
"dek hari ini abang pulang dari kampus ada kerjaan, kemungkinan abang pulang malem. Gimana kalo kamu dirumah aziel aja" ucap edden sambil menggaruk leher nya yang tak gatal.
"No abang, ai gk mau " balas aileen sambil cemberut.
"Kali ini aja ya ya ya" rayu edden dengan menunjukan wajah melasnya.
"Iss enggk ah abang, ai di apartemen berani kok" tolak aileen dengan suara yang juga memelas .
"Nanti kalo ada orang jahat gimana, kamu mau diculik kaya waktu itu" ucap edden bukan untuk menakut nakuti aileen tapi memang benar adanya bahwa kondisi saat ini memang yang paling aman aileen berada dirumah aziel, selain aziel disana juga ada bunda rahma.
"Abang nakut nakutin ai?" balas nya sambil melotot, bukannya membuat edden takut malah membuat edden ingin tertawa terbahak bahak.
"Bukan gitu sayang" ucap edden kemudian mendekat kearah adiknya itu.
"Kamu tau kan raka orang yang waktu itu udah jahatin kamu, nah dia sekarang udah tau kalo kamu adik abang jadi lebih besar kemungkinan dia bakal jahatin kamu karena kamu kelemahan abang" jelas edden menatap aileen penuh sayang tetapi berbicara secara serius.
"Tapi bang-"
"Percaya sama abang, disana kamu bakal aman. Ada bundanya aziel yang sayang sama kamu juga kan" potong aziel cepat tidak ingin adik nya menolak.
"Ai malu bang" ucap nya lirih sambil menggaruk tengkuknya.
Edden yang mulai paham pun menahan tawanya.
"Jadi bener nih ada perasaan sama aziel" goda edden sambil mengangkat kedua alisnya.
"Iss abang enggk ya" balas aileen cemberut dan mencubit lengan edden.
"Percaya ya sama abang" edden mengusap kepala aileen dengan sayang.
"Hemm" balas aileen tidak ada pilihan selain menurut.
"Udah jangan cemberut gitu dong"
"Tapi besok abang langsung jemput ai loh" ujar nya masih tak rela jika harus lebih lama dirumah aziel.
"Iyaa sayangkuhh" edden memeluk adik kesayangannya.
°°°°°
"Tan ed titip aileen ya" edden berbicara sangat lembut dan ramah kepada rahma.
"Iyaa ed, Tante malah suka kok kalo aileen disini jadi ada temen"balas rahma sambil tersenyum kearah aileen yang duduk disamping edden.
"Yaudah tan ed mau pamit, sekali lagi makasih dan maaf udah ngerepotin"
"Enggk ngerepotin, kamu hati hati di jalan loh ed jangan kebut kebut bawa motornya" rahma menasehati edden seperti menasehati anaknya sendiri.
"Iyaa tan" edden menyalami tangan rahma kemudian menghampiri aileen untuk sekedar menasehati adiknya.
"Kamu denger apa kata tante rahma ya, jangan bandel jangan nyusahin. Abang besok langsung jemput" setelah mengatakan itu edden langsung memeluk adik nya dan mencium kening aileen.
Rahma yang menyaksikan ke rukunan kakak dan adik ini pun sampai terharu.
__ADS_1
"Ziel titip aileen ya, sorry gue ngerepotin lo sama tante rahma"
"Santai aja bang" balas aziel kemudian mengantarkan edden keluar.
Edden memakai helm fullface nya kemudian mengendarai moto besar nya keluar dari pekarangan rumah aziel.
"aileen udah makan" tanya rahma setelah kepergian edden.
"Belum bun" balas aileen jujur sambil memperlihatkan deretan gigi giginya.
"Gimana kalo aileen sekarang bantuin bunda masak aja" ajak rahma.
"Tapi ai gak bisa masak bun, biasanya abang ed yang masakin ai" jawab aileen sangat sangat jujur dan juga meringis malu.
"Gkpapa nanti bunda ajarin,yuk" rahma menggandeng tangan aileen menuju dapur dan meninggalkan aziel yang sedari menatap interaksi keduanya.
"Jadi gini rasanya di duain" gumam aziel yang masih berdiri di depan pintu.
"Hahh nasib" aziel menghela nafas kasar kemudian menutup pintu depan dan mengikuti bundanya dan aileen yang ke dapur.
"Lova lagi pengen makan apa" tanya rahma membuka kulkas dan melihat bahan bahan makanan disana.
"Pengen sup ayam sama sate terus salad buah sama jus mangga" ucap aileen dengan polos nya sambil nyengir.
Aziel yang baru sampai langsung melotot mendengar keinginan gadis bertubuh mungil itu.
Sedangkan rahma yang melihat ke luguan aileen pun sudah menahan tawa nya.
"Yaudah bunda masakin sup ayam nya, tapi sekarang aileen ke supermarket dulu beli buah buahan buat jus sama salad nya" ujar rahma tersenyum ramah kepada aileen.
"Udah gkpapa sana pergi sama aziel"
"Ada yang mau di beli lagi gak bun biar sekalian" ucap aziel , karena ia paling malas jika harus disuruh bolak balik membeli bahan makanan .
"Terserah aileen nanti mau beli apa aja disana bebas" lagi lagi rahma benar benar memanjakan aileen seperti anak nya sendiri.
"Ambil dompet bunda di kamar dong sayang" suruh rahma kepada aziel.
"Gak usah pake uang aziel aja" balasnya cepat kemudian menarik tangan aileen dengan lembut.
"Kamu ada uang sayang" tanya rahma kawatir uang aziel tidak akan cukup.
"Hemm" balas aziel kemudian langsung membawa aileen menuju garasi.
"Naik mobil aja ya biar enak bawa belanjaannya" aziel menatap aileen yang berada disamping nya.
"Hemm" balas aileen membalas manik mata aziel kemudian langsung memutus tatapan itu karena aileen merasakan jantung nya yang berdebar debar tidak karuan.
Aziel membawa aileen ke supermarket terdekat saja tempat biasanya bunda nya berbelanja.
"Aziel ai pengen boba" pinta nya setelah mobil yang aziel kendarai Sampai.
Aziel menatap arah yang ditunjuk aileen, benar saja di sana ada yang menjual boba.
__ADS_1
"Oke, tapi kita belanja dulu abis itu baru jajan" ucap aziel menyetujui permintaan gadis mungil di samping nya.
Aziel mendorong troli yang lumayan besar agar dapat menampung banyak bahan dan makanan yang akan dibeli aileen.
"Aziel ai mau itu" tunjuknya pada sebuah chiki " dengan cepat aziel mengangguk dan mengambil chiki tersebut karena terletak di bagian paling atas.
Belum sempat aziel memasukkan chiki yang ia ambil aileen sudah mengambil dan memasukkan banyak makanan ke dalam troli, aziel hanya bisa menahan tawa dan geleng geleng kepala melihatnya.
"Aziel susu" tunjuk nya pada kulkas yang berisi banyak varian rasa susu.
"Gak jadi beli boba" tanya aziel.
"Jadi tapi mau susu juga buat nanti malem" balas aileen langsung membuka kulkas tanpa menunggu jawaban dari aziel.
Lagi lagi aziel melotot melihat banyaknya varian rasa susu yang diambil oleh aileen.
"Kecil kecil makannya banyak juga nih bocah" gumam aziel .
"Aziel ngomong apa" tanya aileen yang seperti mendengar aziel bergumam.
"Ehh enggk,udah ayok kita cari buah" aziel gelagapan sendiri dan langsung mengajak aileen membeli buah karena itu tujuan utamanya.
"Ziel itu melon, anggur, apel,pepaya,pisang, strawberry,Cherry,kiwi,semangka juga sama itu rambutan. Ehh mangga juga lupa sama alpukat" ucap aileen tanpa jeda menunjuk semua buah yang ia inginkan.
"Hemm, mba tolong bungkus semua" ucap aziel kepada mba Spg disana .
"Iss gilak kakaknya ganteng banget"
"Mau juga jadi adiknya, semua yang diminta diturutin"
"Adek sama kakak sama sama glowing anjirr"
"Imut banget adeknya, jadi pengen ngarungin"
Bisik bisik para ibu ibu dan remaja yang berada diarea itu.
"Kita bukan kakak adik tau" sinis aileen pada remaja yang menatap intens kearah aziel.
Aziel sedikit terkejut ketika aileen langsung menggandeng tangannya dan berbicara ketus.
"Adek nya galak ihh" bisik remaja itu pada salah satu temannya.
Aileen melotot tak terima dibilang galak " ehh ai bukan adeknya dan ainjuga gak galak, yakan ziel" ucap aileen langsung menatap aziel.
Aziel ingin tertawa melihat tingkah aileen yang benar benar menggelitik perutnya itu.
"Hemm, pacar gue" balas aziel datar menatap ketiga remaja itu.
"Anjirr pacarnya, udah yuk pergi malu tau" .
Aileen kaget mendengar perkataan aziel yang menyebutnya sebagai pacar.
"Aziel nyebelin" aileen berjalan meninggalkan aziel bersama troli yang sudah penuh dengan makanan, sambil menghentak hentakan kakinya.
__ADS_1
Akhirnya tawa aziel pecah sudah tidak bisa lagi ia tahan karena menurut aziel tingkah aileen saat ini benar benar menggemaskan.