A LEADER : Seorang Pemimpin

A LEADER : Seorang Pemimpin
Sebelum Terjadi Part 8 Yang Layak Part 2


__ADS_3

Di Taman


"Kenapa hanya Fina yang layak! Kenapa aku tidak! Kenapa hanya Fina yang di perkenalkan Ayah! kenapa! Kenapa!. HuhhHeheh.. (Suara tangisan Harlin)."


Tanaman Mawar merambat ke Harlin dan memegang tangan Harlin.


"Kenapa kamu selalu di sisi ku?."


Kata Harlin.


Sebuah suara datang memanggil Harlin.


Harlin, Harlin..


"Apa kamu dengar suara itu? Ada yang memanggil namaku dari semak semak itu."


Saat Harlin berjalan menuju ke semak semak dan hendak membuka semak semak itu, tiba tiba Fina datang.


Memegang tangan "Harlin! Apa yang kamu lakukan." Kata Fina dengan takut.


"Fina? (Melepaskan genggaman Fina) Apa yang mau aku lakukan itu bukan urusanmu. Kenapa kamu tidak balik saja, kamu adalah Putri Kerajaan Rose bukan?." Jawab Harlin.


"Harlin, aku mohon jangan simpan perkataan mereka. Mereka itu.. " Jawab Fina dan dihentikan Harlin.

__ADS_1


"Fina sebaiknya kita ke istana sekarang, para tamu sudah menunggu kita." Jawab Harlin yang langsung pergi meninggalkan Fina.


Di Ruang Pertemuan


"Para tamuku sekalian, aku yang Mulia Devid hari ini akan memperkenalkan kalian kepada putriku yang sangat aku cintai. Kemari Harlin. (Harlin maju dan berdiri disamping Devid) Ini adalah Putriku, namanya Harlin Rose. Putriku selalu bersama dengan ku walaupun terkadang aku marah, tapi dia adalah putriku yang aku banggakan (sambil tersenyum)." Jawab Devid. Semua orang bertepuk tangan mendengarnya.


"Yang Mulia Devid, putrimu ada dua, dan bagaimana tentang Gelar Putri Mahkota?" Kata salah satu tamu.


"Tentu saja Gelar putri Mahkota harus melalui seleksi. Harlin dan Fina akan seleksi mulai besok dan mereka berdua akan melawan para Putri dari kelima Kerajaan. Sebagai ujian untuk mereka berdua. Siapa yang menang maka dia itulah yang mendapatkan Gelar Putri Mahkota." Jawab Devid.


Hidup yang Mulia Devid.. Hidup yang Mulia Devid. Semua orang memberikan dukungan dalan seleksi Putri Makhota. Saat acara perayaan telah selesai, Dilon datang untuk berbicara dengan Devid.


"Devid apa kamu yakin? Kenapa kamu tidak mendiskusikannya dulu dengan Ayah. Harlin belum siap, sedangkan Fina dia sudah terlatih sejak dia masih remaja. Apa yang akan kamu lakukan." Jawab Dilon.


Memegang pundak Devid "Devid, jangan kamu percaya bahwa setiap keturunan yang berasal dari Raja yang kuat akan kuat juga. Berikan Harlin dan Fina waktu satu minggu untuk mempersiapkan diri mereka." Jawab Dilon.


"Baik Ayah." Jawab Devid dengan hormat.


"Devid, Ayah hanya takut jika terjadi sesuatu dalam seleksi ini kamu mungkin akan kehilangan salah satu Putrimu. Bertidak adillah." Jawab Dilon.


"Iya Ayah, aku mengerti." Jawab Devid.


Devid dan Dilon tidak tahu kalau Harlin mendengar pembicaraan mereka. Keesokan paginya Sisi memberikan jadwal kepada Harlin dan Fina yang berisi tentang pelatihan untuk seleksi Putri Mahkota.

__ADS_1


Selama satu minggu Harlin dan Fina harus berlatih tentang kepemimpinan, strategi perang, militer, persenjataan, tanaman dan tumbuhan, perkebunan, lautan dan teknologi.


Dua hari lagi mendekati seleksi Putri Mahkota


"Huh.. Sangat lelah. Apa zaman dulu seleksinya seperti ini. Aku lebih baik menjawab soal daripada harus mempelajari ini. Oh iya, aku masih punya waktu dua hari. sebaiknya aku berkeliling untuk mengistirahatkan otakku." Jawab Harlin sambil berjalan.


Harlin sampai disebuah ruangan yang penuh dengan lukisan tentang keturunan Kerajaan Rose. Saat sambil memandang lukisan, Harlin melihat sebuah pintu yang terkunci dan penasaran apa yang ada di balik pintu itu.


Saat Harlin membuka pintu itu ia terkejut bahwa pintu itu tidak terkunci. Harlin masuk dan melihat sebuah lukisan yang tertutup kain hitam dan penuh dengan bunga mawar warna biru disekelilingnya.


Saat Harlin mendekati lukisan itu dan hendak membukanya Sisi datang dan menghentikannya.


"Harlin, apa yang kamu lakukan di ruangan ini?." Kata Sisi.


Dengan kaget!!


"Oh kak Sisi. Aku hanya penasaran siapa di balik lukisan ini. Kenapa lukisannya penuh dengan bunga mawar yang selama ini melindungiku?." Jawab Harlin.


"Harlin, sebaiknya kamu kembali ke pelatihan mu. Waktunya tinggal dua hari lagi." Jawab Sisi.


"Oh aku lupa, makasi kak sisi aku pergi." Jawab Harlin dan berlari.


Sambil melihat Harlin

__ADS_1


"Maafkan aku Harlin saat ini kamu belum bisa mengetahuinya." Kata Sisi dan kembali menutup lukisan yang dikeliling bunga mawar warna biru.


__ADS_2