Ada Apa Dengan Jessie?

Ada Apa Dengan Jessie?
CHAPTER 09


__ADS_3

Jessie keluar Kelas dengan menggurutu kesal.


Apapun yang dia lihat, bangku, sampah, bahkan tembok dia tendangi begitu saja. Jessie tidak habis pikir akan mendapat hukuman seperti ini. Dia terus berjalan ke lapangan dengan raut muka yang tidak karuan.


Sesampainya di lokasi, Jessie langsung menempatkan dirinya di tengah-tengah lapangan. Walaupun masih jam sembilan pagi, cuaca sudah terasa begitu terik. Sinar matahari yang menerpa kulit terasa seperti berada di samping tungku perapian, panas. Jessie ingin sekali berada di bawah pohon rindang di tepi lapangan tapi apa daya, guru praktek bisa melihatnya melalui kaca jendela yang transparan dan langsung menuju ke lapangan tempat Jessie berada.


Panas banget..


Jessie berulang kali menyeka keringat di dahi dan lehernya. Dia menghirup nafas panjang untuk membantu menghilangkan penat di kepala.


Waktu pun terus berlalu kini hampir tiga puluh menit Jessie berdiri di tengah lapangan. Ia menutup mata agar mendapat ketenangan.


Kok abis tutup mata jadi ga panas ya.


Penasaran dengan apa yang terjadi, Jessie membuka matanya dan memandang ke bawah kakinya.


Kok ada bayangan orang lain.


Jessie melihat ke atas, betapa terkejutnya ia ketika melihat Komo ada di sampingnya.


"Komo?"


"Hai beb.. Gimana masih panas ga?"


Ternyata yang ia kira dengan menutup mata menjadi sejuk itu salah. Sedari tadi yang membuat ia tidak kepanasan adalah Komo.


Komo membentangkan jaketnya ke atas seperti payung untuk melindungi Jessie dari sengatan matahari.


"Komo.. kalo ketahuan guru ntar lu jadi ikut kena hukum gimana?" ucap Jessie cemas.


"Biarin lah.. ga peduli gua. Yang penting gua bisa ngelindungin elu"


"Jangan gitu dong, gua jadi gaenak kalo lu gini. Apaan juga ini jaket, ntar tangan lu pegel semua gimana?"


"Ssttt.. udah jangan banyak tanya dan ga usah khawatir. Gua ngelakuin ini juga atas kemauan diri gua sendiri. Gua ga tega kali liat lu kepanasan kaya tadi" Komo menjawabnya dengan penuh perhatian bak bicara pada kekasihnya.


"Lu kok sampai segininya sama gua Mo, gua itu jadi.. "


Gua jadi suka sama lu Mo..


"Jadi apa?"


"Gapapa Mo, ga jadi hehe.."


"Yee.. udah serius ngedengerinnya juga malah ga jadi ngomong"


"Btw makasih udah peduli sama gua"


"Apaan sih, kaya sama siapa aja lu pake makasih segala"


"Ihh.. gua beneran tulus malah di ledek"


"Kalo tulis tuh ngucapinnya ada tempatnya sendiri"


"Dimana tempatnya?"


Komo mendekatkan wajahnya lalu mononjolkan lidahnya ke pipi.


"Di sini beb" Mengahadpkan pipinya ke arah Jessie.


"Pipi.. Maksudnya gimana?" Jessie tidak tau apa yang dimaksud Komo.


"Pura-pura ga tau aja lu Jess" Cemberut.


"Gua beneran ga tau mo, apaan sebenernya?"


"Cium pipi" Dengan nada datar.

__ADS_1


"Mau ya aku cium?" Dengan senyum manisnya Jessie.


"Ya mau lah, beneran dikasih emang?" Memutar bola mata.


"Beneran lah.. Tapi tutup matanya dulu ya"


"Beneran loh.. Jangan boong"


"Iya Komo" Ucap Jessie dengan manisnya.


Hehehe.. Asyik, dicium nih sama Jessie.


Bukannya bibir lembut Jessie yang Komo rasakan di pipinya, tapi malah sesuatu yang kasar dan seperti bau tanah.


Komo langsung membuka matanya.


"Gimana Komo, enak ga dicium sepatu gua?"


"Pfftt.. hahaha... "


Jessie tertawa terbahak-bahak sampai air matanya keluar. Ia senang sekali mengerjai Komo.


Komo yang melihat Jessie tertawa bukannya marah atau kesal tapi malah ikut merasa bahagia. Baginya tawa Jessie adalah senandung lagu paling merdu yang bisa merubah moodnya.


Dengan tinggi Jessie yang tidak melebihi Komo, artinya Komo bisa memperhatikan wajah Jessie dari bawah tanpa diketahui oleh Jessie. Jessie yang masih fokus dengan tawanya tidak memperhatikan Komo lagi.


Komo yang melihat itu tiba-tiba berpikir untuk . . .


Cuppp..


Suara kecupan,


mencium Jessie.


Komo mengecup hangat kening Jessie dari atas, Jessie yang tadi fokus tertawa menjadi diam mematung tak berbicara.


Deg, Deg, Deg..


Komo melepas kecupan di kening Jessie.


Dengan wajah datar Komo memalingkan mukanya ke samping. Sebenarnya ia bahagia namun merasa sedikit menyesal juga telah mengecup kening sahabatnya itu. Tapi semakin lama dilihat semakin ia tidak bisa mengontrol nafsunya itu.


Sama halnya dengan Jessie. Ia menundukkan kepalanya ke bawah tidak berani melihat mata Komo. Ia berdebar setengah mati, hatinya seperti sedang dibawa menaiki roller coster yang sangat tinggi.


Ting Tong..


Ting Tong..


Ting Tong..


Suara bel telah berbunyi yang menunjukkan waktu istirahat telah dimulai, tapi Jessie maupun Komo tidak ada yang beranjak dari tempatnya.


Karena ini waktunya istirahat, jadi banyak orang yang berlalu lalang di pinggir lapangan, sesekali mereka melihat Jessie dan Komo, ada juga yang menyoraki mereka, bahkan ada yang sampai memotretnya.


"Komo.."


"Hm.. ada apa?"


"Lu pergi sana, ini juga udah ga panas-panas banget dan lu juga harus makan kan"


"Jess, tolong ambilin sesuatu di kantong jaket sebelah kanan gua dong"


Ini anak bukannya jawab, malah kaya ga peduli gua bilang apa.


"Ambil apaan?"


"Udah ambil aja"

__ADS_1


Jessie merogoh kantong jaket yang dipakai Komo untuk memayunginya.


Kotak apaan ini..


Ketika dikeluarkan ternyata itu adalah sebuah susu kotak mini rasa strawberry.


"Pfftt.. hahaha. Lu ngapain beli beginian Mo"


"Gua beli buat lu beb"


"Eh.. buat gua?"


"Iya.. buruan minum, kalo ga mau buang aja gapapa"


"Masa dibuang, jangan dong. Gua minum ya. Makasih Komo"


"Oke"


Jessie meminum susu itu persis seperti anak kecil. Komo yang melihatnya jadi ingin membawanya pulang.


Argghh.. ayolah bro, jangan berpikiran aneh. Batin Komo


"Kenapa lu Mo, kaya orang kegerahan gitu?"


Iya gua gerah gara-gara lu, Jess.


"Gapapa kok"


Susu kotak yang diberikan Komo sudah habis, dan terlihat pula guru praktek Jessie tengah berjalan menghampiri mereka.


"Loh, kamu bukan kelas konstruksi kan, ngapain disini?" Tanya guru praktek Konstruksi


"Saya dari kelas pemesinan pak. Saya disini nemenin Jessie pak, kasihan dia kepanasan dihukum sama bapak"


"Kamu dari kapan disini?"


"Saya disini dari.. aww" Jessie mencubit pinggang Komo.


"Dia baru saja disini pak, waktu istarahat ini loh pak" Sangkal Jessie.


Semoga pak guru tadi sibuk ngajar, jadi ga tahu Komo disini dari tadi.


"Ohh.. oke. Kamu bisa istrahat, hukumannya sudah selesai"


"Terimakasih pak"


"Iya, lain kali jangan berani berkata kurang ajar dengan guru manapun, ingat itu!!"


"Iya pak, Saya akan memperhatikan tutur kata dan bahasa saya kedepannya. Kalo begitu kami duluan dulu, mari pak"


"Iya"


★★★


Kantin Sekolah


"Buk, kemarin saya lupa bayar mie. Maaf ya bu, totalnya berapa? Saya mau bayar sekarang" Tanya Jessie pada Ibu Kantin.


"Oh, kemarin sudah dibayar temen eneng. Jadi ga usah bayar lagi neng"


Paling si Komo yang bayarin gua.


"Yaudah Bi, makasih ya dan sekali lagi maaf Saya lupa bayar kemarin"


"Iya neng gapapa. Ga mampir dulu neng makan mie?"


"Engga Bi, udah mepet.. bentar lagi masuk kelas. Kalo gitu aku duluan ya Bi"

__ADS_1


"Oke neng"


__ADS_2