Ada Apa Dengan Jessie?

Ada Apa Dengan Jessie?
CHAPTER 16


__ADS_3

Mereka bertiga berangkat bersama lagi. Renita masih yang menjadi supirnya. Dan Shindy juga belum terbiasa dengan kecepatan Renita mengendarai mobil.


"Padahal udah dua kali gua bareng nyokap lu, tapi masih aja senam jantungnya ga berhenti"


"Nanti juga biasa lu, Shin. Hahaha"


"Ga tau deh ntar"


Shindy dan Jessie menuju kelasnya.


Di kelas.


"Tumben lu berangkat pagi?" Tanya Shindy pada Lia basa-basi.


"Ada masalah kalo gua berangkat pagi!?" Jawab Lia ketus.


"Yee.. ditanya baik-baik jawabnya ketus" Seru Shindy.


"Udah-udah, Shin. Orang kaya dia jangan dipeduliin" Ucap Jessie menenangkan.


"Orang kaya gua!? Maksud lu apa, ngeremehin gua gitu!? Sok iya banget lu" Lia jadi semakin ngotot bila lawan bicaranya Jessie.


"Heh!!! Jessie ga bicara apa-apa ya, lu sendiri yang nambah-nambahin kata!!!" Shindy marah mendengar ada yang menjelekkan sahabatnya.


Di dalam ruangan masih ada mereka bertiga saja, dan Lia menjadi orang pertama yang hadir.


"Dasar Gila!!!" Ejek Lia pada Shindy.


"Barusan lu bilang apa!?" Shindy terlihat sangat marah.


"Lu berdua gila!!!"


Shindy menghampiri Lia hendak mendorongnya jatuh. Namun beruntung masih tertahan oleh Jessie.


"Jangan, Shin. Udah lah gapapa, jangan ditanggepin oke, plisss... Gua mohon" Jessie memohon sembari menahan pergerakan Shindy dengan kedua tangannya.


"Hmm.. sekali ini aja lu selamat, awas aja kalo lu ngehina kita lagi!!!"


Shindy memang takut bila menonton film horor, tapi dia tidak akan pernah takut bila ia benar di hadapan manusia. Apalagi dulu ia sangat tomboi dan suka bergaul dengan laki-laki. Jadi jika cuma Lia yang kerempeng saja, itu hanya masalah kecil baginya. Shindy pasti akan langsung menghajarnya habis-habisan.


Baginya, hanya Tuhan dan orangtua nya saja yang harus ia takuti dan hormati.


Setelah beberapa saat suasana kembali tenang, mereka duduk di tempatnya masing-masing. Lalu, satu persatu murid mulai memasuki kelas.


Hingga bel masuk berbunyi, mereka hanya duduk dan mendengarkan pelajaran tanpa mengetahui ada temannya yang habis bertengkar.


Fikri yang duduk bersama Lia pun tidak mengetahui dia habis bertengkar. Karena sehari-hari Lia tidak pernah tersenyum dan hanya bersikap dingin kepadanya.


"Anak-anak silakan kalian buat kelompok berdasarkan nomor undian yang diambil acak disini. Setiap orang tolong ambil satu nomor" Jelas Pak Guru.


"Siap pak" Semua murid.


Yang maju mengambil nomor pertama kali adalah ketua kelas.


Zian,


Anak kutu buku yang memiliki badan tinggi, dia adalah ketua kelas yang cukup bisa diandalkan. Nilainya selalu yang paling atas di kelas Kontruksi. Dia adalah lawan yang cukup berat Jessie kalahkan dalam hal prestasi.


"Nomor 01"


Selanjutnya ada wakil ketua kelas yaitu Fikri.


"Nomor 04"


"Nomor 04" Lia.


"Nomor 01" Shindy.


"Nomor 04" Jessie.

__ADS_1


"Nomor 04" Anne.


Apes banget gua dapet nomor empat, satu kelompok sama Lia dan Fikri dong, arrgghhh.


"Jess, tuker nomor aja sama gua. Bilang aja lu ga bisa paham kalo ga sama Zian" Shindy.


"Jangan, Shin. Lu tau sendiri ini udah ga bisa diganti dengan alasan apapun, apalagi alasannya cuma hal sepele gitu" Jessie.


"Tapi gua ga tenang lu satu kelompok sama mak lampir itu"


"Udah gapapa, kan ada Anne juga"


"Tapi, Jess.. "


"Gapapa oke, lu calm down aja ya"


"Pokoknya ntar kalo lu ada apa-apa kabarin gua"


"Siap bos"


"Jess!" Panggil Fikri.


"Eh, iya.. Ada apa?"


"Sini gabung buat bahas tugasnya"


"Iya, Fik"


Kini meja para siswa sudah di susun sedemikian rupa untuk diskusi kelompok.


Jessie memilih duduk di samping Anne menghadap ke Fikri. Sementara Lia duduk di samping Fikri menghadap ke Anne.


"Jadi nanti leader nya siapa?" Anne.


"Fikri aja" Jessie.


"Hooh" Lia.


"Gua jelasin ya skemanya nanti. Pertama kita kumpul, harinya ntar ditentuin. Kita bagi tugas, ada yang buat design gambar sketnya, ada yang beli bahan, dan ada yang buat design 3D nya" Fikri.


"Langsung aja bagi" Lia.


"Oke, gua aja yang beli bahan, Lia lu sket nya ya, and Jessie sama Anne kalian 3D nya. Masalah merancang nanti kita buat bersama" Fikri.


"Fik, Anne biar sama gua aja, soalnya Sket itu malah yg sulit dan lama. Si Jessie kan pinter, sendiri juga bisa dia. Ya kan, Jess!?" Dengan nada ketus khas Lia.


"Hahaha.. Iya, kasian Lia kalo sendirian bikin sketnya. Mending Anne gabungin sama dia aja" Jessie.


Mau nolak juga ga enak. Batin Jessie.


"Lu sendiri gapapa Jess?" Fikri.


"Iya gua gapapa" Jessie.


"Gua tempatin Anne bareng lu karena Design 3D itu yang penting. Soalnya yang diserahin ke guru ya itu" Fikri.


"Yaelah Fik. Katanya Jessie pinter, masa gitu aja dikerjain berdua" Lia.


Sabar Jess.. Sabar...


"Iya fik, aku beneran gapapa kok sendiri ngerjain ini" Jessie.


"Are You sure?" Anne.


"Iya, Ne" Mengangguk.


"Yaudah, Anne lu bareng Lia ya. Jess, usahain yang terbaik buat design 3D nya ya, kalo butuh bantuan bilang ke gua, oke!?" Fikri.


"Siap, Fik" Jessie.

__ADS_1


"Baiklah, pembahasan kali ini sudah selesai. Silakan setiap siswa kembali ke tempat duduknya masing-masing" Kata Pak Guru.


"Siap pak" Para murid.


Pembahasan kelompok telah berakhir, keputusan pada kelompok Jessie juga sudah ditentukan.


Para murid mulai menuju mejanya masing-masing.


"Huft.. " Jessie menghela napas.


"Ditekuk aja mukanya, kenapa?" Shindy.


"Gapapa kok"


"Gimana kelompok lu?"


"Gua kebagian Design 3D, nih"


"Wahhh.. kebagian yang penting lu"


"Iya, sebenernya . . . . . . , eh ga jadi, Shin"


"Gini ni, kalo ngomong suka nanggung ga jelas"


"Hehehe.. "


"Udah istirahat, ke kantin yuk. Lu ga boleh telat makan lagi!"


"Iya emak kedua gua"


"Alayyy!!!"


"Hehehe... gapapa dong kan emang kaya emak-emak lu, Shin"


"Anjirt lu, Jess"


"Hahaha..."


Jessie dan Shindy pergi menuju kantin.


"Hai, Mo!" Sapa Shindy.


"Woi.. Udah disini aja lu!?" Komo.


"Iya, Jessie kan ga boleh sampai telat makan. Ya.. jadi kita buru-buru ke kantin"


"Lu sama Jessie? Tapi kok gua ga liat dia?"


"Jessie lagi di Kamar Mandi.. minta ditinggal dia"


"Oh.. yaudah biar gua yang cariin tempat sama makan"


"Oke"


Di Kamar Mandi.


Jessie sudah selesai dengan urusannya, dan bergegas keluar Kamar Mandi.


"Lohhh.. kok ga bisa dibuka!!!"


"Hello!!! Ada orang ga di luar!?"


Jessie kebingungan sendiri dan mulai panik.


Ini kenapa sih, kok bisa ke kunci dari luar. Mamp*us gua ...


"Woi!!! Siapa aja yang di luar tolongin gua dong"


Terlihat di depan ada seorang wanita yang berdiri di tempat Jessie terkunci.

__ADS_1


Hmm.. Rasain lu.


Dia berlalu meninggalkan Kamar Mandi. Padahal dia mendengar teriakan minta tolong Jessie, tapi tidak dihiraukannya.


__ADS_2