
Kerajaan Rose
Dalam hati Fina "Kak, di mana kamu sekarang. Aku harap kamu baik baik saja di luar sana. Maafkan aku."
Perlahan lahan mendekat "Fina!." Kata Felix.
Dengan terkejut "Felix? Kamu buat aku terkejut." Kata Fina dengan senyum.
"Kamu kenapa? Apa ada sesuatu yang terjadi?." Kata Felix dengan kuatir.
"Aku tidak apa apa Felix." Kata Fina.
"Ayo katakanlah Fina. Aku adalah temanmu?. Bukan. Lebih tepatnya aku adalah pacarmu." Kata Felix dengan senyum.
"Kau tahu, aku sangat senang karena kamu masih mengingatkan ku." Kata Fina.
"Hmm.. Apa kamu masih ingat saat pertama kali kita bertemu?." Kata Felix
"Ya, saat itu kamu hanya ingin menolong seorang anak yang kelaparan dengan sepotong roti yang ada di tanganmu. Padahal saat itu juga kamu lapar. Tapi, kamu memberikan rotimu kepadanya. Dan saat itu juga aku melihatmu. Karena kamu juga lapar, aku memberikan 2 rotiku padamu." Kata Fina.
"Saat aku melihat anak yang lain bahagia aku juga ikut bahagia." Kata Felix dengan bangga.
"Karena itulah aku sangat menyukai mu." Kata Fina dengan lembut.
"Karena pacarmu ini sudah membuat mu senang, maka dia harus mendapatkan hadiah." Kata Felix
"Baiklah.. Uhm.. (mulut & mulut saling bersentuhan) Itu adalah hadiah dari ku." Kata Fina dengan senyum mesra.
"Kamu sangat tahu hadiah apa yang aku mau." Kata Felix dengan Senyum.
"Aku sebenarnya mempunyai cerita yang ingin aku katakan padamu." Kata Fina.
"Pacarmu ini siap mendengarkannya." Kata Felix.
"Sebenarnya kaka ku Harlin, dia pergi meninggalkan Istana, dan melepaskan gelarnya sebagai seorang Putri." Kata Fina dengan lesu.
__ADS_1
"Apa?. Sebenarnya apa yang terjadi?!." Kata Felix dengan bingung.
"Aku sekarang menjadi Putri Makhota. Sedangkan dia yang seharusnya mendapatkan gelar ini mala tidak mendapatkannya. Aku sangat bersalah padanya." Kata Fina.
"Hmm.. Aku sudah dengar apa terjadi di seleksi. Tanamannya meledak dan yang seharusnya anggur mala darah. Apa kamu tidak curiga ada yang aneh?." Kata Felix
"Benar juga. Semua yang disediakan di seleksi sudah di periksa. Lalu bagaimana itu terjadi?." Kata Fina.
"Sepertinya kamu harus selidik. Aku rasa ada yang tidak mau Harlin jadi Putri Makhota." Kata Felix.
"Putri sudah waktunya makan malam." Kata pelayan.
"Kita akan bahas itu lagi okay. Sekarang kita makan dulu. Ayo.." Kata Fina.
Kerajaan Dimitrit
"Putri, air mandinya telah siap." Kata pelayan.
"Baiklah." Kata Shivinya.
TAK.. TAK.. TAK.. (Suara langkah kaki)
"Ram?!.. "Kata Shivinya.
"Sshhh.. Jangan bersuara, yang lain akan dengar. Aku sudah lama menantikan mu." Kata Ram.
"Ram, aku tidak mengenakan pakaian sekarang." Kata Shivinya.
"Kau dan aku pasangan suami istri. Apa aku tidak bisa menyentuhmu?." Kata Ram.
"Ram besok saja ya, aku sangat lelah." Kata Shivinya.
"Baiklah. Aku temani kamu mandi." Kata Ram.
"Okay. Tapi jangan berbuat macam macam ya." Kata Shivinya.
__ADS_1
"Aku janji." Kata Ram
Selesai mandi. "Apa kamu bisa ceritakan apa yang terjadi padamu." Kata Ram.
"Harlin, dia melepaskan gelarnya sebagai Putri dari Kerajaan Rose." Kata Fina.
"Oh itu aku tahu.Yang aku maksudkan, kenapa kamu menukar tanaman Harlin dengan tanaman peledak?."
"Kamu melihatnya?." Kata Shivinya.
"Bukan hanya melihatnya bahkan sangat mengetahuinya. Apa masalahmu dengan Harlin?. Kamu baru mengenalnya." Kata Ram.
"Ram, aku sudah mengenalnya sejak dulu. Dan aku tahu sifatnya." Kata Fina.
"Tolonglah Shivinya ceritakan padaku. Aku adalah suamimu." Kata Ram sambil memegang tangan Shivinya.
"Baiklah. Aku tidak menyukainya karena dia mirip seperti Ibunya." Kata Fina.
"Ibunya Harlin ada salah apa padamu?." Kata Ram dengan penasaran.
"Ibunya Harlin, dia membunuh Kaka ku Shigam." Kata Shivinya.
"Tunggu, Ibunya Harlin membunuh Kaka mu? Apa benar?." Kata Ram dengan serius.
"Apa kamu tidak percaya padaku?." Kata Shivinya mulai marah.
"Bukan aku tidak percaya. Tapi sebaiknya kamu cari tahu dulu yang sebenarnya." Kata Ram.
"Apa maksudmu Ram. Aku melihat dengan kepala mataku sendiri bahwa dia membunuh Kaka ku." Kata Shivinya.
"Jika kamu bilang ke Ayahku atau Ibuku mereka tidak akan percaya padamu." Kata Ram.
"Karena apa? Kenapa mereka tidak percaya padaku?." Kata Shivinya.
"Karena, Ibunya Harlin sudah menyelamatkan aku dan keluarga ku. Waktu itu pasukan keserakahan & kegelapan menyerang Kerajaan kami. Dan pada waktu itu juga, ekonomi Kerajaan kami tidak stabil. Dan pada saat yang tepat, Ibunya Harlin ada di disana dan dia membantu kami melawan pasukan itu dan menyelamatkan Kerajaan Ayahku serta rakyatku. Itu sebabnya aku terkejut mendengar kalau Ibunya Harlin membunuh kaka mu. (membaringkan Shivinya ke ranjang) Kita bicarakan itu nanti saja. Sekarang kita istirahat okay." Kata Ram.
__ADS_1
"Kamu jangan pergi lagi okay. Aku sangat merindukan mu." Kata Shivinya.
"Okay, sekarang tidurlah." Kata Ram.