
Tanpa aziel sadari ternyata aileen sudah nangkring cantik di kursi samping penjual boba setelah meninggalkan diri nya tadi dengan belanjaan yang sangat banyak.
Aziel memilih memasukkan semua belanjaan ke mobil dulu barulah menyusul aileen, sekitar enam kresek belanjaan yang aziel masukan ke dalam bagasi mobil. Biarlah bukan hanya dirinya yang terheran heran dengan semua belanjaan yang di beli aileen biar sang bunda ikut terheran heran juga nantinya batin aziel.
"Aziel sini" teriak aileen yang melihat aziel berjalan kearah nya sambil tersenyum riang bak anak kecil yang ingin minta dibelikan jajanan oleh ayah nya.
Aziel menarik tipis sudut bibir nya melihat aileen, yang ingin ia masukan ke dalam kresek saat ini juga.
"Aziel liat ai beli boba yang gede banget wadah nya" adu aileen sambil menunjuk boba yang ia pesan sedang di buat .
"Kenapa beli yang besar besar, nanti sakit gigi tau rasa" balas aziel terkekeh.
"Iss gkpapa ziel mumpung gk ada bang ed tau, aileen pengen minum boba sampe puas" tatapan mata aileen pun tak teralihkan sama sekali dari boba yang sedang disiapkan oleh penjualnya.
"Jangan sering sering oke"
Aziel menatap gadis di depannya yang mungkin umur mereka yang berpaut bulan saja, tapi lihatlah tingkah gadis ini bak seperti anak kecil yang menggemaskan bagi siapa pun yang bersamanya.
"Aziel" panggil aileen yang sudah siap dengan boba pesannya.
Bukannya menjawab aileen aziel malah tersenyum senyum melihat aileen.
"Aziel bayar udah nih" ucap nya lagi sambil mengangkat boba nya kearah wajah aziel.
"Hah , oke" balas aziel sedikit kaget kemudian membayar boba nya dan langsung menggenggam tangan aileen untuk segera pulang.
Aziel melajukan mobil nya dengan kecepatan standar, suasana sore hari ini tampak ramai dengan penjual makanan di sekitar pinggiran jalan.
"Aziel kok gk beli jajan" tanya polos aileen menatap aziel yang sibuk menyetir.
"Enggk kenyang gue liat lo jajan banyak banget" tunjuk nya dengan enam kresek yang berada di belakang.
Bukannya merasa tidak enak atau malu karena sudah membuat aziel mengeluarkan banyak uang hari ini justru si imut aileen malah mengangguk angguk kepalanya tanpa ada beban sama sekali.
"Astagfirullah bang ed adek lo polos banget dah" gumam aziel sambil mengusap usap dadanya.
"AZIEL STOP!!" Aileen berteriak dan langsung membuat aziel menginjak pedal rem mobil nya.
Dengan raut wajah yang begitu terkejut aziel menatap lurus kedepan takut takut ada korban yang tertabrak .
"Ziel itu" tunjuk aileen pada gerobak telur gulung yang berada tepat di samping mobil aziel.
Ingin rasanya aziel mengumpat kasar saat ini juga tapi sebisa mungkin aziel menahannya.
"Lo teriak cuma karena itu" tanya aziel dengan wajah se ramah mungkin.
"Hemm " balas aileen mengangguk menatap penjual telur gulung yang sibuk memasukkan adonan telur di dalam wajan yang berisi minyak panas.
__ADS_1
"Lo diem disini biar gue yang beli" aziel keluar dari mobil dengan segera memesan telur gulung untuk naya.
"Mang 20 rebu ya" pesan aziel kepada penjual telur gulung.
Aileen yang tidak ingin aziel salah pesan langsung saja membuka kaca mobil nya.
"Aziel pedes manis ya" teriak aileen yang menyembulkan wajahnya dari balik kaca.
Aziel mengangkat jempol tangannya sebagai jawaban iya untuk aileen.
Aziel masuk ke dalam mobil dan melihat aileen yang sudah tertidur pulas sambil memegang boba milik nya.
"Lah bocah tidur" gumam aziel menarik nafas lelah karena membawa aileen berbelanja bukanlah ide yang bagus pikirnya.
Aziel mengambil boba yang masih berada di pangkuan aileen kemudian membenarkan posisi tidur aileen agar nyaman.
"Bang adek lo cantik banget sumpah" batin aziel sambil mengacak ngacak rambut nya yang kesal sekaligus gemas sendiri dengan adik dari ketua Bruiser itu.
Kini aziel sudah sampai di halaman rumahnya dan segera mengangkat tubuh aileen yang masih pulas itu.
"Loh-" kaget rahma yang melihat aileen dalam gendongan aziel.
"Bentar bun aziel bawa ke kamar dulu" balas aziel memilih membawa aileen ke kamar dulu dari pada menjelaskan ke pada bundanya.
"Kalo gue kresekin bang ed marah gak si" monolog nya sambil terkikik kemudian memasangkan selimut ke tubuh mungil itu.
Aziel memandang wajah aileen sebentar yang tampak pulas itu dengan senyuman tulus " lo emang pantes jadi kesayangan bang ed ai dan sekarang gue sendiri bakal jadi in lo kesayangan gue" .
"Belanja nya banyak banget ?" ucap rahma yang sudah mengambil belanja di mobil .
"Anak bayik satu itu bun yang ngambil semuanya" balas aziel sambil terkikik gemas jika mengingat sedikit drama yang terjadi di supermarket tadi.
" Ini juga boba segede ini emang abis" heran rahma sambil mengangkat boba pesenan aileen tadi.
Aziel mengangkat bahunya acuh kemudian memilih memasukkan susu serta makanan milik aileen kedalam kulkas.
"Udah sini biar aziel yang beresin belanjaan bunda masak aja" aziel menata satu persatu susu kotak dengan varian rasa ke dalam kulkas tidak lupa beberapa coklat batangan serta boba aileen juga agar tetap dingin.
"Bunda udah selesai masak, kalian belanjanya kelamaan" ujar rahma sambil menatap aziel sambil teheran heran melihat tingkah anak bujang nya ini yang tampak berbeda.
"Bun jangan sentuh makanan ini, dan juga tuh" tunjuk aziel pada telur gulung yang masih di dalam kresek putih transparan.
"Iyaa enggk , kamu jadi lucu banget si sayang semenjak ada aileen" goda rahma sambil mesam mesem .
"Apa an sih bun" wajah aziel tampak memerah dan itu berhasil membuat rahma semakin terkikik gemas.
"Aileen lucu ya kaya anak kecil banget, cocok banget dia jadi adik kamu" aziel langsung melotot tak terima ketika sang bunda mengatakan jika aileen cocok jadi adiknya.
__ADS_1
"Ck, gk jelas banget si bun" aziel meninggalkan rahma dengan sedikit kesal lebih baik ia menyusul aileen yang tidur di kamar pikirnya.
Rahma yang sadar akan perubahan mood aziel pun semakin yakin jika anak bujang nya itu telah menaruh hati pada gadis imut bernama Aileen saat ini.
"Padahal udah siap nih makanan, terpaksa deh ditunda makannya" rahma tidak marah sama sekali justru ia malah senang karena keberadaan aileen dirumah nya saat ini.
Jam menunjukan pukul 7 malam dan aileen baru saja terjaga dari tidurnya karena merasa cacing cacing diperutnya sedang berdemo.
"Eunghh" aileen menggerakan kedua tangannya kemudian membuka matanya lebar lebar.
"Loh kok udah di kamar" kaget aileen saat tahu dirinya sudah berada dirumah dan dikamar .
"BOBA LOVA ABANG!!!" Teriak aileen langsung melompat dari kasur dan berlari untuk mencari keberadaan boba nya.
Sedangkan aziel yang tertidur di sofa kamar pun berjingkat kaget mendengar teriakan aileen.
"Anj- astagfirullah badan kecil suara keg toak" aziel mengusap usap telinganya, dengan mata yang masih lengket. aziel menuju kamar mandi untuk membersihkan diri.
sedangkan aileen lari terbirit birit menuju kulkas dan matanya langsung berbinar saat boba dan segala macam jajanan nya masih utuh.
"Ahh" desah aileen lega langsung mendudukan dirinya didepan kulkas.
Aileen mengambil boba dan beralih duduk di kursi meja makan disana " emm enak banget" gumamnya terus menikmati boba yang ia pegang.
"Aileen udah bangun?" tanya rahma yang berjalan kearah aileen.
"Hehe iyaa bun, ai kaget bangun bangun ada di kamar. Terus ai pikir abang bakalan ngabisin boba ai" adu nya berceloteh dengan lancar jaya yang dibalas kekehan dari bunda rahma.
"Makan nasi dulu ai" aziel yang baru tiba disana langsung mengambil alih boba yang aileen pegang.
"Bunda" adu aileen lirih melihat boba nya direbut dengan paksa.
"Udah nanti lagi, nih sekarang makan dulu bunda udah masakin sup ayam" rahma menyiapkan makanan diatas meja.
Dengan terpaksa aileen merelakan boba nya dan beralih menikmati sup ayam yang dibuat oleh bunda rahma.
Tidak sampai disitu saja, aileen masih mau menikmati telur gulung dan beberapa cemilan lainnya hingga akhirnya dipaksa berhenti oleh bunda rahma takut aileen kekenyangan dan sakit perut nantinya.
°°°°°°
Kini aileen sedang menjadi tontonan seluruh siswa siswi Sma Cemara.
"Liat guyss nih anak baru yang katanya polos tapi malah jadi ******" teriak seseorang dengan puas sambil mengikat aileen di tiang bendera di tengah lapangan.
Tidak hanya diikat di bagian perut kaki dan juga tangan aileen pun mendapat kan beberapa tamparan dan juga jambakan yang lebih parahnya sebagai an dari mereka menyiram aileen dengan telur busuk yang ditambah tepung dan air.
"Lo gak usah macem macem sama gue ****** kecil" flora memegang erat pipi aileen sambil tersenyum puas.
__ADS_1
Aileen hanya bisa menangis dan tidak dapat membalas sedikitpun perbuatan flora padanya saat ini, sampai tiba tiba dadanya terasa sesak dan sakit kesadaran aileen pun menghilang.
Bukannya merasa kasihan mereka malah membiarkan aileen dalam keadan pingsan dan terikat.