A LEADER : Seorang Pemimpin

A LEADER : Seorang Pemimpin
Sebelum Terjadi Part 14 Pasangan Romantis 2


__ADS_3

Kerajaan Coln


"Putri, ada apa?" Kata Pelayan.


"Aku akan melanjutkan penelitiannya lagi nanti. Aku sangat lelah." Kata Shiva.


Di Taman


"Anginnya sangat sejuk. Uhh.. Ini membuat aku sangat santai. Sebaiknya aku berbaring di bawah pohon saja." Kata Shiva lalu berbaring.


Memegang tangan Shiva.


"Apa yang memberatkan pikiran mu." Tanya Ruhan.


Membuka mata dan berbalik.


"Sejak kapan kamu disini?!." Tanya Shiva.


"Aku selalu disini, di hatimu. Di mana pun kamu berada aku selalu ada. Sekarang katakan apa yang kamu pikirkan." Jawab Ruhan.


"Aku masih kepikiran soal yang terjadi di seleksi. Dan aku merasa bersalah pada Harlin. Karena aku, dia melepaskan gelar Putrinya." Kata Shiva dengan menangis.


"lihat aku, Shiva lihat aku. Bukan salah mu jika itu terjadi. Aku tahu semuanya. Aku rasa Harlin pergi karena ada alasan yang lain." Kata Ruhan yang mencoba menenangkan Shiva.


"Tidak. Jika kamu tahu apa yang terjadi, kamu seharusnya marah padaku sekarang. Kenapa kamu katakan bukan salah ku?." Kata Shiva dengan sedih.


"Karena kalau di lihat dari keadaannya, memang bukan kamu yang salah. Shivinya yang menyuruh mu dan kamu hanya melakukannya. Aku tahu saat itu Shivinya mengancam mu. Tapi aku mohon jangan terlalu memikirkannya. Kamu hanya memikirkan itu dan tidak memikirkan suamimu?." Kata Ruhan dengan ketus.


"Ruhan, maksud ku.. " Kata Shiva dan dihentikan Ruhan.


"Baiklah, karena kamu hanya memikirkan Harlin, aku pergi saja." Kata Ruhan dengan ketus.


Memegang tangan.


"Jangan pergi lagi. Kamu baru saja datang dan sekarang pergi lagi?. Maafkan aku okay." Kata Shiva.


Menghembuskan nafas.

__ADS_1


"Istriku, aku adalah suamimu. Apapun masalah yang kamu hadapi kamu harus ceritakan padaku. Masalah yang berlalu, biarlah berlalu. Shiva, kamu sangat lemah, tetapi sejujurnya kamu sangat kuat karena kamu mempunyai hati yang tulus. Jika ada kesempatan kamu bicarlah dengan Harlin supaya hatimu tenang." Kata Ruhan.


"Tapi, bagaimana aku bisa bicara dengannya?. Dia pergi entah kemana dan aku tidak bisa mencarinya." Kata Shiva.


"Kenapa tidak bisa?!." Kata Ruhan.


"Harlin melarang semua orang untuk mencarinya. Karena ini adalah kuputusan dan pilihannya." Kata Shiva.


"hmm.. Itu akan sangat sulit. Tapi tidak usah khawatir aku yakin akan ada kesempatan di mana kamu bisa bicara dengannya. Biar waktu yang pertemukan kalian. Sekarang, aku akan membawamu ke tempat yang indah, dan aku akan memberikan kamu sesuatu. Tapi sebelum itu kamu pakai penutup mata ini dulu." Kata Ruhan. Ruhan membawa Shiva ke tempat yang penuh dengan tumbuhan dan tanaman.


Membuka penutup mata.


"Sekarang kamu bisa buka matamu." Kata Ruhan.


"Wow... Ruhan, tempat ini sangat bagus dan indah. Kenapa kamu baru beri tahu aku?." Kata Shiva dengan senang.


"Aku baru mengetahuinya, saat aku melakukan perjalanan kemarin. Aku melintasi hutan ini sendirian dan terpukau karena keindahannya. Ini hadia dariku." Kata Ruhan dengan senyum.


"Ruhan terima kasih banyak. Uhm.. " Kata Shiva sambil mencium Ruhan.


"Aku memang sudah lama menahannya. Tapi kita tidak bisa melakukannya sekarang. Apa kamu mengerti, suamiku." Kata Shiva dengan mesra.


"Oh iya, aku ada sesuatu untukmu. (mengeluarkan buku) ini adalah buku dari seorang ahli tanaman dan tumbuhan. Aku menyelamatkannya dari jurang, tapi sayang dia tidak bisa selamat. Lukanya cukup parah, dan dia juga sudah di jurang cukup lama. Dia menyuruh ku menyimpan buku ini sebagai imbalan karena sudah menolongnya. Coba kamu lihat mungkin ada tanaman yang menarik." Kata Ruhan.


Membuka buku dengan terkejut. "Ini adalah... " Kata Shiva.


"Apa? Adalah apa?." Kata Ruhan dengan khawatir.


"Ini adalah Mawar Pelangi. Mawar yang sangat langka hanya bisa tumbuh di daerah yang sedikit matahari mawar ini bisa menyembuhkan segala penyakit." Kata Shiva dengan senang.


"Segala penyakit? Penyakit apa saja yang bisa disembuhkan mawar ini?." Kata Ruhan dengan penasaran.


"Mulai dari penyakit hewan, penyakit yang parah pada manusia, tanaman atau tumbuhan yang terkena parasit. Aku perna mempelajarinya tapi tidak banyak, dikarenakan mawar pelangi hanya sedikit informasinya. Tapi tidak ku sangka, bahwa di dalam buku ini sangat lengkap. Bahkan semuanya sangat detail. Aku rasa orang yang kamu tolong, sudah sangat mengenal mawar pelangi." Kata Shiva.


"Lalu di mana kita bisa menemukan mawar itu?." Tanya Ruhan.


"Mawar itu hanya bisa ditemukan di lembah yang sedikit matahari dan penuh dengan rawa rawa. Dan lembah itu adalah lembah kegelapan. Tepatnya di Timur, di Daerah Berdarah." Kata Shiva.

__ADS_1


"Di Daerah berdarah? Mawar yang sangat cantik ini tumbuh di daerah itu? Aku tidak percaya. Setiap tanaman atau tumbuhan memiliki dampak negatif, Lalu apa bahayanya?." Kata Ruhan.


"Bahayanya adalah Racun Es. Jika orang yang mengambilnya memegang batang mawar pelangi, otomatis akan terkena racunya. Tetapi jika mengambilnya langsung dari akarnya, maka tidak akan terkena racunya." Kata Shiva.


"Okay, okay. Karena kamu sudah tahu semuanya, apa bisa kita kembali, aku sudah lapar." Kata Ruhan.


"Baiklah... Karena suamiku sudah lapar ayo kita kembali." Kata Shiva. Ruhan dan Shiva kembali ke Istana Coln untuk melakukan beberapa penelitian untuk Mawar pelangi.


Kerajaan Atlantis


"Kamu sudah pulang istriku?." Kata Arthur.


"Kamu menungguku pangeran?."Jawab Atlantis.


Memeluk "Tantu saja aku menunggumu. Apa perjalanan mu menyenangkan? Apa kata Ariel?." Kata Arthur.


"Menyenangkan. Ariel mengatakan dia sangat senang bisa bekerja sama dengan kita dalam armada laut. Apa kamu sudah mendengarkan apa yang terjadi." Kata Atlantis.


"Aku sudah dengar apa yang terjadi di Istana Rose." Jawab Arthur.


"Apa kamu tahu kenapa Harlin melakukannya?." Tanya Atlantis.


"Aku tidak tahu. Mawar yang melindunginya sangat kuat, sampai sampai kekuatan airku tidak berfungsi saat didekatnya. (memeluk atlantis) Kau tahu aku sangat merindukan mu. Apa bisa kita berdansa?." Tanya Arthur.


"Tentu saja suamiku." Jawab Atlantis.


lagunya sangat merduh dan romantis. Karena Arthur dan Atlantis adalah pasangan suami istri di Kerajaan Atlantis, dansa yang mereka lakukan menarik banyak flora dan fauna di laut untuk menonton pertunjukkan mereka yang romantis.


Atlantis dan Arthur berdansa di bawah sinar bulan yang terang. Membuat semua orang sangat takjub dan terpukau karena dansa yang mereka tampilkan sangat membuat orang ingin menari.


Di Kamar Tidur


Mencium pundak "Atlantis, apa bisa kita melakukannya malam ini? Aku sudah menahannya sejak lama." Kata Arthur dengan mesra.


"Tapi kamu harus pelan pelan okay." Kata Atlantis.


Membaringkan Atlantis ke kasur "Serahkan saja padaku, aku akan pelan pelan dan lembut." Jawab Arthur. Malam yang penuh gairah dan panas menjadi milik mereka berdua.

__ADS_1


__ADS_2