
Jessie dan Shindy duduk di Kamar.
"Lama banget di bawah lu" Shindy.
"Makan kukis dulu tadi" Jessie.
"Ck.. Makan ga bagi-bagi "
"Masih ada kok, gua sisain ga gua makan semuanya"
"Dari Komo ya, tadi sampe sini, buru-buru dia nyari lu. Akhirnya gua kasih tau lu ada di taman"
"Oh, tau dari lu ternyata"
"Ga gua kasih tau pun dia sendiri bakal muterin ini rumah sampe nemuin lu kali"
"Iya juga, hahahaha.."
"Nonton film aja yuk" Ajak Shindy.
"Kaset gua udah lu tonton semua juga, mau nonton apa lagi?"
"Tenang aja, gua tadi ambil ini di rumah waktu lu ngobrol sama Komo"
Shindy mengeluarkan sebuah kaset horor di tasnya.
The Devil Want You To Death
Film horor terkenal dari Amerika.
"Gila, lu dapet ini darimana, Shin?"
"Gua titip bokap gua waktu di Amerika lusa kemarin, karena ini rilis publiknya baru hari Rabu jadi sampainya hari ini. Tadi di paketin sama sana"
"Woahhh.. bokap lu the best banget tau ga"
Kalo papa ga mungkin mau ngantri beli ini buat gua, hadir waktu ngambil raport aja engga apalagi beliin kaset.
"Iya dong hehehe, yaudah gua pasang dulu".
"Iya, buruan"
"Hai gua udah selesai" Sapa Komo masuk ke Kamar.
"Kebetulan, kita mau nonton film horor, ikutan sini" Ajak Jessie.
"Film apaan?"
"Noh liat kasetnya!"
Komo mengambil bungkus kasetnya.
"The Devil Want You To Death, gila juga bisa dapet ini"
"Tuh kan Komo juga kaget denger lu dapet nih film, Shin"
"Hahaha.. " Shindy hanya tertawa mendengarnya.
"Nih udah mau mulai, duduk yang bener"
Mereka semua duduk berdekatan, Shindy tak lupa untuk mematikan lampu kamar agar semakin manambah suasana horor.
Film pun diputar.
Diantara mereka bertiga Jessie lah yang paling tahan dan bersikap biasa saja bila ada jumpscare yang tiba-tiba keluar atau hantu yang muncul.
Dari sini Komo menyadari ternyata Jessie bukan orang penakut, ia bahkan biasa saja dengan adegan pembunuhan yang bahkan Komo sendiri tidak tahan melihatnya.
"Yaelah Shin, lu kaya gitu aja takut" Ejek Komo.
"Emangnya lu ga takut apa!?" Jawab Jessie.
"Ya enggak lah ngapain ta- Arrghhh.. hantu Jess!!!" Komo berteriak kencang sekali.
"Hahahaha.. rasain lu" Ejek Shindy.
__ADS_1
"Pfttt.. makanya jangan sok berani" Jessie.
Komo diam saja tak menanggapi mereka, ia malu sendiri yang awalnya ingin terlihat berani di depan Jessie malah berteriak ketakutan.
Waktu berlalu dengan cepatnya. Sekarang sudah jam 22.45 WIB.
Film yang mereka tonton juga sudah selesai, Shindy dan Jessie pun sudah terlihat kantuk.
"Huft.. akhirnya end juga" Ucap Komo.
"Iya nih, gua masih berdebar banget abis nonton" Shindy.
"Gua kok biasa aja ya" Ucap Jessie datar.
"Cih.. Si Jessie mah ga seru kalo diajak nonton horror, ga teriak, ga takut, lempeng aja gitu mukanya"
"Udah.. kalian tidur gih udah malem, gua tidur di sofa bawah ya, kalo ada apa-apa bangunin gua aja" Komo.
"Oke, Mo" Jawab Shindy.
"Good night, Jessie" Komo mengusap lembut kepala Jessie.
"Good night too, Mo" Jawab Jessie sambil tersenyum.
"Hm, good night ya buat aku sendiri" Sindir Shindy.
"Hehehe.. Night Shin" Komo.
"Telat.. gua doa in lu mimpi buruk, Mo!!!"
"Gua kan mau mimpi indah sama Jessie, ngapain juga mimpi buruk"
"Udah sana keluar!" Shindy.
"Iya-iya, bye!"
"Hehehe.. " Jessie tertawa karena mereka berdua bila bersama selalu saja cekcok.
"Night, Shindy"
Mereka bertiga sudah terlelap di tempatnya masing-masing. Komo tidur di sofa bawah dan Jessie bersama Shindy tidur di kamar.
Tin.. Tin..
Suara mobil masuk.
Pukul sebelas tepat dan Renita sudah pulang.
"Mo, bangun. Pindah ke kamar tamu aja" Pinta Renita.
"Eh, tante sudah pulang ya" Komo langsung bangun mendengar suara Renita.
"Iya, kamu pindah sana ke kamar tamu jangan disini ga nyaman tidurnya"
Sebenarnya Komo nyaman-nyaman saja tidurnya, pasalnya sofa disini lebar dan empuk hampir serupa kasur.
"Aduh, maaf tan, ga enak masa saya nginep disini. Saya pulang saja deh tan"
"Loh gapapa, tidur disini aja, ga dibolehin mama kamu ya?"
"Bukan tan, masalahnya kan saya laki-laki sendiri disini. Om Raymond juga ga ada disini, jadi kayanya ga enak kalo saya nginep disini"
Komo bijaksana juga. Batin Renita.
"Yaudah, makasih ya Komo, sudah jagain Jessie"
"Iya, tan. Tante jangan sungkan kalau minta bantuan apapun soal Jessie, hehehe"
"Kamu ini, yaudah hati-hati pulangnya"
"Siap tan, selamat malam tante, titip salam buat Jessie ya tan"
"Iya nanti tante sampaikan"
Komo pulang ke rumahnya.
__ADS_1
Renita masuk ke Kamar Jessie. Ia mengelus lembut kepala anaknya dan mengecup hangat keningnya.
"Good night sayang, jangan sakit lagi ya anak mama yang cantik"
Terlihat bagaimana Renita sangat menyayangi putrinya itu, ia mencintai Jessie lebih dari dirinya sendiri. Renita tidak mau melihat Jessie kenapa-napa apalagi sampai disakiti oleh orang. Ia melarang tegas putrinya untuk berpacaran dulu sampai lulus SMK, makanya walaupun Jessie banyak yang didekati oleh laki-laki namun tidak ada yang sampai berpacaran dengannya.
Renita kembali ke kamarnya, ia sangat berhati-hati menutup pintu agar tidak membangunkan Jessie atau Shindy.
Good night too, mamaku. I love you so much.
Jessie ternyata terbangun waktu mendengar ada yang membuka pintu kamarnya. Ia mendengar mamanya masuk dan mengecup keningnya, ia juga mendengar sapa hangat mamanya waktu mengelus kepalanya.
Setelah itu Jessie melanjutkan tidurnya.
Sampai hari pun berganti pagi.
New Message!
BIMO
02.34
☏︎ Bimo : Sorry, tadi sibuk ngerjain tugas.
☏︎ Bimo : Boleh minta nomor kamu?
Pesan yang masuk di handphone Jessie sudah sejak jam 02.30 tadi.
Sekarang jam sudah menunjukkan pukul 05.00 WIB.
Hari ini Jessie bangun lebih awal dari Shindy, ia mematikan alarm yang berbunyi.
"Tumben Jess udah bangun" Shindy dengan suara serak khas orang bangun tidur.
"Iya tau, denger alarm langsung bangun gua"
"Minum air putih dulu Shin, biar ga kering tu tenggorakan"
"Hm, iya" Shindy minum air putih yang sudah ada di samping tempat tidur.
Jessie membuka DM dari Bimo.
Akhirnya, dibales juga, hehehe.
☏︎ Jessie : Iya gapapa kok, kak :)
☏︎ Jessie : 0882345xxxxx
☏︎ Jessie : Itu nomor aku kak.
Jessie meninggalkan handphonenya dan bergegas mandi untuk berangkat ke sekolah.
"Gua mandi duluan, Shin"
"Iya, terserah"
★★★
Di Meja Makan.
"Ehh.. kalian udah siap ternyata. Sini makan"
"Iya ma"
"Shindy dua hari numpang makan terus di rumah Tante, hehehe" Ucap Shindy.
"Gapapa dong Shin, kamu kan juga anak tante"
"Hehehe, makasih tante"
"Yuk buruan sarapan terus berangkat bareng tante lagi"
"Haduhhh.. siap-siap senam jantung lagi aku tan"
"Hahahaha.. " Jessie dan Renita tertawa bersama.
__ADS_1