
Aziel membawa aileen ke uks dengan tergesa gesa dengan ke kawatiran yang sangat terlihat jelas di wajahnya.
"Minggir" aziel menerobos masuk kedalam uks tidak memperdulikan anak ank pmr yang berjaga disana.
"Heyy bangun ai" panik aziel melihat keadaan aileen yang memprihatinkan.
"Ziel biar diperiksa dokter dulu" ucap elin anak pmr yang berjaga disana.
"Gue disini" balas aziel cepat sambil menggenggam tangan aileen seolah tidak ingin pergi dari sisi gadis mungil ini.
"Saya periksa dulu, kamu boleh tunggu didepan " ucap dokter khusus yang berada di sekolah Sma Cemara itu.
"Tapi saya harus nunggu sampe dia sadar" kekeh aziel sama sekali tak ingin beranjak dari sana.
"Kalo kamu disini gimana bisa saya gantiin baju dia, kamu gk liat baju dia basah penuh telur dan terigu" balas ketus dokter ririn yang paling malas meladeni siswa seperti aziel.
Aziel menggaruk tengkuknya salah tingkah dan langsung keluar meninggalkan dokter ririn di dalam bersama aileen.
Sekitar 20 menitan aziel bolak balik bak setrika sampai membuat kiki evan dan fajar merasa jengah .
"Lo bisa duduk dulu kali bro" ucap kiki sudah sangat malas melihat aziel.
"Santai ziel" ucap fajar yang sebenarnya ingin menampol kepala aziel dengan kotak sampah yang tak jauh dari mereka berada.
"Gue-"
"Aileen udah sad-" aziel menghentikan ucapannya saat melihat dokter ririn yang membuka pintu uks, tapi blm sempat dokter ririn menyelesaikan ucapannya. Aziel lebih dulu menerobos masuk .
"Sejak kapan aziel jadi kaya tadi" beo kiki melongo dengan tampang kagetnya.
"Sejak tadi" balas evan asal lalu ikut menerobos masuk kedalam.
"Hehe permisi bu dokter cantik punten"
"Masih bau kencur gak usah sok sok an" kiki menyusul evan dan aziel yang sudah masuk duluan, niat hati berkata sopan kepada sang dokter malah mendapatkan semburan ganas.
"Sabar ki" fajar menepuk bahu kiki yang diam mematung karena ucapan dokter ririn, tanpa mau peduli dengan kiki,fajar memilih meninggalkan nya seperti orang bodoh.
"Lo gkpapa" aziel mendekat ke brankar aileen dan mengusap pipi aileen dengan lembut.
"Hemm" balas aileen sambil tersenyum tipis.
"Lo kenapa sih ail gk ngelawan nenek lampir itu" geram evan .
"Eh dodol" geplak kiki pada kepala evan.
"Gimana dia mau ngelawan, dia kan diiket terus nenek lampir keroyokan ya jelas kalah lah" bukannya marah karena di geplak evan justru kiki cekikikan dan menggaruk dahi nya.
"Ck! Berisik, mending lo pada keluar deh" aziel begitu geram mendengar kerusuhan evan dan kiki.
__ADS_1
"Gkpapa kok" aileen berkata lirih sambil tersenyum kearah evan dan kiki.
"Ada yang sakit " tanya aziel menggenggam tangan aileen.
"Enggk ada" .
"Kamu pulang aja, aku ijinin sama bu dewi" bu dewi adalah guru mata pelajaran saat ini.
Aziel tak ingin aileen kenapa kenapa lagi, mengantar aileen adalah satu satunya jalan terbaik.
"ai gak mau pulang, nanti pulang sekolah dijemput abang " ujar aileen menatap aziel.
Aileen memang tidak bisa jauh dari edden sejak kecil, jadi mau bagaimana pun edden dia adalah hidup aileen saat ini.
Aziel menghela nafas pasrah, lebih baik ia segera menghubungi edden.
"Ki van antar aileen ke kelas sekarang, gue ada urusan" aziel meninggalkan ruang UKS berjalan begitu tergesa gesa dengan tangan yang terkepal kuat.
BRUKKK
"Anjirr ada apa nih, kok aziel tiba tiba dateng ke kelas kita"
"Untung ganteng kalo enggk udah gue kasih sumpah serapah dah karena bikin gue kaget"
"Aziel keliatannya lagi emosi banget gak sih"
"Urat urat tangan sama lehernya cuy, meleyot gue"
Aziel tak memperdulikan bisikan bisikan yang tertuju untuknya, atensinya menelusuri setiap sudut ruang kelas itu.
"Hay aziel" sapa flora menghampiri aziel sambil berlari centil dan tersenyum manis.
Belum sempat aziel menemukan sosok yang ia cari tapi ternyata sosok itu dulu yang menemukan nya.
"Tumben banget ke kelas gue, kangen ya" flora menatap aziel dengan senyum yang sangat merekah seperti bunga bangkai.
Aziel mencengkram kuat rahang flora dan memojokannya ke dinding.
"Gue gak suka basa basi!!"
"LO APA IN AILEEN HAH!!!" Teriak aziel begitu emosi tepat di wajah flora, bukannya takut justru flora malah tersenyum menanggapi bentakan aziel.
"Gue kira lo kangen sama gue, ternyata lo kesini cuma mau nanyain perihal cewe ****** itu" balas Flora sinis.
"LO GAK BERHAK NYENTUH DIA, APA LAGI NGATAIN DIA ****** PAKE MULUT KOTOR LO!!!"
Aziel sudah tidak dapat menahan emosi nya lagi, ia tidak perduli dengan flora yang berjenis kelamin wanita.
"Segitunya banget lo belain dia"
__ADS_1
Flora tersenyum sambil meringis saat cengkraman aziel terasa semakin kuat pada rahangnya.
"Astagfirullah aziel dia cewe" panik kiki saat melewati ruang kelas flora.
Flashback on
"Ayok gue anter ke kelas" kiki membantu aileen turun dari brankar.
"Aileen pengen ke kamar mandi dulu " adu nya pada dua laki laki yang berstatus sahabat dari aziel dan juga abang nya.
"Mau gue gendong gak" tawar evan dengan sangat ikhlass, tapi belum sempat aileen membalas kiki lebih dulu meng geplak kepala evan.
"Heh bodoh, lo mau di marahin abang nya maen nyentuh nyentuh adek nya" protes kiki yang tidak setuju dengan ide modus evan.
"Lah aziel boleh kenapa gue gak" tanya evan yang belum menyadari kebodohannya.
"Aziel kepercayaan nya bang ed bodoh" lagi lagi kiki mengatai evan bodoh karena kebodohan laki laki itu sendiri.
"Yaudah ayok gue anter ke kamar mandi dulu"
Kiki dan evan berjalan disamping kiri dan kanan aileen sedang kan wanita itu berjalan tepat di tengah laki laki itu.
Toilet yang berada di dekat kantin terpaksa membuat aileen kiki dan evan menyusuri koridor kelas anak ips 3.
"Apa an dah rame rame, ada vaksin gratis kah"
"Mungkin suntik mati gratis" balas kiki santai.
"Ck" decak evan kesal mendengar jawaban kiki.
Kiki yang melirik sekilas kearah kelas matanya langsung melotot saat netranya melihat aziel yang sedang akan membunuh anak orang saat ini.
"Astagfirullah aziel dia cewe!!!"
Flashback off
Kiki lari masuk menerobos kerumunan para siswa siswi yang berada disana.
"Astagfirullah aziel dia cewe!!!"
Kiki menarik tubuh aziel menjauh dari flora yang terbatuk batuk akibat cengkraman kuat di leher nya.
"Sadar lah anjing, lo gk boleh bunuh dia sekarang. Masih ada bang ed yang lebih berhak buat ngabisin dia" celetuk kiki yang emang sangat luar biasa, bagaimana bisa saat seperti ini bocah itu malah kepikiran hal semacam itu.
Aziel menatap flora tajam tak perduli dengan ocehan dari kiki.
"Minggir!!" Aziel keluar meninggalkan flora yang masih menjadi tontonan siswa siswi.
Aziel berhenti saat melihat aileen juga ada disana, matanya menatap aileen dengan perasaan bersalah.
__ADS_1
"Aku udah telepon bang edden, dia bentar lagi kesini"
Aileen yang mendengar bahwa abangnya akan menjemputnya pun tersenyum senang dan langsung mengangguk membalas ucapan aziel.