A LEADER : Seorang Pemimpin

A LEADER : Seorang Pemimpin
Sebelum Terjadi Part 2


__ADS_3

Setelah pembelajaran selesai dan bel sekolah berbunyi semua murid SMA 1 Kesatuan berkumpul di halaman sekolah untuk mendengarkan pengumuman dari Bapak Kepala Sekolah yaitu Pak Kelvin.


"Selamat siang semuanya, Bapak sangat senang karena kalian sudah hadir di sini. Mulai besok dan seterusnya jika kalian bertemu dengan orang asing kalian harus jaga jarak. Apa kalian mengerti!."


"Mengerti Pak!." Semua murid menjawab.


"Harlin apa kamu tidak merasa aneh? Kenapa akhir akhir ini selalu ada orang yang bilang jaga jarak, jaga jarak, apa kamu tahu?."


"Aku juga tidak tahu. Aku hanya mengikuti pesan Ayahku saja. Kamu tidak lupakan apa yang kamu bilang tadi di kelas?. "


"Tentu saja tidak, kita pergi setelah pengumuman ini selesai ok."


setelah pengumuman yang disampaikan Pak Kelvin selesai, Fina membawa Harlin ketempat yang yang ia janjikan. Ternyata tempatnya tidak jauh dari sekolah.

__ADS_1


Sesampainya di sana Harlin sangat terpukau dengan pemandangan alam yang sangat indah. Membuatnya tidak bisa menahan diri untuk tidak memotretnya.


Fina yang melihatnya hanya menggeleng gelengkan kepala sambil tersenyum menatap Harlin yang sedang sibuk memotret sekelilingnya.


Menghampiri Harlin "Harlin, apa kamu senang?." sambil berbaring di rumput yang hijau.


"Aku sangat senang dan relax. kenapa kamu baru beri tahu aku, kalau di Desa yang aku tempati ada tempat yang seindah ini?." duduk dan bersandar di pohon.


Menoleh "Maaf ya, aku juga baru ingat, dan aku juga baru tahu setelah aku tidak sengaja masuk ketempat ini."


Berdiri "Ok siap bos!. Ayo kita pulang hari sudah mau gelap aku takut ayahmu khawatir."


Sambil bergandengan tangan Fina dan Harlin pergi meninggalkan tempat itu. Sesampainya di rumah, Harlin bingung kenapa rumahnya sangat sunyi.

__ADS_1


Harlin langsung masuk dan membuka pintu sebelum mengatakan satu kata Ayahnya langsung berdiri dari meja makan dan menghampirinya sambil memeluknya dan mengatakan "Kenapa kamu baru pulang?" dengan nada yang cemas.


"Maaf Ayah aku pulang terlambat tadi aku ada mampir kesuatu tempat dengan Fina" Sambil tersenyum memandang Ayahnya yang sangat cemas karena mengkhawatirkannya.


Ayah Harlin memberitahukan Harlin bahwa kemanapun dia pergi dia harus memberitahukan posisinya supaya Ayahnya tidak khawatir. Ibunya Harlin menghampiri Harlin dan Ayahnya yang sedang berpelukan sambil tersenyum, Ibunya mengundang mereka berdua untuk makan.


Di meja makan semua makanan yang disediakan adalah makanan kesukaannya Harlin. Harlin yang lapar langsung makan dengan lahap tanpa memperdulikan Ayah dan Ibunya yang sedang menatapnya dengan terheran heran.


Ayahnya yang melihat hanya sambil tersenyum dan menggeleng gelengkan kepala sambil mengatakan "Harlin makan pelan pelan." Harlin hanya mengangguk menandakan iya. Setelah menelan semua makanan yang ada di mulutnya Harlin bertanya dimana kakeknya.


Ayahnya mengatakan kalau kakeknya masih sibuk dengan pekerjaannya. Harlin kembali bertanya apa kakeknya sudah makan. Ayahnya menjawab bahwa kakeknya sudah makan lebih awal dari mereka.


Harlin bertanya kembali apa dia bisa melihat kakeknya sebelumn dia pergi tidur tapi Ayahnya menghentikannya dan mengatakan kepada Harlin kalau dia pergi, dia hanya akan mengganggu pekerjaan kakeknya. Harlin pun mengalah dan pergi ke kamar mandi untuk membersihkan dirinya dan bersiap siap untuk tidur.

__ADS_1


keesokan harinya, seperti biasa Harlin pergi kesekolah dan melakukan aktivitasnya. Tapi kali ini Fina tidak bersama dengannya. Harlin bertanya kepada Meri teman satu kelasnya, apa dia tahu kenapa Fina tidak masuk sekolah. Meri hanya menggelengkan kepala dan pergi. Harlin hanya diam dan bingung kenapa Fina tidak masuk sekolah.


__ADS_2