Aileen Krystal N.

Aileen Krystal N.
Bab 9


__ADS_3

" MAKSUT LO APA HAH!!" teriak aziel berjalan kearah raka .


"BANGSAT, BUGH BUGH BUGH" Aziel langsung saja membogem wajah raka bertubi tubi hingga membuat laki laki itu jatuh tersungkur kebelakang.


Aileen tentu saja terkejut saat melihat aziel dan teman teman nya berada disana ditambah laki laki itu yang langsung memukul raka.


"BANGUN LO BANGSAT" Teriak aziel memegang kerah baju raka lalu membogem nya lagi.


Bukannya marah raka malah tersenyum mengejek kearah aziel dan sama sekali tak membalas pukulan laki laki itu.


Raka mengangkat tangannya memberikan kode kepada anak buahnya untuk pergi dari sini, dan kemudian laki laki itu mendorong aziel dengan kuat hingga membuat aziel terjatuh kebelakang.


Anak anak bruiser yang melihat itu langsung menolong aziel dan kiki langsung saja berlari kearah aileen, takut takut raka akan melakukan sesuatu kepadanya.


"Ini baru pemanasan bro " ucap raka kemudian pergi dari sana dengan santainya.


"Licik" ucap aziel meludah kearah raka tapi tak membuat raka marah justru laki laki itu bersiul siul dan kemudian tertawa.


"Ziel aileen pingsan anjir" panik evan yang berada disamping aileen, tiba tiba saja gadis itu pingsan tak sadarkan diri .


"****!" umpat aziel kemudian dengan cepat menghampiri aileen dan mengelus lembut pipi putih yang kebiru biru an itu.


"Ayok cabut kita kumpul di markas bang ed pengen kita semua kumpul sekarang" ucap aziel kemudian menggendong tubuh mungil yang semakin kurus itu.


"Lo ajak dia " tanya fajar dengan ekspresi yang sulit di artikan.


"Kenapa?" Tanya aziel sambil tersenyum mengejek kearah fajar kemudian pergi meninggalkan fajar yang menatapnya dengan datar


Suara deru motor memenuhi halaman markas Bruiser, disana tampak jajaran motor motor besar dengan rapih.


"Sorry bang telat, tadi ada insiden" ucap kiki yang sudah masuk ke dalam markas.


Sedangkan di dalam sudah ada ketua Bruiser dan inti Bruiser lain.


Saat semua sudah sampai di markas aziel yang menggendong tubuh aileen ala koala baru saja memasuki markas.


"Sorry bang telat, tadi ada sedikit masalah" jelas aziel menatap ed tak enak apa lagi dia membawa seorang gadis .


Edden mengernyitkan alis nya seperti tak asing dengan gadis yang berada dalam gendongan aziel, tapi sayang wajah gadis itu tak kelihatan karena berada dalam dada aziel dan tertutup oleh rambut panjang nya.


Seolah mengerti dengan tatapan ed aziel langsung mendekat dan menjelaskan.


"Dia korban raka bang-" jelas aziel kemudian terpotong oleh ucapan edden tiba tiba.


"Bawa keatas " ujar nya dingin.

__ADS_1


Aziel merebahkan tubuh aileen yang masih tertidur itu dengan hati hati kemudian menyelimutinya dan segera turun kebawah.


"Kita harus segera hancurin raka dan anak buahnya" ucap tegas edden dengan wajah penuh amarah dan kebencian.


Aziel yang baru saja sampai langsung angkat bicara.


"Kita harus lebih waspada bang, gue gatau motif dibalik kelicikan raka apa tapi tadi dia ngancem kita lewat cewe tadi". Jelas aziel menatap mata edden.


"Siapa?" Tanya edden menatap aziel penuh tanya.


"Gue baru kenal dia beberapa hari bang, dia anak baru di sekolah gue" jelas aziel memang benar.


"Lo ada hubungan sama dia?" Tanya edden menatap aziel dengan sorot yang berbeda.


Aziel menggeleng, memang dia dan aileen tidak ada hubungan.


"Gue gk ada hubungan apa apa bang, cuma gue sama dia sekelas dan gue beberapa kali ketemu dia di luar sekolah tanpa sengaja" jelasnya lagi .


"Raka ngincer cewe itu karena dia ngira dia cewe lo, udah bisa gue tebak".


"Dia mau ngehancurin lo lewat cewe itu".


"Jangan sampe hal yang gue alami gara gara dia teerjadi sama lo"


"Kita harus waspada, dan secepatnya atur strategi "


Ucapan edden memang ada benar nya, pasti raka akan menghancurkan mereka lewat orang terdekat.


"Dasar licik" gumam aziel sambil mengepalkan tangannya .


"Huwaaa tolong ada tikusss" suara teriakan dari atas membuyarkan fokus mereka di bawah.


"Deg"


Jantung edden seolah berhenti berdetak.


"Bundaa tolong huwaaa" tangisnya semakin keras kemudian lari menuruni tangga dan langsung menubruk aziel yang posisi nya tak jauh dari tangga.


Atensi mereka teralihkan menatap gadis yang tiba tiba menerjang aziel dengan pelukan erat itu.


"Tolong tikusss gue takut hikss hiks" tangis nya tanpa sadar ada banyak pasang mata yang mengarah kerahanya.


"Anjirrr menang banyak " celetuk kiki  yang langsung mendapat geplakan dari tangan evan.


"Berisik banget anjiirr" sewot evan menatap tajam kiki.

__ADS_1


"Hehe sorry, itu mereka soswett banget njirr" ucap kiki sambil menggaruk garuk kepalanya.


"Syutt syutt" ucap aziel kemudian mengusap punggung aileen yang ketakutan dalam gendongannya.


"Ada tikuss disana hiksss hikss"


"Disini gk ada udah diem, malu diliatin banyak orang" ucap aziel kemudian menyelipkan anak rambut aileen yang berantakan menutupi wajah nya yang belum diobati akibat ulah raka tadi.


Aileen mengangkat wajahnya meringis malu  melihat sekitar yang dipenuhi laki laki yang tidak ia kenal sampai akhir nya matanya menangkap sosok yang selama ini ia rindukan.


Dengan pelan aileen turun dari gendongan aziel dan menatap kearah laki laki yang ia cari selama ini dengan mata berkaca kaca.


Edden yang masih tak percaya dengan apa yang ia lihat di depannya hanya bisa berdiri tanpa bergerak sedikit pun.


Dengan langkah pelan aileen mendekat sedangkan air matanya sudah tidak bisa ia bendung lagi, suasana sekitar semakin mencekam dan membuat mereka kebingungan .


Grepp


"Huwaaaaaaaaa" tangis aileen pecah dengan keras saat edden yang sudah sadar langsung memeluk tubuh nya dengan kuat.


"Syutt syutt, jangan nangis " ucap edden masih memeluk aileen dengan erat dan mendaratkan kecupan dikepala nya.


Aziel dan yang lain hanya diam membisu melihat perlakuan edden kepada aileen.


"Jangan nangis lagi oke, gue udah disini"


"Maafin yah" ucap nya lembut kemudian memegang kedua pipi aileen yang terdapat lebam dan robekan dibibir nya.


Tanpa memperdulikan kebingungan sekitar edden langsung menciumi seluruh wajah aileen dan mengelus sayang pipi itu.


Sudah sejam lebih setelah edden mengobati luka diwajah aileen gadis itu langsung tertidur dipangkuan edden dengan nyamannya.


"Bang bisa jelasin" ucap aziel meminta penjelasan pada edden.


Edden yang masih setia mengelus rambut aileen dan sesekali mengecup nya pun langsung menatap kearah orang orang yang berada disekitar nya.


"Adek gue" ucap edden singkat tapi membuat semua nya kaget tak percaya.


"Serius lo bang" tanya kiki tak percaya yang langsung di balas anggukan oleh edden.


"Dia satu sekolah sama kalian dari kapan" tanya rio .


"Baru seminggu, itu pun 3 hari kemarin dia gk dateng sekolah" bukan kiki yang menjawab melainkan aziel.


"Gue pamit dulu" ucap edden yang membawa aileen dalam gendonganya .

__ADS_1


"Kita kawal" ucap aziel ikut bangkit dan langsung disetujui oleh yang lain.


__ADS_2