
Aziel terus berusaha membangunkan aileen yang masih belum sadar, sedangkan jarak rumah sakit dari sekolah jauh.
Aziel memakaikan jaket miliknya kepada aileen kemudian terus mengusap usap tangan aileen yang dingin.
"Pliss bangun ai"
Aziel memang baru mengenal aileen belum lama tapi jujur saat pertama kali melihat aileen aziel tak sedingin saat bertemu dengan gadis lain.
"Eunghh" aileen mengerjapkan matanya pelan .
"Hey kamu udah sadar" aziel langsung mengecup kening aileen dan mengusap pipi gadis itu.
"Awsss" aileen meringis merasak kepalanya yang berdenyut nyeri.
"ai mau pulang"
"Kita kerumah sakit dulu baru pulang" aziel mengusap usap punggung aileen dengan sayang, ntah lah yang jelas aziel nyaman melakukan itu semua.
"ai gk mau kerumah sakit, ai mau pulang ketemu sama abang"
"Iyaa kita kerumah sakit dulu ya bentar lagi sampe" aileen langsung menggelengkan kepalanya matanya menatap kearah aziel memohon agar pulang saja.
Aziel yang sejujurnya kawatir dengan kondisi aileen tapi melihat tatapan gadis itu menjadi tidak tega.
"Jar puter balik langsung ke apartemen bang ed aja" fajar hanya bisa mengangguk tanpa protes sedikitpun karena disini ia adalah sopirnya.
"Kamu bener gkpapa" tanya aziel menatap dalam dalam manik mata aileen.
"Hemm ai gkpapa"
"Maafin ai ya udah ngerepotin aziel sama fajar"
"Ini juga maaf, nanti biar ai cuciin" tunjuknya kearah baju aziel yang terdapat noda darah.
"Hemm gak perlu " balas aziel masih menatap aileen.
"Mau makan dulu" tanya aziel
"Mau salad " balas aileen yang masih dalam pangkuan aziel dan menyenderkan kepalanya di dada bidang aziel.
Aziel maupun aileen sama sekali tidak risih dengan kedekatan keduanya yang seperti kakak dan adik.
Jujur saja badan Aileen yang sangat mini mungil itu jika disandingkan dengan aziel maka akan seperti adiknya.
"Gk mau makan nasi" tanya aziel lagi.
"Enggak salad sayur sama buah aja sama mau boba"
"Okey kita beli".
"Tapi ai mau makannya di rumah aziel aja" aziel mengerutkan keningnya bingung dengan permintaan gadis dipangkuannya ini.
"Kenapa dirumah gue, nanti di cariin abang" balas aziel menatap ailen bingung.
__ADS_1
"Enggk abang lagi ke kampus hari ini pulang sore mungkin, biar nanti abang yang jemput kerumah aziel"
Aziel menganggukan kepalanya, mungkin gadis ini tidak ingin sendirian di apartemen pikirnya.
Setelah membeli salad dan boba aziel langsung pulang kerumah nya.
"Assalamualaikum bun" salam aziel ketika sampai dirumah nya dan melihat sang bunda berada di ruang tv.
"Waalaikumsalam, kok bunda gak denger suara motor kamu bang" tanya rahma bunda aziel.
"Enggk dianter fajar naik mobil"
Rahma mengerutkan kening nya , tumben sekali anak nya diantar oleh fajar tapi tunggu siapa yang bersama aziel.
Aziel yang paham dengan yang dipikirkan bundanya pun langsung menarik lembut tangan aileen yang sedari tadi di belakang nya.
"Kenalin bun aileen temen abang disekolah" aileen mengangkat kepalanya ragu ragu takut dimarah dengan bunda nya aziel.
"Aileen tante" aileen berjalan menghampiri rahma dan mencium punggung tangannya.
"Iss gemess banget si kamu sayang" rahma langsung memeluk tubuh mungil aileen karena gemas .
"Kamu gak salah satu sekolah sama aziel, kok kamu imut banget. Kamu mah cocok nya jadi anak sd" ucap rahma menatap aileen sambil tersenyum senang.
"Abang ini yakin temen kamu" tanya rahma masih tidak percaya .
"Iyaa bundaku sayang" aziel langsung melangkahkan kaki nya kedapur.
"Sini duduk dulu sama bunda" rahma membawa aileen untuk duduk bersama nya di ruang tv.
"Hehe iyaa tan kata abang ai juga ai cocoknya jadi anak sd" balas aileen sambil nyengir menampilkan deretan giginya.
"Minum dulu" aziel menyodorkan segelas air putih kearah aileen yang masih asik diajak bicara dengan sang bunda.
"Makasih aziel" balas aileen menerima minum yang dibawa aziel.
"Bun biarin aileen istirahat dulu, tadi dia pingsan disekolahan"
"Kamu sakit" panik rahma yang langsung menatap aileen dengan intens kemudian balik menatap aziel yang ternyata ada noda merah dibajunya.
"Kamu juga sakit bang" tanya rahma.
"Enggk bun, ini tadi kena mimisannya aileen" jelas aziel.
"Yaudah aileen ajak istirahat, bunda mau belanja dulu buat masak makan malam nanti"
"Sayang kamu baik baik ya dirumah, istirahat dulu nanti bunda pulang mau dibeliin makanan apa" tanya rahma kepada aileen.
"Eumm gak usah bunda, aziel tadi udah beliin salad sama boba" balas aileen tak enak dengan perhatian yang diberikan rahma.
"Yaudah bunda tinggal dulu ya"
" Bang jagain yang bener anak gadis orang bunda pergi dulu" yang langsung dibalas anggukan oleh aziel.
__ADS_1
"Mau makan atau istirahat dulu" tanya aziel mendekat kearah aileen.
"Dua dua nya" balas aileen dengan mata yang masih sayu karena masih mengantuk.
"Yaudah ayok ke kamar gue aja" aileen langsung mengangguk dan merentangkan kedua tangannya kearah aziel
"Gendong ziel" ucap aileen .
"Manja banget bocil satu ini" aziel langsung mengangkat aileen dalam gendongannya dan membawa ke kamar nya"
"Aziel gak punya adek atau kakak" tanya aileen dalam gendongan aziel
"Gk, aku anak tunggal" aileen menganggukan kepala nya .
"Duduk sini dulu, aku mau ambil sendok" aziel mendudukan aileen di ranjang kamar nya.
Aileen menatap isi kamar aziel yang rapih kemudian tatapan matanya berhenti kearah lemari baju milik aziel.
Aileen bangkit kemudian membuka lemari yang berisi baju laki laki tersebut.
Aileen mengambil satu kaos putih milik aziel yang jika dipakai di tubuhnya akan sangat kebesaran.
"Ini bagus ai suka, aziel ai pinjem bajunya ya" ijin aileen tapi tak dapat aziel dengar karena laki laki itu masih dibawah untuk mengambil sendok.
Aileen masuk ke kamar mandi untuk berganti pakaian, aileen hanya mengganti bajunya saja sedangkan rok nya tidak ia ganti karena jika meminjam celana milik aziel pasti akan kedodoran.
Aileen keluar dari dalam kamar mandi kemudian menuju balkon kamar aziel.
"Enak ya jadi aziel masih punya bunda" gumamnya sambil melihat pemandangan halaman rumah aziel.
Aziel mengangkat sebelah alisnya saat menangkap sosok gadis mungil memakai kaos kebesaran dibalkon kamarnya.
"Ngapain" tanya aziel saat sudah berada di samping aileen sambil membawa salad dan boba milik aileen yang ia beli tadi.
"Liat liat aja" balas aileen tanpa melihat kearah aziel.
"Sini makan dulu" ucap aziel meletakan makanan di meja yang berada disana.
"Bunda aziel baik banget ya" ucap aileen tiba tiba sambil mengambil duduk di samping aziel.
"Iyaa lah bunda siapa dulu" balas aziel sombong.
"Sini ai mau makan" pintanya mengambil salad yang ada diatas meja.
"Nih" aziel menyerahkan saladnya kepada aileen.
"Beneran gkpapa" tanya aziel menatap aileen yang masih menikmati saladnya.
"Iyaa gkpapa, jangan bilang abang ya kalo ai tadi pingsan" aziel menatap aileen dengan bingung.
"Kenapa?"
"Nanti abang kawatir terus abang nanti malah gak jadi lanjutin kuliahnya "
__ADS_1
Aileen tidak ingin membebani edden, Aileen ingin abang satu satunya itu tetap melanjutkan pendidikannya tanpa terus memikirkan kondisinya