
Di Kelas Kontruksi A
"Akhirnya lu balik juga" Ucap Shindy.
"Balik kemana maksud lu, gua daritadi kan ga kemana-mana" Jawab Jessie.
"Ga kemana-mana apanya. Gua liat semuanya kali, mulai dari lu yang di payungin jaket sama Komo, dikasih minum, sama... "
"Sama apaan.. ?"
Jangan-jangan Shindy tau kejadian gua sama Komo tadi.
"Sama waktu lu nendangin semua barang di jalan"
Huftt.. untung dia ga liat.
"Habis gua kesel banget Shin sama tuh guru praktek, siapa yang gua maki siapa ngerasa dimaki"
"Lah.. itu juga kan salah lu Jess. Udah tau depannya ada guru, lu malah keceplosan"
"Iya sih. Dan bukan cuma itu yang bikin gua kesel Shin"
"Apa lagi Jess?"
"Orang yang nabrak gua di Lobi tadi pagi. Sumpah demi apa, dia bikin kesel gua banget. Udah bajunya kaya berandal, kelakuannya minus, nabrak orang langsung kabur lagi ga minta maaf dulu"
"Anggap aja Shin lu lagi kena sial, udah mending lu kemarin malem gua bantuin selesain tugas miniatur, coba kalo engga. Bukan cuma satu jam lu berdiri di Lapangan, bisa-bisa sampai pulang sekolah"
"Iya Shindy yang paling manis dan paling cantik seantero jagad, gua sangat berterimakasih atas kebaikan hati yang mulia"
"Hmm.. udah pasti lah. Hahaha..."
"Fiks, nanti pas lu pulang naik gojek, helmnya ga akan muat di kepala lu karena lu udah besar kepala abis gua puji"
"Sok tau deh..."
"Hahaha.. Btw, lu bawa bekal sandwich nyokap gua tadi ga?"
"Udah habis gua makan tadi waktu istirahat, emang kenapa?"
"Gapapa cuma tanya"
Padahal niatnya kalo bekalnya masih, mau gua makan aja.
Jessie celingukan ke samping kanan dan kiri, semua temannya sibuk dengan buku atau sibuk mengobrol satu sama lain.
Ia menatap Fikri yang duduk sebangku dengan Lia. Tampak mereka tengah fokus membahas soal pelajaran bersama. Dalam hati, Jessie seperti tidak terima dengan kedekatan mereka berdua, namun ia segera menepis jauh rasa itu.
Kini ia sudah kembali pada rasa laparnya tadi. Semakin lama ia merasakan perutnya menjadi sakit.
"Jessie" Sapa Anne.
"Iya, Anne" Jawab Jessie lemas
"Jess, kamu kenapa?" Memegang kening Jessie.
"Astaga.. kamu demam ya, kok panas banget keningnya" Anne tampak khawatir.
"Kenapa, Jess?" Tanya Shindy.
"Gua lemes, perut gua juga sakit Shin" Jessie menjawab lemas dan tak berdaya. Sembari memegangi perutnya yang sakit, Jessie berusaha agar tidak tertidur karena kini matanya mulai berat dan pandangannya buram.
"Jess.. bangun!!!"
"Jess kamu kenapa"
"Jessy!!!"
Suara teman-temannya yang jelas mulai berdengung sampai akhirnya menghilang bersama pandangannya.
__ADS_1
★★★
Di Ruang UKS
Jessie perlahan mulai mencoba membuka matanya.
"Udah sadar?" Tanya seorang perawat laki-laki
"Di mana ya?" Jawab Jessie
"Kamu ada di UKS, tadi pingsan"
Jessie mengingat kejadian sebelum dia jatuh pingsan. Dia hanya teringat dengan suara teman-teman yang memanggil-manggil namanya dengan histeris.
Shindy berusaha bangkit ingin kembali ke kelasnya.
"Eh.. jangan pergi dulu. Kamu istirahat disini saja sampai merasa baik"
"Udah mendingan kok, dok"
"Ikuti saja perkataan saya ya, nanti kalau kamu pingsan lagi yang repot kamu sendiri"
Perawat itu melepas maskernya.
"Oh ya, satu lagi sebenarnya saya bukan dokter disini. Saya cuma asisten kepala UKS, masih kelas tiga Teknis Otomotif. Jadi tidak usah panggil dok" Mengakhiri perkataannya dengan tersenyum ringan.
"I-iya kak"
Kakaknya ganteng...
"Nama kamu siapa?"
"Aku Jessie kak"
"Oh Jessie. Kamu anaknya manis ya" Berkata sambil tersenyum.
Jessie tersipu malu mendengarnya.
Secara spontan Jessie malah keceplosan mengagumi ketampanan kakak perawat itu.
"Hahaha.. terimakasih pujiannya"
Hmm.. ini mulut kalo liat orang ganteng nyeplos aja kerjaannya.
Jessie hanya bisa cengar-cengir sendiri dihadapan perawat itu.
Tet..
Tet..
Tet..
Bel pulang sekolah sudah berbunyi, ini waktunya murid dan guru mengakhiri KBM (Kegiatan Belajar Mengajar) nya.
"Kamu disini saja, temen-temen kamu bilang mau kesini setelah pulang sekolah"
"Iya kak, tapi kakak ga pulang?"
"Saya?"
"Iya, ehh.. kakak jangan bicara terlalu formal sama aku, soalnya aku ga terbiasa dengernya juga, hehehe.."
"Oke ganti aku kamu jadinya?"
Setiap mengakhiri ucapannya perawat itu selalu tersenyum, membuat setiap wanita yang mengobrol dengannya merasa nyaman.
"Emm.. iya deh kak, hehehe"
"Aku belum pulang ya karena jagain kamu" Sambil membereskan kotak obat.
__ADS_1
"Eh.. saya jangan dijagain kak!" dengan suara keras.
"Hahaha.. kamu kalo malu suka nge gas ya ngomongnya"
"Maaf kak, suaraku cempreng. Kalau teriak gini jadi malu sendiri"
"Gapapa, ga cempreng-cempreng juga kok"
Tok, tok, tok.
Suara ketukan pintu.
"Masuk, ga dikunci"
"Jessie!!!" Teriakan teman-teman Jessie bersama.
Mereka bersama-sama menjenguk Jessie, mulai dari Shindy, Anne, Fikri, Lia, bahkan ada Komo juga serta teman lainnya yang satu kelas dengan Jessie.
"Yaampun kalian ga perlu repot-repot dateng kesini semua kali, hehehe" Ucap Jessie.
"Beb, ko bisa pingsan sih?" Tanya Komo.
"Gatau juga gua Mo, cuma tadi gua berasa pusing sama lemes terus tiba-tiba pingsan" Jawab Jessie.
"Beb?" Tanya Fikri.
"Kenapa bro ada masalah?" Jawab Komo.
"Lu kan bukan pacarnya Jessie, ngapain manggil-manggil begitu?" Selak Fikri.
"Fikri!!!" Teriak Lia.
"Hahaha.. pacarnya ngambek tuh bro, urusin deh" Ejek Komo.
"Ga usah sok tau lu. Lia bukan pacar gua!" Bantah Fikri.
Lia mengerutkan keningnya, kini kedua alisnya tampak menyatu saking kesalnya.
Entah apa yang membuat Lia kesal sampai seperti itu.
"Woiii.. Kalian bisa diem ga sih!? Ini di UKS, kita kesini buat jenguk Jessie bukan buat keributan kaya gini" Lerai Shindy.
"Iya kalian parah banget, liat Jessie udah pusing dengerin suara kalian" Anne.
Semuanya seketika diam tidak ada yang bersuara.
"Ehem.. mending yang tidak berkepentingan keluar saja dari UKS" Perawat laki-laki itu memecah keheningan.
Lia menjadi orang pertama yang keluar dari UKS.
Dia kenapa sih, kok kaya ga suka sama gua gitu. Batin Jessie.
Sekarang di dalam ruangan hanya tersisa Komo dan Shindy, yang lain sudah pulang duluan karena tidak mau menyesakkan UKS.
"Jess, bareng aku aja ya ntar" Ucap Komo pelan dan lembut sambil mengusap kepala Jessie.
"Ehem.. inget ini UKS. Tempat orang sakit, bukan tempat orang bermesraan!!!" Sindir Shindy.
"Jessie sakit ga?" Tanya Komo.
"Sakit" Jawab Shindy.
"Yaudah bener dong UKS tempat orang sakit, Jessie kan emang lagi sakit"
"Ya tapi kan.. "
"Sttt.. udah-udah, ga enak sama kakaknya. Kalian malah ribut gini kaya anak kecil, malu ahh" Lerai Jessie.
"Kakak siapa maksud lu Jess?" Tanya Komo.
__ADS_1
"Itu loh perawat disana, dia Asistent Kepala UKS. Udah kelas tiga jadi gua panggil kakak"
"Oh" Ucap Komo datar.