
Kini aziel dan yang lain sudah berada di markas BRUISER untuk menyambut kedatangan ketua mereka, memang selama ini aziel hanya sebagai wakil ketua .
Tapi saat ini ketua yang sudah hampir dua tahun tak pernah muncul kini telah kembali.
Laki laki bertubuh tinggi besar dan memiliki rahang tegas itupun memasuki markas dengan inti BRUISER angkatan pertama.
"Selamat datang kembali bang" ucap aziel bersalaman ala laki laki.
Ya pokoknya gitu lah ya salaman ala laki laki wkwkwk.
"Hemm " balas edden singkat.
Yapss edden masih menjadi ketua BRUISER sampai sekarang, walaupun berada dalam penjara selama ini. Ia hanya bisa mempercayakan aziel sebagai wakil nya untuk menggantikannya sementara, bukan edden tak percaya memberikan kedudukan ketua kepada aziel. Hanya saja edden masih perlu untuk menyelesaikan masalah dua tahun yang lalu ditambah hilang nya kabar sang adik hingga sekarang.
" Sesuai perintah gue kemaren, gue tetep pengen kalian berjaga jaga dari Mortal Enemy soal adek gue, gue yang bakal turun tangan sendiri" mendengar penuturan itu pun membuat yang lain paham.
"Gue kemaren gak sengaja ketemu mang diman dipasar nganterin bi Iyem. Gue tanya mereka katanya adek lo udah balik kesini cuma bokap lo masih diluar negeri" ucap rio memberitahu.
"Bokap gue bakal ngasih penjagaan yang ketat dirumahnya, gue harus bisa ketemu adek gue diluar rumah" jelas nya lagi.
Jujur aziel tidak pernah tau pasal adik dari ketuanya itu, yang ia tau hanya permasalahan dengan Raka saja ketua geng mortal enemy .
"Gue bakal bantu lo bang" ucap aziel tiba tiba.
"Lo hanya perlu pantau raka, jangan sampe kecolongan" jelas edden.
"Kalo gitu gue pamit, kalian boleh ngadain pesta sekarang" jelas edden kemudian pamit .
"Gue juga pamit" ucap aziel tiba tiba.
"Elahh kemana si ngab buru buru amat" ucap evan.
"Tau lo ngab, mentang mentang udah ada ayang sekarang" cerocos kiki.
Tanpa memperdulikan omongan teman teman nya aziel memilih segera bangkit dan meninggalkan markas menuju rumah nya.
Sedangkan kini ailen sedang berada dikamar nya berusaha untuk memejamkan matanya.
"Apa ai harus periksa ke dokter ya" gumamnya sambil mengingat ingat rasa di dadanya saat berdekatan dengan aziel tadi.
"Isss sebel, kenapa harus mikirin cowo itu sih" rengeknya sambil menggulingkan badan nya ke kanan dan ke kiri.
Aziel yang baru saja sampai di apartemen nya pun langsung bergegas untuk membersihkan diri, setelah selesai dengan bersih bersih nya aziel memilih untuk beristirahat.
Tiba tiba saja ia kepikiran dengan ailen.
Aziel menarik sudut bibir nya keatas saat mengingat ailen yang meminta nya di pangku.
Tanpa sadar aziel kini sudah terbawa ke alam mimpi.
"Ahhh bibi kenapa gk bangunin ai si, kan jadi telat nih" rengeknya sambil berlarian keluar rumah.
"Loh bibi kira non ailen gk sekolah karena masih sakit" ucap bi Iyem tak enak hati.
__ADS_1
"Yaudah bi ai berangkat udah telat banget nih" ucap ailen setelah selesai memakai sepatunya.
"Gk sarapan dulu non" tanya bi iyem.
"Gk sempet bi" .
ailen berlarian disepanjang jalan untuk mencari angkutan umum, tapi sepertinya angkutan umum yang biasanya sudah lewat.
Ailen mengatur nafasnya yang ngos ngosan kemudian ia berjongkok untuk menetralkan detak jantung nya yang terasa sesak.
Suara deru motor berhenti tepat disamping lova.
"Ayok naik, keburu telat" ucap cowo yang menaiki motor tersebut.
Ailen berdiri kemudian menatap intens cowo itu untuk memastikan apakah ini benar benar aziel atau bukan.
Aziel turun dari motornya kemudian mengangkat tubuh aileen yang tiba tiba menegang itu.
"Pegangan" ucap aziel yang mampu membuat ailen seketika tersadar.
"Lo ngapain sekolah?" Tanya aziel yang sudah menjalankan motornya.
"Hahh" bingung aileen yang masih loding .
"Lo ngapain sekolah" ulang aziel
"Ya emang gk boleh" jawab aileen kemudian.
"Emang udah sehat, liat luka lo aja masih belum sembuh" ujar aziel yang melihat wajah aileen dari balik spion.
Mereka sampai di depan gerbang Sma Cemara yang sudah dalam keadaan terkunci.
"Yah telat" ujar aileen menatap nanar gerbang tersebut.
"Ck dari tadi juga udah telat" ujar aziel kemudian melajukan motornya ke belakang sekolah.
"Isss ngapain kesini ziel" rengek aileen saat aziel malah membawa nya kewarung belakang sekolah.
Aziel turun dari motor nya dalam keadaan aileen yang masih duduk di jok belakang, otomatis aileen langsung memegang lengan aziel karena takut terjatuh.
"Iss ai belum turun ngapain turun duluan" kesalnya.
Aziel terkekeh di balik helm full face nya melihat tingkah menggemaskan aileen.
Tanpa melepas helm milik nya aziel langsung menggendong aileen ala koala menuju ke dalam warung tongkrongan nya.
Entah lah aziel mendadak suka menggendong gadis ini seperti anak kecil yang memang tubuh aileen berukuran mungil dibanding tubuh nya.
"Buset ngapain pagi pagi dah nempel nempel" protes kiki yang langsung berdiri dari duduk nya.
Aziel sama sekali tak memperdulikan teman teman nya yang menatap nya tak percaya dengan sifat nya akhir akhir ini yang dekat dengan seorang wanita.
Aziel mendudukan aileen dikursi kosong kemudian ia melepas helm nya dan ikut duduk disamping aileen .
__ADS_1
Semua mata tertuju kearah nya dan aileen, aileen hanya bisa menunduk dan memainkan jari jari mungil nya.
"Apa" tanya aziel tak santai sama sekali.
"Anjirr ngegass" kaget evan dan kiki bersamaan.
"Ngapain dibawa kesini bang, kan bahaya laki semua" ujar evan sambil melirik kearah aileen.
"Udah telat mana bisa masuk, yang ada kena hukuman" jelas aziel.
"Kalian pacaran" tanya fajar yang selama ini tak pernah buka suara.
"Anjirr sekalinya ngomong to the point banget" ucap kiki menatap fajar tak santai.
Sedangkan yang ditanya malah sama sekali tak menjawab, alias pura pura tidak dengar.
"Lo udah sarapan?" Tanya aziel melirik aileen di samping nya.
Aileen mendongakkan kepala nya menatap aziel kemudian menggeleng .
Aziel bangkit dari duduk nya kemudian memesankan satu porsi nasi uduk teh manis.
"Makan" suruh nya sambil menaruh makanan yang telah di pesannya.
"Ehh gk usah, ai belum laper kok" ujar aileen tak enak apa lagi di tatap sedemikian intens oleh teman teman aziel yang sekarang sudah menjadi teman sekelasnya juga.
"Makan gk terima penolakan udah gue pesenin" ucap nya lagi kemudian aziel memilih memainkan ponsel nya.
"Busett udah kaya bapak sama anak" sindir kiki yang memang ceplas ceplos.
Aziel yang mendengarnya pun langsung melotot tak terima.
"Hehe canda bang, cocok kok lo berdua" cengir nya takut karena aziel sudah sangat intens menatapnya.
Dengan terpaksa aileen memakan nasi yang sudah dipesan oleh aziel karena sedari tadi aziel terus menatapnya seolah olah jika aileen tak memakannya maka aziel yang akan menyuapkan nya.
Aileen yang di tatap seperti itu pun bergidik ngeri, bisa bisanya ia selalu dipertemukan dengan sekumpulan laki laki seperti mereka.
"Ehh katanya bang ed hari ini udah turun nyari adek nya" ujar evan membuka suara ketika sesaat yang lalu hening hanya terdengar dentingan sendok saat aileen makan.
"Kira kira adeknya cewe atau cowo ya" imbuh kiki dengan serius.
"Gue denger denger ya ki,kata bang angga sama bang mukti adek nya cewe mana cakep lagi. Katanya si adek kesayangan".
Aileen tiba tiba saja tersedak makanannya, aziel buru buru memberikan air kepada aileen.
"Pelan pelan gk ada yang minta" ujar aziel sambil mengusap punggung aileen.
"Dahhh lahh gue mau pindahh ajaa, terlalu panas disini" ucap kiki sambil mengipas ngipas wajah nya.
"Lo orang diem bisa gak sih, berdua ngerumpi aja perasaan" kesal fajar yang mendengar mulut evan dan kiki terus berbicara.
"Aelahhh dari pada diem aja, emang situ limbad" protes kiki tak terima.
__ADS_1
Apa tadi evan bilang bang ed, terus kak angga dan kak mukti. Aileen jelas sangat mengenal nama nama itu, tapi apa mungkin itu nama nama teman dari abang nya.
Memikirkan nya saja membuat aileen jadi pusing, jujur edden adalah hidupnya sekarang ini.