Aileen Krystal N.

Aileen Krystal N.
Bab 7


__ADS_3

Tiba tiba saja tangan aileen ditarik kebelakang sekolahan oleh flora miska dan amel.


"lo pasti tadi bolos kan bareng aziel dan temen temen nya" sentak flora sambil menekan leher aileen dengan keras.


Aileen terbatuk batuk merasakan sakit sekaligus susah bernafas.


Lagi lagi ia harus jadi korban dari flora.


"Gue bilang jauhin aziel ya jauhin, jangan sampe gue yang bikin lo jauh sama aziel pake cara kasar gue" tekan flora kemudian mendorong aileen hingga punggung nya menatap pohon dengan kuat.


"Cabut guys" ucap flora setelah puas.


Bukan aileen tak berani melawan flora hanya saja ia anak baru belum mencari gara gara pun ia sudah diperlakukan seperti ini.


Aileen bangkit sambil memegangi punggung nya yang sakit.


"Awss " lirih nya sambil membersihkan rok nya.


Aileen berjalan di koridor sekolah seorang diri, ia berniat pergi ke kantin untuk membeli minum.


Suasana kantin sangat ramai, tampak meja kantin yang sudah penuh terisi oleh siswa siswi Sma Cemara. Aileen melangkahkan kakinya menuju penjual air mineral, memang itu tujuan awal nya datang ke kantin tapi matanya tidak sengaja menangkap sosok yang akhir akhir ia temui.


Di pojok kantin tampak aziel dan teman teman nya sedang menikmati makanan dengan satu orang gadis yang menempel di samping aziel, aileen hanya melihat nya sekilas kemudian saat matanya bertubrukan dengan mata aziel aileen langsung mengalihkan pandangan nya kearah lain dan pergi dari kantin.


Aziel memandang punggung aileen yang semakin menjauh.


"Sayang ayok dong buka mulutnya" ucap flora yang sedari tadi memaksa untuk menyuapi aziel.


"Kayaknya tangan masih utuh" sindir kiki.


"Semutan kali" evan melirik sinis kearah aziel dan flora.


Sedangkan fajar sama sekali tak perduli dengan sekitar.


Teman teman aziel memang tak suka dengan flora, apa lagi gadis itu yang selalu nempel kaya cicak. Bukan tanpa alesan mereka tidak suka, flora adalah gadis yang suka membuly orang orang yang tidak pernah punya salah dengannya. Menurut kiki dan evan itu adalah perbuatan yang sangat menjijikan.


Sedangkan aziel yang terus terusan di tempeli oleh flora kadang risih,tapi ia tidak ingin ribut dengan gadis itu buang buang waktu pikirnya.


Aileen duduk di pinggir lapangan sambil memegang botol minum yang ia beli tadi,


Tatapannya kosong lurus kedepan.


"Abang dimana, ai kangen"


"Abang ai disini gk punya siapa siapa"

__ADS_1


"Abang ai di sini di bully"


"Ai takut"


Aileen mengambil handphone nya kemudian ia melihat akun sosial media edden yang sudah tidak aktif lagi.


"Ngapain " tanya seseorang yang menghampiri aileen.


"Ehh" kaget aileen kemudian menutup layar ponselnya.


"Lo gk punya temen" tanya aziel.


Aileen menggelengkan kepala nya kemudian menunduk, ia ingat betul apa perkataan flora untuk menjauhi aziel. Aileen tidak ingin terkena masalah lagi dengan flora mungkin lebih baik ia menjauhi aziel saja toh memang mereka belum kenal dekat hanya beberapa kali yang kebetulan ketemu.


Aileen bangkit dari duduk nya tanpa sepatah kata kemudian meninggalkan aziel yang masih duduk dan menatap kepergiannya.


Aziel mengerutkan keningnya bingung, kenapa dengan gadis itu pikirnya, apa dia punya salah.


"Loh aileen mau kemana kok buru buru amat" ucap kiki yang berdiri tak jauh dari pinggir lapangan.


"Ma mau kelas " balas nya gugup lalu meninggalkan kiki evan dan fajar yang masih menatapnya juga.


"Fix, aileen marah gara gara aziel dikantin nempel sama flora fauna" sok tahu evan.


"Emang bener bener minta di pulangin ke habitatnya tuh, eneg gue dia nempel mulu kek benalu" kiki mengungkapkan unek uneknya .


"Kenapa" tanya nya.


"Gpp" balas fajar kemudian pergi ke kelas karena sebentar lagi jam istirahat habis.


"Sekalinya ngomong singkat padat" cibir kiki.


"Irit banget" ucap evan ikut mengomentari sahabat nya itu.


"Cabut" ucap aziel meninggalkan evan dan kiki.


Didalam kelas pun aileen hanya diam saja tanpa melirik aziel sedikit pun, ia fokus pada apa yang guru terang kan di depan.


Hingga jam pulang sekolah pun tiba, aziel pun tak ingin ambil pusing ia keluar kelas lebih dulu menuju parkiran.


Aileen membereskan buku nya kemudian melihat ponselnya, aileen berjalan dengan santai keluar gerbang sekolah ia dapat melihat siswa siswi yang saling bercanda bersama dan yang pastinya aileen dapat melihat aziel yang sudah duduk di motor besar nya bersama flora dan teman temannya.


Aileen duduk di halte seorang diri, untuk menghilangkan bosan aileen memilih bermain ponsel dan menghubungi teman teman abang nya siapa tau salah satu dari mereka ada yang belum ganti nomor.


Aileen memejamkan mata nya ketika rasa sakit di dadanya kembali terasa.

__ADS_1


"Awsss" ringis nya sambil meremas rok nya.


Aileen memukul mukul dada nya agar rasa sakit nya berkurang, tapi bukan nya berkurang malah semakin terasa sakit.


"Shhhhhhh abang" ringis nya sambil memanggil nama edden.


Langit yang sedari tadi memang sudah mendung tiba tiba rintikan hujan mulai berjatuhan.


Aileen menangis dibawah guyuran hujan, tatapannya benar benar kosong.


Tidak memperdulikan jalanan yang sudah mulai sepi aileen terus melangkah kan kaki nya.


"Bunda hikss, ai kangen sama bunda" isaknya di pusara makam sang bunda.


Setelah tadi ia berjalan di iringi dengan turun nya hujan, aileen memilih untuk ke rumah yang sudah 2 tahun ini bunda nya tempati.


"Bunda ai gk bisa ketemu abang lagi, apa lagi untuk ketemu sama bunda" isaknya semakin kuat.


"Ai mau nyusul bunda, tolong bunda jemput ai hikss hikss"


Dalam keadaan baju yang basah karena hujan,aileen merasakan tubuh nya semakin menggigil dan dadanya yang terasa semakin sesak. Aileen memejamkan mata nya di makam sang bunda hingga dia tak sadarkan diri di sana.


Kini di markas Bruiser aziel dan yang lain sedang berkumpul setelah pulang sekolah tadi.


"Ziel kalo di liat liat aileen tu kaya banyak yang di pendem gitu gk si" ucap kiki tiba tiba.


Sedangkan aziel yang sibuk dengan game nya sedari tadi hanya mengangkat bahu nya acuh.


"Tatapan nya tu selalu kosong gitu, dan dia juga selalu menyendiri gitu" timpal evan.


"Iyaa kasihan gue liat nya, apa lagi tadi pas liat lo bareng sma flora gue liat dia jadi gk tega padahal dia bukan siapa siapa lo kan ziel" tanya kiki lagi.


"Mana gue tau, gue gk deket sama dia" balas aziel acuh.


"Lagian lo kenapa tiba tiba mikirin aileen"


"Suka lo?" Tanya fajar yang sedari tadi hanya menyimak obrolan mereka.


"Kalo suka si iya, tapi kalo buat milikin kayak nya enggk deh" balas kiki .


Aziel mengerutkan kening nya " kenapa"


"Gue sadar diri anjirr, lo pikir aileen mau sama gue hah" kesal kiki.


"Aelahh ngegass lo" evan menyenggol bahu kiki meledek.

__ADS_1


"Aileen itu butuh seseorang yang bener bener bisa jaga dia tau gk lo, dia itu banyak luka yang di simpen. Apa lagi sekarang dia di tambah korban bully flora makin gk tega gue" ucap kiki yang tumben kali ini masuk akal, biasanya hanya omong kosong yang akan keluar dari mulut nya.


Aziel mengingat ingat saat dia bertemu dengan aileen, tapi aziel tak mau ambil pusing toh mereka tidak memiliki hubungan hanya sebatas kenal biasa.


__ADS_2