
"ABANG BURUAN!!!!"
"Iyaa bentaran dong"
"JANGAN LUPA BUATIN AI SUSU ABANG, BAWA CEMILAN JUGA YANG BANYAK!!!"
"IYA BAWEL!!".
Aileen mematikan lampu kamarnya kemudian menyiapkan selimut tebal untuk teman saat menonton nanti.
Ceklekkk
"Buruan abang sini"aileen menepuk nepuk kasur kosong disamping nya.
"Sabar dong, kamu gak liat abang bawa ini" kesal edden mengangkat nampan yang berisi susu dan cemilan lainnya.
"Hehe maaf abang" edden memutar bola matanya malas melihat adik laknatnya ini.
"Nih nyusu dulu" edden memberikan segelas susu hangat agar aileen lebih sehat lagi, memang kesannya seperti anak kecil tapi bagi edden itu tak masalah.
"Emmm enakk, makasih abang ganteng" aileen menghabiskan susu nya hingga tak tersisa kemudian memberikan gelas kosong itu kembali pada sang kakak.
"Sama sama cantik nya abang" edden mengusap usap rambut panjang aileen sambil tersenyum.
"Mau nonton film apa hari ini" tanya edden mengambil duduk di samping aileen
" Horror " jawab aileen serius.
"Gaya banget lu cil nonton horror" edden terkekeh melihat ekspresi serius adik nya itu, pasti baru setengah maen pun dia akan teriak teriak tak jelas.
"Gkpapa abang ini film nya bagus tau" kekeh aileen mulai mencari film yang ia maksut.
"Okee okee, abang ngikut kamu aja deh" balas edden pasrah kemudian menyandarkan tubuh nya sandaran kasur .
Aileen menyalakan film kemudian buru buru mendekat pada tubuh edden dan langsung menarik selimut hingga menutupi wajahnya.
Edden memutar bola matanya malas melihat tingkah aneh bocil satu ini.
"Kenapa gak nonton yang lain aja" taya edden masih memperhatikan wajah sok serius adiknya yang mengintip dari balik selimut.
"Iss enggk abang, ai mau belajar berani" sahutnya masih menatap serius kearah film.
Edden ikut memperhatikan film yang masih berputar itu tanpa ekspresi takut sama sekali, baginya film horror tak se menyeramkan yang orang orang ceritakan.
"Aaaaaaaaa tolong abang!!!" Teriak aileen terkejut saat hantu yang berada dalam film muncul secara tiba tiba.
Edden menutup telinga nya kuat kuat mendengar teriakan bak toak dari adiknya.
"Apa an dah liat tuh hantunya juga gak serem" jelas edden sedikit kesal.
"Iss serem abang, mulutnya lebar banget " jelas aileen dengan mata yang berkaca kaca.
Edden memeluk tubuh aileen kemudian menyenderkan kepala aileen pada dada nya " kalo takut udah jangan di liat lagi" ucap nya kemudian mengecup puncak kepala aileen.
"Hemmm" aileen membalas pelukan edden dengan erat kemudian semakin menduselkan wajahnya pada dada edden.
"Udah sekarang tidur ya"
Aileen mengangguk tapi setelah ia menatap edden dengan ragu.
__ADS_1
"Kenapa" tanya edden bingung.
"Mau pipis" balas nya lirih
Edden paham jika adiknya ini pasti tak berani pipis sendiri an, edden membuka selimut yang menutupi tubuh aileen .
"Ayok abang anter"
Aileen mengangguk dengan semangat kemudian langsung menggandeng lengan edden dengan erat.
"Abang tunggu ai disini,jangan kemana mana" ujar aileen.
"Iyaa udah cepetan sana nanti ngompol" aileen cemberut mendengar ucapan edden sedangkan edden malah terkekeh melihat ekspresi wajah adiknya.
"Abang jangan pergi dari situ" ucap aileen yang sudah masuk ke dalam.
"Iyaa bawel" .
"Udah"
"Hemm"
"Ayok bobo"
" Tapi mau di bacain dongeng"
"Dongeng apa" tanya edden menatap aileen dengan lembut.
"Mau dongeng Cinderella"
"Oke" edden menyelimuti tubuh aileen kembali dengan selimut kemudian mengambil buku dongeng yang berada di rak buku samping nakas kusus buku pengantar tidur.
Edden paham kesukaan aileen sejak kecil, jika dia tidur bersama almarhum bunda ataupun dengannya pasti aileen akan meminta untuk dibacakan dongeng dulu.
Cerita dongeng Cinderella dan sepatu kaca
Alkisah, hiduplah seorang gadis cantik dan baik bernama Cinderella. Sejak ayahnya meninggal dunia, Cinderella hidup di sebuah rumah besar bersama ibu dan dua saudara tirinya.
Ibu tiri tidak pernah suka dengan Cinderella. Setiap hari dia akan memberikan banyak tugas rumah untuk Cinderella kerjakan. Pekerjaan ini termasuk membersihkan rumah dan melayani semua keperluan ibu dan dua saudara tirinya.
Kedua saudara tiri Cinderella tidak pernah mau bekerja membersihkan rumah. Keduanya suka hidup mewah dan selalu meledek penampilan Cinderella yang dianggap jelek.
"Lihatlah pakaianmu itu, begitu kotor dan jelek," kata salah satu saudara tiri.
"Kenapa Cinderella gk lawan ibu tirinya dan saudara tirinya abang" tanya lova menyela cerita yang sedang dibacakan edden.
"Entahlah abang gak tau, mungkin Cinderella tidak ingin membantah ibu tirinya".
"Tapikan bang-"
"Sayang ini kan cuma dongeng" potong edden cepat sebelum aileen mengutarakan komentarnya.
"Oke lanjut" ucapnya.
Suatu hari, surat dari Raja datang ke rumah Cinderella. Di surat itu diberitahukan bahwa Raja akan mengadakan pesta dansa untuk mencari calon istri Pangeran. Setiap wanita di negara itu pun harus datang ke pesta.
Semua begitu senang menerima kabar ini. Kedua saudara tiri Cinderella tak sabar ingin memamerkan gaun mahalnya untuk menarik perhatian pangeran.
Mendengar undangan tersebut, Cinderella juga ingin datang ke pesta dansa. Sayangnya, ibu tiri justru melarangnya datang dan memintanya membersihkan seisi rumah saat pesta dansa itu berlangsung. Cinderella juga diminta untuk menyiapkan semua perlengkapan pesta dua saudara tirinya.
__ADS_1
"Kamu tidak bisa pergi ke pesta dansa karena banyak pekerjaan rumah yang harus diselesaikan. Kamu juga harus membantu dua saudaramu untuk bersiap ke pesta. Kalau kamu mau datang, sebaiknya selesaikan dulu semua tugasmu," kata ibu tiri.
Cinderella pun bekerja dengan giat untuk menyelesaikan semua tugasnya. Ia sangat ingin pergi ke pesta dansa.
Sayang, usahanya tak membuahkan hasil baik. Masih ada pekerjaan rumah yang belum diselesaikan Cinderella, sehingga dia tidak bisa datang ke pesta dansa.
Cinderella sedih dan berlari ke kebun. "Tidak ada keinginanku yang terkabul," kata Cinderella.
"Itu tidak benar," tiba-tiba terdengar suara di dekat Cinderella. Ia lalu menoleh dan melihat seorang wanita kecil dengan tongkat sihir tersenyum kepadanya. Dia ternyata adalah ibu peri.
Ibu peri meminta Cinderella untuk percaya pada keajaiban. Ia lalu membantunya untuk bersiap pergi ke pesta dansa.
Ibu peri menggunakan tongkat sihirnya dan mengubah labu menjadi kereta kencana yang indah. Ia juga mengubah penampilan Cinderella.
Cinderella tampil begitu cantik dengan gaun berkilau berwarna biru muda dan sepatu kaca. Melihat penampilannya, Cinderella begitu bahagia dan tidak sabar untuk datang ke pesta dansa.
Sebelum pergi, ibu peri bilang bahwa Cinderella tidak boleh terlalu lama di pesta dansa. Ia harus kembali ke rumah sebelum tengah malam.
"Sihir ini tidak akan bertahan setelah tengah malam, jadi kamu harus sudah kembali sebelum waktu itu ya," kata ibu peri.
"Ck, Cinderella harus ketemu pangeran kan bang" kesal lova.
"Iyaa nanti Cinderella akan ketemu dengan pangerannya" jawab edden yang sudah tau ending cerita dongen yang ia baca.
"Huaaammmm" aileen menguap.
"Tuh kan udah ngantuk, tidur ya" edden mengusap usap kepala aileen.
"Hemm bacain lagi sampe selesai " balas aileen dengan mata sipit yang mengantuk.
"Oke tapi langsung bobo, besok sekolah"
Aileen mengangguk kemudian memeluk pinggang edden yang duduk disampingnya.
Cinderella sampai ke istana
Ketika Cinderella sampai ke istana, semua mata tertuju padanya. Ia menjadi perempuan paling cantik yang datang ke pesta dansa itu. Penampilannya pun sampai tidak dikenali ibu dan dua saudara tirinya.
Pangeran yang melihat Cinderella pun langsung jatuh cinta kepadanya. Ia lalu mendekati Cinderella dan mengajaknya berdansa, membuat semua perempuan yang hadir cemburu.
Sepanjang malam Cinderella berdansa dan mengobrol dengan pangeran. Tanpa disadari, dia lupa bahwa sebentar lagi tengah malam dan sihir ibu peri akan hilang.
Cinderella lalu berlari meninggalkan pangeran yang kebingungan. Karena terburu-buru, Cinderella tanpa sengaja meninggalkan salah satu sepatu kacanya. Pangeran yang tak berhasil mengejar hanya bisa mendapatkan sepatu kaca itu dan menyimpannya.
Keesokan harinya, pangeran bertekad untuk mencari Cinderella ke seluruh penjuru negeri. Ia meminta prajuritnya untuk memeriksa setiap rumah dan meminta setiap perempuan mencoba sepatu kaca yang disimpannya.
Ketika sampai di rumah Cinderella, prajurit meminta dua saudara tiri untuk mencoba sepatu itu. Tapi, sepatu itu tidak sesuai ukuran kaki keduanya.
Cinderella pun diberi kesempatan untuk mencobanya setelah diminta oleh prajurit. Sepatu itu seperti menemukan pemiliknya karena sesuai ukuran kaki Cinderella.
Semua orang yang melihat itu terkejut. Cinderella akhirnya memberanikan diri mengaku bahwa dialah pemilik sepatu itu. Pangeran yang mengetahui kabar ini langsung bertemu Cinderella dan langsung mengenalinya.
"Benar, kamu adalah perempuan cantik yang aku temui di pesta dansa. Kamu adalah pemilik sepatu kaca ini," kata pangeran.
Pangeran lalu langsung melamar Cinderella untuk menjadi istrinya. Keduanya pun menikah dan hidup bahagia selamanya.
"Selesai" ucap edden kemudian melirik aileen yang sudah terlelap.
Edden menyunggingkan senyum nya kemudian beralih mengecup kening aileen "good night dear" .
__ADS_1
Edden menaruh buku nya kembali kemudian ikut membaringkan tubuh nya dan menaruh kepala aileen pada lengannya.
Tak butuh waktu lama edden ikut terbawa ke alam mimpi dengan aileen berada dalam pelukan nya .