
Di Kamar Harlin
"Kenapa ayah sudah berubah, seharusnya ayah selidiki dulu kenapa tanamannya bisa meledak, kenapa darah dan bukan anggur yang ada di mangkok ku." Kata Harlin (dengan nangis huhhee...Heh...Hee.)
Tanaman mawar merambat ke tangan Harlin dan memandangnya.
Melihat ke tanaman mawar "Bisakah kamu menemaniku malam ini? Aku sangat sedih sekali..." Kata Harlin dengan terseduh seduh karena menangis.
Tanaman mawar membentuk sebuah tulisan di lantai "JANGAN MENANGIS PUTRI, SEBENARNYA KAMU SUDAH SANGAT HEBAT. JIKA AYAHMU TIDAK BISA MELIHAT KEKUATAN MU ITU KARENA DIA BODOH."
Dengan tertawa "Hahahha... Mawar kamu ini, jika Ayah tahu bagaimana? Hmmm.. Mungkin saja betul. Hahahha.." Kata Harlin dengan senang.
Tanaman mawar kembali membentuk sebuah tulisan di lantai "APA KAMU MAU TAHU SEBUAH KEBENARAN TENTANG IBUMU?."
Melihat ke mawar dengan serius "Apa kamu tentang Ibuku mawar?." Kata Harlin dengan penasaran.
Tanaman mawar "YA AKU TAHU. AKU ADALAH PENJAGAMU YANG DI UTUS IBUMU."
__ADS_1
"Jadi kamu tahu tentang Ibuku?. Dan bagaimana rupanya?." Kata Harlin dengan tambah penasaran.
Tanaman mawar "YA AKU TAHU. KAMU HARUS PERGI KE RUANGAN LUKISAN YANG WAKTU KAMU DATANGI ITU. DI SANA TERDAPAT LUKISAN TENTANG IBUMU."
Setelah Harlin mendengarnya dia langsung berlari ke ruangan yang penuh dengan lukisan. Sesampainya di sana, Harlin membuka pintu ke ruangan yang satunya dan Harlin melihat kembali lukisan yang dikelilingi dengan mawar biru.
"Apa aku harus membuka mawar?." Kata Harlin.
Tanaman mawar menganggukkan bunganya, menandakan IYA.
Di saat Harlin menarik penutup lukisan itu, ia belum melihat dengan jelas lukisan itu karena gelap. Harlin melihat ke jendela dan membuka kain jendelanya. Saat itu juga sinar bulan menyinari lukisan itu dan menunjukkan semuanya dengan jelas. Harlin berjalan ke lukisan itu dan terkejut bahwa terdapat seorang perempuan yang cantik dalam lukisan itu.
Tanama mawar kembali membentuk lukisan di lantai. "YA, DIA ADALAH IBUMU. NAMANYA ADALAH YANG MULIA HARVI. PUTRI MEMANG MIRIP DENGAN YANG MULIA HARVI."
"Di mana aku bisa menemukan Ibuku? Dan kenapa Ayah mengatakan Ibuku sudah meninggal?." Kata Harlin dengan nada ketus.
Tumbuhan mawar "JIKA PUTRI INGIN MENEMUI YANG MULIA HARVI, PUTRI HARUS MENCARI DULU INFORMASI TENTANG KEBERADAAN YANG MULIA HARVI. AKU HANYA TAHU BAHWA YANG MULIA HARVI PERGI TAPI TIDAK TAHU PERGI KEMANA. UNTUK KENAPA YANG MULIA DEVID MENGATAKAN IBUMU SUDAH MENINGGAL AKU TIDAK TAHU."
__ADS_1
"Sepertinya aku harus mencari tahu sendiri tentang Ibuku. Dan kenapa Ibuku meninggalkan Ayahku dan aku. Besok kita akan pergi dan mencari Ibuku." Kata Harlin dengan semangat.
Tanaman mawar melilit tangan Harlin dan membentuk tulisan di lantai. "TAPI PUTRI?, BESOK ADALAH HARI PENGANGKATAN PUTRI MAHKOTA UNTUK PUTRI FINA APA KAMU YAKIN UNTUK PERGI?."
"Besok akan ada pemilihan dan pilihan. Aku sudah putuskan untuk mencari Ibuku. (melihat ke arah lukisan) Seorang Putri tidak akan menarik kembali kata katanya." Kata Harlin dengan berani.
Harlin dan tanaman mawar pergi meninggalkan ruangan itu dan kembali ke kamar. Rasa keingintahunya Harlin sangat tinggi tentang Ibunya. Harlin pun mempersiapkan segalanya untuk besok.
Tanaman mawar kembali membentuk tulisan di lantai. "PUTRI APA KAMU YAKIN?."
"Aku yakin mawar. Oh iya aku berinama saja padamu. hmmm.... Namamu adalah F (Friend) yang artinya teman. Apa kamu suka?." Kata Harlin dengan senang.
Tanaman mawar "AKU SANGAT SENANG PUTRI. KARENA PUTRI SUDAH YAKIN DENGAN KEPUTUSAN YANG PUTRI BUAT MAKA AKU MELINDUNGI PUTRI."
"Terima kasih juga karena mau melindungi ku. Mohon kerja samanya (F)."
Dalam hati Harlin dan memandang ke luar jendela kamarnya.
__ADS_1
Ibu tunggu aku. Aku akan datang kepadamu dan membuktikan kepada Ayah bahwa tanpa Ayah, aku bisa menjadi seorang putri Mahkota tanpa Mahkota di kepalanya. Dan akan aku mengembalikan kehormatan Ibu yang hilang. Tunggu Harlin ibu.