Aileen Krystal N.

Aileen Krystal N.
Bab 8


__ADS_3

Sudah 3 hari aileen tidak masuk sekolah, tidak ada yang tahu gadis itu kemana karena memang tidak ada yang dekat dengan nya.


Saat dikelas pun guru menanyakan keterangan dari aileen kepada aziel, karena laki laki itu teman sebangku aileen.


"Lo curiga gk sih sama si anak baru itu" tanya evan sambil mencomot gorengan di warung belakang sekolah tempat mereka bolos.


"Aileen namanya" perjelas kiki ikut memakan gorengan.


"Ck iyaa maksut gue alien, ngegass lo" kesal evan.


"AILEEN woy bukan ALIEN!!"


"iyaa elahhh"


"Kira kira dia kenapa ya aneh banget tiba tiba ilang gk ada kabar" ucap kiki seolah berpikir keras tentang keadaan aileen .


"Lo siapa minta dikabarin aileen hah" Evan menoyor kepala kiki membuat laki laki itu yang sedang menopang dagu nya terjatuh .


"Anjirr " kaget kiki langsung bangun dari jatuh nya.


"Berisik" decak aziel yang sedang memejamkan matanya di bangku sebrang.


"Ziel lo bener gak ada hubungan sama aileen gitu, dan gak tau aileen kemana gitu" tanya kiki beruntun.


"Nah bener tuh" nimbrung evan.


"Lo pikir gua emaknya" kesal aziel langsung membuka matanya dan bangkit dari rebahannya.


"Kemana?" Tanya fajar singkat dan datar.


"Cabut" balas nya singkat kemudian pergi mengendarai motor besar nya.


"Susulin gak sayang nih gorengan nya" ucap kiki kemudian kembali memakan gorengan diatas meja.


"Abisin dulu lah mubazirr nih"


Sedangkan fajar hanya menatap malas kedua temannya dan ikut bangkit meninggalkan mereka berdua.


"Kemana bang elah " tanya kiki sambil terus mengunyah .


"Balik" kemudian fajar melajukan motornya dengan cepat.


Aziel menatap rumah bercat putih di depannya tanpa berniat untuk masuk kesana. Rumah itu seperti nya sepi tidak ada orang, hingga tak lama seorang laki laki mengendarai sepeda motor berhenti di depan rumah itu dengan membonceng seorang wanita yang seperti nya aziel kenal.


"Aileen " batinnya 


Kemudian mengernyitkan sebelah alis nya saat sosok laki laki yang membonceng aileen membuka helm nya.


"****" umpatnya dalam hati.


Aziel melajukan motornya meninggalkan rumah bercat putih itu dengan kecepatan tinggi.


"Makasih ya udah nganterin aku pulang jadi ngerepotin" ucap aileen tak enak sambil sesekali menunduk.


"Hemm" balas sosok itu kemudian pergi meninggalkan rumah aileen.

__ADS_1


Aileen menarik nafasnya lega karena kini dia sudah berada di rumah nya.


Aileen berdiri di depan cermin kemudian melepaskan semua baju nya, di tatap nya tubuh putih mungil itu yang sekarang semakin kurus.


"Hahhh" aileen membuang nafas kasar kemudian pergi untuk membersihkan diri.


Di markas Mortal Enemy raka tampak sedang senang karena telah mengetahui suatu hal.


"Kita hancurin mereka lewat cewe itu" ucap raka penuh penekanan dan smirk nya.


"Bakal ada mainan baru dan semakin seru" gumam raka dengan senyum manis bak iblis.


Aziel yang baru sampai rumahnya langsung masuk ke dalam kamar nya dengan perasaan dongkol dan kesal, entah lah rasanya ia tidak suka melihat aileen berboncengan dengan pria tadi.


"Sial" kesal aziel saat dia sadar memikirkan aileen.


Sedangkan edden yang beberapa hari ini tinggal di apartemen pun memutuskan untuk mulai mencari adik nya.


"Nanti malem ajak semua anak anak kumpul di markas" ucap edden pada  rio.


"Hemm oke" balasnya kemudian kembali sibuk pada game nya.


"Lo gk mau nyoba datengin rumah lama lo" tanya mukti di sela sela bermain game nya.


"Udah" balas edden singkat.


"Terus?" Tanya rio dan mukti kompak memalingkan wajah kearah edden.


"Sepi gk ada orang sama sekali" balas edden menghela nafas lelah.


"Bokap lo keren" celetuk mukti yang langsung mendapat kan pelototan dari edden.


"Ehh maap bukan gitu maksut gue" mukti langsung membekap mulutnya.


Drtt drtt


"Hem"


"Ziel raka ngajak ketemuan sekarang, katanya penting"


"Gue sibuk"


"Katanya klo lo gk dateng lo bakalan nyesel"


Kemudian sambungan telepon terputus sepihak.


Aziel menggenggam ponsel nya erat , matanya menatap tajam kemudian ia keluar dari kamar nya menuju tempat yang dibilang fajar di telepon tadi.


"Lepas" teriak seseorang yang di ikat di sebuah gudang itu.


"Tolong siapa pun tolong lepasin gue" teriaknya lagi


"Abang tolongin ai" kemudian saat itu juga air matanya luruh membasahi pipi tirus nya.


Abang ai takut sendirian, abang tolongin ai hikss hikss 

__ADS_1


Tangis aileen begitu pecah apa lagi saat seseorang yang tidak dia kenal mendekat kearaahnya.


"Hayy kenapa nangis hmm" ucap nya kemudian memegang dagu aileen dengan kasar.


"Tenang aja gak usah takut karena gue gk bakal ngebunuh lo sekarang tapi nanti kalo waktu nya udah pas" tegas nya kemudian menampar pipi aileen hingga terjatuh dalam keadaan terikat.


"Tolong lepasin gue gak kenal sama lo" teriak aileen dengan sangat gemetar.


"Gue gak bakalan ngelepasin lo, sebelum dendam gue terbalaskan ngerti" teriak nya di depan wajah aileen yang sudah banjir air mata.


Aileen menangis terisak mau memberontak pun sudah tak sanggup, badannya lemas bibir nya pun mengeluarkan darah karena tamparan tadi.


"Bos mereka udah datang" ucap salah satu dari mereka memberitahu.


"Bagus" ucap raka sambil menampilkan smirk liciknya.


"Siapin semua anak buah hancurkan mereka"


"Baik bos"


"Dan lo, siap siap lo bakalan jadi saksi kematian mereka" ucap raka sambil mencengkram kuat leher lova kemudian melepaskan ikatannya dan menyeret aileen dari sana.


Diluar gudang tersebut sudah banyak sekali orang yang siap untuk baku hantam, aziel menatap tajam para musuhnya.


"Serang" ucap aziel sambil memberikan kode lewat tangannya untuk maju.


Terjadi lah baku hantam untuk yang pertama kali nya lagi setelah sekian lama mereka tak saling bertemu.


Suara pukul an tinjuan bahkan sangat nyaring terdengar, beberapa anak buah raka pun banyak yang membawa senjata tajam dan balokan .


Tapi itu semua tidak membuat aziel dan anak anak Bruiser kalah begitu saja.


"Bajingan berani nya pake senjata lo"ucap evan kemudian langsung membogem wajah anak buah raka.


Bughh


Bughh


Bughhh


Srekkk


Suara saling tinju dan pukul serta suara pisau yang menggores bagian tubuh sangat sangat terdengar jelas menbuat aileen yang sudah di seret keluar oleh raka menutup mulutnya rapat rapat karena ketakutan.


"Dorrr"


Suara tembakan terdengar begitu kuat membuat aileen langsung berhenti menangis.


Aziel dan anak anak Bruiser menatap kearah tembakan yang langsung tertuju pada raka dan seorang perempuan yang masih menunduk kan kepala dan menutup telinga nya kuat kuat.


"Kejutan" teriak raka sambil tersenyum licik.


Aziel mengerutkan kening nya bingung, kejutan apa yang di maksut oleh raka dan siapa gadis yang wajahnya tertutup rambut itu.


"Angkat wajah mu gadis bodoh" raka memegang wajah aileen kemudian mengangkatnya dengan kasar.

__ADS_1


Sontak aziel dan yang lain melotot tajam kearah raka dan aileen, bagaimana bisa aileen bersama raka dan lihat kondisi gadis itu yang terdapat lebam dibagian wajah dan bibir yang berdarah.


__ADS_2