Aileen Krystal N.

Aileen Krystal N.
JALAN JALAN


__ADS_3

"Abang"


Seru aileen saat melihat edden yang berada di parkiran sekolahnya, dengan perasaan senang aileen langsung lari menghampiri sang abang.


"Hallo cantik nya abang" edden memeluk aileen dengan tersenyum manis membuat aziel kiki dan evan yang berada disana tertegun melihat sifat hangat edden kepada aileen.


"Bang ed bisa cair kalo sama aileen doang" decak kagum kiki melihat interaksi kakak beradik itu.


"Baru kali ini gue liat bang ed bisa senyum tulus gini" beo evan yang tak kalah kagum melihat keakraban mereka.


Sedangkan aziel hanya bisa tersenyum tipis melihat aileen yang sepertinya sangat bahagia jika bersama edden.


"Aileen kenapa, cerita sama abang" edden melepaskan pelukannya kemudian sedikit menunduk untuk menyamakan tinggi adiknya yang hanya sebatas dadanya.


"Ai gak kenapa napa, cuma kangen sama abang" balas gadis itu sambil menampilkan deretan gigi putih nya.


"Hemm gemes banget sih" edden menarik hidung mungil aileen kemudian membuat sang empu meringis.


"Abang masih punya hutang sama ai" ucap aileen tiba tiba membuat edden mengangkat sebelah alisnya.


"Abang hutang apa sama bocil kaya kamu" tanya edden serius.


Lova berdecak malas saat edden malah lupa akan hutang nya itu.


"Ck, abang belum gantiin gula gula ai yang abang habisin" ucap aileen sambil mengerucutkan bibir nya.


Edden menggaruk alisnya yang tiba tiba saja terasa gatal, bagaimana bisa adiknya ini masih ingat perihal gula gula yang ia makan.


"Isss abang" rengek aileen saat melihat edden malah bengong.


"Oke kita beli" finally edden langsung membuat senyum manis terbit di bibir tipis aileen.


"Lets go abang, jommm kita borong gula gula yeyyy" seru aileen langsung masuk kedalam mobil meninggalkan edden yang masih berdiri bak patung.


Edden hanya bisa geleng geleng kepala melihat adiknya yang sama sekali tak berubah.


"Gue pamit, dan sekali lagi makasih" aziel kiki dan evan hanya mengangguk menanggapi ucapan sang ketua.


Edden meninggalkan area sekolah aileen kemudian mengajak adik kecil nya ini untuk ber jalan jalan.


"Abang tau gak kemarin ai belanja sama aziel beli jajan banyak banget tau" adu nya pada edden dengan sangat serius.

__ADS_1


"Teruss kamu habis makan semuanya" tanya edden melirik sekilas kearah sang adik.


"Enggk abang, masih banyak dirumah aziel di taruh kulkas sama bunda rahma"


"Terus ya bang bunda rahma tu baik banget, ai dibuatin sup ayam terus di temenin makan juga malem malem pas ai kebangun"


"Aduhh kamu cerewet banget sih" gemas edden terkekeh geli mendengar celotehan aileen.


"Abang gimana kuliahnya" tanya aileen yang memang belakangan ini melihat edden terlalu sibuk sampai tak ada waktu untuk nya.


"Gk gimana mana" balas edden menatap aileen bingung.


"Kenapa?" Tanya edeen.


"Abang jangan jangan sibuk sama pacar abang ya" selidik aileen menatap intens abang nya.


"Hee masih kecil siapa yang ngajarin pacar pacaran" aileen yang mendengar jawaban edden malah tertawa, abang nya ini emang lucu jika ditanya soal wanita yang dekat dengannya ataupun pacarnya dia pasti akan seperti ini.


"Abang tau gak" tanya aileen setelah menyelesaikan tawanya.


"Gk" balas edden malas, ia pasti tau adiknya ini akan bertanya dan membahas apa.


"Ai takut kalo abang punya pacar nanti abang jadi gak sayang sama ai lagi, nanti abang lebih deket dan selalu ada buat pacar abang. Abang pasti bakal menikah juga nanti dan ai belum siap buat itu"


Tapi lihat lah si kecil aileen sudah memikirkan nya sampai sana, edden tertegun dan merasa takut juga jika suatu saat ia tak lagi bisa menjaga adiknya.


"Kenapa ngomong gitu" tanya edden menghadap kearah aileen.


"Karena ai cuma punya abang sekarang" jawabnya menghadap balik kearah edden dengan raut wajah serius.


Adik kecil yang sangat manja ditambah otak polosnya kini sudah bisa berpikir sedikit dewasa dan mulai memikirkan masa depannya.


"Dengerin abang okey" edden menangkup wajah aileen dengan kedua tangan besar nya.


"Sampe kapan pun abang bakal terus ada buat ai, abang gak bakalan tinggalin ai sendirian abang janji"


Aileen dapat melihat kesungguhan dari manik mata edden yang berbicara serius kepadanya, tapi jujur saja aileen sangat takut jika edden nantinya akan menemukan teman hidupnya.


"Hmmm ai percaya sama abang" balas aileen melepaskan tangan besar edden kemudian memeluk nya erat.


"Sayang banget sama bocil satu ini" kekeh edden mengusap usap rambut aileen yang panjang.

__ADS_1


"Iss jangan nanti berantakan abang" kesal aileen menahan tangan edden.


"Yaudah ayok kita turun, hari ini boleh jajan sepuasnya" mendengar kata sepuasnya aileen langsung tersenyum sumringah mendengarnya.


"Jommm lets goo"


Di dalam mall aileen tak henti henti nya merengek untuk di beli kan boba pada edden, tapi sepertinya kali ini edden tak akan membiarkan adiknya ini terlalu banyak makan yang manis manis.


"Iss abang" rengek aileen menarik narik kaos yang edden kenakan.


"Kamu udah beli permen gula gula, jangan lagi beli yang manis manis" .


"Iss kan sekali aja abang" rengek nya sambil menunjukan pupeyes nya.


"Kemarin kamu udah beli boba segede gaban " jangan pikir edden tak tahu, edden tak mungkin tidak mengawasi adiknya sama sekali saat ia pergi.


Aileen mengerucut kan bibirnya mendengar edden sudah mengetahuinya jika kemaren ia sudah membeli boba.


"Udah jangan ngambek. Sini kamu naik ini abang yang dorong" edden mengangkat tubuh kecil aileen kemudian memasukkan nya ke dalam troli besar yang ia ambil tadi.


Aileen berdecak kagum karena edden benar benar peka dan bisa membuatnya selalu senang.


"Sepiiii lestt goo" teriak aileen dari dalam troli, udah kayak upin ipin naik sapinya uncle muthu wkwk.


Dengan senang hati edden langsung mendorong troli menyusuri lorong makanan disana.


"Bunda edden janji, edden gak bakalan ninggalin ai lagi kecuali nanti tuhan yang minta ed buat pergi dari sini" batin edden mengingat mendiang bunda citra .


"Abang stop" teriak aileen saat edden mendorong nya sedikit cepat.


"Sepii gk punya rem sayang" balas edden tergelak melihat ekspresi takut pada wajah aileen.


"Abang tu tu tu" tunjuk aileen saat dirinya melihat king kong yang sudah dilewati.


Edden menghentikan dorongannya kemudian melihat arah tunjuk jari tangan aileen "king kong?".


"Hemm buat nyemil nanti malem, pokoknya abang harus nemenin ai nonton " seru sangat antusias, jika di ingat ingat sudah lama sekali mereka tidak menonton berdua.


" Gak asik nonton sama kamu" balas edden terkekeh kemudian memasukkan keripik king kong yang sudah ia ambil.


Aileen mengerucutkan bibir nya, lagi lagi ia sangat malas dengan sindiran edden. Memang benar mereka dulu sering menonton film kesukaan aileen yaitu drama korea di kamar gadis itu, edden hanya bisa pasrah saat adiknya merengek meminta ditemani menonton drakor apa lagi gadis itu akan langsung tertidur saat film baru berjalan setengah.

__ADS_1


" Yaudah cantik nya abang jangan ngambek ngambek ah, abang yang ganteng dan baik hati ini akan menuruti seluruh permintaan tuan putri "


__ADS_2