil menemukan Mawar Pelangi. Tetapi saat Harlin mau mengambilnya tiba tiba Mawar itu menghilang. Ternyata itu adalah ilusi. Semua yang melihatnya pun panik dan kaget. Saat Harlin berbalik tiba tiba..


"Putri Harlin, kami telah lama menunggu mu disini." Kata Jannura.


"Siapa kalian!." Tanya Harlin.


"Kami adalah orang yang menguasai tempat ini. Apa kamu tidak dengar, siapa pun yang masuk ke tempat ini tidak akan kembali hidup hidup. Kecuali kalian mengabulkan permintaan kami." Jawab Jannura.


"Apa yang kalian minta." Tanya Ilon.

__ADS_1


"Aku minta, kalian memberikan Putri Harlin pada kami. Jika kalian memberikan Putri Harlin, maka kalian akan bebas." Jawab Jannura.


SHUSH... (suara panah melesat)


"kami tidak akan memberikan Putri pada kalian!.." Jawab Roki.


Dengan marah "Jawaban yang salah. Pasukan serang meraka!. Dan bawa Harlin kemari!."Jawab Jannura.


Harlin dan para penduduk melawan pasukan Jannura yang ada di lembah Keserakahan. Suara pedang dan teriakan bergema dimana mana. Tanah yang penuh dengan rawa rawa menjadi tempat pertarungan yang sengit.


Melihat "Putri, ternyata mawarnya ada di atas bukit itu. Putri pergi saja, kita akan melindungi Putri dari sini." Kata Roki.


"Baiklah. Kalian hati hati." Jawab Harlin.


Sesampainya di Bukit, Harlin langsung mengambil bunga mawar dengan memegang batangnya dan bukan mengambilnya dari akar.


Seketika tubuh Harlin membeku dan mata birunya muncul. Harlin pun tidak bisa bergerak karena racun Es sudah masuk ke tubuhnya melalui sarafnya. Hidung dan mulut Harlin langsung mengeluarkan darah yang membuatnya sedikit demi sedikit kehilangan penglihatan dan kesadarannya.


Harlin pun terhempas dan terjatuh dari bukit sambil memegang Mawar Pelangi. Roki, Ilon, dan penduduk yang lain langsung berlari saat melihat Harlin terjatuh dari Bukit. Saat mereka mau mendekati Harlin, tiba tiba ada banyak panah yang melesat ke arah mereka. Seketika itu juga Roki dan yang lainya lanngsung terkena panah.


Harlin yang tidak bisa bergerak, hanya melihat dan tidak bisa berbuat apa apa. Karena racun Es sudah hampir memenuhi tubuhnya. Tapi Harlin tidak menyerah, dengan sekuat tenaga dan paksaan, akhirnya Harlin bisa bergerak dan berdiri.


Awan gelap yang melintas di padang yang kering dan penuh dengan para prajurit yang terluka dan tidak bernyawa membuat hati ini sedih dan hancur.


"Seharusnya aku lebih berhati hati dan tidak gegabah, mengingat bukan aku saja yang bertarung di sini."


Tanganku masih kuat memegang pedang yang sudah berlumuran darah, mata ku sudah buram karena lelah, tapi hati dan jiwa ini masih kuat untuk bertarung.


Dalam hati "Aku adalah seorang putri aku tidak boleh menyerah pada keadaan ku sekarang, aku harus kuat". Badanku ternyata sudah tidak kuat lagi dan akupun terjatuh ke tanah. Lalu aku mendengar suara yang memanggilku.


 

__ADS_1


"Harlin! Harlin!..."


 


Saat aku membuka mataku ternyata dia. Aku legah, karena bantuan sudah datang, aku mendongkakkan kepalaku dan tersenyum kepadanya.


"Terima Kasih, sudah datang membantuku".


Mataku mulai buram dan perlahan lahan itu berubah jadi gelap. mungkin ini adalah akhir dari hidupku.


Ternyata Shivinya dan yang lainnya telah sampai di Lembah Keserakahan. Mereka langsung menyerang dengan brutal dan tanpa ampun. Hanya dalam hitungan menit para pasukan Keserakahan sudah mati di tangan Valeri dan yang lainnya.


Memeluk "Harlin, Harlin, Harlin bangun kamu tidak apa apa? Buka mata mu Harlin!.." Kata Shivinya dengan takut.


"Huh... Huh... Huh... Shivinya, aku senang kalian sudah datang tepat waktu." Jawab Harlin dengan lemah.


"Kenapa tubuhmu sangat dingin Harlin? Kenapa semua sarafmu warna biru?." Tanya Shivinya.


"Harlin terkena Racun Es." Jawab Shiva dengan khawatir.


"Apa maksudmu Shiva?!." Tanya Scarlet.


"Racu Es, Racu Es!. Harlin mengambil mawarnya dengan memegang batangnya dan bukan langsung dari akarnya. Itu sebabnya dia terkena Racun Es. Mawar Pelangi tumbuh di rawa rawa seperti ini, mawar itu juga perlu nutrisi untuk perkembangannya. Karena tidak ada nutrisi yang bagus, mawar itu mengambil racun yang ada di dalam rawa rawa ini sebagai asupan makannya. Dan mengumpulkannya didalam batangnya. Jika aku tahu Harlin akan mencari Mawar ini, aku akan memberikan petunjuk padanya. Huhhuhee.. (suara tangisan) Aku minta maaf Harlin, aku tidak tahu.. "Kata Shiva.


"Shiva, kamu tidak salah. Sebaiknya kamu mengobati para penduduk yang terluka. Mereka sudah menjadi prajurit yang berani untuk melindungiku." Jawab Harlin dengan nada lemah.


"Tapi bagaimana dengan mu Harlin?." Tanya Atlantis.


"Aku baik baik saja. Bawa Mawar Pelangi ini ke desa di hulu sungai Kerajaan Minson. Mereka lebih membutuhkannya dari pada aku. (Memegang tangan) Shivinya, katakan pada Ayahku, aku minta maaf karena terlalu keras kepala. Aku.. Aku.. (tangan jatuh)


"Harlin!... Harlin!...."

__ADS_1


Semua menangis sambil memeluk Harlin yang terbaring di tanah. Shivinya dan yang lainnya langsung bergegas membawa Harlin pergi ke Desa yang Harlin bilang.


__ADS_2