A LEADER : Seorang Pemimpin

A LEADER : Seorang Pemimpin
Sebelum Terjadi Part 15 Pasangan Romantis 3


__ADS_3

Kerajaan Agatha


"Bagaimana dengan anggurnya?." Tanya Valeri.


"Anggurnya sangat bagus dan baik. Semuanya tumbuh dengan subur." Kata pelayan.


"Putri, apa bisa aku bertanya." Tanya Jendral.


"Tanyalah Jendral." Jawab Valeri.


"Kenapa Putri Harlin meninggalkan Istana?." Tanya Jendral.


"Kenapa kamu tanya padaku? Kenapa kamu tidak tanya pada orangnya sendiri?." Jawab Valeri.


"Maafkan aku Putri." Jawab Jendral dengan membungkuk.


"Jangan bahas itu lagi. Aku mau pergi ke hutan, jangan ada seorang pun yang masuk ke hutan. Berjagalah Jendral." Kata Valeri.


"Baik Putri." Jawab Jendral.


Di hutan ada sebuah rumah yang sangat indah. Rumah itu selalu jadi tempat untuk Valeri bersantai atau sekedar istirahat. Rumah itu adalah hadia dari Kakeknya, saat dia berusia 19 tahun.


"Rumah ini sudah sangat lama. Tapi masih kuat dan kokoh. Uhh.. Udaranya selalu jadi yang terbaik." Kata Valeri.


"Selamat datang sayang." Sambutan dari Jekkop.


Langsung berlari dan memeluk Jekkop.


"Oh My Gosh, kamu sudah pulang? Sejak kapan kamu berada di sini?." Kata Valeri dengan senang.


"Aku baru saja sampai. Bagaimana keadaan mu? Sepertinya tidak baik." Kata Jekkop.


"Ya, aku tidak baik. Aku merindukanmu beberapa hari ini." Kata Valeri dengan mesra.

__ADS_1


Mengelus "Aku sudah pulang sekarang. Jadi, apa bisa kamu ceritakan apa yang terjadi istriku?." Kata Jekkop.


"Aku haus darah." Jawab Valeri.


"Kamu haus darah? Hmm.. Tentu saja kamu haus, karena kamu Vampir. Vampir yang sangat cantik dan pintar. Lalu bagaimana suamimu ini bisa menghilangkan rasa hausmu." Tanya Jekkop.


"Sudahlah aku hanya bercanda. Aku mau ke kamar untuk ganti baju." Jawab Valeri.


Selesai berganti pakaian, Jekkop mendekat ke Valeri dan mengelus pipinya.


"Valeri, apa bisa kamu penuhi tanggung jawabmu sekarang. Aku juga Vampir, tapi aku juga manusia yang memiliki hasrat." Kata Jekkop sambil berbisik.


"Aku bisa. Tapi kamu harus pelan pelan." Kata Valeri.


Langsung membuang ke kasur


"Aku akan pelan pelan." Jawab Jekkop.


Malam yang sangat menyenangkan untuk aku dan dia. Ini adalah pertama kalinya setelah dia pergi berminggu minggu untuk urusan Kerajaan. Aku ingin bersama dengannya sampai aku mempunyai anak dengan dia. Malam ini akan selalu ku ingat menjadi malam yang indah untukku.


"Uh.... (melihat ke kaca) Dasar Jekkop, dia melakukannya tanpa jeda. Membuat tubuh dan pinggul ku sakit."


Valeri keluar dari kamar dan pergi ke ruang TV. Di ruang TV Jekkop duduk sambil minum anggur.


Dan dia dengan santai duduk disana, aku tidak terima. Kata Valeri dengan kesal dalam hati.


"Aku sudah buatkan anggur dan roti jahe. Makan dan minumlah, ini akan menghangatkan tubuhmu. (memeluk) Maafkan aku, karena semalam aku kasar." Kata Jekkop.


Mencium "Sudahlah aku juga senang dan kau juga. Itu artinya kamu sangat menginginkannya." Kata Valeri dengan lembut.


Kerajaan Minson


"Putri, semua barang sudah ada di tempatnya." Kata pelayan.

__ADS_1


"hmm.. Tinggalkan aku sendiri. Aku mau fokus di alat alat ini dulu." Kata Scarlet.


"Putri, bunga ini untukmu." Kata pelayan.


"Oh, makasi. Siapa yang tahu bunga kesukaan ku?!." Kata Scarlet.


"Tentu saja suamimu. Semuanya keluar." Kata Julian.


"Julian?!."


Langsung memeluk.


"Aku merindukanmu. Kapan kamu sampai? Bagaimana perjalanan mu?." Kata Scarlet.


"Aku baru saja sampai, keadaan ku juga baik baik saja. Untuk perjalanannya lumayan menyenangkan. Apa yang sedang kamu kembangkan?." Tanya Julian.


"Aku sedang belajar untuk merakit sebuah pesawat. Bagaimana menurutmu?." Kata Scarlet.


Julian memindahkan barang barang yang ada di atas meja.


Langsung mengangkat Valeri ke atas meja.


"Julian? Apa yang kamu lakukan?. Aku belum selesai." Kata Scarlet.


Tiba tiba semua pintu dan jendela tertutup. Julian merangkul Valeri sambil merayunya.


"Apa kamu tahu, kamu hanya pedulikan benda benda ini dan tidak memperhatikan suamimu." Kata Julian.


Merangkul "Lalu kamu mau seperti apa. Perhatian apa yang kamu mau." Tanya Scarlet.


"Aku ingin membuat anak." Kata Julian sambil berbisik.


UHM... UHM.. UHM.. HA.. HA...

__ADS_1


Bibirnya ******* bibirku yang membuat aku kaget dan ikut membalas lumatannya. Aku dan dia bersatu dalam hati yang hangat. Aku tidak sangka bahwa dia sangat tampan saat terkena matahari. Ini adalah momen yang aku inginkan dan akan selalu aku ingat. Meja pun menjadi tempat berperang antara aku dan dia. Matahari sudah sampai di atas kepalaku. Aku dengan dia tertidur sangat nyenyak sampai malam hari pun tiba.


__ADS_2