
Harlin bertanya kepada Fina bagaimana dia bisa selamat dari ledakan itu. Fina membawa Harlin ke meja dan menyuruh Harlin tenang. Harlinbtidak tenang dan mulai berfikir macam macam, Kakeknya mencoba untuk menenangkan Harlin yang mulai bingung dan panik, serta melontarkan pertanyaan ke Fina kenapa ledakan itu terjadi? Bagaimana kamu selamat? Siapa orang orang yang mengejar kita? Dilon pun marah dan kembali menyuruh Harlin tenang dengan suara yang lantang.
"Cukup Harlin!."
Semua orang yang mendengarnya kaget dan mengkode Harlin untuk duduk. Harlin pun duduk dan Dilon bercerita tentang kejadian yang menimpa Harlin dan Fina kemarin.
"Harlin, dengar nak, kamu harus menerima kenyataan ini apapun yang terjadi. Apa kamu bisa?." Tanya Dilon.
"Akan ku coba kakek." Jawab Harlin dengan nada penasaran.
"Baiklah. Kamu harus dengar ini baik baik, Harlin, kamu adalah seorang Putri dari Kerajaan Rose dan keturunan terakhir dari kerajaan Rose." Jawab Dilon.
"Apa? Tapi aku.. " Jawab Harlin dan dipotong Oleh Dilon.
"Harlin kakek belum selesai bicara. Kamu berasal dari Kerajaan yang besar tapi karena beberapa hal kami harus menyembunyikanmu. Tapi tidak disangka mereka sangat cepat mengetahuinya." Jawab Dilon.
"Tunggu, kakek bilang aku adalah Putri dari Kerajaan Rose lalu kenapa mereka menyerangku, dan kenapa harus melibatkan Fina?!. Aku tidak ingin dengar yang lain aku hanya mau tahu alasannya!." Jawab Harlin denga suara yang keras.
"Baiklah Harlin, karena kamu ingin tahu, sebenarnya mereka mengejarmu karena mereka ingin mengambil tanda bunga mawar yang ada di dada mu dan jika mereka mendapatkannya mereka bisa mengendalikan seluruh Kerajaan." Jawab Dilon.
__ADS_1
"Lalu apa hubungannya dengan Fina?!." Tanya Harlin.
"Fina adalah pengawal dan penjaga mu, dan dia juga adalah adikmu." Jawab Dilon
Denga terkejut "Apa? Fina adalah adikku?! Tapi bagaimana bisa?!." Tanya Harlin.
"Harlin, Ibumu yang sebenarnya sudah meninggal dan Ayahmu menikah kembali dengan Sarah dan melahirkan seorang putri yaitu Fina. Tapi Fina bukan keturunan asli dari Kerajaan Rose. Karena keturunan Kerajaan Rose harus di pilih langsung oleh Raja. Jadi hanya kamu keturunan asli dari Kerajaan Rose." Jawab Dilon.
"Ibuku sudah meninggal dan kalian baru memberitahuku sekarang?!." Jawab Harlin dengan nada yang marah.
"Harlin, bukan seperti itu..." Sebelum Devid selesai bicara, Harlin langsung menyela perkataan Devid.
"Cukup! Aku tidak mau mendengarnya." Jawab Harlin dengan nada yang marah.
"Harlin tunggu, kamu harus dengar Kakek dulu." Kata Fina
Mendorong Fina "Lepaskan! Aku sudah menganggap mu sebagi teman tapi ternyata (Melirik ke sarah) Menjauh dariku." Jawab Harlin.
"Harlin..." Kata Fina.
__ADS_1
"Pergi! Aku tidak mau bertemu denganmu!." Jawab Harlin lalu berjalan ke kamar dan menutup pintu.
BRAK!!
"Ayah...?" Kata Fina dengan suara yang lesuh.
"Tenanglah Fina, Harlin akan cepat mengerti." Jawab Devid.
"Ayah, aku sudah mengenal Harlin sejak lama, jika dia marah, akan sangat susah untuk menenangkannya." Jawab Fina.
Di kamar, Harlin mulai menangis karena belum bisa menerima tentang kebenarannya dan keluarganya.Tiba tiba saja Harlin mulai merasa sakit di bagian dadanya dan rasa sakit itu membuat dia terengah engah di samping kasur.
AAAHHHH!!...
Devid dan Sarah yang mendengarnya langsung berlari ke kamar Harlin dan mengetuk ngetuk pintunya tetapi pintunya sudah terlilit dengan tumbuhan mawar.
Tumbuhan mawar merambat ke kasur Harlin dan melilitnya serta membawanya keluar dari kamar melalui jendela. Saat itu juga pintu kamar Harlin terbuka karena didobrak oleh Devid, tetapi Devid terlambat karena tumbuhan mawar sudah membawa Harlin.
Devid langsung mengeluarkan kapak untuk memotong tumbuhan yang membawa Harlin. Devid bertanya kepada akar tumbuhan mawar kenapa membawa Harlin pergi. Dan tumbuhan mawar hanya membentuk sebuah tulisan ditanah yang bertuliskan
__ADS_1
"Sudah saatnya."
Devid yang melihatnya langsung secepatnya memotong tumbuan mawar untuk menghentikannya membawa Harlin pergi. Tapi semua sudah terlambat. Harlin sudah di bawa oleh tumbuhan mawar ke dalam kolam yang ada di samping rumah Devid. Devid yang terlambat hanya pasrah dan menangis serta meneriaki nama Harlin.