
"Baguslah. Aku pegang kata katamu Henrik. Sekarang berdirilah, dan panggil Harlin kemari." Jawab Harvi.
"Hm.. " Jawab Henrik.
"Ada apa Ibu?." Tanya Harlin.
Membelai "Harlin, Ibu ingin mengatakan sesuatu, kamu harus.. "
Tiba tiba pengawal datang.
"Ratu, Raja Devid datang!.."
"Bagaimana dia bisa masuk?!. " Tanya Harvi.
"Harvi." Kata Devid.
Memeluk
"Ayah?!." Kata Harlin.
"Bagaiman kamu bisa masuk Devid?." Tanya Harvi.
"Aku bisa masuk karena aku punya kalungmu." Kata Devit
Mengambil "Ini kalungku yang berharga. (dalam hati) ternyata dia masih menyimpannya." Kata Harvi.
"Waw, hutan ini sangat bagus." Kata Valeri dengan takjub.
"Kau benar, disini banyak tumbuhan yang baru. Aku harus mengambarnya." Kata Shiva.
Melihat lihat "Airnya juga berwarna biru laut. Dan ada ikan ikan yang sangat cantik... Ohuh.. Ini sangat imut." Kata Atlantis.
"Di sini memang sangat tenang." Kata Scarlet.
"Bahkan di sini, semua tanaman bisa berubah menjadi senjata." Kata Shivinya dengan kaget.
"Kalian semua pasti Putri dari setiap Kerajaan." Kata Harvi.
"Ya. Aku putri Shivinya dari Dimitrit, ini Shiva Coln, Atlantis Atlena, Valeri Agatha, dan Scarlet Minson. Kami memberi salam pada Ratu Harvi." Kata Shivinya.
"Tidak usah terlalu formal, biasa biasa saja. Harlin, sekarang kamu harus kembali ke Kerajaan. Karena kamu sudah sembuh." Kata Harvi.
"Tapi, apa Ibu ikut?." Tanya Harlin.
"Tidak sayang, Ibu tidak bisa. (memegang tangan) Tapi, kalau kamu mau berkunjung, kamu bisa datang sesuka yang kamu mau. Pintu Lembah Ketenangan selalu terbuka untukmu." Jawab Harvi.
"Apa aku bisa membawa yang lain kesini? Jika aku datang." Tanya Harlin.
Senyum "Tidak bisa sayang, Lembah ini hanya menerima orang yang Ibu inginkan. Mungkin saat ini mereka masuk karena Ibu yang mau. Tetapi saat mereka keluar, mereka tidak bisa masuk ke sini lagi. Hanya kamu yang bisa masuk. Dan Ayahmu juga tidak bisa." Jawab Harvi.
"Kenapa Ayah tidak bisa?." Tanya Harlin.
"Harlin, ini demi keamanan semua orang. Demi keamanan mu, Ayahmu, dan rakyat Kerajaan. Tolonglah kamu mengerti." Jawab Harvi.
"Baik, jika itu yang Ibu mau." Jawab Harlin.
Cup.
"Ibu menyayangi mu." Jawab Harvi.
"Sekarang, karena Harlin sudah sembuh, maka Harlin harus diberi gelar Putri Makhota." Kata Devid.
"Tapi, Fina sudah menjadi putri Makhota? Kenapa aku harus mengambil gelarnya?." Tanya Harvi.
"Harlin, Fina hanya putri Mahkota, tapi yang sekarang ini, kamu akan menjadi Putri Makhota dan Pemimpin atas 5 Kerajaan." Jawab Shivinya.
__ADS_1
"Ha? Kenapa aku memimpin? Kenapa aku?!." Tanya Harlin.
"Harlin, Pemilihan Putri Makhota sekaligus Pemimpin hanya 25 tahun sekali. Kami memilihmu bukan tanpa alasan. Tapi kamu memang pantas. Mengingat semua rakyat dari Ke 5 Kerajaan mendukungmu." Jawab Valeri.
"Ya!. Kamu memang pantas Harlin." Jawab Scarlet.
"Aku juga setuju!." Jawab Shiva dan Atlantis.
"Karena semua sudah setuju kita kembali sekarang." Jawab Devid.
"Okay!.. "
Kerajaan Rose
Semua rakyat dari Ke 5 Kerajaan menyambut kedatangan Harlin dan Putri putri yang lain. Di sepanjang jalan berhamburan bunga mawar dari berbagai warna. Suara terompet yang meriah membuat rakyat bersorak sorai mengibarkan bendera dari masing masing Kerajaan.
Di Altar
"Rakyat ku yang aku banggakan, sekarang kita telah kembali bersatu, dengan adanya kerja sama dan hubungan antara 5 Kerajaan, kita tidak akan terkalahkan!...."
Semua rakyat bersorak sorai sambil meneriaki putri dari masing masing Kerajaan. Dan hari ini, aku Raja Devit dari Kerajaan Rose, mengangkat Putri Harlin Rose sebagai Pemimpin dari Ke 5 Kerajaan!.
Huah... Wow... Harlin.. Harlin.. Harlin... Teriak rakyat.
"Dan besok akan menjadi hari kebanggaan bagi Ke 5 Kerajaan karena sudah terlahir Seorang Pemimpin yang sebenarnya." Kata Devit dengan lantang.
Hari yang membahagiakan bagi Harlin, karena dia sudah diakui oleh seluruh Kerajaan dan memberikan Kejayaan bagi keluarganya.
Keesokan paginya.
TOK TOK TOK
"Apa aku bisa masuk kak?." Tanya Fina.
"Kak, apa kamu masih marah padaku? Ya, karena aku mengambil hakmu." Kata Fina dengan rasa bersalah.
Memegang "Aku sudah tidak marah. Yang berlalu biarlah berlalu. Kamu tetaplah adikku apapun yang terjadi." Jawab Harlin.
Senyum "Baiklah. Apa aku bisa menjadi pendamping mu? Saat penerimaan Putri Makhota." Tanya Fina.
"Tentu saja, kenapa tidak?." Jawab Harlin dengan senyum. Harlin dan Fina berpelukan dan tertawa bersama.
Di Ruang Pertemuan
"Hari ini, kita akan kembali membuat sejarah yang besar. Dulu karena perang dan haus akan kekuasaan, kita membuat rakyat kita menjadi korban karena keserakahan kita. Tapi kali ini kita bersatu kembali, untuk menjadi Negeri yang kuat." Kata Devit dengan bangga. Semua bertepuk tangan mendengarnya.
"Dan hari ini kita akan mengangkat Putri Makhota sekaligus Pemimpin untuk Ke 5 Kerajaan. Kepada putri Harlin silakan maju kedepan. (mengambil Makhota) Mulai hari ini Putri Makhota dari Kerajaan Rose adalah Putri Harlin Rose!."
"Yeah... Woah..." Semua orang bersorak sorai dengan senang.
"Putri Harlin apa Anda tidak ingin mengatakan sesuatu? Tanya Sisi.
"Aku Harlin... "
"AKU PUTRI HARLIN, DENGAN GELAR YANG AKU PUNYA AKU AKAN MELINDUNGI RAKYATKU DENGAN SEGENAP HATIKU DAN SEMAMPU DIRIKU! DAN INI ADALAH SUMPAHKU. " Kata Harlin dengan lantang.
Semua orang berteriak kegirangan sambil melemparkan bunga kepada Harlin dan keluarga Kerajaan lainnya.
"Kerajaan Dimitrit akan menjadi Wakil dari Kepemimpinan ini, Agatha akan memimpin Pasukan Penjaga Dalam Negeri, Minson akan memimpin Transportasi Darat, Coln akan memimpin semua Dokter yang ada di Negeri ini, dan Atlantis akan memimpin Pasukan Laut di dalam maupun di luar Negeri. Ini adalah orde baru dari Negera Kesatuan!..
Hidup Yang Mulia Devid! Hidup orde yang baru!
"Sekarang, nikmatilah pestannya." Kata Sisi.
Taman
__ADS_1
SHUS! HUSSH! (suara kepakan sayap)
"Itu Ratu Harvi?."
"Iya itu Ratu Harvi, dia sangat cantik."
memeluk "Ibu kamu datang." Kata Harlin.
"Selamat sayang, atas gelarnya." Jawab Harvi.
"Terima kasih Ibu. Ibu bicaralah dengan Ayah, aku mau menyapa tamu yang lain. Aku kesana dulu." Jawab Harvi.
Harvi berjalan menghampiri Sarah.
"Apa kabar Sarah?." Tanya Harvi.
Memeluk "Oh Harvi, kamu masih mengingat ku? Aku sangat senang sekali. Syukurlah kamu baik baik saja." Jawab Sarah.
"Hmm.. Apa ini Fina? Kamu sangat cantik sama seperti Ibumu." Kata Harvi.
"Ya, terima kasih atas pujiannya Ratu." Jawab Fina.
"Aku titip Harlin padamu sarah. Jaga dia (melihat Harlin) Aku tahu kamu lebih mengenalnya ketimbang diriku. Buatlah dia bahagia, janji padaku okay." Kata Harvi.
"Aku janji Harvi, aku akan menjaganya dan membuat dia bahagia sesuai yang kamu mau." Jawab Sarah.
"Hmm.." Jawab Harvi.
Menghampiri "Apa kita bisa bicara Harvi?." Tanya Devid.
"Tantu." Jawab Harvi.
Di Sisi Lain Taman.
"Apa yang mau kamu katakan." Tanya Harvi.
"Apa kamu tidak mau tinggal disini bersama dengan Harlin?." Jawab Devid.
"Devid, yang berlalu biarlah berlalu. Aku serahkan Harlin padamu untuk membuat dia bahagia. Jangan sampai aku mendengar kabar bahwa dia keluar dari Kerajaan lagi. Ini peringatan terakhir ku untuk mu. Dia memang seorang Putri, tetapi dia juga putriku." Jawab Harvi.
"Apa yang dikatakan Harvi benar." Jawab Dilon
"Ayah?." Jawab Devit.
"Pergilah kemanapun yang kamu mau Harvi. Tapi ingat, kamu harus berkunjung jika ada waktu." Jawab Dilon.
"Baiklah."
Selesai berbicara dengan Devid dan Dilon, Harvi berjalan ke arah Harlin.
"Harlin, Ibu sudah mau pergi."
Senyum "Baiklah, terima kasih sudah datang Ibu? (memeluk) Aku akan sangat merindukan mu." Jawab Harlin. Harvi pergi setelah berpamintan dengan Harlin dan yang lainnya.
Dalam hati Harlin "Ibu, aku akan menjadi lebih kuat darimu. Untuk melindungimu dan juga Ayah. Sekarang, aku sudah mempunyai segalanya, teman, keluarga, dan orang yang mendukung ku. Aku tidak percaya bahwa aku akan menjadi Seorang Pemimpin dari Negeri kelahiran ku sendiri. Aku berharap semua orang bahagia setelah banyak kejadian yang terjadi. Aku Harlin Rose, ini adalah perjalanan ku dan ini adalah kisahku."
The End
(Happy Ending)
TERIMA KASIH YANG SUDAH MAU
MEMBACA NOVELKU, DUKUNG AKU
TERUS DALAM BERKARYA.
__ADS_1