A LEADER : Seorang Pemimpin

A LEADER : Seorang Pemimpin
Sebelum Terjadi Part 12 Dipilih & Pilihan


__ADS_3

Keesokan paginya pelantikan untuk Putri Mahkota dilaksanakan.


"Perhatian.... Untuk para tamu Kerajaan Rose harap berkumpul untuk menyambut kedatangan Raja Devit & Ratu Sarah... "Kata pengawal.


"Hari ini aku sangat senang. Karena akhirnya putri Mahkota untuk Kerajaan Rose telah terpilih. Aku harap ke depannya kita akan menjadi sekutu dengan pemilihan Putri Mahkota." Kata Devit dengan senang.


"Putri Fina telah datang...." Kata pengawal dengan nyaring.


"Rajaku kamu lihat Fina, dia sangat cantik menggunakan gaun yang kamu berikan sebagai hadiah karena dia sudah menang." Kata Sarah dengan senang.


"Kamu benar, dia memang cantik sama seperti mu. Tapi di mana Harlin?." Kata Devit


"Aku tidak tahu yang Mulia. Dia akan datang sebentar lagi." Kata Sarah.


Dalam Hati Devit "Kenapa aku punya firasat yang tidak enak."


Di saat Makhota mau dipasangkan ke kepala Fina, tiba tiba..


TAK.. TAK.. TAK.. (Suara langkah kaki).


NGEEKK.. (Suara pintu terbuka).


Dan pengawal mengatakan dengan nyaring.


"Putri Harlin telah datang!... "


Semua orang berbalik melihat Harlin dan terkejut dengan pakaian yang ia kenakan.

__ADS_1


Devit pun berdiri dan mengatakan dalam hati "Pakaian itu sama seperti saat dia (Harvi) pertama kali masuk ke istana ini."


Semua orang terpukau dengan penampilan Harlin. Harlin berjalan dan duduk di samping Ayahnya.


"Kenapa semuanya diam. Lanjutkan penobatannya." kata Harlin dengan anggun.


Devit kembali mengkode Sisi untuk melanjutkan penobatannya. Mahkota kembali di pasangkan ke kepala Fina. Sisi menyuruh Fina berdiri dan mengatakan sumpah kepada semua orang.


"Aku Fina sebagai Putri Makhota bersumpah dengan gelar yang ada padaku sekarang, aku akan menjaga rakyat ku dengan segala kewajibanku, melindungi mereka, melindungi Keluarga Kerajaan, sampai titik darah terakhir ku, aku akan menjaga mereka. Dan inilah sumpahku." Kata Fina dengan tegas.


"Hidup Putri Fina.... Hidup Putri Fina...."


Semua orang bersorak sorai atas sumpah yang Fina katakan. Perayaan kembali di lanjutkan dengan pesta dan makan bersama.


Mengahampiri Harlin.


"Ayah, pakaian ini sangat bagus dan aku menyukainya. Aku menemukannya di lemari bajuku." Kata Harlin lalu pergi. Harlin berjalan ke tempat duduk Ayahnya yang tepat di depan semua orang.


"Dengarkan semuanya" Kata Harlin dengan keras tetapi tidak ada yang mendengarkannya. Harlin pun mengambil sebuah gelas dan melemparkannya ke lantai.


PRANGG!!


Semua orang terkejut dan melihat Harlin.


"Aku memanggil kalian tapi kalian tidak dengar! Apa karena Putri Makhota sudah terpilih dan kalian tidak memperdulikan ku?." Kata Harlin dengan marah. Semua orang terdiam mendengarnya.


Fina menghampiri Harlin.

__ADS_1


"Apa yang kamu lakukan kak?" kata Fina. Harlin melepaskan tangan Fina yang memeganginya dan melanjutkan apa yang ingin dia katakan.


"Dengar semuanya. Mulai sekarang aku bukan lagi Putri dari Kerajaan Rose. Karena putri Kerajaan Rose yang sebenarnya adalah dia yang berdiri disebelah kananku. (Melihat ke arah Devit) Benarkan Ayah. Aku akan pergi dari Kerajaan ini dan tak satupun dari kalian yang boleh mencariku. Dan ini adalah pilihanku." Kata Harlin. Harlin pun pergi meninggalkan ruangan pertemuan tetapi di cegah oleh Fina. Harlin mendorong Fina dan kembali berjalan.


Devit berteriak "Harlin! Harlin, Kamu tidak bisa pergi!."


Harlin berbalik menatap Devit dengan mata birunya yang menyala. Semua orang yang melihat mata Harlin terdiam dan tidak bisa bergerak. Mereka juga tidak bisa membuka mulut mereka. Ruangan di penuhi dengan hawa dingin yang mencengkam. Harlin pun berbalik dan kembali meninggalkan ruangan. Pintu pun tertutup dan semua orang kembali bisa bergerak dan berbicara.


"Apa itu tadi, kenapa tubuhku tidak bisa bergerak.


"Aku juga. "


"Aku juga. Aku juga tidak bisa berbicara." Kata rakyat.


Di Ruangan Dilon


"Ayah, apa kamu memanggilku?" Kata Devit.


"Kamu pasti sudah tahu apa yang terjadi dibawah.


Plak (tamparan dari Dilon buat Devit) Aku sudah bilang, kamu harus adil!. Lihat apa yang terjadi. Harlin meninggalkan istana dan melepaskan dirinya sebagai seorang Putri. Jawab aku Devit!." Kata Dilon dengan nada tegas dan marah.


"Ayah, aku sudah adil. Fina yang menang. Bagaimana bisa aku mengatakan Harlin yang menang?." Kata Devit.


"Seharusnya kamu cari tahu dulu, kenapa tanaman itu bisa meledak, kenapa darah dan bukan anggur?! Yang aku takutkan akhirnya terjadi. Sesuai dengan ramalan bahwa akan terjadi perpecahan di keluarga Rose lagi. Dan lihat, ramalan itu menjadi kenyataan. Setelah Harvi, sekarang Harlin. Devit, aku tidak mau hal yang sama terulang lagi. Pergi dan carilah Harlin bawa dia kembali. Ingatlah kita harus mencegah ramalan berikutnya terjadi. Pergi!" Kata Dilon dengan marah.


Devit pun pergi. Dilon dan Devit tidak tahu bahwa Fina mendengarkan pembicaraan mereka berdua. Finapun berlari dengan sedih ke kamarnya.

__ADS_1


__ADS_2