
Hari ini aileen sedang berada di kantin sekolah bersama aziel kiki evan dan juga fajar.
"Mau makan apa" tanya aziel menatap aileen yang duduk di samping nya.
"Emmm" aileen mengetuk ngetuk kepala nya mencoba berpikir akan memesan apa.
"Jangan gitu" aziel menarik tangan aileen yang mengetuk ngetuk kepala nya.
"Hehe ai mau cireng ayam , batagor, cimol sama es doger" ucap nya sambil tersenyum kearah aziel .
"Buat lo sendiri" tanya kiki tak percaya dengan pesanan aileen barusan.
"Iyaa" balas aileen sambil berkedip lucu.
"Yaudah gue yang pesenin" fajar bangkit dari duduk nya kemudian memesan kan makanan untuk mereka semua.
"Kamu yakin makan semuanya" tanya aziel sambil menarik hidung aileen.
"Iyaa aku yakin" balas aileen nyengir.
"Kecil kecil makannya banyak" ucap evan yang langsung mendapat tatapan tajam dari aziel.
"Ehh enggk gitu ya kan ki" panik evan menyenggol bahu kiki.
"Lah ngajak ngajak lagi" protes kiki.
"Aziel nanti ai gk kerumah bunda aziel ya, ai mau nyusul abang ke kampus soalnya" jelas aileen sambil bermain ponsel.
"Kalo lagi ngomong liat gue" aziel merebut ponsel aileen kemudian memasukkan ke dalam saku celannya.
"Iss aziel itu-"
BRUKKK
Ucapan aileen terpotong saat flora tiba tiba datang dan menggebrak meja.
"Lo masih gak kapok ya sama gue" bentak flora yang berdiri di depan aileen.
"Anjirr mak lampir ngapain dah dateng dateng ngegass" sinis kiki.
"Diem! Gue gk ada urusan sama lo ya" balas flora.
"Gue udah peringatin lo ya, tapi kenapa lo masih aja ngeyel" kali ini flora berbicara sambil menunjuk nunjuk kearah aileen.
"Udah" tanya aziel menatap datar flora.
"Kamu belain dia " tanya flora tersenyum sinis.
Aileen bukan nya takut kepada flora, hanya saja ia malas untuk meladeni manusia seperti flora.
"Pergi" ucap aziel dingin tapi menyeramkan.
"Kamu kenapa si ziel sama aku ketus banget giliran sama dia nempel banget, dikasih apa kamu sama dia" flora menatap aziel dengan mata berkaca kaca.
"Gue bilang pergi ya pergi" ucap aziel sekali lagi yang tidak membalas ucapan flora.
Flora yang geram langsung mengambil minuman di meja sebrang dan menyiram tubuh aileen.
"Itu buat lo yang udah berani rebut milik gue"
"LO APA APA AN HAH!!" Bentak aziel .
Aileen bangkit dari duduk nya hendak pergi ke kamar mandi.
"Lo mau kemana hah"dengan cepat flora mencekal tangan aileen.
Aziel yang melihat baju aileen transparan langsung membawa aileen kedalam pelukannya karena aziel tak membawa hoodie maupun jaket saat ini.
"Lo berulah banget jadi cewe" aziel mendorong flora kuat hingga membuat gadis itu mundur kebelakang dan menabrak meja kantin.
Suasana kantin saat ini menjadi sunyi, hanya terdengar suara ribut yang diciptakan flora.
"Lo itu bukan siapa siapa gue, dan lo gk berhak ngatur siapa pun yang mau deket sama gue" aziel mengucapkan kata kata yang seharusnya sudah lama ia ucapkan, hanya saja kemarin kemarin ia malas untuk ribut dan meladeni flora.
__ADS_1
Flora diam mematung mendengar ucapan yang keluar dari mulut aziel, hatinya benar benar sakit saat ini.
Aziel tak memperdulikan flora yang menangis karena ulah nya, ia segera membawa aileen pergi dari kantin saat ini untuk mengganti pakaian aileen yang basah.
"ARGHHH" Teriak flora mendorong meja disana.
"Di diemin malah makin jadi" sindir kiki yang mengikuti aziel dari belakang.
"Jadi cewe jangan murahan banget" evan menatap sinis flora yang sudah banjir air mata.
Sedangkan fajar yang melihat keributan terjadi di mejanya hanya memperhatikan dari kejauhan tanpa berniat mendekat.
"Duh flora makin jadi ya lama lama"
"Gk malu banget padahal bukan siapa siapa"
"Aziel seharusnya dari dulu sih gituin flora"
"Abis ini pasti kapok "
Begitulah kira kira bisik bisik para siswa siswi yang berada di kantin, dan menatap sinis kearah flora.
"Bentar kamu tunggu sini aku ambil hoodie dulu di kelas" aziel meninggalkan aileen di dalam uks kemudian pergi untuk mengambil hoodie .
Aileen menghela nafas lelah, dirinya benar benar lelah dengan semua yang terjadi akhir akhir ini.
"Aileen gk boleh nyusahin orang orang" gumamnya sambil meremas kuat rok nya.
"Apa ai ikut ayah aja" monolog nya pada diri sendiri.
"Gk" ucap aziel cepat yang sudah kembali ke uks.
Aileen sedikit terkejut kemudian berusaha menetral kan kembali keterkejutan nya.
"Aziel cepet banget" balas aileen sedikit gugup.
"Ganti baju kamu pake ini" aziel memberikan hoodie nya .
"Ganti ai nanti lo sakit, liat baju lo nerawang" jelas aziel yang kembali menggunakan gue lo.
Aileen menatap baju seragam nya yang basah karena ulah flora, agak kaget karena bajunya nerawang. Pantas saja tadi aziel langsung memeluk nya saat di kantin.
Pipi aileen memerah menahan malu karena kebodohannya yang tak sadar sedari tadi jika baju nya akan nerawang.
"Emm aziel keluar dulu" dehem aileen.
"Kenapa" tanya aziel bingung.
"aku mau ganti baju, kalo aziel disini gimana ai mau ganti" jelas aileen menatap aziel .
"Hmm" balas aziel kemudian meninggalkan aileen sendirian.
Aziel menunggu aileen yang sedang berganti pakaian sambil memainkan ponsel nya, jujur saja aziel bingung dengan perasaan nya sendiri.
Ia memang tidak ingin melihat aileen tersakiti ataupun menangis tapi aziel tidak tahu perasaan nya sebenarnya bagaimana, atau kah hanya sekedar rasa sayang kakak ke adiknya atau entahh lah.
Aziel membuka aplikasi musik di ponsel nya kemudian memutar sebuah lagu yang akhir akhir ini sering ia dengarkan sangat mewakili perasaan nya memang.
Izinkan aku
Memelukmu
Memilikimu
Sepenuh hatiku
Berikan 'ku waktu
'Ku 'kan menjagamu
Akankah dirimu
Bersandar di jiwaku
__ADS_1
Kutahu kau tak mudah
'Tuk menerimaku
Kutahu kau tak mudah
'Tuk mencintaiku
Jangan samakan
Aku dengan dia
Bekas kekasih
Yang pernah sakitimu
Berikan 'ku waktu
'Ku 'kan menjagamu
Akankah dirimu
Bersandar di jiwaku
Kutahu kau tak mudah
'Tuk menerimaku
Kutahu kau tak mudah
'Tuk mencintaiku
Kutahu kau tak mudah
'Tuk menerimaku (menerimaku)
Kutahu kau tak mudah
'Tuk mencintaiku (mencintaiku)
Dirimu telah buat bekas di hatiku
Sudikah kamu menjadi teman hidupku?
Aziel larut dalam lirik lagu yang ia putar jujur saja ia takut jika mengakui perasaannya terhadap adik dari ketuanya itu maka mereka akan menjadi canggung dan asing.
"Gue harus gimana" gumam aziel
"Ziel" panggil aileen yang sudah mengenakan hoodie .
Aziel menatap aileen dengan lekat, gadis mungil ini sudah mampu memporak porandakan hati dan pikirannya.
Walaupun begitu aziel tampak terlihat tenang tidak menampilkan ekspresi yang berlebihan selama berada dekat dengan aileen.
"Udah" tanya aziel bangkit dari duduk nya.
"Hemm " balas aileen.
"Yaudah ayok balik kelas " aziel menggenggam tangan aileen dengan erat.
Aileen sama sekali tak menolak , ia mengikuti langkah aziel .
"Aziel sorry" ucap aileen tiba tiba.
"Buat" tanya aziel menatap aileen dengan satu alis terangkat.
"Karena ai aziel tadi jadi berantem sama flora" jelas aileen lirih.
"Bukan salah lo" balas aziel cuek.
Aileen menatap punggung aziel yang sudah berjalan mendahului nya
"Sekali lagi maaf aziel" gumam aileen.
__ADS_1