
SMK BINUS MARGA
Ya, itulah nama SMK tempat Gua sekolah sekarang. Gua ambil SMK karena hobi gua arsitektur atau bisa dibilang mengenai gambar-menggambar, jadi satu-satunya Sekolah yang tepat dengan passion gua ini adalah Sekolah Teknik.
Mungkin bagi kaum hawa di luar sana, Sekolah Teknik atau SMK dianggep terlalu bar-bar atau ga cocok bagi cewek. Menurut mereka memilih masuk SMK adalah pilihan bagi anak yang suka bebas dan mau lepas dari aturan Sekolah. Dan poin utama mereka adalah mengenai kepintaran, atau selepas dari sini mau jadi apa? Kebanyakan orang menilai kalau pintar harus kuliah dan ambil SMA, dan itu udah paten banget ga bisa didebat.
Alasan mereka memang sederhana banget kan?Terlalu klise untuk gua denger, dan emangnya itu juga pasti benar adanya, padahal kan juga tidak. Selama 2 tahun gua di sini fine-fine aja, gaada yang namanya sampai drop akhlak alias jadi 'nakal'.
Dan itu semua sebenernya juga tergantung pribadi masing-masing menanggapi lingkungan dengan sikap yang bagaimana, mau positif atau negatif jawabannya ada di lu sendiri.
Emang di SMK itu banyak cowoknya, tapi menurut gua berteman sama cowok itu lebih asik dan apa adanya. Cowok ga ngomongin orang di belakang, mereka terus terang sama kekurangan dan kelebihan kita. Gaada lah yang namanya sindir-sindiran apalagi bullying rebutan pacar. Seru deh pokoknya disini.
Di SMK BINUS Gua ambil jurusan konstruksi. Jurusannya emang ga banget buat cewek sih, tapi di era ini kan udah ga jaman lagi cewek di bawah cowok soal pendidikan, makanya gua nekat ambil jurusan ini.
Waktu pertama bilang sama orang tua gua mau ambil jurusan ini pun sempat ada pertentangan, tapi gua tetep ngotot pengen ambil konstruksi. Bahkan, Gua sempet mogok makan karena ga dibolehin ambil jurusan ini, dan akhirnya mungkin karena ga tega orang tua jadi nyetujuin keinginan gua.
★★★
Di Kelas
"Udah?"
"Udah apa, Jess?" Jawab Shindy.
"Katanya muntah gara-gara gua." Dengan raut muka yang masam.
"Yaampun gua tadi becanda kali, masih aja dianggep serius."
Hm.. ini anak tiap kali diajak becanda bawa perasaan mulu deh.. Untung gua udah ngerti sifatnya.
"Beneran?"
"Iya lah." Jawab Shindy ketus.
"Kok ketus sih.. hiks." Raut muka memelas.
Melihat gelagat Jessie yang akan segera badmood Shindy langsung memotongnya dengan permintaan maaf.
"Ampun bosku, jangan ngambek lah.. gua tadi beneran becanda gaada maksud apa-apa deh beneran, suwer."
"Umm.. Yaudah kalo emang becanda. Gua kira beneran tadi hehe"
"Iye-iye.. hmm."
Jessie bersikap manja sambil bergelayut di lengan Shindy.
"Ntar pulang sekolah temenin gua ya, Shin."
"Ogah ahh.. Gua mau langsung pulang ga ada waktu kalo lu ajak maen."
"Idihhh.. siapa juga yang mau ajak lu maen, gua minta ditemenin ke kantin buat bayar mie yang tadi lupa bayar."
__ADS_1
"Ohh, hehehe bilang dong. Gua kira mau diajakin nongkrong di cafe."
"Makanya jangan nyerutuk mulu tuh mulut, dengerin sampai selesai kalo ada orang ngomong! "
"Asyiappp!" Shindy langsung berdiri lalu mengacungkan jempolnya ke arah Jessie bak orang yang siap menerima perintah dari Komandanya.
TING TONG..
TING TONG..
TING TONG..
TING TONG..
Jam menunjukkan pukul 14.45
Tanda pembelajaran terakhir dimulai.
Pelajaran Bahasa Inggris.
Pelajaran yang banyak disukai para perempuan SMK BINUS MARGA baik murid maupun guru perempuannya.
Apalagi alasannya kalau bukan guru yang tampan dan manis.
Ericko Lim.
Guru Bahasa Inggris SMK BINUS MARGA. Keturunan Indo-China, masih muda dan lajang, memulai karirnya sejak umur 19 tahun. Sekarang ia sudah masuk usia 22 tahun, tapi masih tampak layaknya anak ABG seusia Jessie dan teman-temannya.
Ceklek,, krieettt (Suara pintu terbuka)
Pak Ericko ganteng banget.. Batin Jessie.
Yaampun pangeranku.. Batin Shindy.
Ahh.. calon suamiku udah dateng.. Batin Lia.
"Hello everybody, good afternoon. How are you today? "
"Hello sir, Good afternoon. I'm fine thank you, and you?" Jawab anak-anak di kelas.
Ericko menjawabnya dengan manis dan lembut sembari mengeluarkan senyum mautnya
"Bapak juga baik, apalagi liat kalian sehat dan ceria bapak jadi tambah semangat."
Ericko memperhatikan sekitar, yang ia lihat dan dengar hanya murid laki-laki yang menjawab sapaannya. Sementara murid perempuannya seperti sedang melamun memperhatikan sesuatu. Ericko tidak tahu bahwa yang menjadi pusat perhatian anak-anak perempuan adalah dirinya sendiri.
Di kelas ini ada 4 perempuan saja sementara laki-lakinya ada 28 orang. Jumlah total siswa di kelas Kontruksi A ada 32 orang.
Kelas kontruksi sendiri terbagi menjadi 4 kelas yaitu Kontruksi A, Konstruksi B, Konstruksi C, dan konstruksi D. Jessie berada di kelas A yang termasuk unggulan di jurusan Konstruksi.
Empat orang perempuan di kelas A ini adalah Jessie, Shindy, Anne, dan Lia.
__ADS_1
Anne.
Cewek blasteran Jepang yang suka banget komik. Dia sering dipanggil cewek wibu di kelas saking cintanya dengan komik, apalagi komik Jepang.
Lia.
Mukanya sangat pribumi alias indo asli. Tapi bukan berarti Lia tidak cantik, dia lebih ke tipe wanita manis. Sifatnya yang jutek dan cuek membuat Lia tidak terlalu akrab dengan murid perempuan di kelasnya. Dulu Lia disandingkan duduk dengan Anne tapi ia menolak, dia lebih memilih duduk dengan Fikri yang seorang lelaki.
Ericko menutup pintu kelas lalu melihat anak-anak perempuan seperti mengikuti gerakannya. Ericko coba beralih duduk ke kursi dan pandangan mereka juga ikut beralih ke arah kursi. Lalu dia mencoba memiringkan kepalanya dan anak-anak perempuan pun juga mengikuti gerakannya.
"Ehem.. ada apa ya sama bapak? Apa ada sesuatu yang menempel atau ada sesuatu yang salah dengan pakaian bapak? "
"Iya pak itu loh pak ada yang nempel di muka bapak" Jawab Shindy.
"Eh benarkah, apa ya yang nempel? "
Ericko mengusap wajahnya berkali-kali, tapi tak kunjung menemukan satupun benda bahkan debu pun tidak ada.
"Itu ga bisa dihapus pak, itu permanen. Bakal nempel terus ke bapak."
"Maksud kamu spidol permanen? "
"Bukan pak!"
"Lalu apa dong?"
Sontak anak-anak perempuan menjawab bersamaan.
"Ketampanan Bapak"
"Iya pak, yang permanen dan sulit ilang itu ketampanan bapak hehehe.." Jawab Shindy
Buset Shindy jago banget ngegombalin cowok. Darimana dia belajarnya. Batin Jessie.
Tiba-tiba keluar celoteh dari salah satu murid laki-laki di kelas. Protesnya nampak kesal tapi juga pasrah.
"Woi pak, jangan gitu dong. Bapak ga liat si Lia sampai mimisan liat Bapak senyum!!!"
Dia kesal karena sebagai sesama lelaki malah kalah saing dengan seorang guru yang lebih tua sekaligus pasrah karena dilihat dari manapun memang gurunya itu lebih tampan dan macho dibanding dengannya. Sungguh fakta yang membuat orang tertampar.
"Syirik aja lu Fik. huh...!!!" Jawab Lia.
"Iya nih si Fikri syirik tu sama Bapak." Jawab Anne.
"Alah.. Kalian ini kaya ga pernah liat cowok tampan aja." Protes Fikri.
Apaan sih.. mending gua lagi daripada guru tua tuh. Batin Fikri.
"Hahaha.. Sudah-sudah, Bapak mulai saja pelajarannya ya"
"Iya Pak Ricko. Siappp!!!"
__ADS_1
"Buka halaman 45. Baca lalu kerjakan soalnya untuk latihan"