
20 Harvi dan Harlin
Sesampainya di Desa, Shiva mengobati para penduduk yang terluka sekaligus yang terkena penyakit dengan Mawar Pelangi. Sedangkan Harlin, dia di bawa ke Kerajaan Rose.
Di sebuah ruangan yang terdapat jendela yang sangat besar, ada kasur yang terbuat dari bahan yang mahal dan khusus untuk anggota Kerajaan yang sakit dengan serius atau terkena luka yang parah dan cukup langka.
"Harlin, Putriku, apa yang terjadi pada tubuhnya?." Tanya Devid.
"Dia terkena racun Es, itu sebabnya tubuhya beku." Jawab Shivinya.
"Apa ada obat untuk mengobatinya?." Tanya Devid.
"Aku tidak tahu, tapi mungkin Shiva tahu." Jawab Shivinya.
"Itu Shiva." Jawab Valeri.
"Maaf aku terlambat. Aku... Aku tidak tahu cara mengobatinya." Jawab Shiva.
"Lalu bagaimana kita mengobatinya?!." Jawab Scarlet.
AAHH... INI SANGAT SAKIT!
Teriak Harlin dengan tubuh yang sudah mulai membeku.
Semuanya panik karena tidak tahu cara mengobati Harlin. Tiba tiba angin yang kuat datang menerpa seisi ruangan. Seekor naga dengan sayap yang besar datang memasuki ruangan.
SHUSH.. HUSHHS..
Kepakan sayap yang kuat dan besar serta angin yang mengikuti arah kepakan naga itu, membuat seisi ruangan berantakan.
"Siapa kamu! Berani beraninya kamu datang ke Kerajaan Rose!." Kata Devit.
Seorang perempuan turun dari naga itu dengan penuh aura yang kuat.
"Sudah lama kita tidak bertemu, Devit." Kata Harvi dengan anggun.
"Har... Harvi?." Kata Devit dengan terkejut.
Membelai dengan lembut ke muka Harlin.
"Aku menyerahkan Harlin padamu untuk membuat dia bahagia, bukan sebaliknya!..." Kata Harvi dengan marah.
David langsung bertekuk lutuk mendengar suara Harvi yang marah.
"Aku minta maaf Harvi. Aku.. " Kata Devit.
__ADS_1
"Aku akan membawa Harlin ke tempatku. Sampai saat itu, jangan coba untuk mencari dirinya." Jawab Harvi.
Harvi langsung pergi membawa Harlin tanpa memperdulikan semua orang.
"Harvi.. Harvi.. Tumbuhan mawar biru muncullah sekarang!. Apa kamu tahu Harlin di bawa kemana?." Tanya Devit.
"AKU TIDAK..."
"Tumbuhan mawar pasti sudah di panggil oleh Harvi. Siapkan pasukan, aku akan menyusul Harvi." Kata Devit.
"Ayah, kamu harus hati hati." Kata Fina.
"Tentu saja sayang." Jawab Devit.
Di Lembah Ketenangan
Memeluk dengan erat.
"Harlin... Huhhuhehe.. Ibu minta maaf sayang, ibu minta maaf. Selama ini tidak ada disampingmu untuk membantumu. Tapi hari ini Ibu akan menebusnya." Kata Harvi dengan tangisan yang tersenduh senduh.
Tidak lama kemudian Harlin bangun sambil memegang kepalanya.
"Ah... Kepala ku sakit. Dan tubuhku juga dingin. Tempat apa ini?."
AAHH... BRUK! PLAK!
"Putri, Anda jangan salah paham, aku.. Aku tidak.. "
"Kamu sudah bangun Harlin?!. Tinggalkan aku dengan dia." Jawab Harvi.
"Apa kamu pemilik tempat ini? Bisa kamu katakan ini dimana?." Tanya Harlin.
"Apa kamu tidak mengenal ku Harlin?." Tanya Harvi.
Berpikir
"Ibu.. Ibu! Huahheehuhu.. Kenapa Ibu baru muncul. Aku mencarimu kemana mana." Jawab Harlin dengan tangisan yang tidak bisa di tahan.
Mengusap ke kepala.
"Jangan menangis Harlin, sekarang Ibu ada disini. Ibu minta maaf, karena Ibu tidak berada disampingmu untuk waktu yang lama. Sekarang, apa kamu sudah merasa baikkan?." Tanya Harvi.
"Ya. Aku merasa lebih baik sekarang. Tadi tubuhku beku dan tidak bisa bergerak. Aku juga mengeluarkan darah dari hidung dan mulutku." Jawab Harlin.
"Baguslah kalau kamu sudah merasa baikkan. Coba kamu lihat, apa ada perubahan diwajahmu?." Tanya Harvi sambil menyerahkan sebuah kaca.
__ADS_1
"Mataku.. Mataku warna pelangi?! Apa maksudnya Ibu?." Tanya Harlin.
"Begini sayang, racun dalam tubuhmu sudah hilang. Sebaliknya yang kamu dapatkan adalah mata yang indah. Karena kamu adalah orang pertama yang berhasil mengambil mawar pelangi dari Lembah Keserakahan. Yang penting sekarang, kamu sudah sembuh. Kamu bisa menanyakan apapun yang mau kamu tanyakan." Jawab Harvi.
"Siapa laki laki yang berbaring disampinku tadi?." Tanya Harlin.
"Oh dia, dia adalah Henrik. Dia adalah mawar yang menjagamu selama ini. Dan dia menjagamu sepanjang malam." Jawab Harvi.
TERKEJUT!
"Apa?! Henrik?!. Bukanya dia adalah tumbuhan mawar?! Kenapa sekarang dia jadi laki laki yang tampan. Ups.. " Jawab Harlin.
"Kamu bahkan mengakuinya. Henrik dari dulu adalah manusia. Dia sudah menjadi penjaga Ibu sejak dia berusia 10 tahun. Ibu rasa dia sangat mudah saat dia menjadi penjaga Ibu waktu itu." Jawab Harvi.
"Lalu bagaimana dia menjadi penjagaku? Dan ya, kenapa Ayah mengatakan Ibu sudah meninggal." Tanya Harlin.
"Dia menjadi penjagamu, karena pada saat itu kamu harus diamankan dari pasukan Keserakahan yang ingin mengambil darahmu. Ibupun merubah dia menjadi tanaman mawar untuk melindungimu diam diam. Karena hanya kamu satu satunya keturunan Kerajaan Rose. Dan untuk Ayahmu yang sudah mengatakan Ibu meninggal, karena saat dia mencari Ibu, dia tidak menemukan Ibu diseluruh negeri ini. Saat kamu lahir, Ibu langsung meninggalkanmu. Karena ibu tahu mereka mengincar Ibu dan juga kamu. Ibu memancing mereka ke hutan tanpa sepengetahuan Ayahmu dan langsung membunuh mereka disana. Tetapi saat ibu kembali, Ayahmu sudah terluka parah. Sedangkan pasukan Keserakahan semakin banyak yang datang. Ibu pun pergi melawan mereka dengan kekuatan yang ada. Saat itu Ayahmu mengira Ibu telah di ambil oleh pasukan Keserakahan. Ayah mu berusaha mencari ibu, tetapi Ayahmu tidak bisa menemukan Ibu. Dan ibu dinyatakan sudah meninggal." Jawab Harvi.
"Lalu Ibu berada dimana?." Tanya Harlin.
"Ibu menemukan lembah Ketenangan setelah bertarung dengan mereka. Ibu baru tahu, bahwa orang yang pertama masuk ke lembah ini, akan menjadi pemilik lembah ini. Untuk proses penyembuhan dan keselamatan Ibu, Ibu membuat kabut yang tebal untuk menutupi lembah ini. Lembah Ketenangan juga tiba tiba mengeluarkan kabut yang lebih tebal lagi. Dan membuat siapapun yang masuk bingung dan terjebak oleh kabut itu." Jawab Harvi.
"Baiklah Ibu aku mengerti. Sekarang aku lapar, apa bisa Ibu memberikan aku makanan?." Jawab Harlin.
"Tentu saja." Jawab Harvi dan langsung membawa Harlin ke meja makan dan menunjukkan banyak makanan yang ada di meja. Harlin terkejut dan terkesan bahwa ada banyak makanan yang enak.
Di Taman Lembah Ketenangan
"Salam Ratu Harvi."
"Hmm.. " Jawab Harvi.
"kenapa Ratu tidak memberitahu Harlin yang sebenarnya?." Tanya Henrik.
"Apa aku harus beri tahu kalau racun dalam tubuhnya sudah bercampur dengan darahnya?!. Yang membuat darahnya menjadi racun. Atau aku harus beri tahu kalau darahnya di incar oleh pasukan keserakahan. Atau aku harus beri tahu, kalau racunya hilang karena mawar yang dia ambil, bukan mawar yang sebenarnya. Menurutmu bagaimana Henrik?." Jawab Harvi.
"Maafkan aku Ratu, aku terlalu lancang." Jawab Henrik.
"Jangan beritahu dia tentang ini. Lebih baik jika menyembunyikannya. Jika dia tahu bahwa racun dalam darahnya bisa menjadi mematikan bagi para penjahat diluar sana, maka dia akan pergi untuk mencari penjahat dan menangkap mereka. Dia sangat keras kepala seperti diriku. Dan dia terlalu muda untuk mengetahui semuanya. Dan sebaliknya, racun dalam darahnya bisa menjadi obat bagi setiap orang yang sakit. Ini terlalu berbahaya bagi dirinya lebih baik jika kita menyembunyikannya." Jawab Harvi.
"Maafkan aku jika aku kembali bertanya Ratu, apa Ratu tidak ingin Harlin tahu tentang siapa Ratu sebenarnya?." Tanya Henrik.
"Aku tidak mungkin beri tahu, kalau aku adalah hasil dari cinta terlarang antara Kerajaan Kegelapan dan seorang Putri dari Lembah Ketenangan. Aku juga tidak mungkin beri tahu kalau kakeknya dari Kerajaan Kegelapan, dan neneknya sudah meninggal karena melahirkan Ibunya. Aku juga tidak mau Putriku harus menanggung segala hal yang terjadi dari kehidupanku. Huh... Aku hanya ingin dia menjadi anak yang normal seperti yang lainnya. Tapi tidak bisa, dia sudah terjerumus kedalam berbagai kejadian yang membuat dirinya seperti sekarang. Aku harus menyembunyikan segala hal yang berkaitan denganku. Demi keamanannya, supaya dia tidak menderita seperti diriku. Kamu harus melindungi Harlin apapun yang terjadi." Kata Harvi.
Sambil berlutut
__ADS_1
"Aku bersumpah, aku Henrik akan melindungi Putri Harlin apapun yang terjadi." Jawab Henrik.