
Mawar membentuk tulisan di tanah "PUTRI APA KAMU TIDAK LELAH?. KITA SUDAH SANGAT JAUH DARI ISTANA."
"Bagaimanapun aku harus terus berjalan. AW!... (Mawar menahan) Aku sangat lelah, apa bisa kita istirahat.?" Tanya Harlin.
Mawar membawa Harlin ke sebuah Gua untuk beristirahat.
"Mawar, apa bisa kamu ceritakan tentang Kerajaan kerajaan yang ada di tempat ini?." Tanya Harlin.
"BAIKLAH, ADA ENAM KERAJAAN TERBESAR DI NEGERI INI. NEGERI YANG SEKARANG INI ADALAH NEGERI KESATUAN. KERAJAAN YANG PERTAMA ADALAH KERAJAAN ROSE. KERAJAAN ROSE ADALAH KERAJAAN YANG MENGUASAI 5 KERAJAAN LAINNYA. ROSE MEMGUASAI DENGAN STRATEGI DAN KEPEMIMPINAN. ITU SEBABNYA ROSE SANGAT DITAKUTI OLEH KERAJAAN KERAJAAN LAIN. YANG KE 2 KERAJAAN DIMITRIT. ADALAH KERAJAAN YANG HANDAL DALAM PERSENJATAAN. SENJATA DARI KERAJAAN DIMITRIT HAMPIR DI PAKAI OLEH SEMUA KERAJAAN."
"Lalu, kita pergi ini, kita akan menjumpai Kerajaan siapa." Tanya Harlin.
"KITA AKAN MENJUMPAI KERAJAAN COLN. KARENA KERAJAAN COLN SANGAT AHLI DALAM TUMBUHAN & TANAMAN. KERAJAAN COLN SANGAT BERPENGARUH DALAM OBAT OBATAN KERAJAAN. SETELAH ITU KITA AKAN MELALUI KERAJAAN ATLANTIS YANG MEMILIKI ARMADA LAUT TERBESAR. MEREKA MENGUASAI HAMPIR SELURUH LAUTAN DI DUNIA. TAPI YANG PERTAMA KITA AKAN LALUI KERAJAAN DIMITRIT"
"Huh... Aku akan melakukan perjalanan yang panjang ini untuk menemui Ibuku. Besok pagi kita harus pergi, lebih baik kita tidur saja sekarang." Kata Harlin.
Paginya hari pun tiba.
"Mawar, apa kamu disini?. (Mawar muncul) Ayo, kita harus melanjutkan perjalanan." Kata Harlin. Harlin dan mawar melewati banyak tempat untuk sampai ke Kerajaan Dimitrit.
Kerajaan Dimitrit
"Wow... Mawar ini adalah Kerajaan Dimitrit?. Ini sangat tandus. Ayo, kita harus mencari tempat untuk beristirahat." Kata Harlin. Harlin menyewa kamar untuk beristirahat sambil mencari informasi tentang ibunya.
"Tolong pak, kami minta keadilan dan perlindungan. Ada banyak perampok yang menyerang kami di hutan. Kami perlu senjata tapi senjatanya terlalu mahal." Rakyat menyuarakan pendapat dan keinginan mereka kepada pengawal Kerajaan tetapi di tolak dan menyuruh rakyat pergi.
"Permisi, bisa aku tanya apa yang terjadi disini?." Tanya Harlin kepada salah satu penduduk.
"Kamu siapa? Aku belum perna melihat mu?." Jawab penduduk itu.
__ADS_1
"Oh iya, aku baru disini. Tapi apa yang sedang terjadi?." Jawab Harlin dan kembali tanya.
"Begini, beberapa minggu ini, ada sekelompok orang yang menyerang penduduk dan mengambil barang mereka. Mereka menyerang di hutan. Kami mau melawan tetapi tidak memiliki senjata yang cukup untuk melawan mereka.
"Apa sudah ada korban?." Tanya Harlin.
"Sampai saat ini tidak ada. Tapi kami rugi karena barang yang mereka ambil itu barang dagang." Jawab penduduk.
"Aku bisa bantu. Paman kumpulkan saja alat alat yang aku minta. Apa bisa Paman." Kata Harlin.
"Kamu sangat baik sekali. Baik, bahan apa yang yang kamu minta." Jawab Penduduk itu.
"Tapi sebelum itu apa bisa aku tahu nama Paman?." Tanya Harlin.
"Kamu bisa panggil aku Paman Hunra." Jawab Hunra.
Harlin membantu penduduk desa dengan membuat senjata rakitan dari bahan yang ada. Harlin juga membuat jebakan jebakan kecil untuk para pencuri itu.
"Harlin, apa senjata dan jebakan ini bisa menangkap mereka?." Tanya Paman Hanru.
"Paman tenang saja. Senjata ini memang sederhana tetapi sangat mematikan. Kita hanya tinggal memasukkan jarum yang sudah ada racunya kedalam bambu ini lalu meniupnya ke pencuri itu. Dan nama senjata ini adalah sumpit. Dan jebakan jebakan ini sudah ada ranjaunya jadi, para pencuri itu pasti tertangkap."
"Kamu sangat pintar dalam strategi, siapa namamu?." Tanya Hanru.
"Namaku Harli Rose." Jawab Harlin.
"Harlin Rose? Anak dari Devit Rose, Putri Kerajaan Rose?!. (berlutut) Putri aku memberi hormatku padamu. Jawab Hanru.
(semua orang) "Kami memberi hormat kepada Putri Kerajaan Rose!."
__ADS_1
"Semuanya tolong berdiri. Aku bukan lagi Putri dari Kerajaan Rose. Aku hanya seorang rakyat biasa sekarang." Jawab Harlin.
Berdiri "Putri, suatu kebanggaan bisa bertemu dengan putri. Putri sangat mirip dengan Yang Mulia Harvi." Kata Hanru.
TERKEJUT!
"Paman tahu Ibuku? Apa paman tahu Ibuku dimana? Dan bagaimana Paman bisa kenal dengan Ibuku?." Kata Harlin dengan gugup.
"Tenang Putri. Sebagian penduduk Dimitrit kenal dengan Yang Mulia Harvi. Yang Mulia Harvi perna kemari dan menetap beberapa hari disini. Kami kenal Yang Mulia Harvi, karena Yang Mulia Harvi membantu kami dengan membuat sebuah jembatan untuk menyeberangi sungai dengan tumbuhan mawarnya sendiri. Tetapi saat kami tahu Yang Mulia Harvi pergi kami sangat sedih. Dan saat itu juga tiba tiba jembatan yang di buatnya hilang. Dan kami tidak tahu jembatan itu kemana. Dan juga, tiba tiba ada kabut disekitaran sungai yang membuat kami tidak bisa pergi ke sungai itu lagi." Jawab Hanru.
"Baiklah. Saat aku berhasil menangkap pencuri itu, aku akan coba mencari jembatan yang hilang itu." Jawab Harlin.
Keesokan paginya semua penduduk berkumpul di hutan untuk menangkap para pencuri. Sesuai rencana, ada penduduk yang bersembunyi di atas pohon maupun disemak semak. Ada juga yang siap di sekitaran jebakan. Dan tidak lama kemudian para pencuri itu datang. Dengan kode yang dibuat Harlin, para penduduk langsung menyerang dengan senjata rakitan yang Harlin buat.
Para pencuri itu terkena racun dari senjata rakitan, yang membuat mereka langsung masuk kejebakan dan terkena ranjau. Para penduduk senang dan berterima kasih kepada Harlin karena membantu mereka menangkap para pencuri itu.
"Paman, aku sudah berhasil menangkap para pencuri itu. Apa bisa kita pergi ke sungai?." Tanya Harlin.
"Baik Putri. (disungai) Ini adalah tempatnya. Aku tidak bisa melihat karena kabut. Apa putri bisa melihatnya?." Kata Hanru.
"Baik, akan kucoba." Jawab Harlin.
Harlin mengulurkan tangannya dan menutup mata lalu mengucapkan di dalam hatinya "Tolong tunjukkan jembatan yang dibuat Ibuku."
Kabut perlahan lahan menghilang dan sinar matahari mulai menerangi sungai itu. Jembatan yang dibuat oleh Yang Mulia Harvi langsung kelihatan dan memancarkan cahaya biru dari tumbuhan mawar. Semua pendukuk yang datang terpukau dan takjub melihat jembatan yang sangat indah. Semua penduduk bersorak sorak memanggil nama Harlin sambil mengangkatnya. "Putri memang mirip dengan Yang Mulia Harvi." Kata Hanru.
"AKU TIDAK PERCAYA, BAHWA PUTRI BISA MENEMUKAN JEMBATAN INI. SAAT YANG MULIA HARVI MENGHILANG SEMUA BENDA ATAU SESUATU YANG BERKAITAN DENGANNYA IKUT MENGHILANG. TERNYATA HANYA PUTRI YANG BISA MENEMUKANNYA."
Dalam hati "Ibu kamu lihat, aku bisa menemukan jembatan yang hilang ini. Aku juga bisa menemukan mu Ibu. Seberapa jauh Ibu dariku aku pasti bisa menemukanmu, Ibu."
__ADS_1