Ada Apa Dengan Jessie?

Ada Apa Dengan Jessie?
CHAPTER 18


__ADS_3

Guru masuk ruang kelas dan mulai mengabsen.


"Jessie!?" Panggil guru itu.


"Pak, Jessie ada urusan sama pak Hery, jadi tidak bisa mengikuti jam pelajaran bapak"


"Oke"


"Shin.. Jessie ada urusan apa" Fikri.


"Soal Festival kayanya"


"Ohh.."


Waktu semakin berlalu hingga jam pelajaran terakhir.


"Huft.. huft.. huft.. akhirnya sampai" Suara nafas yang memburu karena habis berlari.


"Shin!" Teriak Jessie di depan pintu kelas.


Flasback on,


Di Kamar Mandi.


Dug.. dug.. dug.


Suara pintu yang ditendangi.


"Gua jebol bisa ga ini!?"


Dug.. dug.. dug.


"Kuat banget pintunya, ga bisa didobrak, huhuhu"


Tampaknya Jessie sudah kehabisan cara untuk keluar dari Kamar Mandi.


"Woiii.. siapa aja yang diluar tolongin gua!!!"


Di luar Kamar Mandi.


Seorang laki-laki tampak duduk bersantai di samping Gazebo. Gayanya sangat nyentrik tidak seperti murid pada umumnya. Seragamnya tidak dimasukkan, dan tidak dikancingkan. Rambutnya berantakan namun terlihat keren dengan gayanya yang bad boy.


Pluk.. pluk..


Laki-laki itu tampak sedang menikmati suasana dengan melempar kerikil di dalam kolam.


"Hei! Balik kamu ke kelas, ngapain disini!? Ini jam pelajaran!!!" Tegur guru yang sedang keliling Area Sekolah.


Guru itu berjalan mendekat ke arahnya.


Mengetahui ia akan diomeli, laki-laki itu bergegas kabur sembunyi.


Ia melihat Toilet wanita yang bertuliskan sedang dalam perbaikan. Terlintas dalam pikirannya untuk bersembunyi disana sampai guru itu pergi menjauh.


"Disini ajalah!"


"Mana ini anak, cepet sekali menghilangnya"


Tak juga menemukan murid buruannya, guru itu pun langsung pergi berkeliling di lain tempat.


"Pergi juga akhirnya"


Dug.. dug.. dug.


Ia mendengar suara dari dalam toilet.


Bukannya ga dipakai ini toilet?


Ia memutuskan untuk segera pergi saja menghiraukan suara itu. Dia pikir suaranya mungkin berasal dari ruangan yang rusak atau dari tikus.


Dug.. dug.. dug.


"Tolongin gua!!!"


Tunggu dulu! Bukannya itu suara orang?


"Ada orang di dalam!?" Tanya laki-laki itu memastikan apa benar suara yang didengarnya tadi adalah suara seorang manusia.


Eh, ada yang dateng. Jessie merasa lega.


"Iya ada orang di dalem. Gua kekunci disini. Tolongin gua please"


Laki-laki itu mencoba membuka pintu kamar mandi dan ternyata benar di kunci dari luar.


"Hei lu masih disini kan!? Jangan pergi tolongin gua dulu"


Karena hening, Jessie mengira orang itu sudah pergi meninggalkannya.


"Woiii!!!"


Gubrakkk...


Dengan sekali tendangan, pintu Kamar Mandi sudah rusak dan daun pintunya malah menimpa Jessie.


"Aww.. aduh kepala gua"

__ADS_1


Jessie menahan pintu yang menimpa kepala mungilnya.


"Bantuin angkat pintunya, jangan cuma bengong doang!"


"Bentar"


Laki-laki itu membantu mengangkat daun pintu yang menimpa Jessie.


"Sorry, lupa mau nyuruh minggir dikit" Merasa sedikit bersalah.


Jessie mengangkat kepala dan melihat orang yang sudah membuat kepalanya sakit.


"Eh lu kan yang nabrak gua dulu!? Iya kan ngaku lu!!!"


Jessie ingat betul dengan sosok berandal yang dulu menabraknya di Lobi Sekolah sampai berujung hukuman karena bagian miniatur yang hilang.


"Gila ya lu?"


Tampaknya laki-laki itu sudah melupakan kejadian tabrakan itu.


"Heh, lu ngatain apa barusan!?"


"Cewek aneh lu!"


Tahan Jess, tahan.. Dia juga udah nolongin elu.


"Huft.. " Menghela napas untuk menahan emosinya.


Dari deket dia oke juga. Jessie yang sekilas menatap wajah laki-laki itu berubah menjadi kagum.


"Eh.. eh.. mikir apaan gua barusan" Memukul ringan kepalanya.


"Tuh.. aneh lagi kan lu!"


"Hm.. keluar dulu aja"


Mereka keluar Toilet bersama.


Di depan pintu, laki-laki itu tiba-tiba menarik Jessie ke dinding Kamar Mandi.


"Berhenti!"


"Apaan sih, narik-narik orang sembarangan!?"


"Sstt.. jangan berisik lu"


"Gua mau keluar! Minggir!"


"Argghhh.. bawel banget sih!"


Laki-laki itu membekap mulut Jessie dengan tangannya karena Jessie tidak berhenti mengoceh ingin keluar.


"Diem dulu!"


Laki-laki itu mengintip lewat pintu toilet yang terbuka sedikit.


Deg.. Deg.. Deg..


Suara jantung Jessie berdetak tak karuan.


Terlalu deket!


"Akhirnya.. "


Laki-laki itu melepas tangan yang menutup mulut Jessie.


"Hah.. "


Jessie mencoba menenangkan hatinya lagi.


Ternyata barusan ada guru keliling yang kembali lagi di dekat Gazebo.


Baru beberapa menit mengalihkan pandangan, laki-laki itu sudah keluar Kamar Mandi meninggalkan Jessie sendiri.


Kemana perginya orang tadi?


Jessie celingukan mencari-cari.


"Nah itu dia.. "


Laki-laki itu kembali duduk santai di Gazebo.


"Hei, makasih ya udah nolongin gua"


"Ya"


Sumpah nyebelin banget jawabnya, masa cuma ya gitu.


"Ada yang lain?" Tanya laki-laki itu pada Jessie yang masih berdiri mematung di sampingnya.


"Hahaha.. ga ada ko. Yaudah gua pergi aja. Thanks"


"Tunggu, bentar!"


Mau apa lagi sih.

__ADS_1


"Mana tangan lu!"


"Mau apa?"


Merogoh kantong celananya.


"Nih.. pake"


Memberikan sebuah plester luka pada Jessie.


Baru sadar tangan gua luka ternyata, ga berasa sakit, mungkin pas dobrak pintu tadi.


"Thanks"


Jessie meninggalkan laki-laki itu sendirian di Gezebo. Ia menuju ke kelasnya karena sudah hampir jam pelajaran terakhir.


Flashback Off


"Shin!" Teriak Jessie di depan pintu kelas.


"Ini dia orangnya, akhirnya selesai juga tugas data lu" Shindy.


"Hah! Maksud lu gimana?"


"Lah lu kan habis dari BK"


Ini gimana maksudnya Shindy!?


"Gua habis kekunci di dalem Kamar Mandi, Shin. Dari pas lu ngajak ke Kantin tadi pagi!"


"Bohong ya elu, gua pas ke kantor tanya Pak Herry aja lu ada disana katanya. Bikin tugas data buat Acara Festival Seni"


"Hah! gimana ceritanya gua ada disana sementara gua aja baru keluar dari Kamar Mandi"


"Bentar.. kalo lu bener kekunci, kekunci di Kamar Mandi yang mana lu?"


"Yang deketnya ada Gazebo, gua kekunci di Kamar Mandi yang disana!"


"Gak.. gak.. gak. Kamar Mandi disana aja rusak, lu malah kesana"


"Gak muka lu peyang!! Disana Kamar Mandinya bisa digunain kali"


Kalo bener yang dibilang Shindy, berarti ada yang sengaja ngunci gua. Ga mungkin juga laki-laki tadi bisa masuk ke toilet wanita kalo keadaan bisa digunain, soalnya bakal rame cewek.


"Ntar gua ceritain pas sampe di Rumah aja, Shin"


"Iya gua juga bingung yang bener yang mana"


Lia ngapain natap gua kaya mau nyakar aja.


Ternyata sejak Jessie masuk ke kelas ada Lia yang menatap tajam tidak suka kepadanya.


Ihh.. serem. Jessie bergidik ngeri sendiri melihat tatapan Lia.


"Jessie!"


Dari arah pintu masuk ada Pak Hery yang berteriak memanggil Jessie.


"Ada apa nih?" Jessie bingung, tiba-tiba Pak Hery memanggilnya.


"Kamu main-main ya sama saya!?"


Anying ini apa-apaan Pak Hery, tiba-tiba marah ke gua.


Semua orang di Kelas menatap Jessie penasaran dengan apa yang terjadi.


"Pak mohon maaf ada apa ya, sampai berteriak ke Jessie?" Tanya Shindy.


"Jessie ini mau mempermainkan Bapak ya!? Bapak suruh kamu kerjakan tugas di Kantor malah hilang dari siang sampai sekarang, dan data yang diprivasi malah menyebar di grup-grup kelas. Maksud kamu bagaimana!?"


"Loh pak, jangan asal nuduh ya! Saya ga pernah pegang data apapun, apalagi sampai menyebarkannya ke kelas-kelas. Bapak kalau menuduh harus ada buktinya!" Jessie membela diri, tidak terima dituduh oleh Pak Hery.


"Iya pak, Jessie ga mungkin seberani itu menyebarkan data yang privasi. Mungkin ada kesalahpahaman disini" Bela Shindy.


"Hmm.. siapa yang tau. Coba kita geledah aja tasnya!" Usul Lia ditengah percakapan yang sedang panas itu.


"Geledah aja! Orang gua beneran ga ngelakuin itu kok!!!" Jessie percaya diri karena memang bukan dia pelakunya.


"Biar gua yang geledah tasnya" Lia.


Lia memulai menggeledah satu-persatu isi tas Jessie.


Betapa terkejutnya semua orang ketika Lia mengeluarkan sebuah map yang bertuliskan Festival Seni Pekan Raya.


"Nah.. ini ada salinan berkas data Festival!"


Lia mengeluarkan satu map fotocopy berkas festival lengkap dengan isi datanya.


"Kenapa kamu ada fotocopy an data ini?" Tanya Lia sambil melempar kertas itu ke arah Jessie.


"Please pak, biar saya jelaskan dulu. Saya ga tau apa-apa tentang fotocopy an itu" Jessie sangat terkejut dengan apa yang ditemukan di dalam tasnya.


"Biasa, mana ada sih maling mau ngaku!" Lia.


"Kamu ini benar-benar ya! Ikut bapak ke Kantor sekarang juga!"

__ADS_1


__ADS_2