Ada Apa Dengan Jessie?

Ada Apa Dengan Jessie?
CHAPTER 11


__ADS_3

"Kok cemberut gitu sih, kenapa?" Tanya Jessie.


"Panggil gua kakak juga dong" Rengek Komo.


"Hah.. Serius lu?"


"Iya lah"


"Kekanakan banget deh, udah kaya anak kecil aja"


Kok gua jadi gini, argghhh.. malu sendiri kan gua. Batin Komo.


Ternyata sedari tadi pembicaraan mereka terdengar oleh perawat laki-laki itu. Namun perawat itu berpura-pura tidak mendengarnya.


"Nanti kamu jangan sampai telat makan ya, bisa bahaya kalau sudah gejala magh seperti ini" Pinta perawat tersebut.


"Iya kak, makasih ya"


"Jess.. " Bisik Shindy.


"Apa?"


"Ganteng loh kakaknya, hehe"


"Mata lu langsung nyala ya kalo liat begini"


"Besok pura-pura sakit ah biar bisa dirawat dia"


"Husstt.. hahaha"


Mereka berdua asyik berbisik satu sama lain, Komo yang melihatnya jadi penasaran.


"Ngomongin gua ya?"


"Yee.. siapa juga yang ngomongin lu" Jawab Shindy.


"Terus apa dong?"


"Rahasia.. Welk" Jawab Jessie sambil menjulurkan lidahnya.


"Udah pinter ya main rahasia-rahasiaan sekarang. Awas aja kalo hal jorok gua aduin ke tante Renita" Ancam Komo.


"Jangan dong, gua juga ga ngomongin hal jorok kok" Cemberut.


"Hehehe.. becanda. Welk" Balas Komo sambil mencubit pipi Jessie.


"Pulang bareng gua aja ntar" Pinta Komo.


"Jangan Mo, lu kan pake motor. Jessis aja berdiri masih pusing, gimana kalo naik motor ntar" Ucap Shindy.


"Iya juga sih, terus gimana dong"


"Udah, ntar gua telpon orang rumah buat jemput gua aja" Jawab Jessie.


"Lama dong ntar Jess"


"Gapapa Shin"


"Gimana kalo bareng aku aja, kebetulan aku bawa mobil" Tiba-tiba perawat itu menawarkan tumpangan.


"Ga usah kak, malah ngerepotin ntar"


"Gapapa, anggap aja ini bagian dari tugas perawat sama pasiennya"


"Eh.. tapi kan ga bisa gitu juga kak!"


"Tuh kan nge gas lagi, hahaha.. "


Anjirt.. sok akrab banget dia sama Jessie. Batin Komo.


Tapi gua juga kasihan kalo Jessie kelamaan disini.


"Gini ajalah, lu bareng aja sama dia, sekalian Shindy juga ikut. Semakin cepet pulang ke rumah kan bisa cepet istirahat juga. Ga nyaman kan kalo kelamaan disini apalagi lu belum terlalu vit"


"Tapi Mo.. "


"Ssttt.. dengerin gua ya kali ini, oke" Sambil menggenggam tangan Jessie.


"Oke" Mengangguk setuju.


"Tolong jagain mereka ya bro, ntar gua ikutin dari belakang"


"Iya tenang aja"


Mereka berempat keluar UKS bersama.


Akhirnya Jessie setuju pulang bersama perawat itu, dia didampingi Shindy duduk di belakang mobil. Komo yang mengendarai motor mengikuti dari belakang mobil.


"Rumah kamu dimana?"


"Di Komplek Perumahan Citae No. 38, kak"


"Kalau kamu?" Melirik Shindy lewat kaca spion dalam.


"Aku sekomplek sama Jessie kak"


"Oh, anak yang bawa motor itu juga sekomplek sama kalian?"


"Iya dia juga sekomplek sama kita" Jawab Shindy.

__ADS_1


Tak memakan waktu yang lama, akhirnya mereka sampai di depan Rumah Jessie.


"Ayo mampir dulu kak" Ajak Jessie.


"Aduh, lain kali ya. Aku buru-buru soalnya, gapapa kan?"


"Oh.. yaudah. Thanks ya kak"


"Oke. Aku jalan dulu ya, bye"


"Bye kak " Melambaikan tangan.


Komo sedang memarkirkan motornya di garasi.


"Mo, ayo masuk!" Teriak Shindy.


"Bentar.."


"Kita duluan"


Di dalam Kamar Shindy.


"Lu istarahat dulu ya, biar agak mendingan. Gua juga udah pesenin makanan buat makan" Ucap Shindy.


"Iya Shin"


Jessie membaringkan tubuhnya di ranjang. Ia masih nampak lemas dan tak bertenaga.


Ceklek..


Krieet..


Suara pintu terbuka.


Komo masuk ke dalam kamar Jessie.


"Shin.. sana ke bawah" Bisik Komo.


"Hmm.."


"Please.." Menautkan kedua tangannya tanda memohon.


"Iya deh"


Shindy tau sebenarnya Komo menaruh hati pada Jessie, namun Komo memilih memendamnya sampai saat ini. Mereka bertiga adalah teman sejak dulu, bedanya Shindy dan Jessie sudah bersama sejak SD namun dengan Komo mereka baru kenal waktu SMP.


Komo baru pindah ke komplek yang sama dengan Jessie waktu SMP, dari dulu anaknya memang ramah dan ceria. Makanya mereka bisa langsung berteman akrab.


Komo baru mengetahui sifat Jessie saat mereka masuk kelas yang sama waktu SMP. Jessie lemah terhadap perhatian laki-laki, apalagi jika laki-laki tersebut jago berkata manis. Makanya ia sering ditipu ketika masih PDKT. Dan Komo lah sosok sahabat yang akan maju memfilter segala macam bentuk laki-laki yang akan dekat dengan Jessie.


"Masih sakit?" Tanya Komo.


"Ke bawah nunggu makanannya dateng"


"Oh"


Jessie tidur membelakangi Komo, dia tidur tanpa menggunakan bantal.


Puk.. Puk..


Komo menepuk bantal.


"Sini kepalanya, ntar kepala lu tambah puyeng kalo ga pake bantal"


"Bantuin.. " Rengek Jessie.


Komo menggeleng-gelengkan kepalanya.


Ko jadi manja ya kalo sakit.


Komo dengan sabar dan perhatian memperbaiki posisi tidur Jessie, ia menyelipkan bantal di bawah kepala Jessie dan menyelimutinya.


"Sorry ya.."


"Kenapa" Jessie menjawab dengan mata terpejam, separuh dirinya merasa ingin tidur.


"Gua ga bisa jagain lu tadi"


"Jagain yang mana?"


"Waktu lu tadi dihukum di Lapangan, seharusnya gua bawain lu makan siang"


"Lu kan udah bawain gua Susu kotak"


"Tapi kan mini, diminum pun ga bikin kenyang"


"Ya, apes gua aja kayanya bisa sampe sakit perut"


"Jess.. "


"Hmm"


"Jess.. "


"Apa?"


"Jessie"


Jessie membuka matanya karena Komo terus memanggil namanya tanpa pembicaraan lanjut.

__ADS_1


"Apa sih, Mo!?"


"Ini coklat darimana?"


Jessie melihat coklat yang dipegang Komo.


"Ini kan coklat gua, dapet darimana lu?" Jessie mencoba mengambil kembali coklatnya.


"Jawab dulu ini dari siapa?" Meninggikan tangannya agar Jessie tidak bisa meraih coklat itu.


"Dari temen gua lah"


"Bukan dari cowok?"


Tampak berpikir


"Bukan kok"


"Bohong"


"Yaampun Mo.. Beneran dari.. dari Anne, iya Anne" Jawab Jessie gelagapan.


"Maafin Aku ya udah ninggalin kamu kemarin"


Komo membaca pesan yang tertulis di dalam bungkus coklatnya.


Loh, pesan darimana itu. Kaya nya tadi gaada deh. Apa gua yang ga liat ada pesan di dalem bungkusnya.


"Masih mau bohong?"


"Iya-iya gua jujur sekarang. Itu dari Fikri, dia yang kasih gua coklatnya"


"Ohh.. anak yang gua liat boncengan sama Lia kemarin"


Boncengan sama Lia?


"Maksud lu apa, Mo?"


"Eh, bukannya dia pacaran sama Lia temen sekelas lu itu, soalnya hari rabu mereka pulang bareng gitu"


"Mereka ga pacaran kok, jangan nyebar berita hoax ya lu"


"Beneran deh hari Rabu gua liat sepulang sekolah dia boncengan sama lia"


Kalo hari Rabu berarti waktu Fikri ninggalin gua kemarin dong.


"Lu beneran liat, Mo?"


"Iya"


Ihh.. jahat banget sih. Berarti dia ninggalin gua malah boncengan sama Lia dong.


"Huwaaa... Hiks" Jessie menjadi menangis saking kesalnya.


"Loh.. loh.. kenapa lu Jess, kok malah nangis sih"


Komo kebingungan dengan Jessie yang tiba-tiba menangis.


"Udah.. udah.. jangan nangis lagi ya. Kalo gua ada salah gua minta maaf deh" Menyeka air mata Jessie.


"Hiks.. Hiks.."


"Udah dong.. atau lu mau gua balikin coklatnya?" Menyodorkan coklat.


"Huwaa... Hiks.. hiks.. gua gamau, buang aja atau buat lu gua ga peduli"


"Iya deh.. iya deh.. ntar gua buang ni coklat, sekarang jangan nangis lagi ya"


"Buang sekarang!!!"


Alamak.. sungguh membingungkan. Batin Komo.


"Gua buang nih lewat jendela"


"Jangan!!!"


"Terus kemana?"


"Ke tempat sampah!"


"Iya ke tempat sampah"


Komo langsung bergegas membuangnya ke tempat sampah di kamar Jessie.


"Udah kan.. Sekarang jangan nangis lagi, oke!?"


Jessie mengangguk.


"Tissue!!!" Teriak Jessie.


"Kaget gua, calm down okay, beb!? Gau ambilin nih" Komo dengan cepat mencari tissue di Kamar Jessie.


"Gaada Jess, lu taruh dimana tissue nya?"


Jessie celingukan kesana kemari mecari tissue.


"Ehh.. ini di samping gua ternyata, hehehe"


Jessie tertawa sendiri melihat usaha Komo mencari tissue dimana-mana ternyata malah tissue nya ada di samping dirinya sendiri.

__ADS_1


Huh, sabar Komo, sabar.. Ini ujian.


__ADS_2