Ada Apa Dengan Jessie?

Ada Apa Dengan Jessie?
CHAPTER 12


__ADS_3

"Tadaaa... Makanan sudah datang" Ucap Shindy datang dengan sekantong makanan di kedua tangannya.


"Loh.. ini ada apa kok mata lu sembab gitu Jess!?" Segera mendatangi Jessie.


"Gua.. gua kelilipan tadi, Shin. Sumpah perih banget, huhuhu" Menangis dengan dibuat-buat.


"Hm.. beneran karna kelilipan?" Tatapan menyelidik.


"Iya, huhuhu"


"Bukan karna Komo kan?" Menatap tajam Komo.


"Apaan bawa-bawa gua segala lu!?" Jawab Komo.


"Kirain... " Shindy.


"Udah, kita makan aja" Komo.


"Ambil piring sana!" Shindy.


"Kok gua?" Komo.


"Ya masa Jessie sih yang ambil" Shindy.


"Hahaha.. " Jessie tertawa melihat debat mereka.


"Iya" Jawab Komo datar.


Menunggu Komo yang sedang mengambil piring di bawah, Jessie menyibukkan diri dengan memainkan handphonenya.


"Hmm.. udah lama ga uploud foto gua" Jessie.


"Terus kenapa?" Shindy.


"Ntar dikira akun gua off, lu tau kan gua juga cari endorse di instagram"


"Ya tinggal uploud lagi dong"


"Masalahnya sekarang sibuk tugas sekolah, gua jadi jarang keluar buat hunting poto"


"Hm.. Gimana kalau sabtu kita keluar"


"Beneran?"


"Iya, gua juga lagi suntuk di rumah mulu"


"Promise?"


"Promise, tapi lu jangan sakit lagi. Lu jangan sampai pingsan di jalan"


"Iya, ngga bakal kok"


"Oke, fiks ya. Sabtu kita let's go!!!"


"Mau kemana, gua ikut dong" Komo masuk ke dalam dengan membawa beberapa piring makan.


"Ga boleh, ini quality time gua sama Jessie. Yang lain ga boleh ikut" Menyilangkan kedua tangannya seperti huruf X.


"Yaelah.. Jess, boleh ya" Komo menampilkan raut muka memelas.


"Ga! Bener kata Shindy. Ini Qtime kita berdua, yang lain ga boleh ikut" Menggelengkan kepalanya.


"Huh, pelit amat kalian!"


"Biarinnnn!!!" Mereka berdua menjawab kompak bersama-sama.


"Udah bisa teriak lu Jess, dah agak mendingan berarti" Komo.


"Lumayan, tapi masih sedikit lemes gitu" Jessie.


Komo menyiapkan makanannya di atas piring, dia juga menyiapkan makanan untuk dimakan Jessie.


"Kok Jessie doang yang lu ambilin makanan"


"Jelas lah, Jessie kan bebeb gua"

__ADS_1


"Uhuk,.. uhuk" Jessie jadi tersedak mendengar ucapan Komo. Walaupun setiap hari dia mendengar Komo berbicara begitu namun tetap saja Jessie belum terbiasa dan tidak merasa nyaman.


"Eh.. minum dulu" Shindy menuang air putih.


"Hm.. gara-gara Komo lagi nih" Sindir Shindy.


Komo yang mendengar dirinya disalahkan langsung menjitak kepala Shindy.


"Aww.. jahat banget lu ama gua!" Teriak Shindy.


"Whatever.. "


"Nih Jess, aku suapin ya. Aaaa.." Menyodorkan sendok berisi makanan ke dalam mulut Jessie.


"Komo, gua makan sendiri aja" Menepis tangan Komo.


"Yaudah, iya"


Komo memberikan piringnya kepada Jessie. Jessie menerima dan langsung memakannya dengan lahap karena sedari tadi dia tidak makan apapun. Shindy dan Komo pun juga memakan makananya dengan lahap.


"Jess" Komo.


"Hmm apa" Fokus dengan makannya.


Komo menarik tangan Jessie yang hendak memasukkan sendok berisi makanan ke mulutnya.


Sendok yang berisi makanan itu langsung dilahap oleh Komo.


"Makan punya lu sendiri dong, Mo" Jessie kaget.


Tanpa tahu maksud Komo makan dari sendoknya, Jessie melanjutkan makannya.


Hehehe.. Tawa Komo dalam hati.


Komo melihat Jessie makan dengan tersenyum nakal.


"Pfftt.. " Tawa Shindy tertahan.


Jessie menoleh penasaran.


"Ngga kok. Lanjut lagi makannya" Shindy.


Makanya ya Jessie gampang ditipu, orangnya ga mikir gitu. Kalo dia tahu dia abis ciuman ga langsung gimana ya reaksinya. Batin Shindy.


Benar saja, Jessie tidak mengganti sendok bekas makan Komo. Saat Komo menyerobot makannya tadi, Jessie langsung memasukkan sendoknya ke dalam mulutnya. Ini berarti Jessie dan Komo melakukan ciuman tidak langsung.


Pada kenapa sih ni orang.. aneh. Batin Jessie.


Triring.. Triring.. Drrtt.


Mommy


Suara panggilan telepon dari Renita.


Jessie : "Hallo, ma"


Renita : "Hallo, Sayang. Katanya kamu pingsan di Sekolah?"


Jessie : "Iya ma, tapi aku gapapa kok, sekarang udah baikan"


Renita : "Yaampun, kenapa bisa sampai pingsan? Kamu sakit? Mama pulang ya sekarang"


Jessie : "Ma.. Mama jangan panik gitu dong, Jessie tadi cuma kelelahan aja kok. Sekarang udah sembuh, apalagi disini ada Shindy sama Komo yang jagain Jessie. Mama selesain pekerjaan mama dengan tenang aja disana"


Renita : "Beneran? Mama masih khawatir sama kamu. Coba kasih teleponnya ke Shindy, mama mau ngomong"


Jessie menyerahkan teleponnya untuk Shindy.


"Mama mau ngomong Shin"


"Oh iya Jess, mana?" Shindy menghentikan makannya.


"Nih" Memberikan handphonenya.


Shindy : "Halo Tante ini Shindy"

__ADS_1


Renita : "Halo Shin, ini tante mau ngomong. Keadaan Jessie gimana sekarang?"


Shindy : "Baik kok tan, sekarang. Tadi dia kelelahan sama belum makan jadi perutnya sakit. Tapi di Sekolah juga sudah minum obat juga"


Renita : "Kelelahan? Kok bisa sampai begitu. Coba jelaskan sama tante ada apa, karena kalau tanya Jessie ga mungkin dijawab"


Shindy : "Oke tan, bentar ya"


Shindy keluar kamar agar tidak terdengar Jessie.


"Ngobrolin apa mereka sampai ga boleh gua denger" Tanya Jessie sedikit kesal.


"Lanjut makan aja, Jess. Mereka juga pasti ngobrol tentang kebaikan lu" Jawab Komo menenangkan.


Komo dan Jessie melanjutkan makannya.


Kini beberapa menit sudah berlalu, makanan mereka pun sudah habis tak bersisa, hanya tinggal piring Shindy yang masih menyisakan makanan.


Shindy masuk ke kamar.


"Yah ditinggal sendiri gua makannya" Shindy.


"Salah lu lah, nelpon lama amat" Jawab Jessie.


"Yang bikin lama kan nyokap lu sendiri, Jess" Shindy.


"Nih, hp lu" Memberikan handphone pada Jessie.


"Tadi ngobrol apa sih lama banget" Tanya Jessie.


"Tadi nyokap lu bilang ga bisa pulang sore, Mungkin jam sebelas malem baru pulang deh. Sebenernya dia mau nyempetin pulang jenguk lu, tapi gua bilang gausah, biar gua sama Komo aja yang jagain lu sampai tante pulang gitu"


"Oh.. yaudah gua pulang dulu, mandi. Ntar balik kesini lagi" Komo.


"Iya, buruan keburu malem" Shindy.


"Shin, lu juga gih mandi. Bajunya pake punya gua aja" Jessie.


"Iya deh kalo gitu, gua pinjem baju lu dulu"


Komo sudah pulang, Shindy pun juga sedang mandi. Akhirnya kamar Jessie menjadi sepi tidak ada keramaian apapun. Hanya terdengar suara notifikasi dari handphone Jessie.


Drrt..


Anda memiliki pengikut baru.


Notifikasi instagram Jessie sangat banyak, biasanya Jessie mengabaikan semua notif-notif tersebut, tapi kini ia berpikir karena tidak ada kerjaan mengapa tidak melihat-lihat profil instagram orang lain.


Jessie sibuk men-scroll follower barunya.


Hmm.. yang ini ganteng tapi ga stylish. Yang ini cantik tapi mukanya editan semua njirr, hahaha.


Jessie merasa terhibur sendiri melihat profil-profil followersnya.


Drrt..


Anda memiliki pengikut baru


Notifikasi masuk lagi.


Eh ini ada yang ganteng, outfit nya juga keren.


Jessie menemukan satu akun yang menarik perhatiannya. Dia membukanya dan melihat ternyata ia seorang model laki-laki.


"Ko kaya ga asing ya, kaya pernah liat. Tapi siapa?"


Jessie men-scroll poto model itu sampai bawah.


"Eh.. ini bukannya kakak perawat UKS!?"


Jessie memperbesar poto lama model itu, dan ternyata benar dia adalah Asistent Kepala UKS yang merawatnya tadi siang.


Keren banget, gua sampai ga ngenalin dia waktu jadi model.


__ADS_1



__ADS_2