Aileen Krystal N.

Aileen Krystal N.
Kasih sayang


__ADS_3

"bang lo sehat?" Tanya aziel menatap edden yang seperti tampak sedikit pucat .


"Hemm" balas edden dengan berdehem.


Laki laki itu harus tetap sehat dan baik baik saja, ia tidak terlalu merasakan demamnya yang terjadi dari semalam.


Yang terpenting aileen sekarang sudah baikan dan jauh lebih baik. Edden memakan masakan bunda aziel dengan sangat lahap, walaupun ia tak berselera makan karena mulutnya yang terasa pahit tapi demi aileen edden harus kuat.


" Kata dokter apa bang, apa ada masalah yang serius?" Tanya aziel yang membuat edden menghentikan acara makannya.


" Penyakit jantung aileen kambuh, di tambah ada masalah juga sama paru paru nya" jelas edden kemudian melanjutkan makannya.


Aziel tak terlalu terkejut mendengar penjelasan edden walaupun ia belum tahu sebelumnya apa yang terjadi pada gadis itu. Tapi saat melihat aileen yang sering mimisan dan pingsan beberapa kali saat bersama nya membuat aziel yakin bahwa ada masalah serius yang aileen sembunyikan.


"Kedai lo gimana bang?" Tanya aziel.


Memang aziel mengetahui perihal edden yang memiliki kedai angkringan, itu pula alasan edden waktu itu menitipkan aileen padanya.


"Temen gue yang ngurus" balas edden yang sudah selesai dengan makanannya.


"Bang lo yakin gkpapa" tanya aziel lagi yang melihat edden memijat pelipisnya.


"Gue gkpapa, cuma kurang tidur" balas edden tak mungkin mengatakan jika ia sakit, edden tak mungkin selemah itu.


****


" Bunda abang kok lama?" Tanya aileen yang sudah selesai makan dan sekarang tengah duduk sambil menunggu edden dan aziel kembali.


"Emm mungkin abang lagi istirahat" balas bunda aziel yang ikut duduk dipinggiran ranjang.


"Kan disini udah ada bunda sayang" bunda aziel mengusap punggung tangan aileen.


"Ai pengen sama abang" ucap nya lirih sambil menunduk.


"Loh kenapa, ai gk suka sama bunda"


Aileen menggelengkan kepalanya cepat, kemudian mengangkat wajahnya.


"Dari dulu kalo ai sakit abang yang temenin ail, jagain ai, bantuin ai minum obat juga. Pokonya abang gk pernah jauh dari ai" jelas nya .


Flashback on~


"Dek minum obat dulu" 


Sudah satu jam lebih edden merayu aileen agar mau minum obatnya, tapi gadis itu tetep kekeh tak mau minum obat.


"Pahit abang" rengeknya sambil menutup mulutnya dengan kedua tangannya.


"Ini udah abang kasih gula, jadi pahitnya udah ilang"


"Minum dulu ya obatnya, nanti abang beliin gula gula yang banyak deh"


Rayu edden dengan mengerahkan jurus andalannya yaitu sogok an si gula gula.


"Janji?" Tanya aaileen melepaskan tangannya dari mulutnya.

__ADS_1


"Iyaa sayang abang janji"


"Aaa buka mulutnya"


"Eummm pahit abang" ucap aileen hendak memuntahkan kembali obatnya.


"Ini minum teh manis nya cepetan" edden memberikan teh manis yang sudah ia buat sebelum menyuruh aileen meminum obat.


Edden sengaja membuat teh manis untuk meminum obat aileen agar setelah ia meminum obat langsung meminum teh manis, agar rasa pahitnya langsung hilang.


"Gula gula nya mana" aileen menyodorkan tangannya kearah edden.


"Nanti kalo udah sembuh dong" balas edden meletakkan gelas kosong nya.


"Iss abang curang" kesal aileen mengerucutkan bibir nya.


****


"Bun adek dimana?" Panik edden mencari keberadaan aileen.


"Bukannya sama kamu tadi?" Tanya citra menatap anak sulung nya.


"Iyaa bun, tapi bocah itu kabur bawa uang jajan abang" bukan sayang pada uang jajan nya tapi edden paham apa yang akan di beli adiknya itu.


"Kok bisa" bukannya marah justru sang bunda malah tertawa.


Citra emang tak pernah melarang anaknya untuk membeli gula gula makanan favorit nya itu, tapi beda lagi dengan anak sulung nya ini yang terlalu oper protektif kepada adik kesayangannya.


"Iss bunda kebiasaan deh, selalu ngebiarin adek beli jajan yang gak sehat" kesal edden meninggalkan sang bunda .


"Bu ail mau beli gula gula nya lima sama es krim nya dua rasa coklat buat ail rasa vanila buat abang" 


"Sama apa lagi dek?" Tanya ibu ibu warung yang berjualan.


"Udah itu aja" aileen memberikan uang merah satu lembar kemudian mengambil gula gula dan es krimnya.


"Dek ini kembali annya!!"


"Buat ibu aja, uang abang ail banyak soalnya!!!" 


Aileen bersenandung ria di sepanjang jalan, tangan kiri membawa plastik berisi gula gula dan juga eskrim untuk abangnya sedangkan tangan kanan nya memegang es krim coklat dan memakannya.


"Ekhem" dehem edden yang membuat aileen terlonjak kaget.


"Hah abang "  kaget aileen menjatuhkan plastik nya.


"Dari mana?" Tanya edden datar.


"Nih jajan" jawabnya sambil menunjukan plastik yang berisi gula gula.


"Abang udah bilang jangan beli gula gula terlalu sering" kesal edden.


"No abang, ail jarang " balas aileen tak kalah kesal.


"Ayok naik" aileen mengangguk antusias kemudian ikut naik diatas sepeda yang Abang nya bawa.

__ADS_1


*****


"Huwaaa!!!"


"Bundaaa!!!"


"Huwaaa sakit!!!"


"Hikss hikss bundaaa!!!"


"Bun abang aja" edden langsung menaiki tangga menuju kamar aileen saat melihat sang bunda akan kesana.


"Lihat ayah anak mu itu" ucap citra pada suaminya.


"Anak ku sangat sayang pada adiknya, dia pandai menjaga aileen " balas cavan santai duduk di meja makan sambil memegang koran ditangannya.


"Kenapa dek?" Panik edden langsung lompat keatas kasur saat melihat aileen membungkus tubuh nya dengan selimut disana.


"Huwaaa abang gigi ail sakit" adunya dengan wajah yang sudah dipenuhi air mata.


"Ck! Abang bilang juga apa" edden membuka selimut yang membungkus tubuh adiknya itu kemudian membawa adiknya kedalam pelukannya.


"Udah jangan nangis, nanti tambah sakit giginya" edden mengusap usap pipi aileen yang tampak bengkak .


"Maaf abang" ucap aileen sambil terisak.


"Hemm" balas edden.


Flashback off~


"Abang sakit?" Tanya aileen melihat wajah pucat abang nya itu.


"Enggk abang gak sakit" balas edden kemudian duduk disamping aileen.


Aziel dan bunda rahma sudah pulang karena bunda rahma yang ada pekerjaan mendadak, sedangkan aziel ia harus menemani bundanya diperjalanan.


"Badan abang panas" aileen mengusap kening edden yang tampak berkeringat dingin.


"Ini anget" balas edden kemudian mengambil posisi tiduran disamping aileen dan memeluk pinggang ramping sang adik.


"Abang sakit, abang harus diperiksa dulu sama dokter" ujar aileen menatap edden yang memejamkan matanya.


"Abang cuma butuh tidur dek, nanti juga baikan" kekeh edden yang sebenarnya merasakan berat pada kepalanya.


Aileen mengubah posisi duduknya menjadi tidur, kemudian menatap wajah sang abang dengan intens.


"Kenapa hem?" Tanya edden dengan suara seraknya .


"Abang jangan tinggalin ail" ucap nya dengan mata berkaca kaca.


Edden membawa aileen masuk kedalam pelukannya " abang gk bakal kemana mana" edden kembali memejamkan matanya.


" Abang minum obat ya biar abang gak sakit, kalo abang sakit ail jadi sedih" kini air mata aileen sudah mengalir deras membasahi pipinya.


"Abang gk butuh obat, kalo dibawa tidur juga nanti langsung sembuh".

__ADS_1


Aileen memilih memeluk edden dengan erat, ia tak mau edden meninggalkan nya.


__ADS_2